cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 7 Documents clear
ANALISIS PERBAIKAN JALAN DENGAN CONTINGENT VALUATION METHOD Hafnidar Abdul Rani
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJalan lingkungan Gampong Bineh Blang khususnya jalan depan Lembaga Permasyaratan (Lapas) kelas IIA Lambaro saat ini sangat mengkhawatirkan. Karena di sepanjang ruas jalan tersebut belum pernah dilakukan perbaikan. Terdapat banyak lubang-lubang di sepanjang ruas jalan, hal ini menyebabkan berbagai kendala yang dialami masyarakat saat melalui jalan tersebut. Sehingga diperlukan upaya perbaikan jalan, mengingat kualitas jalan yang buruk dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian terhadap besarnya manfaat yang dapat dikelola dari dana masyarakat dengan mengetahui tingkat kesediaan masyarakat untuk membayar (Willingness To Pay, WTP) dengan metode Contingent Valuation Method (CVM). Analisis kesanggupan membayar masyarakat bagi perbaikan jalan depan lapas kelas IIA Lambaro dengan metode langsung yang diolah menggunakan software SPSS dengan analisis deskriptif dan uji kolmogorov-smirnov. Jumlah sampel diambil sebanyak 68 responden yaitu dengan tingkat persentase populasi sebesar 20 % dari setiap populasi di sekitar tempat penelitian, yakni 1.277 jiwa untuk Gampong Bineh Blang sebanyak 25 responden, 796 jiwa untuk Gampong Reuloh sebanyak 24 responden dan 88 jiwa untuk kantor lapas kelas IIA Lambaro sebanyak 19 responden. Besarnya WTP masyarakat ini dipengaruhi oleh umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pekerjaan, dan rutinitas tempat tujuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat mengharapkan perbaikan terhadap ruas jalan depan Lapas kelas IIA Lambaro dengan persentase jawaban sebesar 100% dan keinginan masyarakat membangun dengan dana swadaya sebesar 75% dengan nilai WTP yang didapat sebesar Rp. 333.000/bulan. Kata Kunci : Perbaikan jalan, contingent valuation method, willingness to pay
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU ANTARA METODE PELAT KONVENSIONAL DENGAN FLOOR DECK Zainuddin Zainuddin
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDalam pelaksanaan proyek konstruksi, biaya dan waktu merupakan komponen yang sangat penting dalam menyelesaikan proyek, contohnya adalah penentuan metode yang akan diambil dalam pelaksanaan pekerjaan pelat lantai. Salah satu metode yang dapat dipertimbangkan untuk pelaksanaan pekerjaan pelat lantai selain metode konvensional adalah metode floor deck. Berdasarkan analisis, waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan pelat lantai konvensional lebih lama jika dibandingkan dengan pekerjaan pelat lantai sistem floor deck. Dari segi biaya yang dibutuhkan untuk pelat lantai konvensional lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya pelaksanaan pekerjaan pelat lantai sistem floor deck. Perencanaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran detail perbandingan biaya dan waktu pada pelat menggunakan metode konvensional dibandingkan dengan metode floor deck. Lingkup analisa hanya pada pelaksanaan pekerjaan pelat lantai dua, lantai pelat dak, dan lantai atap pada pembangunan Gedung Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan IV Lembaga Administrasi Negara (PKP2A IV) LAN Aceh, Banda Aceh. Hasil perencanaan dari perhitungan biaya pekerjaan pelat tersebut dengan metode konvensional adalah sebesar Rp. 619.815.560.00, sedangkan untuk metode floor deck Rp. 464.897.400.00. Dengan Selisih dari kedua metode tersebut adalah sebesar Rp. 154.954.160,00. Hal ini disebabkan karena pada pekerjaan pelat konvensional diperlukan pemasangan bekisting berupa multiplek yang disertai dengan tiang penyangganya sebelum dilakukan pemasangan tulangan double dan pengecoran pelat lantai. Untuk perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan pelat metode konvensional diperoleh 102 hari sedangkan waktu pelaksanaan metode floor deck adalah 40 hari. Dari hasil perencanaan ini dapat digunakan sebagai dasar pemilihan metode pelaksanaan pada perencanaan gedung supaya biaya yang didapat lebih efisien terhadap suatu bangunan. Kata Kunci: Proyek konstruksi, metode konvensional, metode floor deck
EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM DI KOTA BANDA ACEH BERDASARKAN PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK PADA TAHUN 2035 Akmal Akmal
