cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 3 (2016)" : 11 Documents clear
Indeks Pengarang Volume 16 Indeks Pengarang
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.757 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2574.%p

Abstract

Indeks Pengarang Volume 16
Cover Kulit dan Daftar Isi 16-3 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.915 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2565.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 16-3
VARIABEL UNTUK PREDIKSI FATALITAS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI WILAYAH DAN INFRASTRUKTUR JALAN DI INDONESIA Supratman Agus
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.577 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2570.%p

Abstract

Abstract This study aims to determine variables which can be used to predict the number of actual fatalities in Indonesia. The method used is the linear correlation coefficient between variables, and correlation between each variable with traffic accident fatalities. The result shows that the variables of population, motorized vehicles, and accessibility are the selected variables with great and significant effects on actual fatality number prediction in Indonesia. Also, the variable of driver licensed ownership has no positive effect on driver behavior and the Andreassen Model (1985) is not suitable to be used for fatality prediction in Indonesia. It is recommended to develop a fatality prediction model in Indonesia with considering the 3 selected variables resulted from this study. Keywords: Andreassen Model, fatality, fatality prediction, traffic accident, variable analysis.  Abstrak  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah fatalitas aktual di Indonesia. Metode yang digunakan adalah koefisien korelasi linier antarvariabel serta korelasi masing-masing variabel terhadap fatalitas kecelakaan lalu lintas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel-variabel jumlah penduduk, kendaraan bermotor, dan aksesibilitas merupakan variabel-variabel terpilih yang memiliki pengaruh sangat kuat dan signifikan terhadap prediksi jumlah fatalitas aktual di Indonesia. Selain itu diketahui bahwa variabel kepemilikan Surat Izin Mengemudi tidak memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pengemudi di jalan dan Model Andreassen (1985) tidak tepat untuk digunakan memprediksi fatalitas di Indonesia. Untuk itu disarankan untuk mengembangkan model prediksi fatalitas di Indonesia dengan mempertimbangkan 3 variabel terpilih hasil penelitian ini. Kata-kata kunci: Model Andreassen, fatalitas, prediksi fatalitas, kecelakaan lalu lintas, analisis variabel.
Ucapan Terima Kasih Volume 16 Ucapan Terima Kasih
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.749 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2575.%p

Abstract

Ucapan Terima Kasih Volume 16
MODEL SISTEM PERINGKAT UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN Stefanus Catur Adi Prasetyo; Jati Utomo Dwi Hatmoko; Bagus Hario Setiadji
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.046 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2571.%p

Abstract

Abstract Exploitation of non-renewable natural resources is unavoidable in highway construction project resulting in waste that have an impact on global warming issues. Therefore, development of monitoring and evaluation model for environmental performance of highway construction activities is essential. Using rating system, the model proposed in this research is based on the environmental aspects of three pillars of sustainable transport development, i.e. economic, environmental and social. This research addresses four categories for assessing the environmental performance, i.e. environment and water, energy and atmosphere, materials and resources, and pavement technology and innovation. Each category consists of sub-categories with points based on the impact of sustainability and durability. Weighted values obtained are based on the amount of environmental performance points in each category. Depending on the total value, the final result of environmental performance will be classified into four groups, i.e. not certified, bronze, silver, gold, and platinum. This model can be used as a decision support system for sustainable road development. Keywords: rating system, performance assessment, highway construction project  Abstrak Eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan tak dapat dihindari dalam proyek kosntruksi jalan yang mengakibatkan limbah yang berdampak pada isu pemanasan global. Perlu dikembangkan pemantauan dan evaluasi kinerja lingkungan terhadap kegiatan konstruksi jalan dengan memberikan peringkat untuk membandingkannya terhadap benchmark yang disebut dengan model sistem peringkat. Model ini disusun berdasarkan aspek lingkungan dari ketiga pilar pembangunan transportasi berkelanjutan, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pada penelitian ini diusulkan empat kategori untuk menilai kinerja lingkungan, yaitu lingkungan dan air, energi dan atmosfer, material dan sumber daya, serta teknologi perkerasan dan inovasi. Masing-masing kategori ini terdiri atas beberapa sub-kategori yang memiliki poin berdasarkan dampak keberlanjutan dan daya tahannya. Nilai kinerja lingkungan diperoleh berdasarkan jumlah persentase poin yang dicapai pada masing-masing kategori dengan bobot tertentu. Hasil ini diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu tidak tersertifikasi, perunggu, perak, emas, dan platinum. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan jalan berwawasan lingkungan. Kata-kata kunci: sistem peringkat, penilaian kinerja, proyek konstruksi jalan
PELAYANAN DAN TARIF KERETA API PERKOTAAN DI YOGYAKARTA Risky Hariwahyudi; Dewi Fatmawati Suprapto; Siti Malkhamah
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.624 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2567.%p

