cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6, No. 1, April 2019" : 12 Documents clear
Komunitas Petani Kopi Ujung Bulu Jeneponto 1986-2018 riskawati riskawati; Ahmadin Ahmadin; Bustan Bustan
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Petani Kopi di Desa Ujung Bulu 1986-2018 dengan memaparkan latar belakang petani kopi di Desa Ujung Bulu, dinamika pertanian kopi di Desa Ujung Bulu tahun 1986-2018, serta kehidupan sosial dan ekonomi Petani kopi di Desa Ujung Bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1986 sudah ada tanaman kopi yang tumbuh di Desa Ujung Bulu, masyarakat yang ada disana menyebutnya dengan Kopi Arabika Bantaeng. kopi yang kini dibudidayakan oleh masyarakat setempat adalah Kopi Arabika Gowa yang dibawa Oleh Bapak Lompo pada tahun 1986. Pembudidayaan kopi Arabika Gowa dimulai pada tahun 1989 dan pada tahun 1990an mulai banyak masyarakat setempat yang beralih profesi menjadi petani kopi. beralihnya masyarakat di Desa Ujung Bulu menjadi petani kopi disebabkan karena harga jual kopi lebih tinggi dibandingkan tanaman yang mereka tanam sebelumnya. Proses produksi dan pemasaran kopi arabika di Desa Ujung Bulu membutuhkan waktu yang lama dan proses yang tidak mudah. Produksi kopi di Desa Ujung Bulu tidak menetap atau mengalami peningkatan dan penurunan hasil produksi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mulai masuknya bibir bawang merah di desa ini pada tahun 2015.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pembudidayaan kopi Arabika di Desa Ujung Bulu memberikan dampak baik dalam bidang sosial maupun dalam bidang ekonomi terutama dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat yang ada di Desa Ujung Bulu.Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan kajian pustaka dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan menempuh beberapa tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Wawancara dilakukan dengan aparat Desa Ujung Bulu dan beberapa Petani kopi di Desa Ujung Bulu.This study aims to describe the Coffee Farmers in Ujung Bulu Village 1986-2018 by describing the background of coffee farmers in Ujung Bulu Village, the dynamics of coffee farming in Ujung Bulu Village in 1986-2018, and the social and economic life of coffee farmers in Ujung Bulu Village. The results showed that before 1986 there were coffee plants growing in Ujung Bulu Village, the people there called it Bantaeng Arabica Coffee. coffee which is now cultivated by the local community is Gowa Arabica Coffee which was brought by Mr. Lompo in 1986. The cultivation of Gowa Arabica coffee began in 1989 and in the 1990s many local people began to switch professions to become coffee farmers. the conversion of people in Ujung Bulu Village into coffee farmers was due to the higher selling price of coffee compared to the crops they had planted before. The process of producing and marketing Arabica coffee in Ujung Bulu Village takes a long time and is not an easy process. Coffee production in Ujung Bulu Village does not settle or has increased and decreased production yields. This is caused by several factors, one of which is the entry of onion lips in this village in 2015. Based on the results of the study, it can be concluded that the cultivation of Arabica coffee in Ujung Bulu Village has an impact both in the social and economic fields, especially in the welfare community life in Ujung Bulu Village. This research was conducted through interviews and literature review using historical research methods by taking several stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Interviews were conducted with Ujung Bulu Village officials and several coffee farmers in Ujung Bulu Village.
