cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
El Dinar
ISSN : -     EISSN : 26220083     DOI : -
Core Subject : Education,
Adalah jurnal berkala peer-reviewed yang diterbitkan biannually atau setahun dua kali oleh Jurusan Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. EL DINAR merupakan sarana komunikasi yang diperuntukkan bagi para peneliti, akademisi, maupun praktisi dalam bidang keuangan dan perbankan syariah. Demi mewujudkan kontribusi bagi pengembangan ilmu keuangan dan perbankan syariah, dewan redaksi mengundang para pemerhati untuk dapat berpartisipasi dalam menyumbangkan karya ilmiah berupa jurnal-jurnal penelitian
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): El Dinar" : 6 Documents clear
PERCEIVED RISK, INTENTION TO USE AND ACTUAL USE OF MOBILE BANKING IN MALAYSIA: AN EXTENDED DECOMPOSED THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Mahad, Murat; Mohtar, Shahimi
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.521 KB) | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2934

Abstract

Mobile banking refers to the use of smart phones or other mobile devices to perform tasks  online banking  from  your  home  computer, such as monitoring the   account balances, transfer of funds between accounts, pay bills and prepaid top-up. Mobile banking is a new strategy for the bank to enhance their latest technology in a new dynamic marketing environment. The low penetration of mobile banking in Malaysia, especially in terms of adoption patterns is becoming the research interest, especially when compared to the total number of cellular telephone subscriptions. Even if mobile banking is relatively new in Malaysia, it is very important for the banks to mitigate this issue and thus can draw more users. The issue of risk in term of security, privacy, financial, Time and performance is the five important dimensions in risk factor that may affect the user’s intention to adopt the mobile banking services.
ANALISIS PERBEDAAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK SEBAGAI INFORMASI KEPADA INVESTOR Alfiana, Alfiana; El Isma, Yatima
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2942

Abstract

Abstrak Motivasi utama investor menanamkan modalnya dalam suatu investasi adalah mendapatkan tingkat pengembalian (return) investasi yang optimal. Return merupakan tingkat keuntungan yang dinikmati investor atas suatu investasi yang dilakukanny. Return saham yang akan diterima oleh investor sangat dipengaruhi oleh jenis investasi yang dipilih.Untuk mengukur besarnya return yang akan diterima investor sehubungan dengan adanya peristiwa stock split diukur dengan adanya abnormal return yang diterima oleh investor. Abnormal return merupakan selisih antara return yang sebenarnya (Actual Return) dengan return yang diharapkan (Expected Return). Stock split merupakan suatu kebijakan dividen yang berupa pemecahan saham yang menyebabkan bertambahnya jumlah lembar saham yang beredar secara proporsional, yang sekaligus diikuti oleh penurunan dalam nilai nominal saham dalam proporsi yang sama. Dalam hal ini, stock split biasanya dilakukan pada saat harga saham suatu perusahaan dinilai sudah terlalu tinggi, yang menyebabkan berkurangnya kemampuan para investor (khususnya investor berkapitalisasi rendah) untuk turut membeli saham tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah stock split berpengaruh terhadap return saham dan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan antara  return saham sebelum stock split dan  return saham sesudah stock split. Penelitian ini dilakukan pada 20 perusahaan yang terdaftar di BEI yang melakukan pemecahan saham pada tahun 2012 dan 2013. Penelitian ini menggunakan uji peringkat bertanda  wilcoxon (Wilcoxon  Signed  Rank  Test)  dan uji beda dua rata-rata dengan periode pengamatan (event window) adalah 20 hari yaitu 10 hari sebelum stock split dan 10 hari sesudah stock split. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil statistik menggunakan uji beda Wilcozon Signed Rank Test pada kepercayaan 95% (α = 0,05)  terdapat terdapat perbedaan rata-rata aktivitas volume perdagangan saham  sebelum dan sesudah stock split,  diketahui bahwa dari hasil pengujian diperoleh nilai Z  sebesar -2.016 dengan  signifikansi  sebesar 0,05 lebih kecil dari Z tabel yaitu 1,95. perbandingan abnormal return sebelum dan sesudah kejadian melalui Z-Test diketahui angka Z-hitung yang dihasilkan adalah –1,383 yang lebih kecil dibandingkan harga t Tabel -1,95, karena nilai Z-hitung lebih kecil daripada Z-tabel maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah stock split.
RENT SEEKING PADA TATA NIAGA KOMODITAS JAGUNG DI DESA PANDANSARI LOR KAB. MALANG Andriyani, Nina; Ashar, Khusnul; Manzilati, Asfi
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2944

Abstract

Abstract This study aims 1) to determine the format of corn trade system, 2) to know the process of formation of rents on corn trading system and 3) to determine the implications of rents on the sustainability of corn farming in the village of Pandansari Lor. This study used a qualitative approach by applying research methods of phenomenology, which is the the study of the experience that comes out from awareness. The results of this study showed the corn trade system in the village of Pandansari Lor has long sequences. The corn yields of farmers had to be stored through collector that carried forward to wholesalers in the village for corn shaving. The step went to wholesalers outside the village to serve them into corn rice before reaching the final consument that is fodder company. Rent seeking also occured in those long sequences. Its either activities that occured due to manipulation of business or as utilization of the power structure. The iimplications of rent seeking likely harmed the corn farmers and multiply wealth of rent-seeking parties to the trade system.
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MINI BANK FAKULTAS EKONOMI MENJADI INCOME-GENERATING UNIT Anas Budiharjo; Segaf Segaf; Syahirul Alim
El Dinar Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.481 KB) | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2947

