cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
E-Journal Graduate
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal elektronik pada Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan media bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun karya pemikiran lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
ANALISIS DEFORMASI TANAH DAN SHEET PILE AKIBAT PEMANCANGAN TIANG PADA TANAH LUNAK Maryono, Maryono
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part C - Civil Engineering
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3044.31 KB)

Abstract

Pada dasarnya pemancangan tiang akan merubah struktur tanah dan akan terjadi pembentukan ulang pada tanah disekitarnya. Pada makalah ini akan meninjau sejauh mana efek desakan tanah akibat pemancangan di tanah lunak.Penelitian  ini dilakukan di daerah Jakarta Utara dimana pada proyek tersebut dilakukan pemancangan kurang lebih 5000 titik pada tanah lunak, dan untuk memonitor  pergerakan horizontal dari tanah dipasang inclino meter sebanyak 3 titik, dan pengukuran pergerakan caping beam pada turap beton. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan program palxis 2D.Berdasarkan hasil monitoring baik itu  inclino meter maupun caping beam, selama pemancangan telah terjadi pergerakan pada tanah dan dari hasil monitoring tersebut dilakukan perhitungan kemudian dibuat suatu grafik displacement ratio (Rahardjo, 2013) terhadap displacement sehingga dapat diketahui seberapa jauh jarak yang berpengaruh  terhadap suatu bangunan/struktur akibat pemancangan di tanah lunak. Dari hasil perhitungan dan analisis dengan menggunakan program plaxis dapat disimpulkan bahwa jarak yang berpengaruh akibat pemancangan ditentukan oleh urutan dari pemancangan itu sendiri.Kata kunci : pemancangan tiang, pergerakan sheet pile, tanah lunak
KONSEP RUANG DALAM DAN RUANG LUAR ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU ATONI DI KAMPUNG TAMKESI DI PULAU TIMOR lake, reginaldo christophori
E-Journal Graduate Vol 1, No 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.749 KB)

