cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
DIPONEGORO MEMORIAL PARK MAGELANG Darmawan, Herry
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.798 KB)

Abstract

Magelang yang merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk yang terbilang padat, selain penduduk tetap juga banyak turis-turis yang datang ke kota ini baik turis asing maupun turis domestic. Salah satu alasan kedatangan mereka ke Magelang salah satunya adalah untuk berlibur dan berpariwisata. Akan tetapi secara aktualita tempat hiburan dan daerah pariwisata di Magelang terbilang sedikit. Sehingga akibat dari kurangnya area rekreasi dan wisata di kota Magelang menjadikan kota ini hanya menjadi tempat singgah untuk para turis tersebut. Maka dari itu dibutuhkannya pembangunan kawasan wisata di kota Magelang sangatlah dibutuhkan, terutama area atau kawasan rekreasi dan wisata yang mencerminkan peristiwa-peristiwa dan proses sejarah yang ada di Indonesia. Hal tersebut akan menjadi daya tarik sendiri baik untuk turis asing maupun turis domestic..
CABANG LAPAS KLAS I TANJUNG GUSTA MEDAN, DI KABUPATEN PADANG LAWAS, SUMUT. Lubis, Sallvyna
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.327 KB)

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta adalah Lembaga Pemasyarakatan Klas IA yang menampung narapidana tindak kriminal dan terorisme sejak tahun 1982. Tanjung Gusta terletak di daerah yang tidak begitu jauh dari pusat kota Medan dan permukiman warga. Lapas Tanjung Gusta berkapasitas maksimal 1054 orang, sedangkan yang menghuni per Juli 2013 adalah 2.694 orang.Dan terus bertambah hingga tahun 2014. Hal ini bersimpangan dengan regulasi sebuah lapas, dimana Tanjung Gusta tidak dapat lagi menampung jumlah kapasitas napi yang berlebih hingga 200%. Sebagai puncaknya adalah kerusuhan di lapas tersebut akhir tahun 2013 lalu, yang menyebabkan para napi nya memberontak dan kabur dari lapas. Hal ini dipengaruhi oleh tidak terpenuhinya sarana prasarana sebagai wadah melakukan kegiatan pemasyarakatan. Sehingga pemerintah provinsi SUMUT merencanakan pembangunan cabang lapas di Kab. Padanglawas, sebuah daerah yang terletak jauh dari kota Medan. Sebagai solusi atas permasalahan yang ada. Kajian diawali dengan mempelajari tentang UU pemasyarakatan, seperti apa seharusnya bentuk pemasyarakatan tersebut, dan dan melakukan studi banding langsung ke lapas yang ada di Indonesia, salah satunya lapas Kedungpane Semarang, lapas Wirogunan Yogyakarta dan lapas Tanjung Gusta Medan. Sebagai kesimpulan, Pemetaan problem yang ada dituangkan dalam bentuk ide serta konsep lembaga pemasyarakatan(Lapas) perencanaan dan perancangan yang berbeda dari sebelumnya tetapi tetap mengacu pada regulasi UU Pemerintah yang ada, dan tentunya dapat menyelesaikan problem yang terjadi.
SEMARANG YOUTH AND COMMUNITY CENTRE Adam, Fahry
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.978 KB)

