cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Oktober 2014" : 20 Documents clear
VALUASI EKONOMI MANFAAT EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU SAPUDI, SUMENEP, MADURA Romadhon, Agus
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEkosistem terumbu karang bagi masyarakat pulau-pulau kecil memiliki peran sebagai penyedia sumberdaya perikanan.  Pulau Sapudi, terdiri dari masyarakat yang memiliki mata pencarian utama sebagai nelayan dan 569 nelayan diantaranya menjalankan praktek penangkapan ikan karang secara destruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai manfaat dari ekosistem terumbu karang dengan menggunakan pendekatan efek produktivitas sebelum dan sesudah praktek penangkapan ikan karang secara destruktif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai estimasi ekonomi aktual dari ekosistem terumbu karang di Pulau Sapudi berdasarkan data primer adalah Rp 21.027.933.840,00; sementara itu estimasi dari nilai manfaat sekarang adalah Rp 384.542.778,79 dan nilai estimasi manfaat bersih sekarang adalah Rp 239.081.334,38. Hasil juga menunjukkan melalui pendekatan data berkala diperoleh nilai estimasi dari manfaat ekosistem terumbu karang yang hilang selama kurun waktu 10 tahun. Estimasi nilai manfaat yang hilang yaitu sebesar Rp 5.097.140.400,00 atau sebesar Rp 2.842.800,00 per hektar.Keyword : Pulau Sapudi, terumbu karang, pendekatan efek produktifitas, nilai manfaat sekarang, nilai manfaat yang hilang ABSTRACTCoral reef ecosystem for people in small islands had benefit as fisheries resources supplier. In Sapudi island  there are 569 fishermen household, who are running some economic activities, including destructive fishing practices. The purposes of this research is to estimate the benefit value of coral reef in Sapudi Island using Effect on Production (EoP) approach. This approach mainly applies to estimate the difference in value of productive output before and after the impact of activity. The results of this research show that the actual economic values of coral reef in Saoudi Island based on cross section data is Rp 21.027.933.840,00, while produce an estimation of present value of the benefit is Rp 384.542.778,79. Furthermore, the present value of residual rent is as of estimated to be Rp 239.081.334,38. Based on the time series appproach, it is estimated that a loss of benefit after 10 years has been occurred. Therefore foregone benefit value of coral reef in 10 years is Rp 5.097.140.400,00 or Rp 2.842.800.000,00 per hectareKeyword : Sapudi Island, coral reef, Effect on Production (EoP), present value of the benefit,  present value of residual rent
PROSPEK DAN STRATEGI PERDAGANGAN TERNAK KAMBING DALAM MEREBUT PELUANG PASAR DUNIA Rusdiana, S.; Praharani, L.; Adiati, dan U.
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProspek kambing cukup berpeluang untuk merebut pasar ekspor menjelang era perdagangan bebas. Hal ini dikarenakan semua negara membuka pasar bagi masuknya produk impor minimal 5% dari konsumsi yang dibutuhkan. Produk dalam negeri dituntut mampu bersaing dengan produk impor baik dari segi kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Jenis ternak dan produk kambing / domba mulai dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar.Berdasarkan peluang perdagangan pasar  global, kambing merupakan komoditas unggulan untuk dipacu  perkembangan populasi, sebagai ternak ekspor. Berdasarkan permasalahan tersebut maka, tujuan tulisan ini adalah untuk mengulas beberapa prospek dan strategi perdagangan ternak kambing dalam upaya merebut peluang pasar duniayang menguntungkan bagi pendapatan devisa negara. Jenis impor ternak sapi, kambing dan domba dalam kurun waktu 2008-2012, namun secara umum terjadi kenaikan pada impor sapi hidup. Impor daging sapi cenderung menurun, impor kambing/domba hidup dan daging cenderung stabil.Keadaan tersebut mengindikasikan defisit dalam negeri meningkat. Guna mengatasi hal ini maka perlu ada wacana yang bersifat horisontal di perdagangan pasar dunia, dimana pasar tidak memonopili terhadap produk ekspor. Demikian pula diperlukan kerjasama ekonomi