Articles
48 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 3 (2012): IMAJI"
:
48 Documents
clear
YAMAHA MUSIK DI SEMARANG
Effendi, Faizal Bachtiar;
Iswanto, Dhanoe;
Adji Murtomo, Bambang
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1205.893 KB)
Salah satu bentuk hiburan yang paling digemari di Kota Semarang adalah musik. Sebagai salah satu cabang seni paling universal, musik telah menjadi komoditi yang berkembang cukup pesat di Kota Semarang. Perkembangan masyarakat baru ini perlu mendapat perhatian karena nilai-nilai dan pengaruh hiburan tersebut banyak menentukan arah dan sifat perkembangan masyarakat. Hal ini ditandai dengan seringnya Semarang menjadi ajang pentas musisi-musisi terkenal baik yang berskala internasional, nasional, maupun lokal. Di Semarang sebenarnya hanya terdapat sedikit lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan musik. Namun lembagaâlembaga tersebut tidak mempunyai fasilitas yang lengkap untuk menunjang perkembangan musik di Semarang. Dengan makin bertambahnya jumlah pecinta musik dan makin tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain Sekolah musik yang berskala lebih besar.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Yamaha Musik, studi banding beberapa Sekolah Yamaha Musik di Semarang dan Yamaha Musik Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Yamaha Musik Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak yang telah terpilih sesuai kebutuhan yang ada. Yaitu di jalan Perintis Kemerdekaan Banyumanik. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âYamaha Musik di Semarangâ.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di jaman modern. Untuk bangunan Yamaha Musik itu sendiri, dirancang dengan konsep tampilan bangunan seperti alat musik piano. Dengan tujuan dapat menarik minat para pecinta musik yang sedang melintasi daerah tersebut.
GEDUNG PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
dewi asmara, masayu;
Darmawan, Edy;
Dwiyanto, Agung
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1019.776 KB)
Kemajuan zaman menuntut semua orang untuk lebih maju lagi, terutama bagi para generasi muda. Mengenyam pendidikan setinggi mungkin dengan tujuan memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk kemudian hari. Universitas merupakan salah satu tempat pendidikan untuk jenjang yang paling tinggi. Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas negeri di Indonesia yang mempunyai beberapa jurusan untuk mendukung pendidikan mahasiswa dalam mengikuti perkembangan zaman, termasuk di dalamnya adalah Jurusan Geodesi.Jurusan Geodesi adalah jurusan yang masih tergolong sangat sedikit di beberapa universitas di Indonesia. Di Indonesia Jurusan Geodesi hanya terdapat pada empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan lima Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satu PTN tersebut di antaranya adalah Universitas Diponegoro. Oleh karena itu Jurusan Geodesi masih sangat dapat dikembangkan kembali. Tetapi sayangnya Undip belum memiliki gedung perkuliahan sendiri untuk Jurusan Geodesi, gedung kuliah jurusan ini masih bergabung dengan jurusan teknik yang lain yaitu Jurusan Perkapalan, dan Sistem Komputer. Maka dari itu perlu dibangunnya gedung perkuliahan sendiri untuk Jurusan Geodesi agar dapat menampung segala kegiatan yang dibutuhkan oleh mahasiswa geodesi.Kajian diawali dengan mengetahui pengertian dari sebuah kampus dengan cara studi banding pada kampus Geodesi pada universitas lainnya. Kemudian menjadikan hasil studi banding sebagai acuan dalam membuat program ruang. Sedangkan konsep dari gedung ini sendiri adalah Green Architecture dengan pendekatan efisiensi energi dan konseravasi. Dengan konsep ini berarti gedung kuliah tersebut berkonsep ramah lingkungan, dan mengusahakan untuk dapat menghemat energi sebaik mungkin, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mengatasi global warming. Untuk konsep bentuk dari gedung itu sendiri adalah mengadopsi dari bentuk sebuah kawah dan topografi tanah yang tidak selalu rata.
