cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
MULTI SENSORY SCHOOL FOR THE BLIND IN PEMALANG Ati, Kenyo
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1699.776 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan hal setiap warna negara dan setiap warga nega berhak memperoleh penddikan yang layak. Tuna netra merupakan orang yang mengalami gangguan penglihatan, sehingga mengalami banyak kendala dalam menjalani kehidupan sehari – harinya, karenanya tuna netra memerlukan sekolah yang mampu memberi mereka ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk menjalani hidup. Pemalang merupakan kabupaten yang hingga saat ini masih menjadi pusat konsentrasi kegiatan pendidikan siswa tuna netra di Provinsi Jawa Tengah. Namun, sekolah tuna netra yang ada saatini belum di desain khusuus pengguna tuna netra sesuai dengan kebutuhan dan karakter mereka. Kajian diiiawali dengan memplajari tentang pengertian pendidikan khusus, pengertian dan karakter tuna netra,kajian tentang penerapatan warna dan elemen sensorik pada ruang untuk pendidikan, serta studi preseden pada beberapa sekolah khusus tuna netra yang ada dan studi eksisting mengenai sekolah khusus tuna netra di Pemalang. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Pemalang , perkembangan pendidikan tuna netra serta kurikulum pembelajaran, dan komparasi antara studi preseden dan studi eksisting. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan menggunakan penerapan elemen-elemen multi sensori yang diperlukan oleh tuna netra sesuai dengan karakter mereka, selain itu dilakukan pendekatan kelompok kegiatan, pendekatan kapasitas dan besaran ruang,n tapak terplih menggunakan tapak eksisting SLB N 1 Pemalang. Sebagai kesimpilan, luaran program ruang yang diperlukan serta gambar – gambar dua dimensi dan tiga dimensi sebagai ilustrasi desain.
PASAR IKAN KABUPATEN KENDAL Sari, Enggar
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.416 KB)

Abstract

Pasar yang merupakan salah satu fasilitas ekonomi dan perdagangan pada suatu kota, memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Sebagai kota pesisir yang berada di bagian utara Provinsi Jawa Tengah, Kota Kendal merupakan kota yang mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satu potensi tersebut adalah hasil lautnya. Dengan adanya produksi hasil laut tersebut maka akan mempengaruhi pada peningkatan sektor ekonomi Kota Kendal. Namun dengan adanya potensi yang cukup besar pada hasil laut tersebut, tidak cukup menarik para wisatawan dari kota lain untuk berkunjung atau berwisata ke Kota Kendal. Di Kabupaten Kendal, TPI masih sebagai gedung yang merupakan pusat penjualan ikan yang sering dikunjungi oleh penggemar ikan untuk membeli ikan yang masih segar yang didapatkan dari nelayan secara langsung. Untuk memanfaatkan potensi hasil laut di Kendal tersebut, maka dibutuhkan suatu gagasan yang dapat mengembangkan potensi perikanan. Yaitu dengan membuat fasilitas publik atau gedung yang menjadi pusat pemasaran perikanan dari seluruh TPI yang tersebar di Kendal. Dengan kebutuhan fasilitas tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kota Kendal membutuhkan tempat atau pusat berupa sebuah pasar ikan yaitu Pasar Ikan kabupaten Kendal yang di dalamnya harus memiliki berbagai macam fasilitas yang memadai untuk menunjang pemasaran hasil laut berupa seafood dari daerah Kendal. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian pasar, jenis-jenis pasar dan Berisi mengenai tinjauan tentang pasar dan Kebijakan Dinas terkait di Kabupaten Kendal. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektural neo-vernakular. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
KANTOR DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN SEMARANG Karisma, Puspita
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3251.702 KB)

Abstract

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu penghasil bumi yang cukup besar di wilayah Banyumas. Dengan rata-rata kenaikan hasil pertanian, perikanan dan peternakan tiap tahunnya sebesar 1,69% maka dibutuhkan sebuah Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan yang dapat memfasilitasi dan mewadahi segala kebutuhan dalam bidang pertanian, perikanan dan peternakan di Kabupaten Banjarnegara dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan standar-standar mengenai Kantor, tinjauan mengenai Kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banjarnegara, serta studi banding beberapa Kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Banjarnegara, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan penekanan desain post-modern Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
PEMALANG CONVENTION CENTER Dengan Penekanan Desain Post-Modern Architecture fidinina, Atik
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.359 KB)

