cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2015): ADITYA" : 15 Documents clear
Nilai Moral dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Andi Prasetiyawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.671 KB)

Abstract

Abstrak: “Nilai Moral dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur Intrinsik yang terdapat dalam serat; (2) Nilai Moral yang terdapat dalam serat ;(3) Relevansi nilai moral dalam serat dengan kehidupan sekarang.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema dalam Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya adalah cinta kasih tak sampai. Tokoh utamanya adalah Raden Kartawiyoga, dan tokoh tambahannya yaitu Prabu Salya, Patih Sengkuni, Raden Rukmanata, Pamade, Patih Tahanaya, Semar, Gareng, Petruk, Dewi Secawati, Retna Surtikanthi, Dewi Banowati, Raden Burisrawa, Raden  Kartamarma, Prabu Kurandhageni, Emban, Darumina, Minacuwiri, Retna Erawati, Wasi Jaladara, Duryudana, Bratasena, dan Endhang Bratajaya.  Alur yang digunakan adalah alur maju. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai moral yaitu: (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi baik, pemaaf, rendah hati, arif bijaksana, teguh pendirian, pemberani, punya harga diri, pandai, tanggung jawab, sederhana, sabar, dan jujur. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yang meliputi patuh kepada nasihat orang tua, penurut, sopan, adil, tidak mudah percaya, peduli kepada raja, perhatian, patuh, setia kawan, suka menasihati, sayang kepada anak, berbakti kepada orang tua dan suka menolong. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan, percaya akan pertolongan Tuhan, dan berdoa kepada Tuhan. (3) Relevansi nilai moral Serat Kartawiyoga karya Ki Reditanaya pada kehidupan sekarang. Kata Kunci : Nilai moral, relevansinya, Serat Kartawiyoga
Analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Ajaran 2013/2014 Hom satun
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.304 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Kesalahan pemakaian Pasangan; 2) Kesalahan pemakaian Sandhangan; 3) Kesalahan pemakaian Aksara Swara; 4) Kesalahan pemakaian Tanda Baca. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014. Data penelitian ini ialah keterampilan menulis aksara Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data teknik tes berupa instrumen tes, sedangkan teknik nontes berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mengelola data-data berupa kalimat penulisan aksara Jawa yang mengalami kesalahan. Teknik penyajian data menggunakan teknik penyajian informal dan formal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kesalahan penulisan pasangan yaitu sebanyak 349 (16,00%), Kesalahan penulisan sandhangan yaitu sebanyak 600 ( 20,60%), Kesalahan penulisan Aksara Swara yaitu sebanyak 670 (23,00%), dan Kesalahan penulisan Tanda Baca yaitu sebanyak 588 ( 20,19 %). Hasil komulatif analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo Tahun Pembelajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 20,21 % dikategorikan baik.   Kata Kunci : Menulis, Aksara Jawa, SMP Negeri Se-Kecamatan Sukoharjo
Penerapan Tipe Numbered Head Together (NHT) dengan Media Kartu Huruf Sebagai Peningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Beraksara Jawa pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014 Ninik Nugraheni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.37 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan yaitu (1) mendeskripsikan penerapan penulisan paragraf aksara Jawa dengan tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo; (2)  mengetahui seberapa besar motivasi siswa pembelajaran menulis paragraf  aksara Jawa terhadap penerapan tipe Numbered Head Together (NHT) dengan media kartu huruf pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo; (3)  mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa tipe Numbered Head Together (NHT) dengan media kartu huruf. Penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa tes dan nontes.Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, sedangkan nontes berupa observasi, kuesioner atau angket,  jurnal dan dokumen foto. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kuantitatif untuk menilai dan menghitung hasil tes menulis aksara Jawa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf, serta menggunakan teknik kualitatif yang diperoleh dari data nontes berupa lembar observasi, kuesioner atau angket, jurnal, wawancara dan dokumentasi foto. Penelitian ini menghasilkan tiga hal yaitu (1)  penerapan penulisan paragraf aksara Jawa dengan tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf dengan tiga tahap yaitu tahap pra siklus, siklus I dan siklus II. Setiap siklus ada empat tahap utama yaitu perencanaan, pelaksnaaan,  tindakan, observasi dan refleksi;   (2) dari  hasil penelitian diketahui besar motivasi siswa pembelajaran menulis paragraf  aksara Jawa terjadi peningkatan motivasi siklus I 40,62% sampai siklus II 56,25% meningkat  menjadi 15.63% dari siswa yang tertarik mengikuti pelajaran basa Jawa pada pilihan sangat setuju; (3)  peningkatan keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Purworejo setelah memperoleh pembelajaran menulis paragraf aksara Jawa tipe Numbered Head Together (NHT) dan media kartu huruf  dengan  nilai rata- rata dari tahap pra siklus 64,71, siklus I 73,93, siklus II 80,37. Peningkatan dari pra siklus sampai siklus I 9,22, siklus I sampai siklus II sangat meningkat 6,44. Sedangkan ketuntasan dari pra siklus 34,37%, siklus I 75%, dan siklus II 90.62%. dari pra siklus sampai siklus I meningkat 40,63%, dari siklus I sampai siklus II bisa meningkat 15,63%. Jadi, bisa dipakai  dari awal dengan menggunakan Numbered Head Together (NHT) dan  media kartu huruf bisa meningkatkan motivasi dan prestasi pembelajaran siswa SMP Negeri 16  Purworejo.   Kata kunci: menulis, aksara Jawa, model Numbered Head Together (NHT), media kartu huruf.
