cover
Contact Name
Sunandar Macpal
Contact Email
macpal@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6282194001028
Journal Mail Official
farabi@iaingorontalo.ac.id
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo Jl. Gelatik, No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Farabi
ISSN : 19070993     EISSN : 24428264     DOI : -
Core Subject : Religion,
Farabi is an academic journal published by the LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo, INDONESIA. Farabi published twice a year (every six months, ie Juni aThis journal focuses on Ushuluddin and Islamic Thought. It dedicates as public space to develop and promote Islamic thought, idea, and philosophy based on the original research and current issues which are underlying the value of tolerance and moderation, such as the following but not limited to these specific issues.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2013): Farabi" : 6 Documents clear
PLURALISME DAN PERDAMAIAN DALAM AL-QUR’AN (Telaah Kritis Aqidah dan Syari’ah) Rahmawati Rahmawati
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme se­lalu menjadi problem, baik ketika menyangkut sistem eko-nomi, ideologi-politik maupun struktur sosial, apalagi masalah agama­-agama. Agama memiliki potensi integratif sekaligus disintegratif, maka perlu selalu diwaspadai sebagai sumber pemicuh Untuk itu, diperlukan pandangan teologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara filo-sofis, dan dapat dilaksanakan dalam tataran etis, sebagai 'bekal hidup'. Konsep pluralisme agama dalam al-Qur'an adalah: Tidak adanya paksaan dalam beragama, pengakuan atas eksistensi agama-agama. kesatuan kenabian, dan kesatuan pesan ketuhanan.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA: BERBAGI BUDAYA BERBAGI MAKNA Wahidah Suryani Djafar
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun penghubung antarbudaya merupakan hal penting dan konkrit yang harus dilakukan. Dengan penghubung itu, maka akan tercipta hubungan yang harmonis antara siapapun yang berbeda budaya dan sedang melakukan proses komunikasi. Hal lain yang bisa terwujud adalah terbangunnya kesamaan makna, dan kesamaan pengertian. Sama makna berarti tercipta komunikasi efektif. Bila dalam proses komunikasi antabudaya sudah berjalan secara efektif berarti telah terjadi pertukaran budaya dan makna yang juga efektif.
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH TENTANG AL-QUR’AN TAFSIR Ilyas Daud
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran al-Qur’an dan tafsir seorang ulama besar dan sekaligus seorang pembaharu yang bernama Muhammad Abduh. Muhammad Abduh melihat bahwa tafsir yang baik adalah tafsir yang tidak keluar dari maksud dan tujuan al-Quran itu sendiri, yaitu yang disandarkan kepada pemahaman Kitab Ilahi dengan menempatkannya sebagai sandaran agama dan hidayah (petunjuk) dari Allah swt kepada seluruh alam, yang didalamnya terkumpul penjelasan-penjelasan tentang apa-apa yang baik dan bermanfaat bagi manusia di dunia dan yang membawa keselamatan di akhirat. Oleh karena al-Quran diturunkan untuk kebaikan manusia, maka tidak perlu melarang manusia untuk mempelajari dan mendalaminya sesuai dengan kemampuannya. Adapun corak tafsir Muhammad Abduh adalah corak al-Adabi al-Ijtima’i. Corak tafsir ini berusaha memahami teks al-Qur'an dengan cara, pertama dan utama, mengemukakan ungkapan-ungkapan al-Qur'an secara teliti, selanjutnya menjelaskan makna-makna yang dimaksud oleh al-Qur'an tersebut dengan gaya bahasa yang indah dan menarik, kemudian berusaha menghubungkan nash-nash al-Qur'an yang tengah dikaji dengan kenyataan sosial dan sistem budaya yang ada. Pembahasan tafsir ini sepi dari penggunaan istilah-istilah ilmu dan teknologi, dan tidak akan menggunakan istilah-istilah tersebut kecuali jika dirasa perlu dan hanya sebatas kebutuhan