Abstract

MICE merupakan salah satu kegiatan kepariwisataan yang menguntungkan karena industri MICE ini merupakan industri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Kabupaten Pemalang merupakan Kabupaten yang sedang dalam tahap pengembangan, kegiatan MICE warga Kabupaten Pemalang maupun warga sekitar yang terus mengalami peningkatan. Namun tidak ada tempat khusus yang representatif yang disediakan untuk acara konvensi maupun ekshibisi di Kabupaten Pemalang. Sehingga perlu adanya gedung konvensi yang representatif di Kabupaten Pemalang sebagai wadah penampung segala kegiatan warga di Kabupaten Pemalang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Convention Center, standar-standar perancangan dan perencanaan bangunan Convention Center, pengertian dan ciri-ciri Arsitektur Post Modern, serta studi banding beberapa Convention Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Pemalang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Arsitektur Post-modern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
PENGEMBANGAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG Prasetyo, Kukuh
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.942 KB)

Abstract

Pemerintah daerah adalah institusi yang paling berwenang terhadap perlindungan aset kota Semarang yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Salah satu usaha pemerintah daerah dalam melestarikan bangunan bersejarah adalah dengan optimalisasi fungsi bangunan yang berpijak pada SK Walikota No. 646/50/Tahun 1992 tentang konservasi bangunan – bangunan kuno/bersejarah di wilayah kotamadya Dati II Semarang. Rencana penanganan bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah dan nilai arsitektur yang tinggi tertuang dalam peraturan daerah berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah No. Hukum G-47/104/4 tanggal 27 Desember 1977 dan diundangkan 15 Juni 1978. Melihat kondisi bangunan Hotel Dibya Puri yang sebagian besar tinggal reruntuhan, cara paling tepat untuk menyelamatkan Dibya Puri adalah dengan melakukan restorasi dan rekonstruksi. Ada tiga hal yang mendasari perlunya melakukan restorasi dan rekonstruksi Dibya Puri Pertama, nilai historisnya tinggi sebagai monumen yang menandai awal perkembangan perhotelan di Semarang. Kedua, nilai arsitektur yang khas sebagai bentuk adaptasi arsitektur Eropa terhadap iklim tropis yang lebih dikenal dengan arsitektur Indis. Ketiga, nilai estetika dari arsitektur bangunan yang tinggi. Hotel Inna Dibya Puri sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur kolonialnya memberikan nilai tambah pada citra kawasan Johar sebagai kawasan niaga, maka Hotel Inna Dibya Puri dikembangakan secara optimal menjadi city hotel hotel empat yang keberadaannya diharapkan dapat mendukung kawasan perniagaan Johar selanjutnya. Hotel Inna Dibya Puri mempunyai nilai histories yang tinggi maka pendekatan dan langkah – langkah yang dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan Hotel Inna Dibya Puri ini yang dinamis dengan penekanan desain Arsitektur Post-Modern.
ASRAMA HAJI EMBARKASI BEKASI Shmeisani, Firda
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.882 KB)

Abstract

Haji merupakan salah satu rukun islam yang dijalankan oleh umat muslim. Pihak Arab Saudi sedang melakukan renovasi besar di seluruh fasilitas ibadah haji sehingga dapat menampung jumlah jamaah haji yang datang lebih banyak lagi. Indonesia merupakan salah satu negara terbesar dalam pengiriman jumlah jamaah haji dan 80% dari jamaah merupakan jamaah pada usia lanjut. Oleh karena itu, pewadahan dalam pembinaan dan pelatihan ibadah haji serta fasilitas di asrama haji harus memperhatikan kebutuhan dan aksesibilitas yang mudah bagi jamaah usia lanjut. Kajian diawali dengan tinjauan penyelenggaraan haji di Indonesia, tinjauan asrama haji di Indonesia, serta studi banding beberapa asrama haji di Indonesia. Dilakukan juga tinjuan mengenai kota bekasi dengan, pengembangan asrama haji di kota tersebut dengan pengumpulan info yang berkaitan dengan asrama haji di Bekasi. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep universal design. Tapak dipilih sesuai tapak asrama haji yang telah ditetapkan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi design.
SEMARANG AIRSOFT HEADQUARTER PENEKANAN DESAIN HI-TECH ARCHITECTURE Bintang, Yohanes
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.473 KB)