Abstract

Abstrak :Penelitian ini berfokus pada konsep ruang arsitektur tradisional. Konsep ini diyakini akandapat melahirkan teori-teori lokal untuk kontribusi pada perancangan yang dapat bertahan dalamkurun waktu yang cukup lama atau dengan kata lain adalah dapat berkelanjutan. Penelitian inimenganalisis hasil karya arsitektur (permukiman) tradisional yang telah berumur lebih dari seratustahun tetapi masih tetap dapat dikatakan permukiman yang mempunyai nilai arsitektur tinggisampai sekarang. Alat baca yang digunakan berlandaskan pada elaborasi paradigma fenomenologi-Schulz dan teori ordering principles-Salura. Tujuan penelitian adalah menghasilkan pemahamanmendalam (verstehen) tentang budaya bermukim di kalangan suku Atoni di kampung adatTamkesi dan menemukan konsep serta relasi ruang dalam dan ruang luar arsitektur permukimantradisional mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi lingkungan sekitar, tapak, bentuk,sosok, dan siklus alam-budaya dipegaruhi oleh konsep hirarki atas-bawah serta adanya pengikat(datum) yang didukung oleh konsep spesifik, yaitu (1) tata suku-tata gender, (2) persaudaraanetnis, (3) ketaatan tradisi, simbol budaya, spiritual, dan (4) konsep menyatu dengan alam. Konseptersebutlah yang membuat arsitektur permukiman adat Tamkesi dapat terus bertahan sampai saatini.Kata Kunci: Permukiman Tradisional Suku Atoni, dan Arsitektur Tradisional Tamkesi Abstract :This research focuses on the concept of the traditional architectural space. The concept isassured to convey local theories for the contribution of an enduring planning which stays for a longperiod in other words; sustainable. This research will analyze the outcome of a hundredth yearstraditional architecture (settlement) which is said comprises a high architecure‟s value even untillnow. The measurement used will be based on the paradigm elaboration of Schulz phenomenologyand Salura Ordering Principles Theory. However the purpose of this research is to create a deepcomprehension (verstehen) about the culture of adaptation in Atony tribe community at TamkesiVillage and to find the concept along with the relation between interior and exterior of theirtraditional settlement architecture. So the result showed that the enviroment relationship, siting,form, figure, and the cycles of nature-culture influenced by the concept of top-down hierarchy andthe presence of a binder (datum) which supported by specific concept: (1) governance-governancetribes of gender, (2) ethnic fraternity, (3) obidience traditions, cultural symbol, spiritual, and (4)the fused-with-nature concept. In short, this concept will makes the custom settlement architectureof Tamkesi Village can continue to survive untill today.Keywords: Traditional Settlement Atoni Tribe, and Traditional Architecture of TamkesiKampong
PENGARUH KARAKTER INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN FRONTLINER DI BCA KCU SOEKARNO-HATTA BANDUNG GRIFFINIA, ERICA
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.009 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh karakter individu terhadap prestasi kerja karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung. Hal ini dikarenakan, meski semua karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung telah dibekali ilmu pengetahuan yang sama, tetapi prestasi kerja yang dihasilkan berbeda-beda serta pencapaian target yang belum stabil. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) karakter individu karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung, (2) tingkat prestasi kerja karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung, dan (3) pengaruh karakter individu terhadap prestasi kerja karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penjelasan (explanatory) dan survey deskriptif, unit analisis dalam penelitian ini adalah para karyawan frontliner di lingkungan BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung. Sampel diambil sebanyak 30 orang yang terdiri atas 17 orang Teller dan 13 orang Customer Service Officer (CSO).Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa karakter individu karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung beragam, yaitu karakter agreeableness, openness to experience, conscientiousness, extraversion, dan neuroticism dengan kategori tinggi. Tingkat prestasi kerja karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung masih di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pihak BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung. Adapun pengaruh karakter individu terhadap prestasi karyawan frontliner di BCA KCU Soekarno-Hatta Bandung yaitu karakter agreeableness, openness to experience, conscientiousness, dan extraversion dengan skor tinggi berpengaruh positif terhadap prestasi kerja, sedangkan karakter neuroticism berskor tinggi berpengaruh negatif terhadap prestasi kerja karyawan.Kata Kunci: Karakter Individu, Prestasi Kerja.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI DI INDONESIA Young So, Park
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part E - Social Science
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.735 KB)