EFEKTIFITAS RRI GORONTALO SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Islam tentang persoalan-persoalan keislaman terutama mengenai syariat Islam, sehingga tingkah laku masyarakat (yang menjadi sasaran dakwah) lebih mencerminkan sifat terpuji sementara sifat-sifat yang tercela dapat ditekan. Namun berdasarkan kenyataan yang ada, khususnya di kalangan masyarakat banyak ditemukan berbagai kasus yang membuktikan bahwa seruan-seruan dakwah yang sering disampaikan tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sesuai harapan dakwah itu sendiri. Kondisi seperti ini tentu saja merupakan kondisi yang tidak ideal, karena sejatinya gerakan dakwah Islamiyah diharapkan dapat meningkatkan pembinaan spiritualitas masyarakat. Banyak aspek yang harus diperbaiki dalam kaitannya dengan permasalahan di atas, salah satunya adalah aspek pemasalan gerakan dakwah Islamiyah itu sendiri. Semakin luas cakupan penyiaran dakwah dapat diasumsikan bahwa akan semakin berpengaruh di masyarakat. Kondisi ini sudah pasti membutuhkan media yang memiliki cakupan yang luas di masyarakat. Salah satu media yang bisa digunakan adalah radio. Di Kota Gorontalo sudah banyak radio yang eksis dan bisa dimanfaatkan sebagai media pembinaan spiritualias umat salah satunya adalah RRI Gorontalo. Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo telah lama menjadi salah satu media massa yang sudah lama eksis di Gorontalo. Di antara sekian banyak program acaranya, salah satu yang mendapat perhatian yang begitu besar adalah siaran dakwah Islamiyah. Bagi sebagian masyarakat, pemilikan pesawat radio seolah sudah menjadi sebuah keharusan karena selain karena murah, siarannya bisa diperoleh secara gratis dan beragam informasi yang bisa diperoleh melalui media ini. Hal inilah yang bisa menjadi alasan untuk menjadikan media radio khususnya RRI sebagai sarana peningkatan spiritualitas masyarakat Islam di Kota Gorontalo.
PINTU MASUK FILSAFAT CINA Nazar Husain
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba mengetengahkan rekam jejak perjalanan Cina hingga mampu mencapai puncak kejayaan. Sebuah tulisan yang berusaha menguak fenomena keajaiban Cina dalam abad modern melalui kajian filsafat. Penulis mulai dengan akar sejarah awal mula peradaban Cina, Banyak Pemikiran di Cina yang berpengaruh di negara Raksasa Asia itu. Salah satunya adalah pemikiran Confusius yang diajarkan oleh guru bangsa Cina. Kedua, kedudukan filsafat adalah ajaran Cina Filsafat mereka mengungkapkan serta menghargai nilai-nilai adi-susila, dan dengan jalan hidup menurut filsafat mereka menghayati nilai-nilai adi-susila ini. ketiga, Filsafat Cina dalam dunia Modern.
KONTROVERSI HADIS-HADIS TENTANG ISBAL (Telaah Kritis Sanad dan Matan Hadis serta Metode Penyelesainnya) Muhamad Nasir
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus kepada kajian hadis yang berkaitan dengan isbal, dengan mengkritik sanad dan matannya. Ada dua hadis yang dianggap bertentangan yaitu hadis yang melarang isbal secara umum dan hadis yang memberikan desfenisasi melakukan isbal bagi orang yang tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Kedua hadis yang kontroversi ini dikompromikan dengan hasil komprominya yaitu kedua hadis ini tidak bertentangan karena hadis yang berlaku secara umum ditakhsis oleh hadis yang mentolerir orang yang melakukan isbal, tetapi tidak ada rasa sombong dalam dirinya. Pelarangan isbal dititik beratkan pada adanya sikap pemborosan yang dilakukan manusia, sedangkan orang yang menjulurkan pakaiaannya sampai kemata kaki atau dibawah mata kaki, maka itu ditolerir asalkan tidak ada rasa sombong dalam diri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6