RUSUNAWA KODAM IV/DIPONEGORO
Reni, Fransisca;
Indraswara, Sahid;
Bagus Pribadi, Septana
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1349.721 KB)
Konflik kepentingan rumah negara antara penghuni rumah negara (Purnawirawan dan Wredatama) dengan Satker di lingkungan Kemhan dan TNI sebagai pengelola, sangat mencolok dan sempat booming pemberitaannya di media cetak dan media elektronik, sehingga banyak menimbulkan pro dan kontra atas pemberitaan tersebut. Permasalahan itu timbul karena masih banyak anggota TNI dan PNS aktif yang belum mendapatkan atau menghuni rumah negara, sementara anggota TNI yang telah pensiun tidak menyerahkan rumah yang dihuninya kepada satker atau ke institusi. Dalam upaya mengatasi permasalahan penyediaan kebutuhan perumahan anggota TNI dan PNS aktif tersebut, khususnya di lingkungan TNI AD Kodam IV/Diponegoro, dengan mempertimbangkan juga bahwa Kota Semarang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi sehingga menyebabkan pula pada pertumbuhan permintaan rumah tinggal, maka membangun hunian vertikal merupakan salah satu solusi efektif untuk menyelesaikan masalah perumahan di tengah kelangkaan tanah di pusat kota. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan perumahan anggota TNI AD Kodam IV/Diponegoro, dilakukan melalui pengadaan perumahan siap huni berupa rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rusunawa, tinjauan rumah negara, tinjauan pendayagunaan rumah dinas TNI-AD Kodam IV/Diponegoro, studi banding RusunawaKodam Jaya/Jayakarta dan Rusunawa Kodam V/Brawijaya serta dua Rusunawa di Kota Semarang. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rusunawa Kodam IV/Diponegoro dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Tropis. Tapak yang digunakan di Jl. Perintis Kemerdekaan, Watugong Semarang (Jalan Raya Semarang â Solo) yang secara umum berada di Komplek Perumahan Prajurit Diponegoro (Komplek Perumahan Wiratama) dan tepat berada di depan Makodam IV/Diponegoro. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âRusunawa Kodam IV/Diponegoroâ.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Tropis, dirancang untuk memodifikasi iklim tropis luar yang tidak nyaman menjadi iklim tropis yang nyaman di dalam bangunan. Bangunan yang didesain nantinya diharapkan dapat menghemat penggunaan energi dengan mengantisipasi iklim di lokasi bangunan, menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan, hemat energi, nyaman bagi penggunanya serta memiliki perfoma tinggi.
GREEN CITY HOTEL DI SEMARANG
Sasongko, Enggar;
Wijayanti, Wijayanti;
Sudarwanto, Budi
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4314.478 KB)
Perkembangan sektor ekonomi di Kota Semarang tak lepas dari lokasi Kota Semarang yang berada pada jalur penghubung dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Surabaya. Kota Semarang yang juga merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah juga mempengaruhi perkembangan sektor ekonomi. Dengan berkembangnya sektor perekonomian di Kota Semarang, maka berdampak juga dengan jumlah kunjungan wisatawan baik untuk tujuan bisnis maupun rekreasi. Dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang, maka dibutuhkan bangunan komersial yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan khususnya dalam hal hunian sementara yaitu hotel. Hotel yang direncanakan merupakan City Hotel karena berlokasi di pusat kota dan dekat dengan area bisnis maupun tempat wisata.Kajian yang dilakukan adalah dengan mempelajari pengertian tentang hotel, pengertian City Hotel, Karakteristik City Hotel, pengelolaan hotel, kebutuhan dan pengelompokkan ruang hotel, dan studi banding beberapa City Hotel di Semarang. Dilakukan juga pembahasan tentang konsep perancangan hotel dengan penekanan desain Green Arsitektur.Lokasi yang digunakan untuk perancangan âGreen City Hotel di Semarangâ ini berada di pusat kota dan dekat dengan area bisnis dan tempat wisata di Semarang. Tapak yang dipilih berada di Jalan Imam Bonjol Semarang karena berada di pusat kota dan dapat dengan mudah dicapai. Selain itu, tapak ini juga berada di BWK I yang difokuskan untuk perkantoran, perdagangan dan jasa (Perda Kota Semarang No. 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031).Penekanan desain yang diterapkan adalah Green Arsitektur. Prinsip-prinsip dan sifat-sifat bangunan berkonsep Green Arsitektur diterapkan dalam perancangan City Hotel agar dapat mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan.