Abstract

Abstract High mobility of vehicles in Yogyakarta city causes a lot of traffic problems. Therefore, urban railways are needed along with urban buses to reduce congestion. This study was conducted to understand the ability to pay and the willingness to pay of urban rail users and to develop service scenarios to determine the fares. Data were obtained through interviews with the stated preference survey method, that include 4 scenarios with combination of fares, waiting time, and travel time. The results show that the first scenario is the best one. Scenario 1 indicates that 53% students who use Trans Jogja and 50.8% students who use motorcycle will switch to use the train. The probability of all Trans Jogja users and all motorcyclists to use the train is 39.9% for scenario 1 and 59% for scenario 3, respectively. Keywords: urban rail, urban bus, stated preference, traffic congestion.  Abstrak Tingginya mobilitas kendaraan di dalam kota serta dari dan ke Yogyakarta menyebabkan banyak perma-salahan lalulintas. Oleh karena itu perlu dijajaki kemungkinan pengoperasian kereta api perkotaan untuk melengkapi bus perkotaan guna mengurangi kemacetan lalulintas. Sebagai langkah awal, perlu diketahui tingkat daya beli dan kesediaan membayar kereta api perkotaan serta penerapan skenario pelayanan sebagai pertimbangan penetapan tarif. Data diperoleh melalui wawancara dengan metode survei stated preference, yang mencakup sekenario pelayanan 1, 2, 3, dan 4 dengan kombinasi tarif, waktu tunggu, dan waktu tempuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skenario 1 merupakan skenario yang paling banyak dipilih. Pada skenario 1 ini, 53% pelajar pengguna Trans Jogja dan 50,8% pelajar pengguna sepeda motor akan beralih untuk menggunakan kereta api. Secara umum, pengguna Trans Jogja dan pengguna sepeda motor mempunyai probabilitas untuk menggunakan kereta api masing-masing sebesar 39,9% pada skenario 1 dan sebesar 59% pada skenario 3. Kata-kata kunci: kereta api perkotaan, bus perkotaan, stated preference, kemacetan lalulintas
PERBEDAAN FASILITAS PARKIR UNTUK MENDORONG MAHASISWA BERKENDARA BERSAMA KE KAMPUS Rudy Setiawan
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.13 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2572.%p

Abstract

Abstract With the increasing number of the student using cars for traveling to campus, Petra Christian University needs to implement parking management strategy to optimize current parking supply. One of those potentially parking management strategies is difference parking facilities between students those who drive alone or Single-Occupancy Vehicle and ride-sharing or High-Occupancy Vehicle. The aim of this study is to obtain mode choice model between Single-Occupancy Vehicle Single-Occupancy Vehicle and High-Occupancy Vehicle with three attributes, which are the parking fee, time to find empty parking space, and walking time from parking lot to campus building. Data obtained through filling out the stated preference questionnaires by 300 students. Based on mode choice model, the parking fee is the most sensitive attribute that influences students’ to shift from drive alone to ride-sharing, compared with both time to find empty parking space and walking time from parking lot to campus building. Keywords: mode choice model, parking facility, ride-sharing  Abstrak Universitas Kristen Petra perlu menerapkan strategi pengelolaan parkir untuk mengoptimalkan ketersediaan lahan parkir mobil yang ada saat ini, seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang menggunakan mobil ke kampus. Salah satu strategi pengelolaan parkir yang potensial adalah melalui perbedaan fasilitas parkir bagi mahasiswa yang berkendara sendirian atau Single-Occupancy Vehicle dan yang berkendara bersama atau High-Occupancy Vehicle. Penelitian ini bertujuan memperoleh model pemilihan moda Single-Occupancy Vehicle dan High-Occupancy Vehicle dengan tiga atribut, yaitu: tarif sekali parkir, waktu mencari petak parkir kosong, dan waktu berjalan kaki dari tempat parkir ke gedung kuliah. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh 300 mahasiswa dengan metode stated preference. Berdasarkan model pemilihan moda, dapat disimpulkan bahwa atribut yang paling mempengaruhi mahasiswa untuk beralih dari berkendara sendiri menjadi berkendara bersama adalah perbedaan tarif sekali parkir dibandingkan dua atribut yang lain, yaitu waktu mencari petak parkir kosong dan waktu berjalan kaki dari tempat parkir ke gedung kuliah. Kata-kata kunci: model pemilihan moda, fasilitas parkir, berkendara bersama
PERSEPSI PENGGUNA TRANSJAKARTA TERHADAP ASPEK AMENITY PADA FASILITAS PEJALAN KAKI DI HALTE DUKUH ATAS DENGAN PENDEKATAN TEORI PERILAKU TERENCANA Adrian Salman al Farizi; Tri Tjahjono
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.281 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2568.%p

