cover
Contact Name
Haris Murwadi
Contact Email
editor.j@ubl.ac.id
Phone
+6281977948802
Journal Mail Official
editor.j@ubl.ac.id
Editorial Address
Universitas Bandar Lampung Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.26 Labuhanratu Bandar Lampung 35142 Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
Core Subject : Social, Engineering,
arsitektur dan lingkungan binaan, serta bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): Januari" : 6 Documents clear
Kode Biner sebagai Konsep Gubahan Perancangan Fasad Bangunan Studi Kasus: Redesign Gedung B Fakultas Teknik Universitas Lampung M. Shubhi Yuda Wibawa
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.628 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1339

Abstract

Fasad atau tampak depan dari suatu bangunan adalah unsur pertama yang teramati dan diapresiasi, sehinggamerupakan unsur penting dalam suatu produk desain arsitektur. Fasad dapat memberi gambaran akan fungsi daribangunan tersebut, selain itu fasad merupakan ekspresi visual bangunan, sehingga penilaian terhadap fasad identikdengan penilaian terhadap suatu bangunan. Fasad juga mengungkap kriteria tatanan dan penataan, serta memberikankemungkinan dan kreatifitas dalam ornamentasi dan dekorasi. Perlengkapan visual bentuk yang menjadi objektransformasi dan modifikasi bentuk elemen pada fasad bangunan dikaji dengan membuat klasifikasi melalui prinsipprinsipgagasan formatif yang menekankan pada geometri, simetri, kontras, ritme, proporsi dan skala. Gagasanmenggunakan sistem kode biner sebagai konsep gubahan dalam perancangan fasad bangunan didasarkan atastampilan visual sistem kode biner yang terdiri atas 2 simbol, 0 dan 1 yang disusun secara repetitif dan terorganisirdalam proporsi tertentu. Hal ini bisa diaplikasikan dalam desain perancangan fasad dengan melakukan modifikasi pada elemen fasad berdasarkan prinsip tampilan visual dari kode biner sebagai alternatif gagasan dalam merancangfasad bangunan yang tidak hanya memberi tampilan estetis, namun juga sebagai identitas karya arsitektur yangmerepresentasikan karakteristik serta keunikan gaya/langgam arsitektur. Untuk itu, dilakukan tahapan-tahapanpengumpulan data dan analisis hingga dapat merumuskan konsep perancangan yang tepat berdasarkan kajianliteratur dan landasan teori hingga dapat menghasilkan desain rancangan yang diinginkan. Melalui penelitian inidiharapkan terciptanya landasan pertimbangan ilmiah sebagai arahan yang diperlukan bagi perancangan ulang fasadGedung B Fakultas Teknik Universitas Lampung, serta diperoleh wawasan mengenai sistem kode biner sebagaialternatif gagasan konsep dalam perancangan arsitektur.
Tipologi Grid Kolom Pada Lamban Pekon Hujung di Lampung Barat A. Dwi Eva Lestari; M. Afif Fadhili
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.559 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1334

Abstract

Lamban merupakan sebutan untuk rumah tinggal vernakular di Pekon Hujung yang saat ini telah mengalamiperubahan bentuk. Perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh perkembangan zaman, tuntutan kebutuhan hidup sertapola kebiasaan pemilik rumah yang telah berubah. Perubahan bentuk lamban di Pekon Hujung menjadipermasalahan utama sehingga perlu dikaji terutama dari tipologi bentuk lamban yang ada di Pekon Hujung bertujuanuntuk mengetahui perubahan yang terjadi, persamaan dan perbedaan bentuk, serta mengklasifikasikan tipe darisetiap jenis perubahan lamban di Pekon Hujung, dimana perbedaan dan persamaan yang paling terlihat secara fisikadalah besar-kecilnya massa dan ukuran bangunan berdasarkan pola grid kolom. Penelitian dilakukan denganmetode kualitatif berupa survey, observasi dan wawancara mendalam untuk mendapatkan pola dan bentuk gridkolom dari setiap lamban. Hasil penelitian menunjukkan 5 tipe rumah dengan 14 jenis pola grid kolom yang masihdapat terus bertambah. Hal tersebut menarik dimana biasanya perbedaan massa setiap rumah tradisional dipengaruhi kasta atau peraturan adat tertentu, sedangkan pada lamban Pekon Hujung ini hanya terbatas pada kemampuanfinansial setiap penghuninya untuk membangun rumah sesuai dengan kebutuhannya.
Kenyamanan Termal pada Obyek Wisata Berkembang (Studi Kasus: Obyek Wisata Blue Lagoon Yogyakarta) Septi Kurniawati Nurhadi
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.236 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1360

