cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2015): ADITYA" : 15 Documents clear
Analisis Semiotik Syair Lagu Campursari Cak Diqin dalam Album By Request Langgam Jawa Nani Cahyo Widati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.502 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) pembacaan heuristik pada syair lagu campursari Cak Diqin dalam Album By RequestLanggam Jawa, dan (2) pembacaan hermeneutik pada syair lagu campursari Cak Diqin dalam Album By RequestLanggam Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data berasal dari keping VCD Syair Lagu Campursari Cak Diqin dalam Album By Request Langgam Jawa. Data penelitian adalah satuan gramatikal dalam bentuk Syair Lagu Campursari Cak Diqin dalam Album By Request Langgam Jawa. Teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen yang digunakan adalah human instrument. Data dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil kajiannya adalah pada Semiotik Syair Lagu Campursari Cak Diqin Dalam Album By Request Langgam Jawa terdapat beberapa penyimpangan terhadap susunan tata bahasanya yang menyebabkan sulit untuk dipahami oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai syair lagu campursari Cak Diqin dalam album by request yang terkandung di dalamnya. Konvensi ketaklangsungan ekspresi yang terdapat pada Syair Lagu Campursari Cak Diqin dalam Album By Request Langgam Jawa lebih banyak disebabkan oleh penggunaan distorting of meaning (penyimpangan arti) karena ambiguitas (13), dan beberapa oleh displacing of meaning (penggantian arti) karena penggunaan simile (4) dan personifikasi (1). Kata kunci: campursariCakDiqin,heuristik, hermeneutik
Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata Dyah Tri Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.05 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tinjauan sosiologis sastra pada roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata; (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparta Brata. Subjek dalam penelitian ini adalah Roman Para Pawestri Pejuwang Karya Suparto Brata. Objek penelitian adalah Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti yang terdapat dalam Roman Para Pawestri Pejuwang Karya Suparto Brata. Pene;itian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa teks roman Para Pawestri Pejuwang Karya Suparto Brata. Metode yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik catat. Instrumen yang digumakan adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan kartu pengumpul data, buku-buku dan media lain yang mendukung. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Dari pembahasan data, diperoleh hasil bahwa unsur-unsur struktural dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata meliputi (1) tema, yaitu Nasionalisme. (2) tokoh, tokoh utama yaitu Wara Pamestri dan Ngesthiratu,  tokoh tambahan yaitu Adreng Binathara, Eyang Sasrapambudi,  Pembayun Ratri, Budi Prabowo, Sakri, Satiyem dan Bathari Satiti (3) alur, roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata  menggunakan alur maju (4) latar terdapat dua macam yaitu latar tempat, latar waktu. Sedangkan aspek-aspek sosiologi sastra yang sejalan dengan roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata meliputi: kekerabatan 4 indikator, perekonomian sebanyak 2 indikator, politik sebanyak 2 indikator, pendidikan sebanyak 3 indikator, religi sebanyak 2 indikator. Pendidikan moral terbagi menjadi 2 yaitu, moralitas sesama antar anggota masyarakat sebanyak 3 indikator, moralitas manusia dengan Tuhan sebanyak 2 indikator, dan yang terahir pendidikan budi pekerti sebanyak 2 indikator.   Kata Kunci : Sosiologi Sastra, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti, Roman
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Antologi Geguritan Siter Gadhing Oleh Djaimin K Heni Dwi Astuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.135 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan  mendeskripsikan gaya bahasa dan nilai pendidikan dalam antologi geguritan Siter Gadhing oleh Djaimin K. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Subjek dalam penelitian ini adalah antologi geguritan Siter Gadhing oleh Djaimin K yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Jawa Yogyakarta tahun 1996. Instrumen yang di gunakan yaitu peneliti itu sendiri, kartu pengumpul data, yang dibantu  buku-buku yang menunjang. teknik penyajian data menggunakan  teknik penyajian data informal yaitu hanya menggunakan kata-kata  biasa Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) Gaya bahasa yang terdapat dalam antologi geguritan Siter Gadhing oleh Djaimin K antara lain: (a) gaya bahasa simile, (b) gaya bahasa metafora, (c) gaya bahasa personifikasi, (d) gaya bahasa antonomasia, (e) gaya bahasa sinekdoke, (f) gaya bahasa epitet, (g) gaya bahasa litotes, dan (h) gaya bahasa erotesis. 2) Nilai pendidikan yang terdapat dalam antologi geguritan Siter Gadhing oleh Djaimin K antara lain: (a) agama, (b) nilai pendidikan moral, (c) nilai pendidikan adat atau budaya, dan (d) nilai pendidikan sosial.   Kata Kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan, Geguritan Siter Gadhing
