cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): IMAJI" : 56 Documents clear
PENGEMBANGAN INSTALASI PERAWATAN PAVILIUN KHUSUS LANJUT USIA PROF.R.BOEDHI DARMOJO SEMARANG Wardhani, Ayu Kusuma; Sardjono, Agung Budi; Nugroho, Satrio
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.276 KB)

Abstract

Balita, remaja, dewasa dan tua merupakan sebuah siklus kehidupan manusia yang tidak dapatdihindari. Setiap manusia yang hidup pasti akan merasakan siklus kehidupan tersebut, namun tetapdisesuaikan dengan batasan umur yang dimiliki. Menjadi tua bukan merupakan sebuah pilihan atau masalah,karena hal tersebut sudah pasti akan dirasakan oleh setiap makhluk hidup yang bernyawa, terutama manusia.Pada usia tua, manusia akan mengalami kemunduran dalam berbagai segi kehidupan, misalnya kemundurankesehatan, kemunduran aktivitas dan kemunduran dalam hubungan sosial. Manusia yang dahulunya punyaberbagai macam aktivitas, namun karena terbentur dengan masalah kesehatan, daya ingat, kekuatan,sekarang hanya bisa tinggal dirumah dengan alasan umur dan tanpa bisa melakukakan apa-apa karenaketerbatasan tenaga yang di miliki. Masalah kesehatan yang dialami orang pada usia lanjut ini pada umumnya lebih sulit dan kompleks.Rata-rata hampir disetiap rumah sakit tercatat 15% dihuni oleh pasien usia lanjut dengan berbagai jenispenyakit yang diderita. Namun sayangnya, tidak semua rumah sakit umum maupun swasta yang terdapat diKota Semarang khususnya mempunyai pelayanan kesehatan yang benar-benar memperhatikan faktor psikispara usia lanjut tersebut. Seharusnya sistem pelayanan kesehatan yang dimiliki pada setiap rumah sakit yangada memperhatikan kebutuhan psikis para usia lanjut agar, proses penyembuhan dan perawatan kesehatanpada usia lanjut ini dapat dilakukan dengan baik. Tidak hanya sekedar dalam segi kenyamanan pasien, namunjuga semua hal yang berhubungan dengan para lansia itu sendiri. Di Kota Semarang itu sendiri baru terlihatsatu Rumah Sakit yang menyediakan Instalasi Perawatan khusus untuk Para Usia Lanjut, namun sayangnyabelum bisa mencapai standart yang seharusnya dimiliki, baik dari segi standart bangunan dan juga pemenuhanjumlah pasien yang dirawat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan untuk jangka waktu 10 tahunmendatang, dimana diharapkan dapat menampung jumlah pasien lansia yang ingin berobat dan melakukanpenyembuhan. Untuk merencanakan pengembangan terhadap instalasi perawatan tersebut dilakukan kajian teoritentang pengertian, pelaku dan aktifitas, kebutuhan ruang. Selain itu juga dilakukan studi kasus langsung keInstalasi Perawatan Paviliun Khusus Lanjut Usia Prof.R.Boedhi Darmojo itu sendiri untuk mencari tahukebutuhan jumlah pasien yang dirawat, ruangan yang diperlukan serta pendekatan lokasi tapak untukdilakukan pengembangan. Desain yang ditekankan pada Perencanaan Pengembangan Instalasi Perawatan Paviliun Khusus LanjutUsia Prof.R.Boedhi Darmojo ini yaitu penekanan desain Arsitektur modern, dimana kita dapat menampilkanbentukan masa bangunan yang bebas dan terlihat tidak monoton namun tidak mengganggu fungsi ruang yangterdapat didalamnya dan juga bentukan yang ditampilkan tetap tidak menghilangkan status fungsi bangunansebagai sebuah Instalasi Perawatan.
RUMAH SUSUN SEWA BURUH PABRIK DI KAWASAN INDUSTRI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Ajiyunanta, Ardha; Murtomo, Bambang Adji; Iswanto, Dhanoe
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.604 KB)