Nilai Etika dan Estetika Cerita Panji Sekar Karya Sunan Pakubuwono IV Bagas Arjiantoro
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.157 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai etika cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV; (2) mendeskripsikan unsur-unsur estetika cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, sehingga menghasilkan data deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV yang merupakan terbitan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia Dan Daerah, sedangkan data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang memuat nilai etika dan unsur-unsur estetika dalam cerita Panji Sekar. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri atau human instrument di mana peneliti sendiri yang aktif dalam mencari data melalui teks cerita dan pustaka penunjung lainnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui pengadaan data, reduksi data, inferensi, analisis, untuk selanjutnya disimpulkan. Dalam proses penerjemahannya, penulis menerjemahkan menggunakan terjemahan bebas yaitu dengan mencari terjemahan kata-kata yang sukar dan sulit dipahami melalui Kamus Baoesastra Djawa dan Kamus Jawa Kuna Indonesia. Dalam melakukan penerjemahan, penulis menerjemahkan per klausa dengan tujuan agar terjemahan yang dihasilkan tidak jauh dari inti cerita. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) nilai etika yang terdapat dalam cerita Panji Sekar meliputi nilai etika keselarasan sosial dan etika kebijaksanaan. Nilai etika keselarasan sosial membahas tentang etika yang hubungannya dengan sikap, tingkah laku, dalam hal interaksi atau hubungan sosial dalam masyarakat. Nilai etika keselarasan sosial yang terdapat dalam cerita Panji Sekar ada tujuh indikator yang ditemukan dari tembang dhandhanggula, kinanthi, mijil, gambuh, sinom, dan duduk wuluh. Kajian utama dalam etika kebijaksanaan diantaranya pitutur luhur, pesan-pesan ajaran hidup, yang berpedoman pada pergaulan dalam masyarakat; (2) unsur-unsur estetika dalam cerita Panji Sekar karya Sunan Pakubuwono IV meliputi: basa peprenesan terdapat 9 indikator, basa rinengga terdapat 9 indikator, bebasan terdapat 7 indikator, dasanama terdapat 7 indikator, kosok balen terdapat 13 indikator, paribasan terdapat 2 indikator, pepindhan terdapat 10 indikator, purwakanthi terdapat 13 indikator, tembung entar terdapat 4 indikator, tembung plutan terdapat 13 indikator, tembung saroja terdapat 9 indikator, ukara sesumbar terdapat 6 indikator, yogyaswara terdapat 3 indikator.   Kata Kunci: Etika, Estetika, cerita Panji Sekar
Analisis Struktural Objektif Roman Lara Lapanē Kaum Rēpulik dalam Trilogi Kēlangan Satang Karya Suparto Brata Amad Tutur
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.492 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) struktur roman Lara Lapané Kaum Républik dalam Trilogi Kélangan Satang karya Suparto Brata; (2) moralitas tokoh dalam roman Lara Lapané Kaum Républik dalam Trilogi Kélangan Satang karya Suparto Brata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah roman Lara Lapané Kaum Républik. Data penelitian berupa struktural dan moralitas dalam roman Lara Lapané Kaum Républik. Instrumen penelitian adalah human instrument (peneliti sendiri) dan dibantu alat tulis dan nota pencatat. Teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dengan teknik content analysis. Teknik penyajian analisis data dengan teknik penyajian informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) tema dalam roman Lara Lapané Kaum Républik adalah perjuangan melawan Belanda. Alur yang digunakan adalah alur maju. Tokohnya berjumlah sebelas tokoh yaitu dua tokoh utama dan sembilan tokoh tambahan. Latar yang digunakan meliputi: (a) latar tempat: Widuran, Warungpelem, Halaman rumah, Dalam rumah, dan Makam Stasiun Jebres; (b) latar waktu: malam, sore, siang, dan pagi; (c) latar sosial: sosial rendah dan sosial menengah. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “ dia” mahatahu. Gaya bahasa yang digunakan yaitu : simile 3 indikator, metafora 1 indikator, personifikasi 2 indikator, mitenomia 2 indikator, sinekdote 3 indikator, paradoks 1 indikator, dan hiperbola 2 indikator. (2) moralitas tokoh yang ada dalam roman Lara Lapané Kaum Républik terbagi menjadi tiga yaitu: (a) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: teguh pendirian, sabar, dan marah; (b) hubungan manusia dengan lingkup sosial meliputi: ringan tangan, kerukunan, dan kasih sayang; (c) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: berikhtiar, menerima takdir dan berdo’a. Kata kunci: struktural, moralitas
Nilai Moral Dalam Cerita Wayang Gandamana Sayembara Karya Anom Sukatno, S.Kar Intan Cahya Kurniawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.602 KB)