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi, seni dan kebudayaan yang masuk ke Indonesia, khususnya Semarang semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan kecenderungan pendidikan masyarakat yang semakin maju dalam berbagai bidang. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pelajar yang terus meningkat, terdapat 272.873 siswa pada tahun 2012 di Semarang. Tidak jarang dijumpai, banyaknya remaja di Semarang yang sudah fasih dalam menggunakan perangkat teknologi seperti komputer dan smartphone. Di Semarang juga mulai tumbuh berbagai acara hiburan dan pertunjukkan seni yang diselenggarakan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. Kegiatan pertunjukkan seni dan pentas musik pun turut didominasi oleh partisipasi kaum remaja. Dengan menjamurnya perkumpulan kesenian di Semarang, tercatat pada Badan Pusat Statistik tahun 2012 terdapat 304 kelompok kesenian yang aktif melakukan kegiatan. Hal ini tentu mendorong arah minat para remaja untuk mengembangkan diri pada bidang-bidang tersebut. Pada kenyataannya, perkembangan minat remaja di Semarang belum dapat diimbangi dengan tersedianya fasilitas-fasilitas untuk mewadahi kegiatan remaja dalam mengembangkan potensi diri. Terutama diluar ranah pendidikan, seperti minat pada seni dan olahraga belum dapat ditampung dengan baik. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth dan Community, pengertian dan standar-standar mengenai fasilitas-fasilitas olahraga, hiburan dan pendidikan serta studi banding beberapa gelanggang remaja yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan fasilitas di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep high tech menurut Charles Jenks. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
SHOPPING MALL DI PATI (VELODROME DAN AREA KOMERSIAL) Wijayanti, Ristina
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4970.109 KB)

Abstract

Berbelanja dan rekreasi merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh manusia. Kota Pati merupakan kota yang pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya saat ini mulai berkembang, namun kebutuhan akan tempat perbelanjaan modern yang ada di Kota Pati sendiri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota Pati, hal ini terlihat dari banyaknya masyarakan yang memenuhi beberapa pusat perbelanjaan yang ada di kota Pati. Melihat fenomena tersebut menarik minat salah satu investor untuk mendirikan sebuah tempat perbelanjaan modern yang dapat digunakan sebagai sarana hiburan dan berbelanja yaitu dengan mendirikan sebuah shopping mall dengan konsep Arsitektur Modern. Kajian diawali dengan mempelajari tentang pengertian shopping mall, tipe dan jenis shopping mall, dan melakukan studi banding di beberapa shopping mall yang sesuai dengan standar mall untuk didirikan dikota Pati, serta melakukan kajian tentang Kota Pati, perkembangan perekonomian di tersebut, jalur perdagangan di kota tersebut. Konsep desain Arsitektur modern cocok diterapkan pada shopping mall yang akan didirikan di kota Pati. Pemilihan tapak dilakukan pada lokasi-lokasi yang merupakan lokasi jalur perdangan kota Pati, dan daribeberapa lokasi yang terpilih dilakukan pembobotan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk didirikan sebuah shopping mall. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
TAMAN IMAGINASI DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE sekatia, Augi
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.426 KB)

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kepadatan penduduk 1.739.989 jiwa pada data BPS bulan November tahun 2013. Kota Semarang memiliki pertumbuhan penduduk yang meningkat di setiap tahunnya. Banyak pendatang dari kota lain yang menetap dan tinggal di Kota Semarang, umumnya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang, bekerja mengadu nasib di ibukota Jawa Tengah, berwisata, atau memang untuk tinggal menetap di Kota Semarang. Kota semarang semakin tahun semakin menunjukkan perembangannya yang pesat. Dimulai dengan gerakan Semarang Pesona Asia pada tahun 2007 kemudia Visit Jawa Tengah dan Visit Semarang pada tahun 2013. Kota Semarang melakukan pembangunan besar-besaran untuk mewujudkan gerakan tersebut.Salah satu Objek wisata yang diminati adalah sebuah Taman Rekreasi / Taman Bermain/ Theme Park dimana juga dapat menambah pendapatan Kota Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Imaginasi, tinjauan rekreasi, tinjauan mengenai theme park/amusement park, syarat objek wisata, tinjauan lansekap,serta studi banding beberapa taman rekreasi yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, banyaknya pengunjung dan objek wisata di Kota Semarang, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Green Architecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain. Kata Kunci :Taman Rekreasi, Amusement Park, Semarang
CONVENTION CENTER DI BUKIT SEMARANG BARU Devi, Lita
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.861 KB)

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu konsentrasi potensial untuk dikembangkan. Kota Semarang merupakan salah satu kota incaran wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, menyatakan bahwa jumlah wisatawan selama tahun 2012 sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 1.834.886 orang dan mampu terealisasi 2.613.952 orang. Dewasa ini, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya terpusat di tengah kota namun juga memanfaatkan lahan pinggiran kota. Karena lokasinya yang jauh dari keramaian dan kemacetan kota, banyak investor melirik pembangunan sektor pariwisata daerah pinggiran. Di Kota Semarang, kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) merupakan kawasan yang sedang mengembangkan kawasan Central Business District (CBD). Selain kegiatan pariwisata, kegiatan konvensi juga merupakan salah satu jenis wisata potensial. Kegiatan ini dapat menopang ekonomi daerah. Kegiatan konvensi juga dapat menjadi dinamisator untuk perkembangan industri ekonomi, sehingga masyarakat dapat menggabungkan kegiatan bisnis dan rekreasi. Kota Semarang saat ini terus mengembangkan sebagai Kota Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (MICE) Dalam proses menuju Kota MICE tersebut di antaranya penambahan tempat-tempat yang memungkinkan untuk acara pertemuan, konvensi, dan pameran. Citraland BSB City, sebagai salah satu pengembang di PT. Karyadeka Alam Lestari, menangkap peluang untuk mengembangkan fasilitas pusat pertemuan di sekitar kawasan BSB. Dengan adanya pusat pertemuan atau Convention Center, akan mendukung kawasan komersial BSB sebagai daya tarik masyarakat, khususnya untuk mewadahi event – event besar yang nantinya akan diselenggarakan di Kota Semarang. Hal ini dapat mendukung Semarang untuk menjadi salah satu kota tujuan bisnis dan wisata di Indonesia. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan perancangan Conventon Center di kawasan BSB yang sesuai dengan potensi kawasan tersebut dan dapat memenuhi kebutuhan pusat pertemuan yang kompleks bagi wisatawan maupun masyarakat lokal dengan penekanan desain eco architecture.
AUDITORIUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Rahdini, Nuzlia
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.13 KB)

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri terbesar dan terbaik di Jawa Tengah. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Universitas Diponegoro memiliki visi yaitu menjadi Universitas Riset yang unggul pada tahun 2020. Oleh karena itu Universitas Diponegoro terus melakukan pengembangan baik di bidang sarana dan prasarana yang dimilikinya.Salah satunya adalah pembangunan Auditorium yang nantinya dapat sesuai dengan visi Universitas Diponegoro menjadi Universitas Riset yang unggul pada tahun 2020. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan standar-standar mengenai Auditorium, serta studi banding beberapa Auditorium yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Universitas Diponegoro serta seluruh kegiatan yang dilakukan di Auitorium UNDIP. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Hi Tech. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
BOWLING CENTER DI JAKARTA Adri, Yospezia
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.561 KB)

Abstract

Masyarakat kota Jakarta dapat dikatakan haus akan hiburan untuk melepas lelah dan menyegarkan pikiran. Mereka tampak terus menerus menunggu dibangunnya tempat – tempat hiburan baru. Saat ini, hiburan yang benar – benar dibutuhkan oleh masyarakat kota adalah hiburan sehat, yaitu hiburan yang menyehatkan dengan tempat olahraga yang dapat sekaligus menjadi tempat rekreasi bersama keluarga maupun teman sepergaulan. Melihat hal tersebut, peluang untuk membangun sarana olahraga sekaligus rekreasi sangatlah menjanjikan di kota Jakarta. Salah satunya adalah Bowling Center yang sebenarnya juga sudah terdapat di beberapa tempat di kota ini namun jumlahnya masih sedikit. Kajian diawali dengan tinjauan olahraga bowling, pengertian, tipe bangunan, fasilitas, dan standar dalam Bowling Center. Kemudian dilakukan juga tinjauan dari penekanan desain arsitektur modern dimana terdapat praktik struktur bentang lebar di dalam bangunan ini. Selain itu juga dilakukan tinjauan dari hasil studi banding langsung ke beberapa Bowling Center yang terdapat di Jakarta dan studi bangunan yang terdapat di luar negeri. Setelah itu dilakukan pencarian alternatif tapak dan dilakukan tinjauan sebagai kelayakan pemilihan tapak. Sebagai kesimpulan, dibuat program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
CITY HOTEL BINTANG TIGA DI SEMARANG Shinta, Dillysa
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.962 KB)