Abstract

Perkembangan pada sektor industri di Semarang semakin meningkat seiring dengan perkembangankota. Salah satunya di Kecamatan Pedurungan, Semarang. Dalam kebijakan dan rencana strategispembangunan Rumah Susun di kawasan perkotaan tahun 2007-2011 dikatakan bahwa pada perkotaan dengankompleksitas permasalahan yang ada ditambah laju urbanisasi yang mencapai 4,4% per tahun membuat lahandan ruang terbuka semakin berkurang, untuk itu perlu adanya permukiman yang berbasis kebersamaan dandibangun secara vertikal guna mengatasi problematika tersebut. Kajian diawali dengan mempelajaripengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah susun dan buruh pabrik, standar-standar mengenai tataruang dalam rumah susun, studi banding pada rumah susun sewa dan rumah susun hunian. Dilakukan jugatinjauan mengenai lokasi perencanaan perletakan rumah susun sewa dan pembahasan konsep perancangandengan penekanan desain arsitektur tropis. Tapak yang digunakan terletak di Jalan Plamongan Sari, PenggaronKidul, Pedurungan, Semarang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilanbangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rumah Susun Sewa Buruh Pabrik diKawasan Industri Kecamatan Pedurungan Kota Semarang”. Konsep perancangan ditekankan pada arsitekturtropis, guna mendukung penghematan energi pada bangunan.
TOWN HOUSE DI BONTANG kusuma, Abdi; Prianto, Eddy
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.844 KB)

Abstract

 Kota Bontang merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di Kalimantan Timur.Pertambahan penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya, menyebabkan banyak permukiman yang tidakteratur akibat tidak dibarengi dengan pembangunan yang sepadan. Dengan makin bertambahnya jumlahpenduduk suatu kota dan tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain sebuah permukimanyang mampu mengakomodasi kegiatan masyarakatnya serta menjadi sebuah solusi untuk pertambahanjumlah penduduk suatu kota, yaitu Town House. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Town House, standarstandarmengenai tata ruang dalam Town House, studi banding beberapa perumahan yang ada di dalamnegeri maupun luar negeri. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Town House di Bontang dan pembahasankonsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak asliyang berada di Kota Bontang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilanbangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Town House di Bontang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern dengan konsep taman, yaitu konsep dimana tanaman atau vegetasi menjadi salah satu point penting dalam pembangunan. Untuk bangunan TownHouse sendiri yang mempunyai tiga tipe, dirancang dengan orientasi bangunan yang berbeda-beda tiaptipenya, dengan sistem struktur atap dak beton yang tujuannya untuk mengenalkan struktur atap dak di KotaBontang serta pengoptimalan waktu pembangunan karena Town House adalah sebuah permukiman yangmemiliki nilai jual tinggi.
RUMAH PRODUKSI VIDEO GAME INDIE DI BANDUNG Irwan Aryadi, Denny; Bharoto, Bharoto; Sardjono, Agung Budi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.316 KB)

Abstract

Selama ini video game dianggap hanya sebuah media untuk bermain semata dan hanya ditujukan kepada kaum muda (anak-anak) saja. Video game dianggap sebagai sarana hiburan yang banyak menghabiskan waktu beraktivitas dan tidak berguna. Tidak semua pendapat tersebut adalah benar. Selain sebagai sarana hiburan, video game juga memiliki fungsi lain seperti sebagai media belajar yang menyenangkan tidak hanya untuk kaum muda (anak-anak) namun juga bagi kaum dewasa. Perpaduan antara pendidikan, seni, dan teknologi menjadi video game, membuat bisnis pengembangan video game banyak diminati karena memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Hal ini ditandai dengan berbagai nama pengembang video game dengan rumah produksinya yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia seperti Capcom, Konami, Rockstar Game, Naughty Dog, Team Bondi, dan masih banyak lagi. Tidak hanya pengembang besar saja, pasar video game juga banyak diminati oleh developer video game indie lokal yang sudah mulai banyak bermunculan. Beberapa di antaranya mulai bekerja secara profesional dengan adanya rumah produksi video game indie yang mereka bentuk sebagai wadah bekerja bagi para developer video game indie tersebut.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah produksi video game, standar-standar mengenai tata ruang dalam rumah produksi video game, studi banding beberapa rumah produksi video game di Bandung dan rumah produksi video game di dunia, serta teknologi motion capture sebagai teknologi terkini yang digunakan dalam proses pembuatan video game. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Bandung, perkembangan dunia video game terutama indie di kota tersebut, serta beberapa event seputar dunia video game di Bandung.Sebagai produk, dilakukan perancangan desain Rumah Produksi Video Game Indie berupa gambar 2 dimensi dan 3 dimensi.
KAWASAN WISATA TAMAN AIR (WATER PARK) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KABUPATEN GUNUNG KIDUL Ariyansyah, Ariyansyah; Murtini, Titien Woro; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.125 KB)

