cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016): ADITYA" : 17 Documents clear
Nilai Budi Pekerti dalam Cerita Bersambung Kembang Kertas Karya Ariesta Widya dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Nur Laela
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.994 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur Intrinsik yang terdapat dalam cerita bersambung; (2) Nilai budi pekerti yang terdapat dalam cerita bersambung;(3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya adalah bermanfaat untuk orang lain. Tokoh utamanya adalah Muryat, dan tokoh tambahannya yaitu Ponidi, Subari, Pak Marto, Bu Marto, Simake, Bapak, Nuryati, Kanthi, Tarsih, Dhe Mulad, Mursid, Dhe Sarpin, dan Pak Kusuma.  Alur yang digunakan adalah alur sorot balik. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai budi pekerti yaitu: 1) Nilai Budi Pekerti terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi ingat Kepada Tuhan, berdoa Kepada Tuhan, percaya Kepada Tuhan, dan bersyukur Kepada Tuhan. 2) Nilai Budi Pekerti terhadap sesama manusia meliputi a) terhadap diri sendiri: rendah hati, pandai, pekerja keras, ramah, sopan, baik hati, dan jujur, b) terhadap orang tua: perhatian, penuh kasih sayang, dan patuh, c) terhadap sesama: menghargai karya orang lain, dapat dipercaya, bijaksana, dan dermawan, d) terhadap yang lebih muda: suka menasihati dan menjadi teladan. 3) Nilai Budi Pekerti tehadap lingkungan: cinta lingkungan.(3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya pada kehidupan sekarang.   Kata Kunci : Budi pekerti, relevansi, Kembang Kertas
Analisis Tindak Tutur Komisif Bahasa Jawa Dalam Roman III Cocak Nguntal Elo Karya Suparto Brata Tahun 2009 Dwi Septi Purwaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.109 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis tindak tutur komisif bahasa Jawa di dalam roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009; (2) fungsi tindak tutur komisif bahasa Jawa dalam roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata  tahun 2009. Objek penelitian adalah pragmatik tindak tutur komisif. Sumber data yang digunakan yaitu deskripsi roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparto Brata tahun 2009. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti yang dibantu dengan buku penunjang teori bahasa dan pragmatik. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Data dianalisis berdasarkan jenis tindak tutur komisif, data dirangkum, memilih hal-hal yang pokok, data yang tidak penting disisihkan, data dikumpulkan dari hasil analisis tindak tutur komisif. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis Tindak Tutur Komisif dalam Roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparta Brata tahun 2009 yaitu jenis tindak tutur komisif dan fungsi tindak tutur komisif. Hasil analisis itu meliputi empat tindak tutur komisif meliputi ancaman, menyatakan kesanggupan/setuju, penolakan, dan menawarkan. Dari keempat jenis tindak tutur komisif yang terdapat dalam Roman III Cocak Nguntal Elo karya Suparta Brata tahun 2009 masing-masing memiliki fungsi dari tindak tutur komisif yaitu menolak, setuju, menawarkan, mengancam yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalam Roman III Cocak Nguntal Elo tahun 2009.   Kata Kunci : tindak tutur komisif, fungsi, roman
Etika dan Estetika Tembang Dolananbuku “Ni Thowong” Asuhan Ki Hadi Sukatno Widya Yuanita
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.472 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) etika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno (2) estetika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data  dalam penelitian ini berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno sedangkan data penelitian yang digunakan adalah syair tembang yang mengadung etika dan estetika. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh buku acuan sebagai referensi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Hasil penelitian menunjukkan, (1) hasil analisis etika jawa terdapat: (a) etika keselarasan sebanyak 3 indikator yaitu perhatian kepada orang tua, perduli kepada orang tua dan tata krama berpakaian saat beribadah; (b) etika kebijaksanaan terdapat 3 indikator yaitu selalu memperbaiki diri, taat pada peraturan, dan setia dan perduli kepada kawan. (2) Unsur estetika yang terdapat dalam berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno meliputi purwakanthi guru-swara terdapat 15 indikator, purwakanti guru-sastra terdapat 7 indikator, purwakanthi lumaksita terdapat 16 indikator, tembung plutan terdapat 8 indikator, parikan terdapat 1 indikator, pepindhan terdapat 3 indikator, tembung saroja terdapat 3 indikator, tembung entar terdapat 3 indikator, kerata basa terdapat 13 indikator.   Kata Kunci: etika estetika, Tembang Dolanan, Ni Thowong.