Abstract

Abstrak:”Nilai Moral Dalam Cerita Wayang Gandamana Sayembara Karya Anom Sukatno, S.Kar” Skripsi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam cerita Gandamana Sayembara. (2) Untuk mendeskripsikan relevansi dengan kehidupan sekarang.Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerita wayang berjudul Gandamana , yang didalamya mengandung unsur nilai-nilai moral. Objek penelitian ini adalah nilai moral dalam cerita wayang Gandamana Sayembara karya Anom Sukatno, S. Kar dan Relevansinya terhadap kehidupan sekarang.Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen penunjangnya dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan nilai moral.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik catat dan teknik simak.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis konten.Teknik  penyajian data penulis, menggunakan teknik informal.Hasil penelitian ini adalah (1) nilai moral yaitu : (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi  pemimpin yang tegas, cinta tanah air, sikap waspada, dan bertanggung jawab.(b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia lain dalam lingkup sosial dan hubungan manusia dengan lingkungan alam yang meliputi rasa hormat kepada raja, menghargai bawahan, memberi nasihat, nasihat  kakek kepada cucunya, mohon doa restu, menghormati  orang tua, bertahan hidup, rasa hormat kepada sesama pemimpin, memberi pendidikan, peduli dengan rakyat, pemimpin yang pemaaf, dan pengabdian seorang istri. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, bertawakal kepada Tuhan, percaya dengan takdir Tuhan, memohon perlindungan Tuhan, berikhtiar kepada Tuhan dan memohon ketenangan batin pada Tuhan. (2) Relevansi nilai moral pada kehidupan sekarang meliputi memohon ketenangan batin, cinta tanah air, menghormati orang tua, bertawakal kepada Tuhan, memohon perlindungan Tuhan, pengabdian seorang istri, memberi pendidikan, pemimpin yang pemaaf, ingat kepada Tuhan, bertanggung jawab, dan peduli dengan rakyat.   Kata kunci:Nilai moral, cerita wayang Gandamana Sayembara
Alih Kode dan Campur Kode dalam Roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Yuliana Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.319 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan wujud alih kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan wujud campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (3) menjelaskan fungsi alih kode dan campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak catat dan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, alih kode yang ditemukan dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata sebanyak 11 data. Ke dua, campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata berjumlah 33 campur kode, masing-masing terdiri dari: (1) campur kode kata sebanyak 72 data, (2) campur kode frasa sebanyak 20 data, (3) campur kode baster sebanyak 15 data, (4) campur kode reduplikasi sebanyak 10 data, (5) campur kode idiom/ungkapan sebanyak 3 data. Ke tiga, fungsi alih kode dalam penelitian adalah: (1) menyesuaikan tuturan dengan topik yang sedang dibicarakan, (2) untuk menghormati O2, (3) menjalin keakraban, (4) menghormati objek yang sedang dibicarakan. Fungsi campur kode dalam penelitian yaitu: (1) untuk menghormati mitra tutur, (2) untuk memudahkan jalannya komunikasi antara penutur dan mitra tutur ketika kesulitan mencari padanan kata dalam bahasa Jawa, (3) untuk mempermudah maksud penutur kepada mitra tutur, (4) untuk menunjukkan dan menjalin keakraban dengan mitra tutur, (5) untuk memperoleh ungkapan yang pas, (6) untuk sekedar bercanda dengan mitra tutur, (7) untuk memperhalus tuturan, (8) untuk menghormati objek yang sedang dibicarakan, (9) untuk meyakinkan/menegaskan pada mitra tutur keadaan yang sebenarnya.   Kata kunci : alih kode, campur kode, sosiolinguistik