Abstract

Perubahan fisik yang terjadi dari adanya perkembangan pembangunan sebuah desa berpengaruh terhadap iklim mikro sebuah kawasan dan menimbulkan pengaruh juga terhadap kondisi termal kawasan. Tak terkecuali sebuah desa wisata. Perkembangan pembangunan tersebut ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan para pengunjung. Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang besar untuk dikembangkan. Objek wisata Blue Lagoon yang berlokasi di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman masuk dalam klasifikasi desa wisata berkembang yang memiliki potensi alam berupa pemandian. Object wisata ini sedang dalam tahap mengembangkan daya tarik selain pemandian, sehingga perkembangan pembangunan sedang digalakkan. Pengembangan pembangunan yang dilakukan dapat berdampak pada lingkungan sekitar, terutama yang menyangkut aspek kenyamanan. Kenyamanan termal merupakan kondisi yang mempengaruhi kenyamanan lainnya, seperti kenyamanan spasial, kenyamanan psikologis dan kenyamanan visual. Metoda penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal, khususnya pada obyek wisata yang sedang berkembang. Setelah mengetahui tingkat kenyamanan termal pada obyek wisata berkembang, diharapkan dapat memberi masukan untuk pengembangan pembangunan yang dapat menciptakan kenyamanan termal pada obyek wisata lainnya.
Studi Evaluasi Pasca Huni Ditinjau dari Aspek Fungsional pada Bangunan Asrama Mahasiswa Putra (TB2) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Kustiani Kustiani; Ai Siti Munawaroh
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.133 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1335

Abstract

Keberadaan asrama bagi mahasiswa dalam suatu universitas merupakan salah satu sarana yang sangat pentingdifasilitasi oleh pihak universitas. Mahasiswa diberikan kemudahan untuk menunjang proses pembelajaran denganadanya sarana tempat tinggal yang sangat dekat dengan kegiatan perkuliahan dan tentunya tidak memerlukan biayaakomodasi yang tinggi ketika menggunakan sarana asrama universitas ini. Asrama Mahasiswa Institut TeknologiSumatera (ITERA) merupakan salah satu asrama percontohan yang baru berdiri sekitar 3 tahun lamanya. Sampaisejauh ini belum ada evaluasi mengenai dampak fisik dan psikis yang terjadi di asrama ini. Penelitian ini bertujuanuntuk mengevaluasi bangunan berdasarkan studi evaluasi pasca huni, ditinjau dari aspek fungsional. Metode yangdipakai dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan cara penyebaran kuesionerkepada 116 orang mahasiswa yang ada di asrama tersebut. Data penunjang diperoleh melalui wawancara dengan pihak manajemen dan beberapa penghuni asrama. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah peneliti dapatmengevaluasi bangunan asrama putra berdasarkan aspek fungsional guna meningkatkan kualitas sarana danprasarana yang ada.
Optimasi Komponen Fasad Menggunakan Generative Algorithm Studi kasus: ITERA Lampung Rendy Perdana Khidmat; M. Shoful Ulum; A. Dwi Eva Lestari; Hiroatsu Fukuda
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1969.589 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1336