Campur Kode pada Tuturan Siswa dalam Proses Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas XI di SMK Batik Sakti 1 Kebumen Siyam Thohiroh
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.011 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode pada tuturan siswa dalam proses pemebelajaran Bahasa Jawa kelas XI di SMK Batik Sakti 1 Kebumen dan, (2) mendeskripsikan fungsi campur kode pada tuturan siswa dalam proses pemebelajaran Bahasa Jawa di SMK Batik Sakti 1 Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa tuturan siswa pada waktu melakukan kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu teknik simak bebas cakap, teknik rekam dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan alat-alat tulis, alat rekam dan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data dalam penelitian ini adalah triangulasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan adalah pertama wujud campur kode pada tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Jawa kelas XI di SMK Batik Sakti 1 Kebumen  berupa (1) campur kode yang berwujud  kata berjumlah 35 indikator, (2) campur kode yang berwujud frasa berjumlah 31 indikator, (3) campur kode yang berwujud baster berjumlah 19 indikator, (4)campur kode yang berwujud pengulangan kata berjumlah 20 indikator, (5) campur kode yang berwujud  idiom atau  pengungkapan kata berjumlah 5 indikator,  dan (6) campur kode yang berwujud klausa berjumlah 10. Yang kedua fungsi campur kode pada tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Jawa di SMK Batik Sakti 1 Kebumen adalah (1) Untuk menunjukkan keakraban antara penutur dan mitra tutur,  (2) Untuk sekedar bercanda, (3) Untuk menghormati mitra tutur atau objek yang dibicarakan, (4) Bergengsi, (5) Penutur ingin memunculkan kesan lucu ke dalam tuturannya, (6) Penutur ingin menggunakan gaya dalam tuturannya agar tidak menonton, (7) Bertindak sopan, (8) Untuk menunjukkan keperdulian antara penutur dan mitra tutur.   Kata Kunci : campur kode, siswa, SMK Batik Sakti 1 Kebumen
Analisis Nilai Moral Dalam Cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak Karya Suharno, S. Ip dalam Majalah Djaka Lodang Titin Kurniasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.951 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilakkarya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno, S. Ip dalam majalah Djaka Lodang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak karya Suharno S.Ip dalam majalah Djaka Lodang. Objek penelitian ini adalah unsur struktural, dan nilai  moral. Penelitian ini difokuskan pada tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang, amanat serta nilai moral dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu kertas pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik pencatatan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal.Hasil yang diperolah dari penelitian ini yaitu: (1) unsur struktural cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak memiliki (a) tema: masalah percintaan; (b) tokoh utamanya: Yoga dan Asih, sedangkan tokoh tambahannya: Daru, Yudi, Nunik, Bu Yati; (c) Alur dalam cerbung ini menggunakan alur maju; (d) Latar meliputi latar tempat: Kledung, Omah Bu Yati, Omah Pak Pandusuwita, Bank Permata Kencana, Pategalan, Bandungan Ambarawa, Hotel Candhi Baru Semarang, (e) latar waktu: Pagi hari, Siang hari, Sore hari, Malam hari, (f) latar sosial: sosial keluarga Daru tinggi sedangkan Yoga hanya dari keluarga sederhana; (e) Sudut pandang dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak menggunakan sudut pandang persona ketiga. (h) amanat : jangan mudah percaya terhadap orang dan jangan malu meminta maaf dan mengakui kesalahan. (2)Nilai moral yang terdapat dalam cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak meliputi: (a) hubungan antara manusia dengan Tuhan: berdoa kepada Tuhan, Pasrah; (b) Hubungan antara manusia dengan manusia lain: hormat, cinta, patuh, memberi semangat, peduli terhadap orang lain; (c) Hubungan manusia dengan diri sendiri: setia, yakin, mau mengakui kesalahan, berani, bijaksana.   Kata Kunci: Struktural, Nilai  Moral, cerbung Kledung, Pedhute Wis Sumilak