Sub-Regional, segitiga pertumbuhan (Growth Triangle) atau wilayah pertumbuhan (Growth Area), yang saling berketerkaitan (lingkage) ekonomi antar daerah.Kata Kunci : prospek,strategi, perdagangan, kambing, expor ABSTRACTThe prospectis quitelikely tobe able toseize the go a tex port markets, the seconditions before the era offree trade open markets of all countries for the entry ofimported products at a minimum of 5% of the required consumption, consumers determine alternative choices like meat products imported or local meat products. Domestic product sare required to compete with imported products in terms of quality, quantity and continuity, live stock and products go at and sheep began to be developed to meet the market demand, the development of go at should receiveserious attention, goat productsin the open market, domestic and export market sacceptable, in linewith the changingpolitical landscape inIndonesia, whichled to theera ofVdemocratization and globalization. Based on the world market trading opportunities of globalizati on goat is excellent commodity to be driven population growth, a sex ports of live stock, Based on the problems stretcher purpose of this paper is to mengkulas some prospects and goat strading strategies in an attempt to seize the opportunities the world market, global export, as the business economy favorable to the States foreign exchange earnings, especially for the people of Indonesia. Type imported cattle, goat sand sheep in the period 2008-2012, in general there is an increase in imports of live cattle, beef import sare likely to decline, imports of goat/sheep meattend to live and stable, indicating a deficit situationin the country increased. Weaknessis considereda common thing in every developed country, the necessary discourse bersipathorisentalin Duni market trading the market does not memonopili to export products, required Sub-Regional economic cooperation, also known as the triangle of growth (Growth Trangle) orregional growth (Growth Area), is a form ofinterdependence, in collaboration (lingkage) inter-regional economy.Keywords: prospects, strategies, trading, goats, export
PROGRAM PENGEMBANGAN MADURA SEBAGAI PULAU SAPIPERSPEKTIF MANAJEMEN RANTAI PASOKSAPI BERKELANJUTAN Mahbubi, Akhmad
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui sistem dasar rantai pasok sapi Madura, menyusun model sistem dinamis rantai pasok sapi Madura dan menghasilkan skenario optimal pengelolaan rantai pasok sapi Madura berkelanjutan guna mewujudkan Madura sebagai pulau sapi. Jenis data adalah data sekunder dan sumber data dari BPS, Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Jawa Timur. Analisis data menggunakan model dinamis. 5 skenario kebijakan pengelolaan rantai pasok sapi madura berkelanjutan berdasar aspek sosial, pendapatan ekonomi dan lingkungan dengan mengacu pada indikator pencapaian dalam blue print program swasembada daging sapi 2014 dan program pengembangan pulau madura sebagai pulau sapi. Hasil penelitian ini adalah skenario pengelolaan rantai pasok sapi Madura berkelanjutan yang paling optimal guna mewujudkan pulau Madura sebagai pulau sapi adalah skenario kebijakan dengan indikator keberhasilan tingkat kematian pedet menjadi 20%.Kata Kunci : model dinamis, rantai pasok, sapi Madura, berkelanjutanABSTRACTThis study is aimed to knowing the basic system of Madura cattle supply chain, to recognize the dynamic system model of Madura cattle supply chain and producean optimal scenario of sustainable supply chain management to realize Madura as the cattle island. Type of secondary data has been collected from BPS, ministry of agriculture and east java livestock services. Dynamic model  used to analyze the data. Five policy scenarios to be used in the analysis of the behavior of Madura cattle supply chain systems in both social welfare, economical revenue aspects and the environment refers to a variety of technical indicators achievement in the blueprint of of beef self-sufficiency program at 2014 and Madura development program as the cattle island. The results of this study are most optimal policy scenario of the success indicator to calf mortality rate 20%.Keywords : dynamic models, supply chain, Madura cattle, sustainable 