Pappalimbang di Muara Sungai Tangka Tahun 1998-2016 Muazzinul Hair; Saleh Madjid; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10684

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai pappalimbang di Muara Sungai Tangka tahun 1998-2016 yang akan terurai dalam beberapa submateri yaitu latar belakang adanya Pappalimbang di Muara Sungai Tangka, perkembangan Pappalimbang di Muara Sungai Tangka, dan kehidupan sosial ekonomi Pappalimbang di Muara Sungai Tangka. Masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah pappalimbang di Muara Sungai Tangka yang ke Laggoppo Desa Massangkae yang digunakan  oleh masyarakat Laggoppo Desa Massangkae untuk ke Kabupaten Sinjai. Penelitian ini bersifat deskfiptif analisis dengan menggunakan metode historis. Melalui tahapan-tahapan, Heuristik dengan menemukan sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian, baik itu berupa buku, jurnal, dan mengunjungi lokasi penelitian dan melakukan wawancara yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Melalui kritik, baik itu kritik internal maupun kritik ekstern untuk didapatkan fakta sejarah mengenai pappalimbang di Muara Sungai Tangka. dari fakta tersebut kemudian diinterpretasikan secara kronologis dan kemudian di sajikan dalam suatu tulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pappalimbang di Muara Sungai Tangka tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat Desa Massangkae khususnya di Dusun Laggoppo I dan Laggoppo II, tempat tinggal mereka yang masih tertinggal sehingga mereka mencari tempat yang lebih maju untuk beraktivitas. Adapun perkembangan  pappalimbang dapat dilihat dari penggunaan transportasinya, dimana yang sebelumnya menggunakan sampang dengan tenaga manusia sekarang sudah menggunakan perahu motor. Sementara kehidupan Sosial-ekonomi pappalimbang selalu berinteaksi  dengan masyarakat dan tolong menolong antar pappalimbang, serta membantu penumpangnya. penghasilan mereka tidak menentu tergantung pada banyaknya penumpang yang mereka dapatkan.Kata Kunci: Pappalimbang, Sungai Tangka
Bungi : Desa Berkembang di Pinrang 1980-2012 Muhammad Yusuf; Saleh Madjid; Patahuddin Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Desa Bungi Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang sejak tahun 1980 sampai 2012. Terbentuknya Desa Bungi sejak  diberlakukannya Undang-Undang Desa Tahun 1979. Setelah terbentuk menjadi desa terlihat telah ada beberapa perubahan dan perkembangan baik dalam bidang pemerintahan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan dan bidang sosial yang berdampak bagi masyarakat Desa Bungi. Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan metode sejarah yang melalui beberapa tahapan yaitu, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara (Bapak Drs. Alhusari Latif mantan kepala desa dan tokoh masyarakat Desa Bungi), Masyarakat Desa Bungi yaitu Muslimin Thamrin, Nasir Mansur S.Kep.Ns) dan mengumpulkan sumber arsip (BPS Kabupaten Pinrang dan Sumber arsip daerah). Kata Kunci: Bungi, Duampanua, Perkembangan
Radio Suara Bersatu Sinjai 2003-2018 Fatmawati M Fatmawati; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Radio Suara Bersatu Sinjai dengan menguraikan latar belakang berdirinya Radio Suara Bersatu Sinjai, Perkembangan, dan Peranannya bagi masyarakat dan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radio Suara Bersatu Sinjai hadir untuk menjawab keluhan masyarakat Kabupaten Sinjai karena keterbatasan informasi yang diperoleh terlebih ketika Departemen Penerangan RI dihapuskan, dalam perjalanannya Radio Suara Bersatu Sinjai mengalami banyak perkembangan terutama dari aspek sarana dan prasarana seperti pembaharuan alat pemancar yang digunakan untuk memaksimalkan siaran yang dilakukan juga pada program acara yang selalu mengikuti kebutuhan masyarakatat. Kehadiran Radio Suara Bersatu Sinjai memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan pemerintah. Bagi masyarakat stasiun radio ini menjadi alat memperoleh informasi, penyampaian aspirasi dan juga sebagai sarana hiburan. Sedangkan bagi pemerintah, stasiun radio ini menjadi alat untuk menyampaikan atau memaksimalkan segala kebijakan yang dibuat. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, dalam tahapan ini sumber diperoleh dari hasil wawancara kepada pihak terkait kemudian diperkuat oleh arsip dan juga buku-buku yang diperoleh dari perpustakaan wilayah provinsi Sulawesi Selatan, Perpustakaan Jurusan Pendidikan Sejarah UNM, Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai.(2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. 