Abstract

Fenomena Water Park menjadi tren tempat wisata yang dikunjungi pada musim libur panjang sekolahpertengahan tahun ini. Sehingga perkembangan fenomena Water Park tersebut disambut hangat denganmunculnya banyak Water Park di seluruh Indonesia. Ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Belakangan, wisataini sangat banyak digemari oleh kalangan masyarakat (dewasa ataupun anak) dan bisa dikatakan sedang“happening”. Seperti di Surabaya yang terkenal dengan Ciputra Water Park, daerah Purbalingga yang terkenaldengan Owabong Water park, Kota Solo dengan Pandawa Waterworld, bahkan di Semarang dengan WaterBlaster. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Water Park, Pariwisata, pengertian dan standarstandarmengenai Water Park, serta studi banding beberapa Water Park yang telah ada. Dilakukan jugatinjauan mengenai Kota Yogyakarta, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pendekatanfungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi denganmenggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3dimensi sebagai ilustrasi desain. 
PASAR KLIWON KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN THOMAS KARSTEN Agustin, Alin Pradita; Hardiman, Gagoek; Rukayah, Siti
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Potensi pasar tradisional di Indonesia sangat besar sebab retribusi dari pasar tradisional cukup besarkontribusinya bagi pendapatan daerah. Akan tetapi perkembangan pasar tradisional tidak mendapat perhatianyang lebih dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kudus merupakan daerah yang memilikipertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Dalam survei pendataan pasar di Kudus tahun 2010, terdapat 23pasar di Kabupaten Kudus. Peran pasar tradisional di Kabupaten Kudus cukup besar, tidak hanya dalammeningkatkan pendapatan daerah, tetapi berperan langsung terhadap pendapatan pekerja maupun pedagang.Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor mutlak yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan suatubangunan yang bersifat publik. Thomas Karsten merupakan sosok arsitek pada zaman kolonial Belanda yangdianggap paling unggul karena mampu membangun pasar yang mempertimbangkan kenyamanan pedagangdengan menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Kajian ini diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai pasar, pasartradisional, standar-standar mengenai pasar, persyaratan khusus pasar sehat, dan studi banding beberapapasar tradisional karya Thomas Karsen. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Pasar Kliwon Kudus danpembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Thomas Karsten. Tapak yang digunakan adalahtapak asli dari Pasar Kliwon Kudus, yang kemudian diperluas sesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu jugadibahas mengenai penataan massa dan ruang dalam bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitasyang dipakai dalam perancangan “Pasar Kliwon Kudus dengan Penekanan Desain Thomas Karsten”. Konsep perancangan ditekankan pada prinsip Thomas Karsten, dimana prinsip desain ditemukanmelalui penelitian arsitektur kecil yang dilakukan pada pasar-pasar karya Karsten. Konsep desain Karstendiaplikasikan secara eksplisit maupun konseptual dalam perancangan bangunan Pasar Kliwon Kudus.
SOLO CONVENTION HALL Lestari, Ayudia Kanthi; Sudarwanto, Budi; Setyowati, Erni
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.079 KB)

