cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2016): ADITYA" : 17 Documents clear
Pelestarian Bentuk dan Makna Kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Idnan Riyanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.044 KB)

Abstract

Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pertunjukan kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo di Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo; (2) Untuk mengetahui makna simbolik yang terdapat dalam sesaji yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo di Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo,; (3) Untuk mengetahui pelestarian kesenian Turonggo Mudo di Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo.Metode Penelitian deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Prigelan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo yang mengetahui dan masih melestarikan kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo. Instrumen penelitian adalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang bertindak sebagai participant observer, dan dibantu Handphone sebagai perekam wawancara serta camera digital untuk mengabadikan gambar. Teknik pengumpulan data adalah Teknik Wawancara, teknik observasi dan Teknik Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) Prosesi Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Desa Prigelan meliputi; Nyekar, Ngobong Kembang Menyan, Gendhingan, Kiter, Pencak, Jorongan, Lenggeran. (2) Makna Simbolis yang terkandung dalam Ubarampe / Sesaji dalam Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo Desa Prigelan sebagai berikut : Janur kuning juga memiliki makna yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan manusia. Manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia harus dengan pikiran yang tenang dan hening dengan mencari pencerahan dari cahaya Ilahi atau menuju ke jalan yang benar. Pasti dalam kehidupan manusia akan memiliki rintangan ataupun cobaan yang melanda, Uborampe yang lain seperti Pisang Raja dan Ambon, Daun suruh, Kinang, Godhong Towo, Kembang mawar abang putih, Wedang kopi, wedang teh, wedang putih, Klithikan, Kemenyan, (3) Pelestarian Kesenian Kuda Lumping TuronggoMudo di Desa Prigelan, dalam pelestarian kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo terdapat Unsur Pendukung dan Unsur Penghambat, Unsur Pendukung dalam Kesenian Kuda Lumping Turongo Mudo Desa Prigelan meliputi : Pemerintah Desa Prigelan, Masyarakat dan juga Pemain Kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo sendiri, sedangkan Unsur Penghambatnya yaitu : Pemerintah Kecamatan kesenian Kuda Lumping Turonggo Mudo yang tidak serius, Agama yang dianut masyarakat Desa Prigelan. Kata kunci : Bentuk, Makna, Turonggo Mudo
Analisis Struktural Cerita Tembang Macapat dalam Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman Linda Dewi Meylani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.894 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang analisis struktural cerita tembang macapat dalam novel Prau gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. Soekirman. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman. Objek penelitian ini adalah syair-syair tembang macapat dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman. Dalam teknik pengumpulan data digunakan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini dengan buku sebagai pencatat data. Adapun teknik keabsahan data digunakan teknik peningkatan ketekunan. Analisis data digunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini adalah pedekatan struktural pada kumpulan syair-syair tembang macapat dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman terdapat empat hakikat puisi, yaitu tema, perasaan, nada, dan suasana, serta amanat. Keseluruhan makna yang terdapat dalam kumpulan syair-syair tembang macapat dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman adalah berisi tentang kesedihan, kritik, jatuh cinta, nasihat, harapan, kebahagiaan, pengorbanan, dan wujud rasa syukur manusia dalam menjalani kehidupan.   Kata kunci: kajian struktural, tembang macapat, novel  
Analisis Kohesi Gramatikal dalam Novel Garuda Putih Karya Suparto Brata Rini Setyoningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.439 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan: (1)mendeskripsikan bentuk penanda kohesi gramatikal yang terdapat dalam novel Garuda Putih Karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan penggunaan bentuk kohesi gramatikal dalam novel Garuda Putih Karya Suparto Brata, (3) mendeskripsikan penggunaan jenis kata dalam novel Garuda Putih Karya Suparto Brata.  Jenis  penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam novel Garuda Putih Karya Suparto Brata. Sumber data dalam dalam penelitian ini adalah novel Garuda Putih Karya Suparto Brata, terdiri dari dua puluh delapan bab yang diterbitkan oleh NARASI (Anggota IKAPI), Yogyakarta pada tahun 2009. Instrumen penelitian digunakan pensil, pulpen, penggaris dan nota pencatat data. Uji keabsahan data penelitian ini adalah menggunakan teknik meningkatkan ketekunan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik observasi, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik content analysis (analisis). Hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata. penelitian ini disimpulkan: (1) Penanda kohesi gramatikal yang diteliti meliputi (i) referensi (pengacuan), baik persona I tunggal bentuk bebas; persona I tunggal bentuk terikat lekat kanan; persona I tunggal bentuk terikat lekat kiri, persona I jamak, persona II tunggal bentuk terikat lekat kanan, persona II tunggal bentuk terikat lekat kiri, persona II bentuk bebas, persona III tunggal, bentuk terikat lekat kanan,  persona III tunggal bentuk bebas, demonstratif waktu kini, demonstratif waktu netral, demonstratif waktu lampau, demonstratif tempat ekspilsit, demontratif tempat agak jauh dengan penutur, demontratif tempat dekat dengan penutur; (ii) substitusi (penyulihan), baik substitusi nominal, substitusi verbal, substitusi frasal; (iii) elipsis (pelesapan); (iv) konjungsi (perangkaian): pertentangan, syarat, konsesif, penambahan, urutan, sebab akibat, waktu, pilihan, perkecualian, tujuan, cara, perlawanan; (2) penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal yang paling dominan secara umum adalah referensi (pengacuan) khususnya persona III yaitu pengacuan persona III tunggal bentuk terikat lekat kanan. Sedangkan untuk penggunaan penanda kohesi gramatikal paling sedikit adalah substitusi (penyulihan) khususnya substitusi nominal yang hanya terdapat dua penanda; (3) wujud penggunaan penanda jenis tembung (kata) dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata meliputi ; (a) kata benda; (b) kata kerja; (c) kata sifat ; (d) kata keterangan; (e) kata ganti; (f) kata bilangan; (g) kata sambung; (h) kata depan; (i) kata sandang; (j) kata seru.   Kata kunci: kohesi gramatikal, Garuda Putih
Kajian Struktural dan Nilai Pendidikan Budi Pekerti Novel Kentjono Katon Wingko Karya Boedhi S. Novi Rustikasari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.744 KB)

Abstract

Abstrak: “Kajian Struktural dan Nilai Pendidikan Budi Pekerti Novel Kentjono Katon Wingko Karya Boedhi S”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur sastra yang terdapat dalam novel Kentjono Katon Wingko Karya Boedhi S;dan (2) nilai pendidikan budi pekerti yang terdapat dalam novel Kentjono Katon Wingko Karya Boedhi S. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Kentjono Katon Wingko Karya Boedhi S. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari dalam novel Kentjono Katon Wingko. Dalam  pengumpulan data digunakan teknik observasi, pustaka, dan simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, dan kartu pencacat data. Dalam  keabsahan data digunakan teknik triangulasi. dalam menganalisis data digunakan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Dari hasil penelitian novel Kentjono Katon Wingko karya Boedhi S didapatkan bahwa (1) struktur sastra novel Kentjono Katon Wingko karya Boedhi S terdiri dari: (a) tema dalam novel Kentjono Katon Wingko adalah cinta kasih, (b) tokoh utamanya: Hartadi memiliki sifat  sabar, baik, pemaaf, rajin, pemberani, sopan dan jujur; tokoh tambahannya: Esty memiliki sifat pembohong, sopan, pemberani, dan perhatian; Pak Harjopranoto dengan sifat pandai, materialistis, egois dan lemah iman; RM Soedigda dengan sifat culas, tidak setia dan jahat; Suyatno dengan sifat senang bercanda dan perhatian; Bu Harjo dengan sifat pekerja keras dan sopan, (c) alur: alur maju, (d) latar tempat meliputi: Sarangan, kampung Semanggi, dalam kereta api, kota Sala, pasar Pon, rumah, Taman Curug, dan Taman Tirtonadi;  latar waktu meliputi: malam, pagi, siang, hari Minggu dan sore; dan latar suasana meliputi: dingin, sedih dan susah, sepi, bingung, bahagia, kaget dan mencekam, (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu; (2) nilai pendidikan budi pekerti dalam novel Kentjono Katon Wingko karya Boedhi S meliputi ingat kepada Tuhan terdiri dari 2 data, pemaaf terdiri dari 4 data, rendah hati terdiri dari 2 data, penyayang terdiri dari 5 data, menerima terdiri dari 5 data, setia terdiri dari 4 data, ikhlas terdiri dari 2 data, peduli terdiri dari 7 data dan jujur terdiri dari 8 data.   Kata Kunci : nilai pendidikan budi pekerti, novel Kentjono Katon Wingko.
Fakta Cerita Dan Nilai Nasionalisme Lara Lapane Kaum Republik dalam Roman Kelangan Satang (Seri Wiradi) Karya Suparto Brata Ngatiatus Sa’diyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.257 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan fakta cerita dalam cerita Lara Lapane Kaum Republik dalam roman Kelangan Satang (seri Wiradi) karya Suparto Brata dan (2) mendeskripsikan nilai nasionalisme Lara Lapane Kaum Republik dalam roman Kelangan Satang (seri Wiradi) karya Suparto Brata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian  berupa roman Kelangan Satang (seri Wiradi) karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Dalam teknik observasi penelitian dilakukan dengan mengadakan pengamatan atau mencari objek penelitian berupa roman Kelangan Satang (seri Wiradi) karya Suparto Brata. Teknik pustaka yaitu dengan menggunakan sumber-sumber referensi yang berkaitan dengan teori sastra dan nilai nasionalisme. Teknik catatnya yaitu dengan mencatat data-data berupa fakta cerita dan nilai nasionalisme yang terdapat pada Lara Lapane Kaum Republik dalam roman Kelangan Satang (seri Wiradi) karya Suparto Brata. Dalam teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten  yaitu mengkaji dan membahas unsur struktural (fakta cerita) dan nilai nasionalisme Lara lapane Kaum Republik dalam roman Kelangan Satang (Seri Wiradi) karya Suparto Brata. Berdasarkan hasil analisis data,  penelitian yang terdapat dalam cerita Lara Lapane kaum Republik dalam roman Kelangan Satang (seri Wiradi)dapat diketahui bahwa (1) fakta cerita dalam LLKR meliputi: (a) tokoh dan penokohan; (b) alur; (c) latar meliputi latar tempat, latar waktu, latar sosial. Kemudian (2) nilai nasionalisme meliputi: (a) nilai rela berkorban; (b) nilai persatuan dan kesatuan; (c) nilai harga dan menghargai; (d) nilai kerjasama; (e) nilai bangga menjadi bangsa Indonesia.  Nilai nasionalisme dijuga dibantu dengan asas wawasan kebangsaan meliputi kepentingan yang sama, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama adanya koordinasi, kesetiaan terhadap kesepakatan bersama.   Kata Kunci: fakta cerita dan nilai nasionalisme
Pembelajaran Nilai Budi Pekerti dalam Novel Clemang-Clemong karya Suparto Brata Krisna Pebryawan; Bayu Indrayanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.184 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur struktural yang meliputi tema, alur, penokohan, latar, dan sudut pandang, serta pembelajaran nilai budi pekerti dalam novel clemang-clemong karya Suparto Brata.  Sumber data penelitian ini adalah novel Clemang-clemong tahun 2007 dan data penelitiannya adalah teks novel Clemang-clemong yang mengandung tema, alur, penokohan, setting, sudut pandang, dan nilai-nilai pendidikan budi pekerti. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dialektika, dan teknik analisis datanya menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Novel Clemang-clemong bertemakan percintaan.. Aspek penokohan dalam novel tersebut menampilkan tokoh-tokoh dengan komplek. Alur yang digunakan adalah alur maju. Untuk settingnya digarap dengan sederhana namun kuat. Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah sudut pandang orang ketiga. (2) Nilai pendidikan budi pekerti yang terdapat dalam novel Clemang-clemong terbagi menjadi dua, yaitu nilai individu dan sosial. Dalam nilai individu ada etika berbicara dan etika berbusana, dalam nilai sosial ada nilai simpati dan empati, serta nilai saling menghargai. (3) Pembelajaran budi pekerti dengan menggunakan kajian novel Clemang-clemong mungkin sekali untuk diterapkan dalam pengajaran.   Kata kunci: Pembelajaran, Budi Pekerti, Clemang-clemong
Konflik Sosial Cerita Bersambung Wanita Buron Karya Sanijo Raf Edisi 14 Desember 2014 Sampai 1 Maret 2014 Anggraeni Nita Lestariningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.789 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik cerita bersambung Wanita Buron; (2) aspek sosial cerita bersambung Wanita Buron; (3) konflik sosial cerita bersambung Wanita Buron. Jenis penelitian ini adalah deskripti kualitatif. Data dalam penelitian ini  berupa deskripsi kalimat serta kutipan dalam cerita bersambung Wanita Buron.  Sumber data yaitu cerita bersambung Wanita Buronkarangan Sanijo Raf diterbitkan oleh majalah berbahasa Jawa Penjebar Semangat Surabaya tahun 2013 sampai 2014, dengan tebal 37 halaman. Teknik pengumpulan data teknik pustaka, teknik simak, dan catat. Instrumen penelitiannya adalah peneliti itu sendiri dengan alat bantu nota pencatat dan alat tulis, serta berupa buku-buku acuan tentang teori sastra, teori sosiologi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi.Teknik penyajian hasil analisis dengan metode penyajian informal. Hasil (1) analisis unsur intrinsik cerita bersambung Wanita Buron yaitu: (a) tema perjalanan cinta Hermanto; (b) tokoh utama yaitu Hermanto, dan tokoh tambahan Nyonya Sawitri, Aki Sontanu, Yuniar Susana Dewi, Biyung Sarah, Mandor Patoni, Bagarwanta, Baskara, Polisi, Pak Dirgo, Komandan Bancala, Basuki; (c) alur yang digunakan alur progresif (maju); (d) latar, meliputi latar tempat,latar waktu, dan latar sosial suasana; (e) sudut pandang yang digunakan orang ketiga serba tahu. (2) analisis sosiologi sastra (a) aspek pendidikan; (b) aspek keagamaan; (c) aspek kekerabatan; (d) aspek ekonomi; (e) aspek politik. (3) analisis konflik sosial (a) faktor penyebab konflik meliputi, perbuatan zina, ancaman pembunuhan, kecurigaan nyonya Sawitri, rahasia Biyung Sarah, dan pencarian jati diri ; (b) wujud konflik yakni, ; ancaman pembunuhan, balas dendam Nyonya Sawitri, tawuran; (c) penyelesaian konflik meliputi, penyesalan Hermanto karena telah  meninggalkan ibunya, kejujuran biyung Sarah kepada putranya, berbicara baik-baik untuk memperoleh kesepakatan bersama.   Kata kunci : konflik sosial, sosiologi, ceerita bersambung Wanita Buron

Page 2 of 2 | Total Record : 17