Pemikiran dan Pejuangan Anregurutta Haji Lanre Said (1923-2005) andi makmur; Mustari Bosra; Bahri bahri
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10680

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa yang melatar belakangi pemikiran dan perjuangan Anregurutta Haji Lanre Said, bagaimana pemikiran Anregurutta Haji Lanre Said, serta Perjuangan Anregurutta Haji Lanre Said.Prosedur dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melatar belakangi pemikiran dan perjuangan Anregurutta Haji Lanre Said ialah pendidikan yang beliau dapat dari keluarga yang memang mencintai agama, serta pendidikan yang telah diperolehnya di pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Pemikiran Anregurutta Haji Lanre Said meliputi, pemikiran keagamaan, kenegaraan, dan pendidikan Islam. Beliau selalu menekankan kepada setiap muridnya untuk menjadikan Al’Qur’an dan Hadist sebagai pedoman utama dalam menjalankan syariat Islam. Selain itu beliau juga menekankan untuk tetap patuh terhadap pemerintah yang ada dan tetap bersikap netral tanpa memihak satu parpol tertentu. Keterlibatannya dengan gerakan DI/TII bukan karena beliau sepenuhnya setuju dengan gerakan tersebut, melainkan untuk melindungi keluarganya agar tidak tidak dipaksa untuk terlibat dalam gerakan tersebut. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemikiran beliau tehradap pendidikan islam, keagamaan dan kenegaraan beliau peroleh dari lingkungan keluarga dan lembaga Pendidikan yang fokus terhadap agama. Setelah memutuskan untuk keluar dari gerakan DI/TII pada tahun 1961. Beliau melakuakan begitu banyak perjuangan, baik itu dalam mencari lokasi untuk mendirikan Pondok Pesantren Darrul Huffadh hingga perjuangan untuk mempertahankan Pondok Pesantren tersebut.Kata Kunci: Anregurutta, Pondok Pesantren, Darrul Huffadh,This this study aims to find out what lies behind the thoughts and struggles of Anregurutta Haji Lanre Said, how the thoughts of Anregurutta Haji Lanre Said, and the Struggle of Anregurutta Haji Lanre Said. The procedure in this study uses historical methods with stages: Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography. The results showed that the background of the thoughts and struggles of Anregurutta Haji Lanre Said was education that he got from families who really loved religion, and the education he had obtained in the Sengkang As'adiyah Islamic Boarding School. The thoughts of Anregurutta Haji Lanre Said include, religious thought, statehood, and Islamic education. He always emphasizes to each of his students to make Al'Quran and Hadith the main guideline in carrying out Islamic law. In addition, he also stressed to remain obedient to the existing government and remain neutral without taking sides for certain political parties. His involvement with the DI / TII movement was not because he fully agreed with the movement, but rather to protect his family so that he was not forced to become involved in the movement. From the results of this study it can be concluded that his thoughts on Islamic, religious and state education were obtained from the family environment and educational institutions that focused on religion. After deciding to leave the DI / TII movement in 1961. He carried out so many struggles, both in finding locations to establish Darrul Huffadh Islamic Boarding School to the struggle to maintain the Islamic Boarding school Keyword : Anregurutta, Islamic Boarding School, Darrul Huffadh
Tradisi Maccera’ Tappareng di Danau Tempe 2000-2018 Yul Aprisa; Patahuddin Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.898 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10688

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui Latar Belakang Tradisi Maccera’ Tappareng Di Danau Tempe Kec. Marioriawa Kab. Soppeng, Perkembangan Tradisi Maccera’ Tappareng  Di Danau Tempe Kec. Marioriawa Kab.Soppeng, Dampak Tradisi Maccera’ Tappareng Di                  Danau Tempe Kec. Marioriawa Kab.Soppeng. Hasil penelitian menujukkan bahwa tradisi maccera tappareng muncul sebagai bentuk penghormatan kepada roh-roh yang menghuni Danau Tempe, kemudian tradisi ini berkembang ketika  Islam telah diterima ditengah-tengah masyarakat dengan tujuan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan ikan, tradisi ini kian mengalami perkembangan terutama dari sisi pelaksanaannya, mereka tidak hanya menganggap tradisi ini sebagai kebutuhan religius akan tetapi berkembang dengan menampilkan sisi rekreatif. Peran sangat signifikan yang