Abstract

Airsoft adalah olahraga yang memiliki komunitas yang cukup besar di Semarang. Sedikitnya terdapat enam klub airsoft yang resmi terdaftar di PORGASI Jawa Tengah. Para pecinta olahraga airsoft ini selain aktif bermain setiap minggunya, juga telah beberapa kali menyelenggarakan event. Beberapa event yang telah diadakan bekerjasama dengan perbakin dan banteng raider. Pecinta olahraga airsoft di Semarang semakin bertambah tiap tahunnya, namun tidak diimbangi dengan fasilitas bermain yang memadai. Melihat fenomena dan permasalahan tersebut, perlu dirancang sebuah wadah bagi pecinta olahraga airsoft. Oleh karena itu perlu dibuat arena permainan airsoft di Semarang baik dengan fasilitas arena outdoor dan indoor, serta fasilitas lain termasuk fasilitas komersil yang menunjang, seperti toko, persewaan, dan tempat servis airsoft. Pembahasan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : studi pustaka/ studi literatur, data dari instansi terkait, wawancara dengan narasumber, observasi lapangan serta browsing internet. Kemudian mendokumentasikan data dan mengadakan studi banding. Data yang telah terkumpul, diidentifikasi dan dianalisa dengan membandingkan dengan arena airsoft yang sudah ada di Indonesia, sehingga tersusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur bangunan Semarang Airsoft Headquarter dengan penekanan desain Hi-Tech Architecture. Penekanan desain yang digunakan dalam perancangan Semarang Airsoft Headquarter ini adalah konsep Hi-Tech Architecture. Bangunan mengekspresikan kesan modern dan dinamis dengan menonjolkan ‘hi-tech impression’ (silver aesthetic) yang di dapat bukan hanya melalui penggunaan warna abu-abu metalik, biru, merah, maupun kuning, tetapi juga melalui keharmonisan elemen-elemen yang melatar belakanginya. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
RUSUNAWA PEKERJA INDUSTRI DI KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Pradipta, Demas
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.452 KB)

Abstract

Perindustrian berkembang cukup pesat di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dan menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini dimanfaatkan oleh penduduk setempat dengan menyewakan rumah atau kamar kost untuk tempat tinggal pekerja industri. Namun pertumbuhan rumah atau kamar kost cenderung tidak terkendali, baik secara kuantitas maupun kualitas. Rumah-rumah tersebut cenderung dibangun ala kadarnya, tidak teratur, dan berpotensi menimbulkan kekumuhan serta penurunan kualitas lingkungan. Dengan adanya permasalahan tersebut, diperlukan adanya penyediaan fasilitas hunian yang memadai di kawasan industri. Tempat tinggal tersebut dapat berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) agar sesuai dengan kemampuan finansial para pekerja. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian rumah susun sederhana sewa dan pekerja industri, persyaratan dan standar pembangunan rumah susun, studi kasus dari hasil penelitian terdahulu, serta studi banding secara langsung. Dilakukan juga pengumpulan data mengenai perindustrian di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang dan karakteristik pekerja industrinya, kemudian pendekatan perencanaan dengan cara pemilihan tapak, penghitungan program ruang, pemilihan sistem struktur dan material, serta sistem utilitas, terakhir pendekatan perancangan dengan cara identifikasi problem desain. Kesimpulan yang dihasilkan berupa program perencanaan berupa tapak terpilih, program ruang, sistem struktur dan material, sistem utilitas, dan program perancangan berupa problem desain.
KOMPLEKS CITY HOTEL PERTAMINA DI SOLO Ramadhani, Nurilla
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.799 KB)

Abstract

Tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama pada daerah yang sering menyenggalarakn event-event baik kancah nasional maupun internasional dan surakarta yang dipromosikan sebagai kota MICE (meeting, incentive, convention, and) menjadi salah satu kota yang memiliki jadwal acara yang padat di sepajang tahun. Pada kesempatan ini PT. Pertamina membaca peluang ini sebagai peluang untuk melebarkan kesuksesan perusahaan di bidang perhotelan dan pariwisata. PT Pertamina menggunakan tanah eks-depot gas elpiji menjadikan salah satu tempat tujuan wisata di kota Surakarta dengan membangun convention hall, pusat kuliner, stasiun kota, SPBU terpadu dan hotel. Rencana pembangunan hotel dan convention hall tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mendukung dan siap membantu mempermudah proses perizinan pembangunan. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang hotel, pengertian dan standar-standar mengenai hotel di Indonesia, tinjauan dan studi banding mengenai hotel bintang yang sejenis. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Surakarta, perkembangan hotel di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukung adanya hotel di Surakarta. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep sustainable. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 5 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) KABUPATEN SLEMAN faramita, annisa
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.008 KB)

Abstract

Upaya pembangunan sebuah wilayah untuk memperoleh kualitas yang lebih baik terus dilakukan oleh pemerintah termasuk Pemerintah kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman berusaha mengakses semua kepentingan baik lokal, regional hingga nasional di segala sektor khususnya sektor pelayanan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat yang nyaman, termasuk fisik bangunan yang mewadahinya. Hal ini untuk mendukung proses terwujudnya bangunan fisik Gedung Kantor yang representatif untuk menunjang peningkatan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Sleman. Dalam hal ini gedung kantor pemerintahan yang akan dirancang adalah gedung Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kajian diawali dengan mempelajari pengertian Kantor Badan Pertanahan Nasional dan standar luas gedung perkantoran. Dilakukan juga studi banding di beberapa kantor Badan Pertahan Nasional di kota lain yang digunakan sebagai objek pembanding. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep gaya desain arsitektur post modern yang dipadukan dengan preseden dari tokoh terkenal Paul Rudolph. Sebagai kesimpulan, uarain program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Page 4 of 45 | Total Record : 446