Asmunandar Asmunandar
Universitas Negeri Makassar

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Modernisasi Alat Pertanian di Cikoro Gowa 2005-2015 Nurwahyuningsi Nurwahyuningsi; Ahmadin Ahmadin; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan masyarakat tani sebelum masuknya alat modernisasi pertanian di Cikoro Kabupaten Gowa, Perkembangan pertanian setelah adanya alat modernisasi, serta dampak dari alat modernisasi pertanian bagi kehidupan masyarakat tani pada bidang sosial-budaya dan ekonomi di Cikoro Kabupaten Gowa (2005-2015). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif-analisis dengan menggunakan metode penelitian sejarah melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum masuknya alat teknologi modern dalam bidang pertanian di Kelurahan Cikoro, pertanian masih bersifat subsisten, dimana masyarakat hanya berproduksi untuk kebutuhan pribadi dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian dengan masuknya alat modernisasi pertanian, kehidupan masyarakat tani di Kelurahan Cikoro mulai mengalami peningkatan terutama dari segi ekonominya. Selain itu juga memberi dampak terhadap sistem mata pencaharian masyarakat setempat. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pertanian dengan menggunakan alat-alat teknologi modern lebih efektif dari penggunaan alat-alat tradisional di era serba modern sekarang ini. Disamping itu, juga karena penggunaannya yang tidak terlalu banyak memakan waktu.Kata kunci : Modernisasi, Alat dan Pertanian
Kiprah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tana Panrita Kitta (1965-2020) Andi Malik Fajar; Mustari Bosra; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 9, No. 1 April 2022
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i1.24751

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas 4 tahapan yaitu; Heuristik, Kritik sumber, Interpretasi dan Historiografi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Penelitian Historis (Historical Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berdirinya IAIM Sinjai dilatarbelakangi keinginan di kalangan pendidik Kabupaten Sinjai untuk meningkatkan taraf pendidikan, terutama untuk menghadirkan Perguruan tinggi. Sedangkan STIP dan STISIP berdiri dilatarbelakangi keinginan pendidik STAIM (IAIM Sekarang) untuk mengembangkan Perguruan tinggi berbentuk Universitas di Sinjai, namun tidak sampai Universitas, pemerintah hanya mengizinkan pendirian Sekolah Tinggi maka lahirlah STIP dan STISIP. Pada tahun 2020, dua institusi ini kemudian melebur menjadi satu dan diberi nama UMSI. Perkembangan yang telah dicapai oleh IAIM dan UMSI dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas SDM Perguruan tinggi, baik dari segi Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat serta Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa kinerja IAIM dan UMSI sejak berdirinya telah menghasilkan Kiprah kemajuan di Sinjai baik segi dakwah, pendidikan, ekonomi terlebih berkembanganya cabang dan ranting.Kata Kunci: Sinjai, Muhammadiyah, Perguruan Tinggi MuhammadiyahAbstractThis study uses historical research methods which consist of 4 stages, namely; Heuristics, Source Criticism, Interpretation and Historiography. This research is a qualitative research approach with Historical Research (Historical Research). The results showed that the process of establishing IAIM Sinjai was motivated by a desire among educators in Sinjai Regency to improve the level of education, especially to bring universities. While STIP and STISIP were founded on the background of the desire of STAIM educators (now IAIM) to develop universities in the form of universities in Sinjai, not to universities, the government only allowed the establishment of higher schools, so STIP and STISIP were born. In 2020, these two institutions merged into one and were given the name UMSI. The developments that have been achieved by IAIM and UMSI can be seen from the quality and quantity of higher education human resources, both in terms of Teaching, Research, Community Service and Development of Al-Islam Kemuhammadiyahan. In the end, it can be said that the performance of IAIM and UMSI since their establishment has resulted in progress in Sinjai both in terms of da'wah, education, economic development of branches and fanfare.Keywords: Sinjai, Muhammadiyah, Muhammadiyah College   
Persebaran To Lotang Setelah Aksi DI/TII di Kabupaten Sidenreng Rappang 1966-2018 Rahmat Kurniawan; Bahri Bahri; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i1.18466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang persebaran To Lotang setelah aksi DI/TII di Kabupaten Sidenreng Rappang, Wilayah-wilayah yang ditempati bermukim oleh To Lotang di Kabupaten Sidenreng Rappang hingga kondisi sosial-budaya ekonomi masyarakat To Lotang. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi Towani Tolotang tersebar ke berbagai daerah yang ada di kabupaten Sidrap merupakan dampak terjadinya Aksi DI/TII di Kabupaten Sidrap. Towani Tolotang kemudian pergi mencari daerah yang aman seperti daerah Buae yang mayoritasnya beragama Islam. Dimana ketika Towani Tolotang berbaur dengan masyarakat Muslim maka mereka dianggap tidak kafir oleh rombongan DI/TII yang ingin mendirikan Negara Islam. Selain itu faktor yang mempengaruhi persebaran To Lotang ke berbagai daerah ialah kebiasaan Mabekke’ (Membuka Lahan). Setelah aktivitas DI/TII di Kabupaten Sidrap hilang Uwa’ yang berada di Amparita kemudian memerintahkan warganya untuk menyebar ke berbagai daerah dengan alasan untuk Mabekke’. Dalam hal ini membuka lahan dijadikan sebagai mata pencaharian dari masyarakat To Lotang. Meskipun pada awalnya Towani Tolotang mendapatkan diskrimnasi dan tidak diakui oleh negara kepercayaannya. Tapi  usaha dan totalitas dari masyarakat Tolotang tetap ada dan bertahan hingga saat ini. Akhir dari penelitian, menunjukkan bahwa Towani Tolotang meskipun tersebar ke berbagai daerah mereka tetap mempertahankan adat dan kebudayaannya sebagai Towani Tolotang dan menjadikan Amparita sebagai First Home-nya (Rumah pertama). Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristic, kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi dan historiografi. Kata Kunci : Persebaran, To Lotang, Sidenreng Rappang
RE-IDENTITAS KOTA LAMA MAKASSAR Asmunandar Asmunandar
Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya Vol. 15 No. 1 (2020): Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jlb.v15i1.11079

Abstract

The origin of the City of Makassar can be traced far in the past, specifically to the time the Kingdom of Gowa-Tallo was conquered by Vereenigde Oost Indische Compagnie (The East India Company or VOC) in 1667. Following the victory, Cornelis Speelman chose one fort later known as Fort Rotterdam to become the center of power and center of government in the east. This Fort Rotterdam is the origin point of the Makassar city planning. The colonial government later replaced VOC in continuing the development of Makassar city by constructing more buildings to support the administration by issuing policies to regulate the inhabitants of the city. This paper offers what can be called “Re-Identity Makassar Old Town” as efforts to give a rooted identity to Makassar city without reviving the colonial policies. Through these conservation efforts, Makassar can become in-site and open space architectural museum. For the inhabitants of Makassar, the conservation of old buildings in the city can portrait the collective activities in the city and its development processes to this day.  Keywords: Re-Identity, Makassar Old Town, Cultural Conservation Author
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Guru SMAN 15 Kabupaten Bone Asmunandar Asmunandar; Andika Wahyudi Gani; Dyan Paramitha Darmayanti; Darman Manda; Andi Sadriani
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 December 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.269 KB) | DOI: 10.56680/pijpm.v1i2.38852

Abstract

To improve student achievement, teachers must innovate in learning. This ensures that students learn at their best, both independently and in the classroom. Learning model innovation is very necessary and very urgent, especially in the development of new learning models that can lead to better learning outcomes and increase efficiency and effectiveness. In addition, teachers must develop their potential in various ways. One of them is improving the ability to write scientific papers. By conducting article writing training, teachers are expected to have dual roles as practitioners and researchers. Therefore, teachers must conduct research to solve problems that arise in class and to serve as material for promotion. The Scientific Article Writing Training for Teachers of SMA Negeri 15 Bone, Bone Regency, was carried out in Bone Regency with the target of this activity being the teachers at the school. This activity is in the form of training with an emphasis on mastery of article writing. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INOVASI MEDIA FLIPBOOK BAGI GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PESERTA DIDIK Amirullah Amirullah; Fitrah Widya Wati; Asmunandar Asmunandar
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v5i1.86367

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan mampu meningkatkan literasi peserta didik. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah adalah media flipbook digital yang mampu mengintegrasikan teks, gambar, audio, video, dan tautan interaktif dalam satu platform pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media flipbook pada pembelajaran sejarah di SMAN 12 Makassar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik penyusunan materi digital, pendampingan pengembangan flipbook, implementasi media, dan evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 20 guru dari berbagai bidang studi dengan fokus utama pada guru sejarah dan IPS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain media flipbook yang menarik dan interaktif. Sebanyak 90% peserta mampu menghasilkan produk flipbook yang layak digunakan dalam pembelajaran, sedangkan 95% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Program ini memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi sejarah peserta didik melalui inovasi media pembelajaran digital yang lebih kontekstual dan menarik.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Bahri Bahri; Asmunandar Asmunandar; Suriani Abbas; Andi Dewi Riang Tati; Fitra Widyawati
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v5i1.86444

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran sejarah yang inovatif dan interaktif di SMAN 13 Takalar. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sejarah yang menyebabkan kurangnya minat dan kreativitas peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop, pelatihan interaktif, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan platform AI untuk membuat media pembelajaran sejarah seperti presentasi interaktif, infografis, video pembelajaran, dan kuis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas peserta dalam memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran sejarah. Peserta menjadi lebih aktif dan antusias selama proses pelatihan berlangsung serta mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan inovatif. Selain itu, hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan literasi digital peserta serta pemahaman mengenai penggunaan Artificial Intelligence secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pemanfaatan AI terbukti mampu menjadi solusi inovatif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan abad ke-21.
The Internalization of Bugis-Makassar Cultural Ethical Values As a Strategy for Preventing Corruption In South Sulawesi Hasni Hasni; Patahuddin Patahuddin; Bustan Bustan; Asmunandar Asmunandar; Ilma Indiariasri Pratiwi
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 8, No 1 (2026): January 2026
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v8i1.11146

Abstract

Corruption, as an extraordinary crime, remains a serious problem in Indonesia, including in South Sulawesi, despite various legal measures having been implemented. This highlights the need for reinforcement through a cultural approach grounded in ethical values. This study aims to analyze ethical values within the Bugis-Makassar cultural philosophy and their relevance to corruption prevention. The method employed is qualitative, involving a literature review through documentation and thematic analysis. The findings indicate that the values of Sipakatau’, Sipakalebbi’, and Sipakainge’ play a strategic role in shaping individuals of integrity and ethical character. The value of Sipakatau’ fosters respect for others’ rights; Sipakalebbi’ strengthens a culture of appreciation and social responsibility; while Sipakainge’ functions as a social control mechanism through a culture of mutual reminders. The integration of these three values has the potential to cultivate moral awareness and a sense of shame (Siri’), which serve as a bulwark against corrupt behavior. The contribution of this research is to offer a framework for corruption prevention based on local wisdom as a complement to formal legal approaches.