Abstract

AbstrakKonservasi energi merupakan pilar manajemen energi nasional yang belum mendapat perhatian serius di Indonesia. Manajemen energi di Indonesia lebih memprioritaskan pada bagaimana menyediakan energi atau memperluas akses terhadap energi kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan perubahan paradigma konservasi energi dari supply side management ke arah demanad side management yang memfokuskan pada konservasi energi pada sektor pengguna. Saat ini dengan semakin menipisnya cadangan energi fosil pada satu sisi, sementara di sisi lain konsumsi energi terus mengalami peningkatan menjadi ancaman terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. Oleh karenanya Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan mandatori manajemen energi melalui pembuatan PP No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi pada tahun 2009. Namun sejak dilaksanakan kebijakan tersebut intensitas energi Indonesia mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi kebijakan konservasi energi di Indonesia berdasarkan faktor-faktor utama yang mempengaruhi implementasi kebijakan konservasi energi. Faktor-faktor tersebut terdiri dari delapan faktor, yakni pertumbuhan ekonomi, penduduk, harga energi, lingkungan, komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang berasal dari Model Edwards, dan model van Meter dan van Horn. Indikator-indikator yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 19 indikator adalah pengaruh yang positif dalam implementasi kebijakan konservasi energi di Indonesia, sedangkan 20 indikator adalah pengaruh yang negatif dalam implementasi kebijakan konservasi energi di Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan konservasi energi adalah faktor disposisi, faktor lingkungan, faktor komunikasi, dan faktor struktur birokrasi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan implementasi kebijakan konservasi energi adalah faktor harga energi, faktor pertumbuhan ekonomi, dan faktor jumlah penduduk. Faktor sumber daya bersifat netral dalam implementasi kebijakan konservasi energi. Kata kunci : konservasi energi, manajemen energi, implementasi kebijakan, pengguna energiAbstractEnergy conservation is a pillar of the national energy management that has not received serious attention in Indonesia. Energy management in Indonesia prioritize on how to provide energy or expanding access to energy to the community. It required a shift of energy conservation paradigm from supply-side management towards demanad side management that focuses on energy conservation in the user sector. Nowadays, with the depletion of fossil fuel reserves on the one hand, while on the other hand consumption of energy is increasing becoming a threat to the development of the Indonesian economy. Therefore, the Indonesian government issued a mandatory policy of energy management through the creation of PP. 70 Year 2009 on Energy Conservation in 2009. But since the policy is implemented, Indonesias energy intensity has increased. This study aims to describe the implementation of energy conservation policies in Indonesia based on the main factors affecting the implementation of energy conservation policies. These factors are eight factors, namely economic growth, population, energy prices, environment, communications, resources, disposition, and bureaucratic structure that is derived from the Edwards model, and model of van Meter and van Horn. This study shows that 19 indicators are a positive influence in the implementation of energy conservation policies in Indonesia, and 20 indicators are negative influence in the implementation of energy conservation policies in Indonesia. The factors that affect` on the successful implementation of energy conservation policy are disposition, environment, communications, and bureaucratic structure, While the factors that affect on the failure of energy conservation policy implementation are a energy prices, economic growth, and population. Factor of resource is neutral in the implementation of energy conservation policy. Keywords: energy conservation, energy management, policy implementation, energy users
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI, KOMPETENSI, DAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DENGAN KINERJA PEGAWAI PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus : 15 Desa di Kecamatan X Kabupaten Bogor) Pramanitia, Handari
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.499 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi, kompetensi dan kinerja pegawai pemerintahan desa, serta mengetahui bagaimana kepemimpinan demokratis diterapkan oleh kepala desa di lingkungan kerja. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah  hubungan  antara  motivasi,  kompetensi,  kepemimpinan  demokratis  dengan  kinerja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pemerintahan desa di Kecamatan X yang berjumlah 103 responden. Data yang dianalisis berasal dari penyebaran kuesioner dan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki nilai motivasi yang rendah, kompetensi yang sedang, dan kinerja yang rendah. Selain itu, gaya kepemimpinan demokratis yang telah diterapkan termasuk kategori sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang dan signifikan antara variabel motivasi dengan variabel kinerja sebesar 0.501, dan terdapat hubungan yang lemah dan signifikan antara variabel kompetensi dengan variabel kinerja sebesar 0.353, serta terdapat hubungan yang sedang dan signifikan antara variabel kepemimpinan demokratis dengan variabel kinerja sebesar 0.449. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima. Keywords : Motivasi, Kompetensi, Kepemimpinan Demokratis, Kinerja
PERLETAKAN DAN BENTUK DESAIN MAIN ENTRANCE PADA BANGUNAN MAL TERBUKA (Studi Kasus: Mal Cihampelas Walk dan Mal Paris Van Java di Bandung) Faroga, Reo
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part D - Architecture
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.061 KB)