REDESAIN SMKN 11 SEMARANG
fatoni, muhammad;
bagus pribadi, septana;
indriastjario, indriastjario
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1195.912 KB)
Pada tahun 2007 Depdiknas menargetkan perbandingan atau porsi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 70% dan Sekolah Menengah Umum (SMA) sebesar 30%. SMKN 11 Semarang merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang di proyeksikan kedalam sekolah bertaraf internasional, karena itu SMKN 11 Semarang perlu berbenah dalam kurikulum maupun dari segi sarana prasarana pendidikan.Oleh karena itu diperlukan desain sekolah yang memenuhi sekolah bertarap internasional dalam hal ini SMKN 11 Semarang untuk membantu keberlangsungan proses belajar mengajar untuk mencapai visi, misi dan tujuan yang diharapkan sekolah khususnya dan tujuan pendidikan nasional pada umumnya.Redesain ini diawalai dengan kajian mengenai standar-standar kebutuhan Sekolah Betaraf Internasional (SBI), studi banding beberapa sekolah beraraf Internasional khususnya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), Tinjauan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Semarang, studi ruang mengenai kebutuhan sekolah bertaraf Internasional, Analisa Tapak yang dilakukan pada tapak existing yaitu tapak SMKN 11 Semarang yang terletak di Jalan Grafika. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, sirkulasi, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âRedesain SMKN 11 Semarangâ.Konsep perancangan yang digunakan adalah konsep arsitektur Neoverkaular, yaitu aliran yang suatu paham dari aliran Arsitektur Post-Modern yang lahir sebagai respon dan kritik atas modernisme yang mengutamakan nilai rasionalisme dan fungsionalisme yang dipengaruhi perkembangan teknologi industri. Karena bangunan SMKN 11 merupakan bangunan sekolah yang bersifat resmi, maka wujud desain yang ditampakkkan adalah desain dengan kesan formal dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria desain sekolah
RUMAH SUSUN SEWA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Pudji Lestari, Kartika;
Pandelaki, Edward Endrianto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1465.9 KB)
Pengembangan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian Perumahan Rakyat. Pembangunan Rusunawa termasuk Rusunawa Mahasiswa di seluruh Indonesia masuk kedalam salah satu program pemerintah pusat yang di kenal dengan nama âProgram Seribu Towerâ. Program ini merupakan salah satu kebijakan strategis yang dianggap tepat karena melihat pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup pesat pertahunnya. Diketahui rata â rata pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 2,5 % per-tahun maka sampai tahun 2025 menurut ahli demografi jumlah penduduk Indonesia akan mencapai dua kalilipat dari jumlah sekarang. Karena itu diperlukan suatu perencanaan jangka panjang kedepan untuk mengantasipasi kebutuhan penduduk akan permukiman atau hunian.Adanya Rusunawa mahasiswa yang dibangun di setiap kampus selain sebagai fasilitas tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lingkungan kampus, bagi mahasiswa tahun pertama, juga bisa menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiwa tinggal di hunian vertikal. Dengan tinggal di Rusunawa, mahasiswa secara tuntas dapat menyelesaikan masa transisi perkembangan hidup dan mengenal sosio-budaya perguruan tinggi dan masyarakat kampus.Rusunawa selain sebagai rumah tinggal yang nyaman bagi mahasiswa sekaligus sebagai tempat pembinaan mahasiswa sehingga memiliki kualitas intelektual, sosial, emosional, dan spiritual yang memadai.
