cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Oktober 2016" : 10 Documents clear
DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP KOMODITAS PISANG MAS KIRANA Ariq Dewi Maharani
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1828

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek profitabilitas pisang mas Kirana di Kabupaten Lumajang, dan menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap pisang mas Kirana di Kabupaten Lumajang. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive method) di Kabupaten Lumajang. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM) untuk menganalisis aspek profitabilitas dan dampak kebijakan pemerintah terhadap pisang mas Kirana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komoditas pisang mas Kirana menguntungkan secara finansial dan ekonomi yang ditunjukkan dengan keuntungan privat (PP) Rp 10.444.911,8 per hektar dan keuntungan sosial (SP) sebesar Rp 23.108.983,7 per hektar. Keuntungan privat pisang mas Kirana lebih kecil daripada keuntungan sosialnya (PPSP) menunjukkan bahwa terjadi distorsi pasar pada komoditas pisang mas Kirana, terdapat dampak kebijakan subsidi terhadap harga-harga input pada usahatani pisang mas Kirana; masih belum ada lembaga yang dapat memberikan pelayanan yang kompetitif serta informasi yang lengkap dan rendahnya harga beli pisang mas Kirana di dalam negeri. ABSTRACTThe purpose of this research for: to analyse the aspect of profitability Kirana Mas banana and to analyse impact of government policy on Kirana Mas banana in Lumajang District. Determination of location was done intentionally or purposive method in Lumajang regency. The data that was used covering primary data and secondary data. Data analysis used Policy Analysis Matrix (PAM) for knowing of profitability aspect and impact of government policy on Kirana Mas banana. The results showed that Commodity of Kirana Mas banana has financially and economically beneficial, shown by private profit (PP) Rp 10,444,911.8 per hectare and social benefits (SP) Rp 23,108,983.7 per hectare. Private profits of “Kirana mas” banana are smaller than social benefit (PP SP), shows that the distortion in the commodity markets, there is the impact of subsidies on input prices on a banana farm; there is still no institution that can provide competitive services and complete information and the low purchase price of this banana in the country.
ANALISIS EFISIENSI DISTRIBUSI PADA PENJUALAN PRODUK OLAHAN BUAH DAN SAYURAN DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Silvana Maulidah
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1594

Abstract

Industrial agro requires efficient marketing distribution making it easier for consumers to get their products and can optimize the benefits to achieve a large market share. The purposes from this research is to identify the distributional channel toward fruit and vegetable processing product sale, to analyze the efficient rate on fruit and vegetable processing product, and to formulate the distributional efficiency rate improvement strategy which is not efficient using Data Envelopment Analysis (DEA) is done by WDEA (Warwick DEA) Software. Limitations in the efficiency measurement in this study is the input and output variables. Input variables include the number of retailers, delivery volume, and distribution costs. Variable output includes the volume of sales, revenue and profits. The result of distributinal efficiency analysis toward fruit and vegetables processing product selling namely: (1) used are zero-rate and one rate distributional channeling. (2) There are 8 distributional channeling which is efficient includes in Malang, Batu, Kediri, Tuban, Magelang, Jombang, Lumajang and Surabaya. Meanwhile 7 distributional channeling area which is not efficient are Blitar, Banyuwangi, Bojonegoro, Trenggalek, Lamongan, Ponorogo, and  Mojokerto. (3) Improvement strategy toward distributional channeling area which is not efficient are explained below: (a) decrease the sending volume according to the efficiency target; (b) increase the selling volume based on the efficiency target in order not to get heaping on product so it can give advantage for industrial agro; and (c) add the total amount of retailer toward distributional area which is not efficient.
KEUNGGULAN KOMPARATIF KOMODITAS HORTIKULTURA DI KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN BELIK Watemin Watemin; Rahmi Hayati Putri
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dari komoditas hortikultura yang dibudidayakan oleh petani di Kawasan Agropolitan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Data penelitian diperoleh dari responden sebanyak 50 orang petani yang dipilih secara sengaja. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis Koefisien Biaya Sumber Daya Domestik (Koefisien BSD). Hasil analisis menunjukan bahwa koefisien biaya sumber daya domestik lebih besar dari satu (koefisien BSD 1). Dengan demikian komoditas hortikultura utama yang dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Belik tidak memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan komoditas sejenis yang dibudidayakan oleh petani di negara lain.
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI KARET EKS UPP TCSDP DI DEBA BINA BARU Shorea Khaswarina; Putri Wulandari
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani karet Eks UPP TCSDP di Desa Bina Baru. Teknik pengumpulan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Ada pun untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan pendekatan ekonometrik dengan model persamaan simultan yang menggunakan persamaan 2SLS. Hasil dari penelitian adalah faktor yang dominan pada aspek produksi adalah jumlah batang karet produktif dan total biaya usaha tani. Namun, tidak ada faktor yang responsif. Faktor dominan pada aspek alokasi waktu kerja adalah jumlah batang karet produktif, pengalaman kerja petani, pendapatan luar usaha tani dan umur petani. Faktor yang responsif adalah pengalaman kerja petani dan umur petani. Faktor dominan pada aspek pendapatan adalah alokasi waktu kerja luar usaha tani karet dan pendidikan petani. Faktor yang responsif adalah pendidikan petani. Faktor dominan pada aspek pengeluaran adalah pendapatan total petani, pendidikan istri, jumlah anak sekolah dan konsumsi non pangan, dan jumlah anggota keluarga. Faktor yang responsif adalah pendapatan total petani, pendidikan istri, jumlah anak sekolah dan konsumsi non pangan.
MODEL KERJASAMA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN (POKDAKAN) PADA PEMASARAN AGRIBISNIS IKAN GURAMI DI KABUPATEN BANYUMAS Yusuf Enril Fathurrohman
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1750