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAir merupakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup yang ada dipermukaan bumi ini, khususnya manusia sangat membutuhkan air bersih dimanapun mereka berada. Sehubungan dengan perkembangan suatu daerah dan pertumbuhan penduduk yang semakin padat maka kebutuhan akan air bersih tersebut akan bertambah banyak. PDAM sebagai pengelola dan penyedia jasa air bersih harus bersikap bijak dalam menanggapi daerah layanannya masing- masing agar kebutuhan akan air bersih tersebut dapat terpenuhi. Untuk itu maka diperlukan suatu sistem pendistribusian yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab tidak lancarnya pendistribusian air bersih, untuk mengetahui kesesuaian kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah penduduk dengan debit air yang diproduksi, dan menghitung kelayakan kapasitas aliran pipa untuk menyalurkan air. Pada penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode geometrik untuk menghitung jumlah pertumbuhan penduduk, dan metode Hazen William untuk menghitung besarnya kapasitas aliran pipa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2013 kebutuhan akan air bersih di Kota Banda Aceh sudah mencukupi hanya saja pipa primer yang ada di lapangan perlu diganti dengan diameter yang lebih besar agar pendistribusian air bersih lancar. Tidak lancarnya pendistribusian air bersih pada beberapa daerah layanan disebabkan karena dimensi pipa primer yang tidak sesuai lagi dengan debit air yang disalurkan. Air yang mampu diproduksi PDAM Kota Banda Aceh pada tahun 2013 adalah sebesar 59.787.416 liter/hari masih mampu memenuhi kebutuhan air pada tahun 2035 yaitu sebesar 54.066.299 liter/ hari. Kata kunci : Kebutuhan air, air bersih, penyediaan air
KAJIAN POTENSI AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI UNTUK PROYEKSI TAHUN 2024 M. Ahsan Jass
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSub Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Alue Geureutut merupakan anak sungai dari Krueng Lhok Guci terletak di Kabupaten Bireuen yang bermuara ke laut selat Malaka, Sub DAS sungai ini mempunyai luas 92,910 km² dan menempati dua kecamatan yaitu Kecamatan Makmur dan Kecamatan Gandapura. Sub DAS Alue Geureutut ini belum diketahui besarnya potensi air yang tersediaan, kebutuhan air dan ketersediaan data yang kurang memadai menjadi salah satu alasan peneliti mengambil studi di DAS Alue Geureutut. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan serta kebutuhan air dengan menggunakan data-data skunder yang ada dengan pola neraca air sebagai metode pengembangan data yang diperoleh sehingga menghasilkan data yang bisa disimpulkan dan menjadi acuan untuk kedepannya. Dalam Kajian ini, ketersediaan air di Sub DAS Alue Geureutut mempunyai cakupan wilayah administrasi yang meliputi dua Kecamatan antara lain : Kecamatan Makmur dan Kecamatan Gandapura. Ketersediaan air dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua komponen yaitu ketersediaan air hujan dan ketersediaan air sungai, Ketersediaan air hujan di Sub DAS Alue Geureutut sebesar 204,487 juta m3/tahun. Ketersediaan debit aliran sungai sebesar 178,521 juta m3/tahun, total kebutuhan air sampai dengan tahun 2024 adalah 106,592 juta m³/tahun meliputi kebutuhan domestik sebesar 0,859 juta m³/tahun, kebutuhan irigasi sebesar 99,753 juta m³/tahun dan kebutuhan penggelontoran sebesar 5,160 juta m³/tahun, Dengan demikian secara umum ketersediaan air di DAS Alue Geureutut masih mencukupi bahkan lebih, sampai dengan tahun 2024. Kata kunci : Daerah Aliran Sungai (DAS), potensi ketersediaan dan kebutuhan
STUDI KUAT LEKAT (BOND STRENGTH) ANTARA BESI TULANGAN DAN BETON NORMAL DENGAN BAHAN TAMBAHAN SIKA VISCOCRETE-1003 Keumala Citra Sarina Zein
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu dasar anggapan yang digunakan dalam perancangan dan analisis struktur beton bertulang adalah ikatan antara baja dan beton yang mengelilinginya berlangsung sempurna tanpa terjadi penggelinciran atau pergeseran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji bond strength antara besi tulangan dan beton normal dengan bahan tambahan sika viscocrete-1003 0,50% pada beberapa variasi yaitu panjang penyaluran, diameter tulangan yaitu Ø10 mm, D10 mm, Ø12 mm dan D12 mm yang digunakan pada benda uji silinder. Variasi panjang penyaluran tulangan yaitu 10 cm, 20 cm, 30 cm. Metode pengujian yaitu metode pull out test pada benda uji silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dengan jumlah sampel 36 benda uji serta FAS ( Faktor Air Semen ) 0,3. Hasil pengujian bond strength laboratorium tertinggi untuk diameter tulangan Ø10 mm, D10 mm, Ø12 mm dan D12 mm berada pada panjang penyaluran 10 cm dengan nilai bond strength berturut-turut sebesar 44,789 kg/cm2, 103,503 kg/cm2, 61,394 kg/cm2 dan 58,386 kg/cm2. Untuk perbedaan diameter tulangan bond strength laboratorium tertinggi dari penelitian ini terdapat pada D10 mm yaitu sebesar 103,503 kg/cm2. Hasil pengujian bond strength normal diperoleh dari rumus teori yang menunjukkan hasil bond strength tidak jauh berbeda dengan bond strength laboratorium. Pada diameter D10 mm beton normal diperoleh bond strength yaitu sebesar 85,987 kg/cm2. Hal ini disebabkan beban yang diberikan semakin besar berbanding terbalik dengan luas penampang dari panjang penyaluran. Hasil pengujian bond strength laboratorium mengalami peningkatan pada panjang penyalurannya 20 cm dan 30 cm dibanding bond strength normal. Hal ini dipengaruhi karena adanya  bahan tambahan sika viscocrete-1003 0,50%. Kata Kunci : Bond strength, diameter tulangan, panjang penyaluran, bahan tambahan, metode pengujian.