Analisis Kohesi Gramatikal dalam Cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo Chamim Machmud
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.376 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1)mendeskripsikan bentuk penanda kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo, (2) mendeskripsikan penggunaan bentuk kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo.Jenis  penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu buku-buku analisis wacana serta nota pencatat data. Uji keabsahan data penelitian ini adalah menggunakan teknik meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik content analysis (analisis).Hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam cerbung Rajapati Ing Pereng Wilis Karya Kukuh S. Wibowo. (1) Penanda kohesi gramatikal yang diteliti meliputi (i) referensi (pengacuan), baik persona I tunggal bentuk bebas: aku ‘aku’, persona I tunggal bentuk terikat, lekat kanan: -ku ‘-ku’; lekat kiri: dak- ‘saya-/ku-’, persona III tunggal, bentuk bebas: dheweke ‘dia’, panjenengan ‘beliau’, demonstratif waktu netral: jam siji awan ‘jam satu siang’, demonstratif tempat ekspilsit: omah ‘rumah’,  referensi komparatif: kaya ‘seperti’; (ii) substitusi (penyulihan), baik substitusi nominal:  wanita ‘wanita’-kenya ‘wanita’, substitusi frasal: oyak-oyakan ‘kejar-kejaran’-playon ‘berlarian’, substitusiklausal: aku lan Sekarniti-wong loro ‘dua orang’; (iii) elipsis (pelesapan): dheweke ‘dia’, Laso , Amongdenta, aku ‘aku’; (iv) konjungsi (perangkaian): urutan: banjur ‘kemudian’, tujuan: amrih‘agar’, waktu: sakwise ‘sesudah’, pertentangan: nanging ‘tetapi’, sebab-akibat: sebab ‘sebab’, penambahan (aditif): lan ‘dan’, pilihan: utawa ‘atau’,  cara: kanthi ‘dengan’, syarat: yen ‘jika’; (2) penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal yang paling dominan secara umum adalah konjungsi (perangkaian) khususnya konjungsi sebab-akibat dengan jumah 26 buah penanda. Kemudian diikuti referensi (pengacuan) khususnya persona I yaitu pengacuan persona I tunggal bentuk bebas (morfem bebas) aku ’aku’dan bentuk terikat (morfem terikat) lekat kanan -ku ‘-ku’ dengan jumlah 22 buah penanda. Sedangkan untuk penggunaan penanda kohesi gramatikal paling sedikit adalah substitusi (penyulihan) khususnya substitusi verbal serta frasal yang masing-masing penggunaannya hanya satu penanda.   Kata kunci: kohesi gramatikal
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Dwi Apriyanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.773 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif  yang terdapat dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata.Penelitian tersebut berupa penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian tersebut berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel.Sumber datanya adalah Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu. Data dikumpulakan dengan menggunakan teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat.Selanjutnya dianalisis melalui metode Konten Analisis. Hasil analisis dipaparkan melalui cara informal. Cara informal tersebut digunakan untuk memaparkan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata.Hasil analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata yaitu jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif diantaranya tindak tutur memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, menagih, memberikan aba-aba, dan menantang. Dari delapan jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel Kadurakan Ing Kidul Dringu karyaSuparto Brata, masing-masing mempunyai fungsi dari tindak tutur direktif  memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, menagih, memberikan aba-aba, dan menantang yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya, dan berkaitan pada kehidupan zaman dahulu dengan kondisi pada waktu itu Indonesia belum merdeka dan masih dijajah oleh tentara Belanda yang mengakibatkan kehidupan zaman dahulu selalu adanya peperangan yang terjadi. Kata Kunci: Jenis dan fungsi Tindak Tutur Direktif, Novel Kadurakan Ing Kidul Dringu