Abstract

Sektor konstruksi dan bangunan, terutama hunian dan bangunan komersil, berkontribusi hampir 40% dalammempercepat proses pemanasan global. Hal ini disebabkan oleh konsumsi energi berlebih oleh penghuni bangunandalam upaya beradaptasi dengan perubahan suhu pada tempat tinggalnya. Walaupun demikian, hal ini dapatdiantisipasi oleh stakeholder terutama arsitek dan desainer dengan menerapkan model desain yang berorientasi padaperfoma bangunan pada saat tahap awal desain. Perancangan arsitektur masa kini banyak mengalami perubahandikarenakan pengaruh dari perkembangan komputer. Digital design salah satu cabang yang berkembang dalamarsitektur memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pola pikir desain arsitektur masa kini. Sebut sajaParametric Design dan Generative Algorithm, yang merupakan suatu pendekatan desain yang mengandalkankemampuan komputer dalam mengambil alih perhitungan-perhitungan matematis yang komplek dalam prosesperancangan arsitektur. Penelitian ini akan membahas penggunaan platform tersebut dalam menginvestigasi peran dan fitur dari komponen fasad diantaranya panjang kanopi jendela, luas permukaan bukaan, tinggi ambang atas danbawah dari jendela dan derajat perputaran orientasi bangunan dengan studi kasus Institut Teknologi Sumatera,dengan iterasi secara generative untuk mengukur target goal dari proses perancangan seperti Operative Temperature,View Percentage, Daylight Simulation, Surface Temperature, Sun Hours Simulation. Hasil yang didapatkan dariproses iterasi pada 34 generasi menggambarkan preferred solution adalah individual yang memiliki sudut perputaran6 derajat, Panjang cantilever jendela 0.9 meter, glazing ratio 0.2%, tinggi ambang atas dan bawah jendela adalah3,5-meter dan 10 cm.
Analisis Ekspektasi Mahasiswa terhadap Kota B. Chrysvania Artemisia; Ai Siti Munawaroh; Haris Murwadi
JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.597 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v10i1.1338

Abstract

Pembangunan kota Bandarlampung merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitumasa depan yang lebih baik. Dalam rangka menetapkan tujuan pembangunan kota Bandarlampung, diperlukanvisi yang mengarahkan pandangan ke depan mengenai cita-cita kota yang disepakati bersama dan sebagaipedoman seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kota, baik pemerintah kota, swasta, dan masyarakat(seluruh stakeholders) dalam memantapkan peran masing-masing dalam membangun kota Bandarlampung.Infrastruktur, sarana, dan prasarana yang dibangun harus memenuhi standar dan sesuai dengan kebutuhanmasyarakat serta tidak mengganggu sekitarnya. Pembangunan kota membuat masyarakat yang tinggal didalamnya merasa aman, damai, tentram, dan sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kota sepertiapa yang diimpikan oleh masyarakat Bandarlampung dan mengetahui apakah masih banyak infrastruktur, sarana,dan prasarana yang kurang dan perlu disediakan oleh pemerintah di kota Bandarlampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui kuisioner terbukayang diberikan kepada responden. Data yang didapat dari pertanyaan terbuka dijadikan satu dan kemudian diolah.Karena data-data yang didapat memiliki cara penyampaian yang berbeda namun dengan makna sama, makadata-data tersebut dicarikan kata kunci. Kata kunci membuat data dapat dikelompokkan secara umum.Pengelompokkan dilakukan sebanyak dua kali dan hasil dari pengelompokkan disajikan dalam bentuk tabel dangrafik. Hasilnya adalah kriteria seperti apa kota impian yang diinginkan oleh mahasiswa arsitektur UniversitasBandar Lampung (UBL). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Masyarakat kota Bandarlampung sebagianbesar memilih situasi dan kondisi kota sebagai faktor kota impiannya. Elemen-elemen yang mendukung faktorsituasi dan kondisi kota menurut masyarakat yaitu kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan ketertiban. 2).Infrastruktur sarana dan prasarana yang kurang menurut masyarakat Bandarlampung yaitu transportasi umum,ketersediaan jalur sepeda, penggunaan teknologi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, fasilitas kelengkapankota, fasilitas koneksi jaringan internet dan arsitektur kotanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6