Kajian Feminisme Cerita Bersambung Wanita Buron Karya Sanijo RAF Zulfi Khoirunisa
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.818 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) struktur pembangun dalam cerita bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF, (2) citra tokoh wanita dalam cerita bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF ,dan (3) perjuangan (sosial dan keluarga) tokoh wanita dalam cerita bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF. Teori yang penulis pergunakan adalah teori struktural, teori feminisme dan gender. Sumber data penelitian ini adalah cerita dalam Cerita Bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari Cerita Bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik terjemahan, dan teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencatat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mengandung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan Validitas dan Reliabilitasi. Teknik analisis data menggunakan “content analisis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Tema dalam cerita bersambung Wanita Buron karya Sanijo RAF adalah percintaan. Tokoh utamanya adalah Hermanto, dan tokoh tambahannya adalah Sawitri, Suzanti, Gunawan, Yuniar, Sarah, Baskara, Bagarwanta, Sontanu. Alur yang digunakan adalah alur campuran. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga “dia” maha tahu. (2) Citra feminisme yaitu: (a) Aspek fisik yang meliputi cantik, putih, berambut pirang, seksi, pipi halus kencang. (b) Aspek psikis meliputi suka merayu, terbuka, tidak bisa menjaga harga diri, bersedih, ditelantarkan, sayang anak. (c) Aspek sosial meliputi tidak dikenal warga, baik, mematuhi keinginan, ibu yang baik, menyayangi anaknya, mematuhi suami. (3) Perjuangan (sosial dan Keluarga) yaitu: bersatu untuk menyelamatkan harta warisan keluarganya, dan memperetemukan kembali keluarga yang sudah lama terpisahkan. Kata Kunci:Citra Feminisme, Cerita Bersambung Wanita Buron
Analisis Nilai Moral Lirik Lagu Album Titi Kala Mangsa Karya Sujiwo Tejo Su naryo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.808 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo dan (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah album lagu Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo. Objek penelitian ini adalah nilai moral yang terdapat dalam sepuluh lirik lagu Sujiwo Tejo dalam album Titi Kala Mangsa dan relevansinya pada masyarakat saat ini. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan teknik catat. Peneliti sebagai human instrument mencatat nilai-nilai moral yang terdapat di dalam album Titi Kala Mangsa yang dibantu dengan penggunaan kartu data. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi dan metode pembacaan semiotik dengan memahami makna-makna tersurat (heuristik) dan tersirat (hermeneutik) dari lirik lagu dan hasil analisis data dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo meliputi: (a) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan: agar manusia selalu mengingat Tuhan dalam kondisi sesibuk apa pun, serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan berdoa; (b) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama: keharusan menjaga kerukunan, harus senantiasa menjaga keharmonisan keluarga, senantiasa bekerja sama/gotong royong dan menjaga persaudaraan universal, serta menghargai pendapat orang lain; (c) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri: waspada atas perubahan zaman, menahan ego/nafsu negatif atau angkara murka, menjaga kejujuran, serta hidup sederhana dan tidak serakah; (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini di antaranya adalah nilai religius/ketuhanan yang harus senantiasa dijunjung oleh setiap manusia sebagai hamba Tuhan, nilai-nilai sosial yang harus dipegang oleh setiap manusia sebagai makhluk sosial yang selamanya akan saling membutuhkan satu dengan lainnya, prinsip kerja keras yang harus menjadi acuan setiap manusia agar terus berkarya dengan sungguh-sungguh demi mencapai kesuksesan yang harus diimbangi dengan sandaran vertikal kepada Tuhan, serta nilai demokratis yang mengharuskan setiap orang dapat menghormati pendapat orang lain dan menyadari bahwa perbedaan merupakan hal yang lumrah.   Kata kunci: nilai moral, lirik lagu Titi Kala Mangsa, Sujiwo Tejo
Kajian Stilistika Pada Novel Peti Wasijat Karya R.Tg.Jasawidagda Misbahul Munir
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.25 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) Mendiskripsikan gaya bahasa dalam novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda. (2) Mendiskripsikan wujud pencitraan dalam novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Peti Wasijat R.TG. Jsawidagda yang dibagi menjadi 19 bab dan 155 halaman. Data penelitian yang peneliti gunakan adalah kajian stilistika yang mencakup gaya bahasa dan wujud pencitraan dalam novel PetiWasijat R.TG. Jsawidagda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument utama. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas atau kepercayaan. Teknik analisis data yang digunakan teknik content analysis (analisisisi). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian hasil Kajian Stilistika Novel Peti Wasijat KaryaR. Tg. Jasawidagda dalam Novel Peti Wasijat Karya R. Tg. Jasawidagda ditemukan stilistika dalam hal gaya bahasa yaitu persamaan (simele) ada 4, metafora ada 8, metonomia ada 7, hiperbola ada 8, sarkasme ada 1, aliterasi ada 4, dan eufimisme ada 4. Ditemukan juga stilistika dalam hal pencitraan yang meliputi citraan penglihatan ada 14, citraan pendengaran ada 7, citraan gerak ada 10, citraan rabaan ada 1, dan citraan penciuman ada 1.   Kata kunci : Stilistika, Novel Peti Wasijat  
Penggunaan Bahasa Jawa di Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo (Kajian Geografis Dialek) Pipin Dwi Oktafiani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.25 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (a) variasi fonologis (b) bentuk leksikon. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah dialek bahasa Jawa pada masyarakat Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran. Teknik Pengumpulan data menggunakan metode Pupuan Lapangan. Teknik ini mengenal tiga teknik lanjutan  yaitu teknik cakap semuka, teknik catat, dan teknik rekam. Uji keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data menggunakan metode Distribusional melalui teknik pasangan minimal, sedangkan untuk teknik penyajian data disajikan secara deskriptif.  Hasil penelitian: (1) bidang fonologi, antara bahasa Jawa di Desa Panto memiiki perbedaan dalam segi perelisasian dengan bahasa Jawa standar. Perbedaan ini terletak pada fonem /u/ dilafalkan [U], fonem /i/ dilafalkan [I] untuk semua posisi, yaitu posisi awal, tengah, dan akhir’. Bunyi akhir /n/ dilafalkan [ŋ]. Bahasa Jawa di Desa Banyumudal memiliki perbedaan terletak pada fonem /e/ dilafalkan [ɛ], fonem /i/ dilafalkan [I] untuk semua posisi awal, tengah dan akhir, bunyi vokal /o/ dilafalkan [ɔ]. Bahasa Jawa di desa Bogoran memiliki perbedaan dalam segi perelisasiannya bunyi fokal /a/ dilafalkan [ə]. (2) Pada leksikon bahasa Jawa di Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran, terdapat persamaan dan perbedaan dengan bahasa standar. Dalam menggunakan bahasa Jawa sehari-hari masyarakat Desa Panto, Desa Banymudal, dan Desa Bogoran menggunakan bahasa Jawa ngoko, tetapi pada keadaan dan waktu tertentu menggunakan bahasa Jawa krama. Bahasa Jawa yang digunakan Desa Panto Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran memiliki perbedaan pelafalan masing-masing.  Ada beberapa kata yang berbeda yang menjadi ciri khas Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran. Kata Kunci: Dialek, Bahasa Jawa, Kecamatan Sapuran

Page 2 of 2 | Total Record : 17