Analisis Semiotik Syair-Syair Tembang Campursari karya Didi Kempot pada Volume 1, 2, 3 Aditya Apriliyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.095 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik pada syair-syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3, dan (2) pembacaan hermeneutik pada syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bidang kajian sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari keping VCD Syair-syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3. Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal dalam bentuk Syair-syair Tembang Campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3.Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah human instrument dan dibantu oleh instrument-instrumen pembantu berupa laptop, ballpoint, dan kertas pencatat data. Data dianalisis dengan menggunakan analisis konten, dan data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis data penelitian pada Syair-syair Tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 terdapat beberapa penyimpangan frasa dan sintaksis yang sulit dibaca oleh pembaca, sehingga analisis pembacaan heuristik dianggap sangat membantu pembaca dalam memaknai syair-syair tembang campursari yang terdapat di dalamnya. Pembacaan hermeneutik syair tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 membahas tentang percintaan, dalam analisisnya terdapat beberapa penyimpangan arti (distorting of meaning). Konvensi ketaklangsungan ekspresi pada Syair-syair Tembang campursari karya Didi Kempot pada volume 1, 2, 3 lebih banyak disebabkan oleh penggunaan distorting of meaning (penyimpangan arti) karena ambiguitas, dan beberapa oleh displacing of meaning (penggantian arti) karena penggunaan simile dan personifikasi.   Kata kunci: Semiotik, tembang campursari
Analisis Psikologis Tokoh Utama Cerita Bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto dalam Panjebar Semangat Endah Pangestuti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.462 KB)

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan struktur cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto. (2) mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto. Teori psikologis tokoh utama yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud yang terdiri dari tiga struktur kepribadian, yaitu: id, ego dan superego. Selanjutnya teori struktural yang digunakan adalah teori pengkajian fiksi yang dikemukakan oleh Nurgiyantoro yang terdiri dari : tema, alur, latar, tokoh dan penokohan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subjek penelitian yaitu Cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto.Objek penelitian adalah psikologis tokoh utama cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto.Sumber data yaitu deskripsi cerita bersambung Ngonceki Impen karya Sri Sugiyanto yang diterbitkan oleh panjebar semangat.Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi.Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang kesusastran dan nota catatan.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi.Penyajian hasil analisis digunakan metode informal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologis tokoh utama Waskitha walaupun antara id dan ego pemunculannya sama-sama seimbang akan tetapi pada akhirnya terkalahkan oleh superego, yaitu ketika pada akhirnya tokoh Waskitha awalnya seorang seniman, namun dengan niat yang kuat sehingga Waskitha melanjutkan kuliah guna mendapat gelar sarjana supaya menjadi guru bahasa jawa yang professional.   Kata kunci: Psikologis, tokoh utama, cerita bersambung Ngonceki Impen
Dialek Bahasa Jawa Masyarakat Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Cicilia Nur Utami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 3 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.323 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang realisasi fonologis dan bentuk leksikon dalam dialek bahasa Jawa di Desa Ayamputih Kecamatan Buluspesanten Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif. Sumber data dari informan. Data penelitian berupa bentuk tuturan yang diperoleh dari informan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara yang disertai dengan rekaman dan catatan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yang dilakukan dengan meminta penjelasan berulang kepada informan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik pasangan minimal, penyajian data disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Dilihat dari realisasasi fonologis, antara dialek bahasa Jawa di Desa Ayamputih memiliki persamaan dan perbedaan  dengan bahasa Jawa standar. Perbedaan ini terletak pada fonem [?] dilafalkan [k] pada posisi akhir; fonem [a] tetap dilafalkan sama [a] untuk semua posisi. (2) Perbedaan leksikon dalam dialek bahasa Jawa Desa Ayamputih dengan bahasa Jawa standar sebagian besar hanya terdapat pada bahasa Jawa ngoko, misalnya [gili] ‘jalan’, untuk bahasa Jawa krama mengikuti bahasa Jawa standar misalnya [samparan] ‘kaki’. Kata kunci: Dialek, fonologi, leksikon.

Page 1 of 2 | Total Record : 15