ANALISIS RESPON KONSUMEN TERHADAP FAKTOR-FAKTORMARKETING MIX DALAM PEMBELIAN PRODUKLUWAK WHITE KOFFIE DI PASAR SWALAYAN KOTA SURAKARTA Karnasih, Yesi Krista; Harisudin, Mohd.; Suprapto, dan
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor marketing mix dan variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk Luwak White Koffie instan di pasar swalayan Kota Surakarta serta posisi produk Luwak White Koffie terhadap produk pesaing. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teknik survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah  judgment sampling. Metode analisis data yang digunakan antara lain analisis faktor dan perceptual map. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa ada 4 faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memutuskan pembelian luwak white koffie yaitu faktor produk, faktor aroma dan rasa, faktor tempat, dan faktor promosi. Variabel-variabel yang dominan dipertimbangkan konsumen adalah variabel merek pada faktor produk, variabel rasa pada faktor aroma dan rasa, variabel penataan di swalayan pada faktor tempat dan variabel tampilan iklan pada faktor promosi. Posisi produk Luwak White Koffie instan dibandingkan dengan produk pesaing melalui perceptual map menempati posisi unggul untuk atribut merek, rasa, kecepatan alir, isi pesan iklan, dan tampilan iklan.Kata Kunci: Marketing Mix, Analisis Faktor, Perceptual Map, Luwak White Koffie ABSTRACTThis research aims to determine the marketing mix factors and dominant variables which considered by consumers into buying  instant Luwak White Koffie at supermarket in Surakarta City and Luwak White Koffie product position against competitor products. The basic method in this study was analytical descriptive with survey techniques. Location research determined purposively. The sampling method used was judgment sampling. Data analysis methods used include factor analysis and perceptual map. The data used is primary data and secondary data. The results of factor analysis showed that there are four factors that are considered by consumers to buy products Luwak White Koffie instant at supermarket in Surakarta City. The  factor based on the priority is products factor, aroma and flavor factor, places factor and  promotion factor. The dominant variables were considered by consumers into buying products Luwak White Koffie instant at supermarket in Surakarta city by the value of  factor loading is the brand on the product factor, flavor variable on aroma and flavor factor, display in supermarkets on places factor and display ads on the promotion factor. Position of Luwak White Koffie instant compared to competitors products through  perceptual map position, excellent for the brand attributes, flavor, flow rate, the content of advertising messages, and the display ads.Keywords: Marketing Mix, Factor Analysis, Perceptual Map, Luwak White Koffie
PERUBAHAN NERACA PERDAGANGAN INDONESIASEBAGAI AKIBAT PENGHAPUSAN TARIF IMPOR GULA Pudjiastuti, Agnes Quartina
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAsean Free Trade Area (AFTA) mensyaratkan tarif impor gula harus diturunkan secara bertahap hingga menjadi 0% pada tahun 2015. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak dihapusnya tarif impor gula terhadap neraca perdagangan Indonesia. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan data dasar Tabel I-O dan SNSE Indonesia tahun 2008 untuk menyusun model CGE. Perekonomian Indonesia diagregasi menjadi 23 sektor dengan 8 rumah tangga dan 3 input primer. Penghapusan tarif impor gula di Indonesia berdampak pada output domestik, ekspor, impor dan neraca perdagangannya. Di sektor pertanian, output domestik dan impornya meningkat, ekspornya turun, tetapi neraca perdagangannya masih surplus. Sementara sektor industri dan jasa, output domestik dan ekspornya turun, serta impornya naik, tetapi neraca perdagangannya defisit. Impor gula bahkan naik hingga 85,71%. Ini perlu diwaspadai oleh pemerintah.Indonesia dapat dikatakan belum siap menghadapi liberalisasi gula,sehingga perlu melakukan negosiasi ulang perdagangan bebas dengan negara-negara anggota FTA dan menata perekonomian domestic terlebih dahulu.Kata Kunci: Gula, tarif impor, neraca perdagangan, CGE. ABSTRACTAsean Free Trade Area requires that sugar import tariff should be reduced gradually to 0 % in 2015. This study aimed to evaluate impact of the tariff elimination to Indonesias trade balance. The evaluation was done using IO Table and SAM Indonesia 2008 as basis to construct CGE models. Indonesian economy was aggregated into 23 sectors, 8 households and 3 primary inputs. Elimination of the tariff in Indonesia had impact on domestic output, exports, imports and balance of trade. In agricultural sector, domestic outputs and imports increased, exports dropped, but trade balance were surplus. While industrial and service sectors, domestic output and exports decreased, imports increased, but trade balance were deficit. Even sugar imports jumped to 85.71 %. Government should be wary. Indonesia can’t be said to be ready to face sugar liberalization, so it’s necessary to re-negotiate free trade with FTA member countries and arranging the domestic economy first.Key Words: Sugar, import tariff, balance of trade, CGE
PROFIL DAN KARAKTER SOSIAL EKONOMI PETANI TANAMAN PANGAN DIBOJONEGORO Andri, Kuntoro Boga
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPetani Bojonegoro saat ini didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara optimalisasi pertanian, revitalisasi agribisnis, diversifikasi pertanian dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui profil petani di Kabupaten Bojonegoro yang berisi tentang kondisi petani, kepemilikan lahan, pendapatan dan potensi yang dimiliki, serta menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi perilaku petani dan kondisi sosial ekonomi mereka. Penelitian dilaksanakan dengan memahami dan mengelola data sekunder maupun data primer untuk kemudian dianalisis deskriptif dan finansial untuk mengetahui profil petani dalam usaha bidang petanian, sehingga mampu memberikan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Hasil analisa usahatani menggambarkan sebagian besar komoditas tanaman pangan yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bojonegoro sudah memberikan tingkat keuntungan yang sangat memuaskan. Meski demikian masih diperlukan optimalisasi penerapan teknologi dan input pertanian agar  potensi  unggulan dapat dimaksimalkan dengan intervensi  berbagai  program meliputi  keseluruhan  proses  mulai  dari  on  farm/ produksi/ hulu  sampai  off  farm/industri/ hilir dan permodalan usahatani.  Kata kunci: Petani Kecil, Tanaman Pangan, Intensifikasi, BojonegoroABSTRACTFarmers in Bojonegoro are currently supported to improve their welfare by means of optimization of agriculture, revitalize agribusiness, agricultural diversification and facilitation of the local government. This study aims to determine the profile of farmers in Bojonegoro which contains the conditions of farmers, land ownership , revenue and potential, and to analyze the determinants that influence the behavior of farmers and their socio-economic conditions. The experiment was conducted with the understanding and managing secondary data and primary data for the analysis to determine the financial and descriptive profile of farmers in the business of agricultural fields, eventuallyto be able to provide solutions to increase the income and welfare of farmers. It required the optimization of  the technology application and agricultural inputs in order to maximize the high potential commodity intervention programs which covering the entire process from on farm / production / upstream to off farm / industrial / downstream farming and capital. The results of the farming analysis was concluded that  most of  food crops which cultivated by the farmers in the Bojnegoro district had already provided a very satisfactory level of profit.Keywords: Smallholders, Food, Crops , Intensification , Bojonegoro
STRATEGI TERCAPAINYA KETAHANAN PANGAN DALAM KETERSEDIAAN PANGAN DI TINGKAT REGIONAL dan, Isbandi; Rusdiana, S.
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebutuhan pangan di Indonesia untuk saat ini belum dapat tercukupi karena, pertanian di Indonesia belum bisa dikelola dengan baik, untuk saat ini peran para petani sangat dibutuhkan guna untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Melihat permasalahan di atas tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana strategi tercapainya ketahanan pangan dalam ketersediaan pangan secara nasional  yang dapat disiasati dengan ketersediaan pangan,  mengembangkan kelembagaan, solusi diversifikasi pangan secara nasional sehingga dapat terwujud ketahanan pangan dan tidak ketergantungan pada pangan pokok masyarakat. Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh  Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan,masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Kecukupan pangan  untuk kepentingan masyarakat secara nasional, tercapainya target kecukupan pangan dengan adanya sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh masyarakat secara nasional, distribusi pangan yang lancar, harga pangan murah dan terjangkau oleh lapisan masyarakat secara nasional, merata keseluruh daerah-daerah di Indonesia, konsumsi pangan setiap individu terpenuhi kecukupan gizi seimbang dapat menikmati yang berdampak pada kecukupan pangan dengan baik dan status gizi masyarakat Indonesia terpenuhi  secara regional.Kata Kunci : ketahanan pangan, ketersediaan pangan, strategi pangan regional ABSTRACTFood needs in Indonesia to date can not be fulfilled because of agriculture in Indonesia can not be managed well, for now the role of farmers is urgently needed to increase food productivity in Indonesia. Looking at the above problems purpose of this paper to find out how to achieve food security strategy in the national food availability can be circumvented by ketersdiaan food, develop institutional, food diversification solutions nationally to enable the creation of food security and reliance on staple foods. Food is an essential and strategic commodity for Indonesia since food is a basic human need that must be met by the government and the community together as mandated by Law No. 7 of 1996 concerning food. Mentioned in the Act Government organized setting, coaching, control and supervision, while community organizing production processes and supply, trading, distribution and function as consumers are entitled to adequate food in quantity and quality, safe, nutritious, diverse, equitable, and affordable by the community. Food security for the benefit of the national community, the achievement of food sufficiency targets with a system of food security in Indonesia comprehensively covers four sub-systems, namely: the availability of food in sufficient quantity and type for the entire national community, lancer food distribution, food prices cheap and affordable by the national society, evenly throughout the regions in Indonesia, each individual food consumption is met can enjoy a balanced nutrition that impact on the food security and nutritional status of both the people of Indonesia met nationally.Keywords: achievement strategies, at regional food
ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN UNTUK PEMBANGUNAN PEDESAAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGIS Kuntariningsih, Apri; Mariyono, Joko
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeknologi pertanian diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Berbagai teknologi pertanian telah diperkenalkan dan disebarluaskan kepada petani, tetapi sebagian besar petani pedesaan masih dianggap tertinggal dari masyarakat lain. Kajian ini bertujuan  mempelajari kegagalan penyebaran teknologi pertanian dalam mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan. Berdasar kajian ini nantinya diharapkan mampu merumuskan strategi dari asepk sosiologis terkait penyebaran teknologi pertanian. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor sosial, ekonomi dan kelembagaan perlu mendapat perhatian lebih dari pembuat kebijakan baik di tingkat nasional dan lokal dalam rangka untuk meningkatkan dampak diseminasi teknologi pertanian dalam peningkatan kesejahteraan petani di daerah pedesaan.Kata kunci: Adopsi Teknologi Pertanian, Pendekatan Sosiologis, Pembagunan Pedesaan.ABSTRACTAgricultural technology is expected to help farmers to improve welfare. Various agricultural technologies have been introduced and disseminated to farmers, but to some extents, peasants are still considered lag behind other communities. This paper is conducted investigate the failure of agricultural technologies dissemination in alleviating poverty in rural areas. This strudy showssocial, economic and institutional factors that need more attention from policy makers both at national and local levels in orde to improve impact of agricultural technology dissemination in escalating farmers’ welfare in rural areas.Keywords: Agricultural Technology Adoption, Sociological Approach, Rural Development
KONTRIBUSI PENDAPATAN AGRIBISNIS KELAPA PADA PENDAPATANKELUARGA PETANI DI KABUPATEN GORONTALO Bahua, Mohamad Ikbal
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan keluarga petani dari usahatani kelapa, dan mengetahui tingkat distribusi pendapatan keluarga petani dari usahatani kelapa. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan kecamatan yang mempunyai potensi perkebunan kelapa yang di tarik purposive random sampling masing-masing dua Desa yang merupakan wilayah potensial perkebunan kelapa. Dari setiap desa ditarik secara acak sederhana 25 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan, besarnya kontribusi usahatani kelapa pada pendapatan keluarga petani adalah 53,6 % atau 4,77 juta rupiah per tahun (2.62 juta rupiah/ha). Sumber pendapatan di luar usahatani kelapa telah memperbaiki distribusi pendapatan keluarga petani yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya nilai koefisien Gini. Koefisien Gini untuk pendapatan yang berasal dari kelapa sebesar 0,364, untuk pendapatan keseluruhan usahatani sebesar 0,329, sedangkan untuk seluruh pendapatan termasuk non usahatani 0,275.Kata Kunci:Kontribusi, Pendapatan, Agribisnis, Usahatani Kelapa ABSTRACTThis research aims to know the contribution of income farm families of coconut farmer, and knowing the level of distribution of income farm families of coconut farmer. The method used is the method the survey. Sampling technique is based on the consideration of the district which had the potential of plantations are in random simple pull each of the two villages which are the potential areas of coconut plantations. From each village are pulled purposive random sampling 25 respondent. The results showed, the amount of contribution revenues from agribusiness coconut farmer in the family income is the 53.6% or 4.77 million rupiah per year (2.62 million rupiah/hectare). Other sources of income outside of farming has coconut farming families improve income distribution as indicated by the small value of the Gini coefficient. Gini coefficient for income derived from oil of 0.364, for overall farm income amounted to 0.329, while for all, including non-farm income of 0.275.Keywords: Contributions, Income, Agribusiness, Coconut Farmer
PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGELOLAAN KOPERASI AGRIBISNIS BERORIENTASI BISNIS Mukti, Gema Wibawa; Charina, Anne
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberikan pemahaman kepada stakeholder koperasi agribisnis mengenai pentingnya penerapan kewirausahaan dalam manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Analisis yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengetahui gambaran detail dan mendalam tentang penerapan kewirausahaan dalam koperasi Mitra Tani Parahyangan.Jiwa Kewirausahaan menjadi suatu hal yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis pertanian (Agribisnis), Sifat dan watak seorang agripreneurship adalah memiliki kemauan keras, berani mengambil risiko, jeli dalam melihat peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah, senantiasa memperkuat jaringan usaha, memiliki semangat untuk selalu meningkatkan kualitas produk bagi kepuasan konsumen, memiliki cara pandang positif terhadap suatu keadaan dan memiliki sifat kepemimpinan.Koperasi Mitra Tani Parahyangan memiliki Unit Usaha Otonom Hortikultura, Tanaman Pangan, Simpan Pinjam dan Sarana Produksi. Dalam aspek pelayanannya, koperasi Mitra Tani Parahyangan memberikan pelayanan dalam hal on farm, penyediaan sarana produksi (hulu), Pasca panen dan pemasaran (hilir) dan juga penunjang. Kata kunci : Kewirausahaan, Koperasi, usaha bersama, agribisni, Bisnis. ABSTRACTThe purpose of the study was to provide insight to stakeholders about the application of cooperative-preneurship in the cooperative management. Research location determined purposively. This study was conducted using a qualitative approach  with a  case study techniques, to find out the details and in-depth overview of the application of entrepreneurship within the cooperative Mitra Tani Parahyangan .Entrepreneurship becomes a thing to be possessed by agricultural business , The nature and character of a agripreneurship is risk-taking , keen in seeing a business opportunity that has a promising future , constantly strengthen business networks , have a passion for always improve product quality for customer satisfaction , have a positive outlook on the situation and has leadership qualities.Mitra Tani Parahyangan have Horticulture Business Unit, Plant Food , Savings, Loans and means of production . In the services aspect , Mitra Tani Parahyangan providing service in terms of on-farm , providing the means of production ( upstream ) , Post- harvest and marketing ( downstream ) and also supporting .Keyword : entrepreneurship, agribusiness, cooperative, cooperative-preneurship

Page 1 of 2 | Total Record : 20