PENGARUH EKSENTRISITAS LUBANG PADA BETON TERHADAP KEKUATAN MEMIKUL BEBAN AKSIAL Agustiar Agustiar
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenerapan beton berlubang pada bangunan yang digunakan untuk instalasi semakin banyak digunakan, namun hal ini kurang diperhatikan dampak yang terjadi dalam jangka panjang. Peraturan beton SNI 03-2847-2002 menyebutkan : Saluran pipa bersama kaitnya, yang di tanam  dalam kolom tidak boleh menempati lebih dari 4% luas penampang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh eksentrisitas lubang pada beton terhadap kekuatan memikul beban aksial apakah masih bisa digunakan dalam perencanaan beton. Benda uji yang digunakan selinder ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dengan jumlah benda uji 39 buah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan hasil kuat tekan beton beton pada beton berlubang, yaitu pada lubang 0% kekuatan beton 26,04 MPa. Pada lubang 2,2% jarak eksentrisitas 1 cm kekuatan beton 21,33 MPa (menurun 18,12 %), jarak eksentrisitas 2 cm kekuatan beton 21,14 MPa (menurun 18,84 %), jarak eksentrisita 3 cm kekuatan beton 20,57 Mpa (menurun 21,01 %). Pada lubang 3,8% jarak eksentrisita 1 cm kekuatan beton 19,82 MPa (menurun 23.91 %), jarak eksentrisita 2 cm kekuatan beton 19,63 MPa (menurun 24,64 %), jarak eksentrisita 3 cm kekuatan beton 19,44 MPa (menurun 25,36 %). Pada lubang 4,5 % jarak eksentrisita 1 cm kekuatan beton 18,31 MPa (menurun 29,71 %), jarak eksentrisita 2 cm kekuatan beton 18,12 Mpa (menurun 30,43.16 %), jarak eksentrisita 3 cm kekuatan beton 17,74 MPa (menurun 31,88 %), Sedangkan pada lubang 7 % jarak eksentrisita 1 cm kekuatan beton 14,72 MPa (menurun 43,48 %), jarak eksentrisita 2 cm kekuatan beton 14,53 MPa (menurun 44,20 %), jarak eksentrisita 3 cm kekuatan beton 14,34 MPa (menurun 44,93 %) dibandingkan dengan beton normal kekuatan beton 26,04 MPa. Dengan demikian semakin besar persentase eksentrisitas lubang  maka semakin kecil pula kuat tekan beton diperoleh. Kata kunci : Beton berlubang, eksentrisitas lubang, kuat tekan beton.
Determining the significant factor of Resilient Modulus (MR) Measurement of Bituminous Mixtures by Indirect Tension Test Firmansyah Firmansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.847 KB)

Abstract

Resilient modulus (MR) is an important property for asphalt concrete design and for mechanistic analysis of pavement response under traffic loading. This study investigates the different factors affecting the MR of hot mix asphalt. A full factorial design of experiment was carried out to investigate four factors. Each factor was studied at two levels. These factors are: number of cyclic loading, loading frequency, Poisson’s ratio, and sample position.Analysis of the factorial experimental design showed that the sample position is the most important factor affecting the resilient modulus. In order to simplify the statistic model, only the main effect are consider inside the model. The power transformation is needed by the model in order to meet IIDN assumption. The model after transformation is:Keywords: resilient modulus, indirect tension, pavement mixture

Page 1 of 1 | Total Record : 7