Abstract

Abstract In addition to reliability and performance, another factors that affect the interest to use public transportation are convenience and aesthetics. Unlike the technical aspects that can be assessed by standard parameters, assessment of the convenience and aesthetics is a personal perception that may vary for each individual. The purpose of this research is to review the general perception of TransJakarta users on aspects that are related to amenities such as convenience and aesthetics. The scope of the review is pedestrian facilities on TransJakarta Dukuh Atas Shelter based on the approach of Theory of Planned Behaviour. The survey shows that majority of users considered that pedestrian facilities on Dukuh Atas Shelter are less comfortable and didn’t have good aesthetic. The analysis shows that cleanliness, crowded and lighting condition are affecting users’ intention in choosing TransJakarta as mode of choice. Keywords: public transportation, Theory of Planned Behaviour, perception, pedestrian facility  Abstrak Selain keandalan dan kinerja, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk menggu-nakan angkutan umum adalah kenyamanan dan estetika. Tidak seperti aspek teknis yang dapat dinilai dengan parameter baku, penilaian terhadap kenyamanan dan estetika merupakan persepsi personal yang dapat berbeda pada setiap individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau persepsi umum pengguna angkutan TransJakarta terhadap aspek amenity yang sangat erat kaitannya dengan kenyamanan dan estetika lingkungan. Lingkup yang ditinjau adalah fasilitas pejalan kaki pada Halte TransJakarta Dukuh Atas. Dengan pendekatan Teori Perilaku Terencana, diketahui mayoritas pengguna angkutan TransJakarta menilai bahwa fasilitas pejalan kaki pada Halte Dukuh Atas kurang nyaman dan tidak memiliki estetika yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi intensi dalam menggunakan TransJakarta adalah faktor kebersihan lingkungan serta adanya gangguan, seperti keramaian dan penerangan pada jalur pejalan kaki. Kata-kata kunci: angkutan umum, Teori Perilaku Terencana, persepsi, fasilitas pejalan kaki
KONSEP PEMODELAN TRANSPORTASI UNTUK EVAKUASI BENCANA Hardiansyah .; Imam Muthohar; Sigit Priyanto; Latief Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.421 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2573.%p