Abstract

AbstrakPerkembangan lembaga keuangan Syariah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan angka yang positif. Hingga bulan Oktober 2013, pertumbuhan industri keuangan Syariah di Indonesia telah mencapai 23% per tahun. Menggeliatnya lembaga keuangan Syariah yang menerapkan prinsip-prinsip Syariah ini tidak hanya di lingkup perbankan saja tetapi juga lembaga keuangan bukan bank (LKBB) seperti asuransi Syariah, sekuritas Syariah, pegadaian Syariah, lembaga keuangan mikro Syariah yang lebih dikenal dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT), dan sebagainya. Fenomena di atas yang memotivasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) untuk menyelenggarakan pendidikan lengkap dengan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh kalangan akademisi baik pengajar maupun peserta didik. Dalam hal ini, UIN Maliki Malang menyediakan laboratorium perbankan syariah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar Fakultas Ekonomi khususnya Jurusan Perbankan Syariah. Namun demikian peran mini bank ini dapat dikembangkan menjadi income-generating unit atau unit yang dapat menghasilkan laba sendiri dengan membuka pelayanan jasa finansial yang dikhususkan untuk mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Oleh karena itu Laboratorium mini bank FE UIN Maliki Malang perlu memikirkan kegiatan-kegiatan yang bisa menghasilkan pemasukan dana ke Laboratorium mini bank FE UIN Maliki Malang atau income-generating activities. Sebagian akademisi menganggap kegiatan seperti ini tidak boleh dilakukan di laboratorium, karena semua laboratorium berbasis non-profit activities. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa ada sebagian kegiatan Laboratorium mini bank yang bersifat spesifik yang boleh “dijual” ke pemakai Laboratorium mini bank. Mereka beralasan bahwa Laboratorium mini bank dapat digolongkan kepada non for profit organization, yang berarti bahwa Laboratorium mini bank adalah organisasi yang tidak bertujuan mencari keuntungan, namun bukan berarti tidak boleh mendapatkan keuntungan.
THE DETERMINANTS OF FIRM’S CAPITAL STRUCTURE: EVIDENCE OF SHARIAH AND NON-SHARIAH STOCK COMPANIES IN INDONESIA Nikmah, Choirul; Suhadak, Suhadak; Kertahadi, Kertahadi; Yeh, Hsien- Hung
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2948

Abstract

AbstractThis research investigates the determinants of capital structure for firms in Indonesia from the perspective of Shariah and non-Shariah stocks. The research was conducted using 222 non financial companies that listing in Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period of 2007 to 2012. This study tested using multiple linier regressions with panel data.The results show that firm-specific factors such as profitability and tangibility have significant negative influence on capital structure. There is no direct industry effect on capital structure but the interaction between industry type and Shariah and non-Shariah stocks do affect the determination of capital structure. In addition, the interaction between firm-specific factors and Shariah and non-Shariah stocks affects capital structure of firms in Indonesia.
ENHANCING ISLAMIC BUSINESS ETHIC OF INSURANCE UNDERSTANDING TOWARDSHIGH QUALITY FINANCIAL ADVICE AMONGSTTAKAFUL AGENTS Azmin, Adi Anuar; Bakar, Azizi Abu; Ghani, Abdullah Hj. Abd; Kadir, Hanita
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 2 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ed.v3i2.2958

Abstract

In modern business, one way to reduce risk of damage caused by accidents, illness, ordeath is through insurance. This concept does not necessarily contradict with Islamic principle as it also highlights the importance of high moral standing and high ethics level practiced by individuals. In particular, for insurance agents who have better positions in havingpersonal contacts with consumers, Cooper and Frank (1990) argue that the key ethical problem for agents was due to lack of knowledge or skills to competently perform one's duties as well as conflicts of interests between their duties andopportunities for personal financial gain. A Malaysianstudy by Mohamad and Mohd (2009) revealed that Takaful agents are the major source of information to create awareness. However, the basic concept of Takafulis still very ambiguous among Takaful agents, thus, it would influence the quality of advice delivered to customers.The role of Takaful agents is undeniable especially during the recent enforcement of Islamic Financial Services Act (IFSA 2013), introduced by Malaysian government. The enforcement whichrequires Islamic financial institutions to fully comply toShariaprinciples would mostly affectthe Takaful and conventional market.One of the Shariaprinciples is transparency. The new legislations thus enhance the level of confidence among stakeholders. The concept paper attempts to embark the role of Islamic business practice indetermining financial advice among Takaful agents. If they fully appreciate the Takafulconcept, the financial advice to customers could be improved which will gradually boost the Malaysian Takaful industry in the long run.

Page 1 of 1 | Total Record : 6