GERIATRI HOSPITAL KOTA SEMARANG
Saiful, Fajriyan;
Supriyadi, Bambang;
Trilistyo, Hendro
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1396.087 KB)
Kota Semarang merupakan kota yang sedang maju untuk saat ini. Dewasa ini tingkat populasi lansia, baik di Asia hingga seluruh dunia meningkat dengan pesatnya. Dan hal tersebut membutuhkan sebuah penanganan yang cukup serius, dan apabila sampai terabaikan akan mendatangkan masalah yang cukup serius dikemudian hari. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa jumlah lansia relatif besar, sehingga kebutuhan Rumah Geriatri sangat diperlukan. Dengan dibangunnya Rumah Sakit Geriatri yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal, akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angka kematian akibat penyakit menua berkurang.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit secara umum,rumah sakit Menurut Undang Undang Pemerintah, dan rumah sakit secara khusus yaitu Rumah Sakit Geriatri, serta mempelajari standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Geriatri, studi banding beberapa Rumah Sakit Geriatri dan Panti Lansia di Semarang. Mempelajari tentang Arsitektur Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi RSUD Kariadi di Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak di daerah Tembalang yaitu daerah Meteseh Raya. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âGeriatri Hospital Kota Semarangâ.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu dengan memadukan unsur tropis dan Green Building agar terlihat sejuk dan lebih menekankan pada konsep bangunan tropis.Di bagian bangunan ada Roof Garden yang merupakan unsur Green Building yang dapat memberikan kesejukan dan ketenangan hati.Desain bangunan di bentuk seperti mikroskop yang memberi icon kesehatan suatu Rumah Sakit.
WATERPARK DAN RESORT TELAGA SILATING PEMALANG
Yusti Nagara, Gardian;
Werdiningsih, Hermin;
Darmawan, Edy
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1560.542 KB)
Kehidupan masyarakat belakangan ini yang sangat padat terutama masyarakat perkotaan telah mengurangi waktu untuk berekreasi, beristirahat dari kepenatan sehari-hari. Sebuah wahana rekreasi adalah salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat akan rekreasi.Waterpark merupakan wahana rekreasi yang familiar di masyarakat. Jenis rekreasi keluarga ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga. Resort adalah tempat tinggal sementara dengan tujuan untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Waterpark dan Resort adalah kombinasi yang saling berkesinambungan. Karena bisa menjadi obyek untuk peristirahatan sekaligus permainan. Resort bisa mempunyai fasilitas permainan bagi para pengunjungnya dan Waterpark bisa mempunyai fasilitas peristirahatan bagi pengunjungnya. Telaga Silating merupakan sebuah telaga yang terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Telaga ini merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Pemalang. Telaga ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk sebuah obyek rekreasi. Dengan kehadiran Waterpark dan Resort di Telaga Silating diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan Telaga Silating salah satu destinasi wisata utama di Pemalang. Metode pendekatan digunakan sebagai acuan dalam Perencanaan dan Perancangan Waterpark dan Resort Telaga Silating Pemalang antara lain aspek Kontekstual, aspek Fungsional dan aspek Teknis.Untuk kesimpulan dari program luasan ruang, desain 2 dimensi dan 3 dimensi digunakan ilustrasi desain berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi.