Abstract

Untuk memasuki sebuah bangunan, pengunjung harus melalui entrance sebagai pintu masuknya. Bahkan pada komplek bangunan bisa memiliki beberapa entrance guna memudahkan pencapaian memasuki bangunan maupun demi kelangsungan operasional kegiatan di dalam bangunan tersebut.Entrance yang paling berpengaruh pada besarnya minat pengunjung serta member corak pada penampilan bangunan adalah main entrance, berfungsi sebagai: penarik pengunjung, penerima pengunjung. Main entrance bangunan biasanya dihubungkan dengan ruang besar dalam bangunan yang sekaligus berfungsi sebagai pusat orientasi maupun informasi tentang kegiatan di dalam bangunan. Main entrance perlu didesain sedemikian rupa sehingga memiliki daya tarik sebagai elemen penyambut dapenerima tamu. Keberadaannya perlu didukung elemen pengarah di luar bangunan agar mempermudah pengunjung mencapai main entrance bangunan. Mengingat pentingnya peran yang demikian, main entrance bangunan patut didesain sebagai vocal point dalam mencapai entrance bangunan. perencanaan desain bangunan secara keseluruhanSelain bentuknya, pengolahan masa bangunan maupun facadenya, main entrance juga dapat mewakili jenis kegiatan di dalam bangunan tersebut. Misalnya kantor, mal, dan sebagainya akan memiliki desain entrance yang berbeda. Letaknya harus mewakili pencapaian yang dapat menjangkau segala aktivitas dalam bangunan secara merata baik dari sisi jarak maupun kepadatan sirkulasi pengunjung agar tidak terjadi penumpukan kepadatan pengunjung dalam area tertentu di bangunan. Untuk itu peneliti mencoba menganalisa main entrance dari segi bentuk dan perletakannya, pada ruang lingkup penelitian di mal Cihampelas Walk dan mal Paris Van Java. Apakah mal terbuka dengan konsep city walk yang sedang diminati masyarakat ini telah memiliki main entrance yang sesuai dengan jenis bangunan maupun bentuk desain bangunannya. Serta memberi solusi pada perletakan main entrance agar mal lebih dapat menarik minat pengunjung sebanyak mungkin.Kata Kunci: main entrance, mal terbuka
Analisis Hubungan Stress Kerja Dengan Kinerja Karyawan Divisi Marketing Funding PT.Bank X Cabang Bandung SUROSO, MULIA PRASASYA
E-Journal Graduate Vol 1, No 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.547 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis stress kerja yang terdiri dari faktor individu, faktor organisasi, dan  faktor environmental secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan kinerja karyawan PT.Bank X  dan mengetahui faktor yang paling signifikan berpengaruh dengan kinerja karyawan PT.Bank X.Sampel menggunakan teknik probabilititas dengan cara random sampling (Metode sampel acak sederhana), yaitu dengan mengunakan metode pemilihan sampel di mana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampel sebanyak 53 orang marketing funding. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis dengan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 19.0 for windows.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,470 untuk individual factor (X1), -0,478 untuk organizational factor (X2) yang berarti bahwa kedua subvariabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Sedangkan nilai koefisien sebesar -0,117 untuk environmental factor (X3) menunjukkan bahwa subvariabel ini tidak memiliki hubungan dengan kinerja karyawan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stress kerja karyawan berdasarkan individual factor dan organizational factor dengan kinerja karyawan marketing funding Bank X Cabang Bandung. Kata Kunci : Stress Kerja dan Kinerja Karyawan.
PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP BENTUK DAN DIMENSI FILTER PADA FASAD BANGUNAN RUMAH SUSUN (Studi Kasus : Rumah Susun Marunda, Cilincing, Jakarta) Napitupulu, Sally Septania
E-Journal Graduate Vol 1, No 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.754 KB)