Abstract

Fenomena perkembangan pembangunan yang semakin pesat di Kota Semarang dapat dilihat dari slogan “Visit Jateng 2013” dan “Ayo Wisata Semarang” memunculkan dampak positif untuk perkembangan pariwisata. Semarang sebagai pusat bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah memberikan kesempatan kepada para investor untuk menanamkan modal di Semarang. Akhir-akhir ini bisnis perhotelan di Kota Semarang menunjukkan prospek cerah, khususnya hotel berbintang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kegiatan seperti rapat yang dilakukan oleh instansi-instansi pemerintah, baik local maupun nasional yang diselenggarakan di kota Semarang. Selain itu factor pendukung yang lainnya adalah meningkatnya status bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional, sehingga menstimulasi pertambahan jumlah hotel di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Hotel, pengertian dan standar mengenai City Hotel, serta studi bunding beberapa hotel bintang tiga di Semarang, dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, serta perkembangan hotel di kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep postmodern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
APARTEMEN DI SEMARANG Ramadhiny, Nurina
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.422 KB)

Abstract

Kota metropolitan umumnya dipadati oleh kegiatan perekonomian yang menjadi sumber kehidupan masyarakatnya. Di samping itu masyarakat dituntut untuk lebih efektif dalam penyelesaian jarak tempuh, waktu tempuh, kepadatan lalu lintas, serta biaya. Dengan demikian, manusia mempunyai kecenderungan untuk tinggal dalam jarak yang relatif dekat dengan pusat kegiatan atau tempat kerja. Namun semakin terbatas dan mahalnya lahan yang digunakan untuk pembangunan di pusat kota sehingga kita dituntut untuk dapat memanfaatkan lahan dengan seefisien dan seefektif mungkin. Sebagai wujud suatu solusi hunian bagi masyarakat modern di Semarang, apartemen di pusat kota dirasa tepat untuk efektifitas jarak tempuh, waktu tempuh, kepadatan lalu lintas, serta biaya, yang dapat memenuhi kebutuhan penghuninya. Kajian diawali dengan mempelajari tinjauan mengenai Apartemen, meliputi pengertian, keterkaitan dengan apartemen, sejarah dan perkembangan, jenis ruang, dan sistem pengelolaan. Selanjutnya tinjauan mengenai Kota Semarang dan Kawasan Segitiga Emas, meliputi data fisik dan non fisik, potensi, dan kebijakan tata ruang wilayah, serta perkembangan Kondominium di Kota Semarang. Data studi banding yang diperoleh dari sejumlah Apartemen di Semarang juga dikaji untuk memperoleh standar jumlah dan luasan unit hunian. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan parameter konsep arsitektur modern. Selain itu, dilakukan juga pendekatan kontekstual, fungsional, teknis, dan kinerja untuk menghitung kebutuhan dan kapasitas ruang serta mewujudkan citra bangunan hunian yang modern, eksklusif, nyaman, serta ramah lingkungan. Pemilihan tapak dilakukan pada beberapa alternatif tapak dengan scoring menggunakan matriks pembobotan. Selanjutnya dilakukan tahap eksplorasi desain dan sebagai kesimpulan, diperoleh luasan program ruang yang diperlukan pada Apartemen serta ilustrasi desain berupa gambar grafis 2 dimensi dan 3 dimensi.

Page 5 of 45 | Total Record : 446