KANTOR PEMERINTAHAN TERPADU KABUPATEN WONOSOBO
Shintania, Prita;
wijayanti, wijayanti;
setyowati, erni
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1592.399 KB)
Seiring dengan laju pertumbuhan perekonomian dan pembangunan yang semakin pesat dan jumlah penduduk yang terus meningkat, maka meningkat pula tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan yang profesional, efisien, efektif, transparan, partisipatif, dan tanggap terhadap aspirasi masyarakat. Melihat fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berupaya memusatkan semua instansi di dalam satu lokasi, dikarenakan letak beberapa instansi saat ini menyebar di seluruh Kabupaten Wonosobo. Hal ini menyebabkan kurang terpadunya kinerja antar instansi sehingga pelayanan kepada masyarakat kurang optimal. Dengan adanya Kantor Pemerintahan Terpadu, diharapkan kinerja antar instansi dapat lebih optimal. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Pemerintah Daerah, standar-standar mengenai bangunan kantor, studi banding beberapa Kantor Pemerintahan, dan Tinjauan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo.   Tapak yang digunakan adalah tapak yang berada di Jalan Banyumas Wonosobo dengan luas ± 3,1 ha. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âKantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten WonosoboâKonsep perancangan ditekankan dengan penekanan desain Neo Vernakular, yaitu arsitektur yang menerapkan bentuk yang mengambil unsur budaya setempat, lingkungan, dan iklim setempat yang diungkapkan pada bentuk dasar arsitektur. Untuk bangunan Kantor sendiri, dirancang dengan konsep terpadu, yaitu terhubung antar bangunan satu dengan bangunan yang lain dengan menggunakan flying corridoor di setiap bangunan. Kata Kunci : Kantor Pe
GRAHA LANSIA DI TANGERANG
Martiani, Erna Rita;
Setioko, Bambang
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1442.77 KB)
Kemajuan di bidang ekonomi, jasa dan perdagangan di Tangerang Selatan dibarengi dengan kemajuan bidang kesehatan dan pendidikan yang bermuara dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan usia harapan hidup sehingga menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Angka harapan hidup Provinsi Banten menunjukkan kenaikan dari 62,4 tahun pada tahun 2007 menjadi 68. Dan angka harapan hidup tertinggi dicapai oleh Kabupaten Tangerang Selatan sebesar 68,2 tahun. (Sumber : Dokumen RPJM Prov. Banten Tahun 2007 - 2012). Disisi lain, meningkatnya bidang perekonomian di Tangerang Selatan sendiri, membuat para masyarakatnya memiliki mobilitas yang cukup tinggi dan terkesan melalikan kewajibannya dalam mengurus orang tua, terutama bagi lansia yang memiliki kelemahan kesehatan. Hal ini sangat mencolok ketika kedua orang tua tersebut tidak tinggal dalam satu atap dan jarang menjenguk maka lansia akan merasa terabaikan dan terasingkan. Maka dari sinilah kebanyakan para lansia memiliih untuk tinggal d panti wredha/panti jompo yang ditempat tersebut mereka akan bertemu dengan para lansia lain yang merasa senasib.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai lansia dan standar-standar mengenai bangunan bagi lansia, studi banding dilakukan ke Panti Jompo yang di kecamatan-kecamatan di Tangerang. Dilakukan juga tinjauan mengenai pertumbuhan jumlah lansia dan kebutuhan para lansia dip anti jompo dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan universal design. Lokasi tapak yang dipilih adalah tapak yang sesuai dengan persyaratan bangunan bagi lansia. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan âGrha lansia Di Tangerang Selatanâ.Konsep perancangan ditekankan desain Universal,yang memiliki 7 prinsip yang sudah dikenal dimana-mana. Prinsip-prinsip itulah yang nantinya akan menjadi pedoman atau dasar adalam mendesain suatu produk maupun rancanngan lingkungan yang dapat digunakan oleh semua kalamngan umur, terutama untuk para lansia. Prinsip tersebut diantaranya : Penggunaan yang Merata, Penggunaan yang Fleksibel, Sederhana dan Intuitif, Informasi yang jelas dan mudah dimengerti, Toleransi akan kesalahan, Meminimalkan usaha dan menghindari bahaya atau hal-hal yang tidak diinginkan, Ukuran dan Ruang untuk Pendekatan dan Penggunaan.