Abstract

AbstrakPembangunan rumah susun merupakan respon terhadap kebutuhan rumah bagi daerah-daerah yang memiliki permasalahan kurangnya ketersediaan lahan hunian. Rumah susun menjadi alternatif pilihan untuk penyediaan hunian karena merupakan pilihan yang ideal bagi daerah-daerah yang sedang berkembang. Pada dasarnya pembangunan rumah susun memiliki permasalahan yang sama yaitu mengesampingkan kondisi alam sekitar dan hanya berdasarkan dengan kemudahan perancangan antar lokasinya.Suhu thermal dalam ruang merupakan satu hal yang tidak dapat di anggap sepele untuk memaksimalkan kenyamanan penghuni saat beraktivitas. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi kenyaman suhu termal ini adalah besaran kecepatan angin pada lokasi pembangunan rumah susun itu sendiri dan bentuk fasad bangunan tersebut.Dengan adanya permasalahan kenyamanan penghuni pada rumah susun dan dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, saat ini pada bangunan tinggi telah digunakan pereduksi pengaruh alam terhadap bangunan yang disebut sebagai double layer yang merupakan fasad kedua pada bangunan yang berfungsi sebagai penyaring panas dan kecepatan angin dan juga digunakan sebagai estetika bangunan. Dengan menggunakan double layer fasad, kecepatan angin yang masuk ke dalam ruangan dapat tereduksi hingga 50% sehingga kenyaman di dalam ruangan akan lebih terjaga dibandingkan dengan bangunan tingkat tinggi yang tidak menggunakan double layer fasad.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sistem arsitektur dan sistem lingkungan, yang dikhususkan pada bentuk fasad dan kecepatan angin sehingga dapat diketahui efektifitas double layer fasad serta pengaruhnya terhadap penangan besaran kecepatan angin dan besaran suhu ruang pada rumah susun sederhana.Kata Kunci : Double layer, rumah susun, kenyamanan termalAbstractPublic housing development is a response to the housing needs for those areas that have a lack of sufficient housing land availability. Rumah susun to be an alternative option for the provision of shelter as an ideal choice for areas that are being developed. Basically the construction of flats have the same problem, namely the exclusion of the natural conditions around and just based on the design of inter-location with ease.Thermal temperature in the room is the one thing that can not be considered trivial to maximize occupant comfort during activity. And one of the factors that influence the thermal comfort temperature is the magnitude of the wind speed at the location of the apartment building itself and the shape of the building facades.With the problems in the comfort of the occupants of the apartment and with the development of science and technology, currently used in high-rise buildings have a reducing effect on the nature of the building is referred to as a double layer which is second on the facade of the building which serves as a heat filter and wind speed and also used as the aesthetics of the building. By using a double-layer facade, wind speed into the room can be reduced by up to 50% so that the comfort in the room will be more awake than the high-level building that does not use double-layer facade.This research was conducted with the system approach and system architecture environment, which is devoted to the shape of the facade and the wind velocity so as to know the effectiveness of the double-layer facade and its influence on the wind speed and the amount of handling massive room temperature in a simple apartment.Keywords : Double layer, rumah susun, thermal comfort
KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEHUTANAN DI MADAGASKAR: STUDI TENTANG NEGARA-PEMERINTAH TRANSISIONAL Lalaina Ratianarivo, Toky
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part B - Legal Science
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.652 KB)

Abstract

Kebijakan kehutanan termasuk sebagai norma-norma yang mempunyai kepentingan dalam ekonomi. Aturan dalam kehutanan adalah terpenting juga untuk pembangunan ekonomi nasional. Dengan demikian ini adalah dampak sustainable development dalam masyarakat. Pembangunan sector kehutanan memiliki peran sangat penting dalam perkembangan hukum. Pengunaan analysis hukum dan/atau analysis yuridis memiliki hal diperlukan. Penilitian ini akan membahas tentang analysis yuridis terhadap kebijakan kehutanan di Madagaskar mengenai degradasi kawasan kehutanannya dilihat dari problema dan isunya. Banyak poin akan menjadi relevan diambil sebagai masukkan dalam kebijakan kehutanan optimal. Kebijakan kehutanan di Madagaskar adalah cukup baik dalam strategi dengan struktur kelembagaan dengan organigram orang orang yang pertanggungjawab serta peraturan UU Kehutanan namun penerapannya atau aplikasinya sangat lemah dikarenakan pertangggungjawab yang resmi atau legal mengantung kecundurian government (gubernmen transisi) yang memiliki konsentrasi lebih kepolitik daripada ekonomi.Kata kunci: Kebijakan Kehutanan; Gubernemen Transisi,Hukum Kehutanan
STUDI AWAL PEMBUATAN BIODEGRADABLE PLASTIC DARI HASIL ESTERIFIKASI GELATIN DAN ALKOHOL RANTAI PANJANG Arbita, Ernest
E-Journal Graduate Vol 1, No 1 (2014): Part G - Chemical Engineering
Publisher : E-Journal Graduate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.016 KB)