Abstract

Abstract The increase of incidence of natural disasters over the past two decades, spawned many ideas about disaster risk reduction impacts both in terms of social and engineering, including in the field of transport evacuation. The rules of scientific developments in the field of transport modeling evacuation typically rely on natural disasters as well as the movement of traffic during the evacuation process. Concept model of transportation for evacuation is divided in two parts, the first focusing on the performance of the road network and the second on the behavior of individual refugees. Based model of transportation refugee behavior has the advantage that individual refugee can be added capabilities and knowledge of the evacuation; only in this concept study is very limited area coverage. Then the concept of performance based transportation model has the advantage of the road network can capture the phenomenon of the movement of traffic as a result of the evacuation on a large scale, in which the main results of simulation in the form of evacuation time and the identification of network vulnerability, only this model require accuracy in data collection, analysis and calibration process. The application of the concept of performance-based model of the road network in the case of disaster evacuation in Indonesia is very applicable at the level set evacuation routes, where the system optimized and user optimized is part of the scenario modeling to optimize its performance. Keywords: model of transportation, disasters, evacuation, network, refugees  Abstrak Peningkatan kejadian bencana alam selama dua dasawarsa terakhir melahirkan banyak gagasan mengenai pengurangan dampak risiko kebencanaan baik dari sisi sosial maupun teknis, termasuk pada bidang transportasi evakuasi. Perkembangan kaidah keilmuan dalam bidang pemodelan transportasi evakuasi bergantung pada tipikal bencana alam serta pergerakan lalulintas saat proses evakuasi. Konsep model transportasi untuk evakuasi dibagi dua bagian, pertama fokus pada kinerja jaringan jalan dan kedua pada perilaku individu pengungsi. Model transportasi berbasis perilaku pengungsi memiliki keuntungan, yaitu individu pengungsi dapat ditambahkan kemampuan dan pengetahuan akan evakuasi, hanya pada konsep ini cakupan wilayah kajiannya sangat terbatas (mikro). Kemudian konsep model transportasi berbasis kinerja jaringan jalan memiliki keuntungan dapat menangkap fenomena pergerakan lalulintas akibat proses evakuasi dalam skala besar, di mana hasil utama simulasi berupa waktu evakuasi dan identifikasi jalur padat, hanya saja model ini memerlukan kecermatan dalam pengumpulan data, proses analisis, dan kalibrasinya. Adapun penerapan konsep model berbasis kinerja jaringan jalan untuk kasus evakuasi bencana di Indonesia sangat aplikatif pada tataran menetapkan rute evakuasi, di mana system optimized dan user optimized merupakan bagian dari skenario pemodelan untuk mengoptimalkan kinerjanya. Kata kunci: model transportasi, bencana, evakuasi, jaringan, pengungsi
BIAYA KECELAKAAN PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI WILAYAH PURBALINGGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GROSS OUTPUT Safety Husna Pangestika; Gito Sugiyanto; Probo Hardini
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 3 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.22 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i3.2569.%p

Abstract

Abstract In accident casualties motorcylists get higher risk than car user regarding lack of safety equipment. The accidents generate direct and indirect accident cost. Direct costs include vehicle repairment, administration cost, medical cost, and productivity lost. Indirect costs refer to cost incurred by victims’ families and relatives, pain, and suffering cost. Referring traffic accident cost, this study conducts Gross Output method (Human Capital) according to Pd.T-02-2005-B and Silcock. The results show that accident cost on direct cost components calculated by Gross Output Silcock is greater than costs resulted from Gross Output Pd.T-02-2005-B for serious accident because there is a long waited time for victims to seek a new job. Whilst for the components indirect cost calculated using Gross Output Pd.T-02-2005-B is greater because the percentage human cost according to Pd.T-02-2005-B is greater than that in the Gross Output Silcock. Keywords: accident casualties, accident costs, Gross Output methods, motorcylists  Abstrak Pemakai sepeda motor memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi korban kecelakaan dibandingkan dengan pengguna kendaraan lainnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya alat keselamatan pada sepeda motor. Bagi pihak korban hal tersebut mengakibatkan adanya biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung akibat kecelakaan di antaranya biaya perbaikan kendaraan, biaya administrasi, biaya medis, dan hilangnya produktivitas. Sedangkan biaya tidak langsung akibat kecelakaan di antaranya biaya yang dikeluarkan keluarga korban, biaya rasa sakit, dan penderitaan. Penelitian ini menggunakan Metode Gross Output (Human Capital) menurut Pd.T-02-2005-B dan Gross Output Method menurut Silcock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan biaya kecelakaan pada komponen biaya langsung menggunakan acuan Silcock-TRL lebih besar jika dibandingkan memakai Metode Gross Output Pd.T-02-2005-B untuk kecelakaan serius karena terdapat lama waktu korban mencari pekerjaan baru. Komponen biaya tidak langsung yang dihitung menggunakan Pd.T-02-2005-B hasilnya lebih besar karena persentase human cost menurut Pd.T-02-2005-B lebih besar daripada yang menurut Silcock-TRL. Kata-kata kunci: korban kecelakaan, biaya kecelakaan, Metode Gross Output, pemakai sepeda motor

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue