cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2001)" : 6 Documents clear
Mengukur Persepsi Harapan dan Kualitas Jasa Konsumen dengan Model Service Quality Sheellyana, M. F.; Marliana, C.
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5070.848 KB)

Abstract

Kualitas produk baik barang maupun jasa memberi kontribusi terhadap kepuasan pelanggan, pangsa pasar, dan return on investment perusahaan. Hal ini berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap kualitas barang dan jasa suatu perusahaan, namun kualitas jasa bagi konsumen merupakan sesuatu yang sulit dipahami, tidak jelas, dan lebih sulit didefinisikan, dijabarkan, serta diukur bila dibandingkan dengan kualitas barang. Oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas komponen kualitas jasa, dimensi kualitas jasa, dan model SERVQUAL sebagai model acuan dalam riset pemasaran tentang kualitas jasa yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1985, 1988, 1990).
Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Perusahaan dengan Telecommuting Ardhanari, Margaretha
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3997.696 KB)

Abstract

Working Condition today is rather complicated and it influences the job satisfaction of workers and the performance of companies. On one side, the employers want the employees to work more productively and on the other, the employees want the employers to be more flexible. At the same time, the employees' awareness of being much closer to their family is demanding. There is a belief that if employees feel good about their personal life and it is supported by the working conditions in the work place, then they will do their best to get their work done well without any burden. This atmosphere will create a job satisfaction and simultaneously will influence the performance of the companies. The flexible work patterns are an obvious response to employees' call for more work/life balance. Based in prior research it is believed that telecommuting, the one of flexible work pattern has proven to be win-win situation. Telecommuting is the practice of working at home or at satelite location near the home where employees use computers and telecommunication technology in lieu of physically traveling to a central work place. The objective of this article is to study telecommuting as an alternative work pattern in order to increase the job satisfaction of employees and the performance of the organization.
Analisis Kandungan Informasi Dividen dan Ketepatan Reaksi Pasar : Pengujian terhadap Dividend Signaling Theory Studi Empiris di Bursa Efek Jakarta Sujoko, .; HM, Jogiyanto
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3809.28 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the information content of dividend. Another purpose of this study is to examine the decisionally efficient market. This research explored the issue by applying the event study methodology for analyzing the market reaction. As much as 150 firms listed in Jakarta Stock Exchange (BEJ) were taken as a sample using a purposive sampling method. The sample are dividend into four sub sample: (1) sub sample consist of 150 firms that pay increase dividend, (2) sub sample consist of 18 firms that pay consistently increase dividend, (3) sub sample consist of 96 firms that pay increase dividend and the firms are growing, (4) sub sample consist of 54 firms that pay increase dividend and the firms are not growing. The statistic method used to test hypotheses is t-test. Three models of expected return were considered: OLS Market Model, Mean Adjusted Model, and Market Adjusted model. The empirical result indicates that dividend conveys information to the market. this means that investors in BEJ use information of dividend announcements for decision making. The result of this study supports dividend signaling theory. Another result of this study indicates that the Jakarta Stock Exchange (BEJ) is not decisionally efficient market. This means that investors are not sophisticated and fooled by manager of the firms.
Memperkecil Resiko Kegagalan Produk Baru dalam Pasar Darsono, Licen Indahwati
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4595.712 KB)

Abstract

Strategi produk baru banyak digunakan oleh perusahaan untuk mempertahankan dan memperluas market share. Produk baru yang diluncurkan perusahaan mempunyai peluang dan resiko yang sama besar. Penyebab kegagalan dapat menjadi penyebab kesuksesan, demikian juga sebaliknya. Untuk memperkecil resiko kegagalan produk baru dalam pasar, perusahaan harus menciptakan system R&D yang solid, kondusif, tidak birokratif sehingga dapat memunculkan kreativitas dan ide-ide produk baru yang inovatif dengan efektif dan efisien. Perusahaan juga dapat menggunakan buyer utility map untuk mencari celah yang dapat dimasuki perusahaan dengan produk barunya yang inovatif. Selain produk, perusahaan juga harus menetapkan price bandwith yang pada akhirnya akan menuntun perusahaan menetapkan harga yang reasonable dan realistic. Faktor ketiga yang juga memegang peranan untuk memperkecil resiko kegagalan produk baru adalah partner bisnis. Harga yang tepat, biaya yang realistis, dan partner bisnis yang handal akan memperkecil resiko kegagalan produk baru dalam pasar.
Peramalan Sales & Inflasi dengan Pendekatan Artificial Neural Network dan Model Regresi Dinamik (Fungsi Transfer) Otok, Bambang Widjanarko; Suhartono, .
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2990.08 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode Feed Forward Neural Network pada model peramalan time series multivariate, dan membandingkan dengan metode Regresi Dinamik (Fungsi Transfer). Kriteria MSE, AIC, BIC dan SBC digunakan untuk menbandingkan dua model peramalan. Dalam nembandingkan diambil dua kasus (Sales berdasarkan Leading Indicator, dan Inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model FFNN lebih baik dibanding dengan model fungsi transfer, baik untuk data ''Sales" dan "Inflasi" hal ini karena pada FFNN tidak memerlukan asumsi yang ketat. Secara statistik pendekatan Fungsi Transfer lebih mudah untuk dikuti karena adanya tahapan identifikasi yang memudahkan untuk mendapatkan model terbaik Selain itu model yang diperoleh mudah diinterpretasikan untuk menjelaskan keterkaitan antara ramalan kejadian suatu waktu dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Hal ini tidak ada atau belum ditemukan pada model pendekatan FFNN, sehingga unsur coba-coba lebih dominan pada saat penentuan arsitektur terbaik untuk model peramalan. FFNN adalah suatu pendekatan alternatif yang sangat bagus untuk problem peramalan khususnya dalam fungsi transfer. Dengan pendekatan FFNN, hasil ramalan "Sales" dapat disimpulkan bahwa jumlah sales dipengaruhi oleh leading indicator pada saat ini, tiga periode sebelumnya dan juga dipengaruhi oleh jumtah sales sebelumnya. Sedangkan hasil ramalan "Inflasi" dipengaruhi oleh IHK pada saat ini, satu periode sebelumnya dan juga dipengaruhi inflasi sebelumnya, dua dan tiga periode sebelumnya.
Nilai Tukar, Uang Beredar dan Laju Inflasi Medio Th. 2001 (studi kasus) Sasono, Herman Budi
Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Fakutas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4087.808 KB)

Abstract

Krisis moneter yang melanda hampir di semua negara Asia dampaktnya mulal mengguncang perekonomian negara Indonesia sejak bulan Juli 1997, yang gejalanya mulal nampak dengan terdepresiasinya Rupiah terhadap berbagai mata uang asing pada umumnya, US Dolar pada khususnya. Mata uang Rupiah yang pada satu slsl berkaitan dengan ''Nilai" Rupiah merosot terus yang salah satu penyebabnya peredaran uang Primer sejak Mei 2000 sebesar Rp 91,1 triliun dan pada Desember 2000 menjadi Rp 125,6 trillun, serta pada sisi yang lain ''Harga" Rupiah terdepresiasi terhadap semua mata uang asing sehingga harga barang-barang ex impor menjadi mahal yang pada akhimya mendorong harga-harga umum produk-produk domestik. Pertanbahan uang beredar (money supply) tanpa diimbangl pertambahan arus barang (volume of trade) di dalam negeri karena masih lemahnya sektor rill serta sulitnya pengadaan bahan ex impor di dalam negeri, dibarengi dengan merosotnya harga atau nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing yang menyebabkan langka dan mahalnya komoditas ex impor, maka keduanya akan menjadi variabel yang makin mendorong laju inflasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6