Abstract

Plastic is a common product used in everyday life. Conventional plastic is usually a synthetic polymer from petroleum raw material which hard to degrade in the environment.  The use of high amount of plastic causes more environmental contamination such as the reduction of water quality and the infertility of soil. The reduction of the petroleum reserves and the increase of the plastic waste which is hardly degraded in soil encourage the experiment about the making of plastic from the natural resources which has the same characteristic as the conventional plastic but can be easy to degrade by the soil. The plastic is synthesized the esterification of protein and alcohol. Protein is a component which can be easily obtained and degraded by the soil. The aim of this research is to determine the effect of the volume of water, the ratio of alcohol to protein, and the reaction temperature including the interaction between the ratio alcohol to protein and the reaction temperature on the degree of esterification of the product. In the experiment, the gelatin and cetyl alcohol was reacted with HCl as the catalyst for 16 hours. The reaction temperatures were 80 and 100 oC and the ratios of alcohol to protein were 3:1 and 5:1. From this research, the degree of esterification of the product obtained is between 0.088 – 0.1736 gram/gram. The conclusion of this research is that increase in water volume used with result in the increase on degree of esterification of the product at 80 oC. The degree of esterification will decrease if the ratio of alcohol to protein is increased at 80 oC. The degree of esterification is directly not affected by the reaction temperature. The highest degree of esterification is 0.17362 gram/gram and was obtained by used 400 mL of water, the alcohol:protein ratio was 3:1, and temperature at 80 oC.Plastik adalah barang umum yang sudah dikenal dan dipakai oleh masyarakat. Plastik yang beredar di pasaran saat ini merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit untuk terurai di alam. Akibatnya semakin banyak penggunaan plastik, akan meningkatkan pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur. Menipisnya jumlah minyak bumi serta munculnya masalah sampah plastik yang tidak mudah didegradasi oleh tanah mendorong dilakukannya penelitian mengenai pembuatan plastik dari sumber daya alam dengan sifat-sifat yang hampir menyerupai plastik konvensional namun dapat terdegradasi oleh tanah. Plastik yang dihasilkan berasal dari reaksi esterifikasi protein dengan alkohol. Protein merupakan senyawa yang mudah terurai oleh tanah dan mudah diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh volume air, rasio jumlah alkohol terhadap protein, dan temperatur reaksi serta interaksinya terhadap pembuatan biodegradable plastic. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan masukan dan informasi volume air, rasio alcohol terhadap protein, dan temperatur reaksi yang diperlukan pada pembuatan biodegradable plastic dari protein dan alkohol rantai panjang sehingga dapat meningkatkan pendayagunaan sumber daya alam dan dapat mendukung industri lainnya. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu perlakuan awal dan percobaan utama. Pada perlakuan awal, protein akan dianalisis dengan menggunakan alat moisture analyzer agar diperoleh nilai kadar airnya. Pada percobaan utama akan dilakukan reaksi antara protein dan alkohol dengan katalis HCl. Waktu reaksi yang diperlukan untuk masing-masing percobaan adalah 16 jam. Reaktan yang digunakan cetyl alkohol dan gelatin. Temperatur reaksi divariasikan pada temperatur 80 oC dan 100 oC dan perbandingan alkohol terhadap protein divariasikan menjadi dua yaitu 3:1 dan 5:1. Melalui penelitian ini, diperoleh hasil berupa derajat esterifikasi pada rentang 0.088-0.1736 gram/gram. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pada suhu 80 oC, semakin banyak volume air yang digunakan maka akan semakin besar derajat esterifikasinya. Pada suhu 80 oC, derajat esterifikasi akan semakin kecil jika rasio alkohol:protein semakin besar. Derajat esterifikasi tidak dipengaruhi oleh temperatur secara langsung. Derajat esterifikasi paling tinggi diperoleh dari penelitian menggunakan 400 mL air, rasio protein:alkohol 1:3, dan temperatur 80 oC.