Analisis Nilai Moral Cerita Wayang Ayodya Parwa Karya Ki Kandhabuwana dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juli sampai dengan Oktober Tahun 2013 Deni Apriyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.142 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral cerita wayang  Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai moral cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini yaitu berupa penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Nilai Moral dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana banyak memuat nilai moral yang masih relevan dalam kehidupan sekarang. Beberapa nilai moral yang masih relevan adalah memberikan nasihat, peduli sesama teman, senang menolong, waspada, membela diri, pemberani, berjanji pada diri sendiri, dan berpikir. Nilai moral yang terdapat dalam cerita wayang Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana adalah (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: percaya kepada Tuhan dengan berdoa (2), berserah diri (3), bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan (3), (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia meliputi:  memberikan nasihat (23), peduli sesama teman (3), senang menolong (6), peduli terhadap saudara (2),  saling menyayangi 5, (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: cemas (10), tidak percaya diri (2), gembira (6), waspada (2), berjanji pada diri sendiri (3), berpikir (4), ikhlas (2),  menyesal (1),  membela diri (4),  pemberani (13); dan (c) nilai moral hubungan manusia dengan alam meliputi:  memuji keindahan alam (4).   Kata kunci: nilai moral, cerita wayang, Ayodya Parwa  
Kajian Etika dan Estetika dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 karya Ki Padma Sujana Ana Sulastri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.18 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai etika Jawa yang terdapatdalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana, (2) unsur-unsur estetika yang terdapat dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana. Data penelitian berupa etika Jawa, yaitu etika keselarasan dan etika kebijaksanaan; dan unsur-unsur estetika dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrumant (peneliti sendiri), tabel, dan didukung buku-buku yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analisis (analisis konten). Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis dan meningkatkan ketekunan. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal.Hasil penelitian Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana banyak memuat nilai etika Jawa. Beberapa nilai etika Jawa diantaranya (a) etika keselarasan sosial meliputi 2 indikator, yaitu tidak memaksakan kehendak dan menghormati sesama manusia. (b) etika kebijaksanaan meliputi 5 indikator, yaitu nasihat, waspada, sikap batin yang tepat, bersyukur, dan tabah. Estetika yang terdapat dalam Serat Sangu Pati Jilid 2 Karya Ki Padma Sujana purwakanthi guru-swara 53 indikator, purwakanthi guru-sastra 391 indikator, purwakanthi lumaksita 4 indikator, yogyaswara 1 indikator, tembung garba 13 indikator, dasanama 14 indikator, plutan 6 indikator, tembung kosok balen 5 indikator.   Kata kunci: etika, estetika, Sangu Pati Jilid 2
Analisis Gaya Bahasa dalam Antologi Geguritan Puser Bumi karya Gampang Prawoto Evi Nugraheni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.973 KB)

Abstract

Abstrak:             Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto, (2) makna geguritan dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto. Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto, dan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi”  karya Gampang Prawoto yang berupa bait-bait puisi yang di dalamya terdapat penggunaan gaya bahasa. Selain itu, juga berupa kutipan-kutipan geguritan yang di dalamnya mengandung makna-makna tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu buku tentang sastra dan puisi serta kartu pencatat data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto mengandung gaya bahasa dan makna-makna tertentu, gaya bahasa yang digunakan antara lain yaitu gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang terdiri dari  repetisi anafora (17), repetisi mesodiplosis (9), gaya berdasarkan langsung tidaknya makna yaitu gaya bahasa retoris yang terdiri dari asindenton (3) dan hiperbola (8), dan gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan/simile (8), metafora (3), personifikasi (15), metonimia (13), dan sinisme  (5); dan makna geguritan yang terdapat dalam Antologi Geguritan “Puser Bumi” karya Gampang Prawoto adalah tentang pesan-pesan pengarang yang berhubungan dengan masalah kehidupan yang dialami oleh manusia, seperti masalah asmara, politik, ekonomi dan kehidupan orang perkotaan dengan orang pedesaan. Kata Kunci : gaya bahasa, geguritan Puser Bumi

Page 1 of 2 | Total Record : 15