Abstract

Jawa Tengah memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan tujuan dari agenda MICE (meeting,incentive, convention, exhibition) tetapi hal tersebut tidak didukung dengan fasilitas konvensi yangberkapasitas ribuan orang. Kota Solo berpotensi dalam sektor bisnis, perdagangan, dan potensi seni budayalokal. Hal ini dapat mendukung potensi Kota Solo sebagai kota tujuan MICE. Akhir-akhir ini juga bisnisperhotelan di Kota Solo mengalami penurunan, karena sedikitnya pertemuan-pertemuan akbar yang digelar diKota Solo. Hal ini yerjadi karena di Kota Solo belum terdapat fasilitas gedung konvensi yang berkapasitasribuan orang, sehingga saat pemilihan tuang rumah kegiatan konvensi, Kota Solo pasti dikesampingkan.Sekarang sedang dilakukan pengembangan potensi Kota Solo, saat ini merupakan saat yang tepat untukmerealisasikan dibangunnya sebuah bangunan konvensi yang berstandar internasional di Kota Solo. Kajian diawali dengan mempelajari pengertiandan hal-hal mendasar tentang gedung konvensi,standar-standar mengenai tata ruang di dalam gedung konensi, studi banding beberapa gedung konvensi diIndonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi gedung Solo Convention Hall dan pembahasan konsepperancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Selain itu juga dibahas mengenai tataruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “SoloConvention Hall”. Konsep perancangan ditekankan Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu konsep transformasi identitas KotaSurakarta ke dalam konsep modern, karena bangunan konvensi merupakan bangunan umum yang digunakanoleh berbagai kalangan dan unutk aktivitas modern. Konsep ini sesuai dengan spirit Kota Surakarta “Solo’s Pastas Solo’s Future”, yaitu spirit pembangunan Kota Surakarta yang tidak meninggalkan identitas masa lampaudan menjadikan karakter budaya lokal sebagai dasar pengembangan modernitas Kota Surakarta. Padabangunan ini mengambil konsep dari pendapa yang fungsinya juga sebagai tempat pertemuan bagi orangJawa. Pendapa yang berbentuk joglo merupakan bangunan dengan dominasi atap, hal tersebut menyiratkanbahwa orang Jawa mementingkan bagian kepala yaitu akal dan pikiran. Karena dengan akal dan pikiran,manusia dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertemu Tuhan (mati).
SALON PERAWATAN DAN BENGKEL VARIASI MOBIL DI SEMARANG Bagas, Ardhita; Dharmawan, Eddy; Malik, Abdul
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.915 KB)

Abstract

Dengan makin meningkatnya pertumbuhan jumlah mobil dan minat masyarakat menggunakankendaraan pribadi di Kota Semarang dan kepadatan mobilitas masyarakatnya menyebabkan masyarakat diKota Semarang ini akan semakin membutuhkan sebuah tempat yang menawarkan jasa perawatan mobil.Apalagi dengan mobilitas masyarakat Kota Semarang yang padat menyebabkan pemilik kendaraan pribadimelewatkan perawatan mobil mereka sendiri. Mereka yang tidak memiliki waktu lebih dalam merawat mobilakan menyerahkan perawatan mobil mereka kepada tempat yang khusus memberikan jasa perawatan ini. Kajian diawali dengan mempelajari teknologi, alat, prinsip kerja, dan kontrol alat pada salonperawatan mobil dan bengkel variasi mobil itu sendiri. Di sini dijabarkan mengenai teknologi dan alat yangdigunakan pada sebuah tempat cuci mobil dan salon mobil serta pada prinsip-prinsip kerja standar padasebuah bengkel mobil yang melakukan spesialisasi pada kaki-kaki mobil. Dilakukan juga tinjauan mengenaisegala aktifitas dan fasilitas yang terjadi di dalam area kerja salon perawatan dan bengkel variasi mobiltersebut. Pemilihan lokasi tapak dilakukan dengan melakukan analisa, yaitu dengan mempelajari potensi tapakserta kriteria pemilihan lokasi untuk mendapatkan tapak yang dimaksud. Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Modern, yaitu kesan sederhana tetapimengutamakan fungsi utama sebagai suatu salon perawatan dan bengkel variasi mobil yang ditonjolkan.Konsep modern ini juga diterapkan pada fasilitas yang digunakan pada bangunan ini nantinya. Kesan ArsitekturModern ini juga ditampilkan pada tampilan fasad bangunan yang akan mengambil gubahan massa sebuahbentuk kotak atau kubus.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C KABUPATEN CIREBON chaerudin, abu
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.26 KB)

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang sedang berkembang, sepertiyang tercatat dalam Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon pada tahun 2010 adalah313.692 jiwa semakin padat karena pertumbuhannya setiap tahun berkisar 2 persen. Cepat atau lambatKabupaten Cirebon akan bertambahnya beberapa aktivitas. Seiring dengan bertambahnya penduduk danaktivitas masyarakat yang ada mendorong untuk membuat sarana dan prasarana umum / sarana sosial yangharus diperhatikan dan pembangunannya harus direncanakan secara matang untuk memenuhi akankebutuhan mengenai sarana kesehatan, yang sudah direncanakan dalam RTRW Kabupaten Cirebon denganmenyediakan lahan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Kelas C. Seperti yang di ungkapkan dalamteori HL. Blum, “Derajat Kesehatan Dipengaruhi oleh empat faktor besar yaitu Lingkungan, Prilaku, PelayananKesehatan dan faktor Keturunan”. (Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon 2010, Dinas KesehatanKabupaten Cirebon). Kajian diawali dengan dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah SakitUmum terlebih lagi mengenai Rumah Sakit Umum Kelas C. Serta melalui pendekatan program, Prosespendekatan program ini dilakukan untuk mempunyai gambaran secara mendalam tentang analisis besaran,fungsi dan persyaratan ruang dan program arsitektur dalam sebuah bangunan Rumah Sakit Umum Kelas C.pendekatan ini berdasarkan studi litelatur/referensi dan studi banding/survey pada fasilitas yang sejenis. Rumah Sakit Umum Kelas C ini hadir sebagai pusat pelayan kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebonyang rencananya akan diletakan di daerah sekitar Kecamatan Gebang. Diharapkan dapat mengintregasikansegala pelayanan kesehatan masyarakat dengan lebih berkualitas, efisien, efektif, nyaman dan bahkanmenaikkan standar pelayanan yang berkelas namun tidak mahal. 
KANTOR GUBERNUR SUMATERA SELATAN Rahmiati, Desti; Setioko, Bambang; Hardiman, Gagoek
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.8 KB)

Abstract

Kota Palembang dalam 5 tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, terlihatnya dari maraknya pertumbuhan infrastruktur, sarana dan prasarana kota, dan roda perekonomian yang terus menggeliat. Berdasarkan fenomena tersebut, potensi kota Palembang untuk berkembang sangat besar. Hal inilah yang mendasari penetapan suatu visi strategis, yaitu Palembang sebagai kota bertaraf internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah provinsi Sumatera Selatan berencana untuk merelokasi Kantor Gubernur Sumatera Selatan sebagai salah satu program pengembangan kawasan Jakabaring sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi kota Palembang.Kajian diawali dengan penelusuran mengenai gedung pemerintahan, filosofi struktur pemerintahan provinsi, standar-standar dan kebijakan mengenai tata ruang dalam kantor Gubernur, studi banding beberapa Kantor Gubernur di Provinsi Jawa. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi kantor Gubernur Sumatera Selatan dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Tapak yang digunakan adalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai zona pemerintahan. Selain itu, dibahas pula mengenai massa dan tata ruang, penampilan bangunan, struktur serta utilitas yang diterapkan dalam perancangan “Kantor Gubernur Sumatera Selatan”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu langgam arsitektur yang memunculkan kembali unsur tradisional setempat kedalam bangunan modern. Penekanan desain arsitektur neo-vernakular diharapkan dapat menghasilkan suatu rancangan kantor pemerintah provinsi yang sesuai standar, yang juga mampu mencerminkan eksistensi dari berdirinya lembaga pemerintahan daerah dan sebagai lambang kebanggaan daerah. Untuk bangunan kantor Gubernur Sumatera Selatan, dirancang dengan konsep denah berbentuk simetris yang mengesankan kesan megah pada bangunan.