dilakukan pemerintah setempat terhadap pengembangan tradisi ini berdampak pada aspek sosial, ekonomi dan terlebih pada dampak wisata budaya yang digalakkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu sejarah, sehingga tahap penelitian yang digunakan adalah (1) Heuristik atau pengumpulan data: pengumpulan data dilakukan dengan dua cara: pengumpulan data pustaka yang ditemukan di Perpustakaan Prodi Pendidikan Sejarah, Balai Pelestarian Nilai Budaya, Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, dan dengan proses wawancara kepada pihak yang kompeten, antara lain nelayan Danau Tempe dan beberapa pihak pemerintah terkait. selanjutnya (2)Kritik, (3)Interpretasi dan (4)HistoriografiKata Kunci : Tradisi, Danau Tempe, Marioriawa
Yayasan Minasa: Wadah Penampungan Eks DI/TII 1969-2018 astuti buhari
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Yayasan Minasa sebagai wadah penampungan eks DI/TII di Kabupaten Luwu 1969-2018) dengan mengungkap latar belakang berdirinya Yayasan Minasa dan perkembangan Yayasan Minasa dalam bidang sosial ekonomi, pendidikan, dan keagamaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang didirikannya Yayasan Minasa adalah sebagai imbalan jasa kepada Abdul Aziz Abdullah karena bertindak untuk mengamankan Eks DI/TII yang tersebar di Sulawesi Selatan Tenggara dan mengajak mereka untuk bergabung dengan NKRI. Tujuan utama didirikannya Yayasan Minasa adalah untuk menampung anggota-anggota Ex DI/TII. Dalam perkembangannya selama kurang lebih 49 tahun Yayasan Minasa telah dipimpin oleh dua ketua yaitu Abdul Aziz Abdulllah yang memimpin dari tahun 1969-1999, dan St. Hadeyang yang memimpin dari tahun 2002-sekarang. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa yayasan Minasa telah mengalami beberapa perubahan dalam bidang kehidupan sosial ekonomi, bidang pendidikan dan bidang keagamaan dalam kehidupan masyarakat masyarakat.Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu tahapan pengumpulan data, kritik sumber bertujuan menilai dan menentukan sumber, interpretasi yaitu menafsirkan data dan tahap historiografi atau penyajian atau penulisan sejarah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara (Eks DI/TII dan masyarakat Yayasan Minasa) dan mengumpulkan sumber arsip (arsip Yayasan Minasa) serta literatur-literatur  yang berhubungan dengan penelitian ini.Kata kunci: Eks DI/TII, Yayasan dan Minasa This study aims to find out about the Minasa Foundation as a former DI/TII shelter in Luwu Regency 1969-2018) by revealing the background of the founding of the Minasa Foundation and the development of the Minasa Foundation in the socio-economic, educational, and religious fields. The results showed that the background for the establishment of the Minasa Foundation was in return for services to Abdul Aziz Abdullah for acting to secure the former DI/TII spread across Southeast Sulawesi and to invite them to join the Unitary Republic of Indonesia. The main purpose of establishing the Minasa Foundation was to accommodate Ex DI/TII members. In its development for approximately 49 years the Minasa Foundation has been led by two chairmen, Abdul Aziz Abdulllah, who led from 1969-1999, and St. Hadeyang was in charge from 2002 to present. Based on the results of the study it can be concluded that the Minasa foundation has undergone several changes in the field of socio-economic life, education and religious fields in the life of the community. This research uses historical research methodologies which include heuristics namely the stages of data collection, source criticism aimed at assessing and determining sources , interpretation, namely interpreting data and historiographic stages or presenting or writing history. The data collection method was carried out by means of field research consisting of interviews (former DI/TII and the Minasa Foundation community) and collecting archival sources (Minasa Foundation archives) as well as the literature relating to this research.Keyword: Eks DI/TII, Yayasan dan Minasa
Petani Kopi Bisang di Desa Tibussan Latimojong Luwu, 2013-2017 Harnita Harnita; Saleh Madjid; Jumadi Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya petani Kopi di Desa Tibussan Kecamatan Latimojong, Dinamika Petani Kopi Bisang di Desa Tibussan Kecamatan Latimojong, dan kehidupan sosial ekonomi petani kopi di Desa Tibussan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah melalui tahapan kerja yakni heuristic atau pengumpulan data, kritk sumber, interpretasi, historiografi atau hasil penulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditi kopi bisang ,di temukan Sudirman dan mulai diperkenalkan ke masyarakat Luwu oleh seorang bupati luwu yaitu Andi Mudzakkar  yang sedang berkunjung kerumah kepala Desa Tibussan  salah satu masyarakat Desa Tibussan. Kemudian Andi Mudzakkar menyebarkan biji kopi hasil pertanian bapak sudirman di setiap Luwu Expo. Sudirman pertama kali menyajikan kopi bisang kepada bapak bupati luwu yaitu cakka, karena kopi bisang dianggap istimewa oleh masyarakat Desa Tibussan jadi bapak sudirman menyajikannya langsung untuk cakka al hasil sejak tahun 2013 awal mulanya kopi bisang dikenal dan dianggap sebagai kopi orang luwu khusunya Desa Tibussan Kecamatan Latimijong hingga tahun 2017 semakin dipercayai sebagai kopi khas Latimojong. Setelah itu perekmbangan komoditi kopi yang dilihat dari produksi kopi di Desa Tibussan mengalami pasang surut yang disebabkan beberapa hal seperti factor cuaca, penambahan lahan baru, dan pergantian lahan pertanian kopi ke lahan lainnya.                                                                                           Kata kunci : Petani, Kopi dan Tibussan
Tradisi Adat Mappadendang Pationgi Patimpeng 1983- 2016 Gustiana Gustiana; Najamuddin Najamuddin; Jumadi Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10779

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif historis dengan menggunakan metode penelitian sejarah,melalui tahapan-tahapan kerja yang meliputi; heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Heuristik adalah tahap pengumpulan sumber- sumber  sejarah, sumber tersebut kemudian dikritik untuk mendapatkan fakta dengan fakta lainnya. Sebagai tahap terakhir adalah historiografi atau penyajian, yaitu merekontruksi peristiwa-peristiwa sejarah menjadi kisah sejarah dalam bentuk deskriptif historis. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa proses ritual adat Mappadendang (pesta panen adat bugis) yang ada di Kabupaten Bone sangat terstruktur dan tersusun secara rapi. Diawali dari penentuan hari pelaksanaan dan durasi atau lama waktu pelaksanaanya. Setelah proses penentuan waktu selesai, maka keluarga yang akan melaksanakan pesta adat tersebut mulai menyusun susunan acara pesta adat Mappadendang. Seperti, acara hiburan dan pemain yang akan menjadi penumbuk alu pada lesung serta atribut yang digunakan pemain pada pesta adat tersebut. Pesta adat tesebut berakhir dengan ditandai makan bersam oleh seluruh masyarakat yang hadir dalam pesta adat tersebut. Dalam pesta adat Mappadendang terdapat makna, nilai- nilai serta fungsi yang terkandung di dalamnya, makna tersebut diaplikasikan dalam bentuk perbuatan seperti rasa syukur terhadap tuhan yang dan menghargai serta menjaga warisan leluhur atau nenek moyang. Begitupun dengan nilai- nilai yang terkandung dalam pesta adat Mappadendang, nilai- nilai kebersamaan, kekeluargaan, hiburan dan religi melebur menjadi satu dalam sebuah pesta adat yang terus dilestarikan dan menjadi pedoman hidup masyarakat.Kata Kunci :  Tradisi, Mappadendang dan Patimpeng
Modernisasi Alat Pertanian di Cikoro Gowa 2005-2015 Nurwahyuningsi Nurwahyuningsi; Ahmadin Ahmadin; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan masyarakat tani sebelum masuknya alat modernisasi pertanian di Cikoro Kabupaten Gowa, Perkembangan pertanian setelah adanya alat modernisasi, serta dampak dari alat modernisasi pertanian bagi kehidupan masyarakat tani pada bidang sosial-budaya dan ekonomi di Cikoro Kabupaten Gowa (2005-2015). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif-analisis dengan menggunakan metode penelitian sejarah melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum masuknya alat teknologi modern dalam bidang pertanian di Kelurahan Cikoro, pertanian masih bersifat subsisten, dimana masyarakat hanya berproduksi untuk kebutuhan pribadi dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian dengan masuknya alat modernisasi pertanian, kehidupan masyarakat tani di Kelurahan Cikoro mulai mengalami peningkatan terutama dari segi ekonominya. Selain itu juga memberi dampak terhadap sistem mata pencaharian masyarakat setempat. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pertanian dengan menggunakan alat-alat teknologi modern lebih efektif dari penggunaan alat-alat tradisional di era serba modern sekarang ini. Disamping itu, juga karena penggunaannya yang tidak terlalu banyak memakan waktu.Kata kunci : Modernisasi, Alat dan Pertanian

Page 1 of 2 | Total Record : 12