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Ulam Sari di Desa Kalikidang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas bertujuan untuk meningkatkan bargaining position bagi pembudidaya ikan gurami yang memiliki kekurangan modal khususnya pada bagian pemasaran. Pemasaran dilakukan secara kolektif dan lebih profesional untuk menghindari berbagai permasalahan.            Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola kerjasama antara POKDAKAN dengan pembudidaya ikan gurami dalam bidang pemasaran yang dijabarkan melalui analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui wawancara dengan pembudidaya gurami anggota POKDAKAN dan pengurus POKDAKAN.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui kerjasama antara POKDAKAN dan pembudidaya ikan diperoleh keuntungan 1) pembudidaya ikan gurami memperoleh ketersediaan faktor produksi seperti kolam, bibit, pakan dan SDM pengawasan; 2) POKDAKAN memperoleh ketersediaan ikan gurami konsumsi untuk dipasarkan dan keuntungan sebesar 15% dari hasil penjualan, 3) calon pembeli memperoleh barang (ikan gurami) dengan akses mudah (one spot service) dan memperoleh kualitas dan kuantitas yang diinginkan serta terjaganya kontinuitas pemasaran.Kata Kunci      : POKDAKAN, ikan gurami, pemasaran, kerjasama.
USAHA AGRIBISNIS “KELOMPOK TANI KATATA”: SEBUAH MODEL USAHA KECIL AGRIBISNIS Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Nursyamsiyah Nursyamsiyah
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1796

Abstract

Perkembangan pasar terstruktur sebagai alternatif pasar bagi petani hortikultura menimbulkan optimisme tinggi bagi para petani hortikultura untuk terus mengembangkan usahanya.. Tujuan Penelitian adalah mengetahui proses dan tahapan tahapan memulai wirausaha produk hortikultura dan bagaimana pengembangan usaha yang telah dilakukan, agar menjadi inspirasi bagi pelaku usaha hortikultura skala kecil lainnya. Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi kasus. Rancangan Analisis Data menggunakan model bisnis canvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani Katata merintis jalan dengan memfokuskan diri memenuhi permintaan pasar modern dan ekspor. Dalam perjalanannya, Katata berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi dan Bank Indonesia, untuk mempermudah akses terhadap teknologi, informasi pasar dan aspek keuangan. Dengan kolaborasi tersebut, maka Katata dapat menjalankan bisnis dengan efektif, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar secara optimal dan mendapatkan profit dari aktivitas bisnisnya tersebut. Model bisnis yang diterapkan oleh kelompok tani Katata tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok – kelompok tani lainnya atau bahkan masyarakat yang ingin berbisnis di bidang pertanian.
ANALISIS EKONOMI USAHA TERNAK SAPI POTONG BERBASIS AGROEKOSISTEM DI INDONESIA S. Rusdiana; Umi Adiati; Rijanto Hutasoit
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1794

Abstract

Konversi lahan untuk pengembangan usaha pertanian dapat menyediakan hijauan pakan ternak yang berkualitas baik. Pendapatan peternak dapat dipengaruhi oleh jumlah ternak yang dipelihara dan manajemen yang baik, artinya semakin banyak ternak yang dipelihara akan semakin besar keuntungan yang dipeloreh. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahi analisis ekonomi usaha sapi potong berbasis agroekosistem di Indonesia. Pengembangan usaha ternak sapi potong dapat dilakukan dengan cara penggemukan dan pembibitan. Potensi ketersediaan hijauan pakan ternak dari berbagai sumber dengan rataan produksi bahan kering sekitar 28.42 ton/ha/tahun, jumlah produksi bahan kering sekitar 58.048.233 ton. Potensi tersebut belum termasuk dari sumber hijauan ternak, dari lahan perkebunan, kehutanan dan lainnya. Ketersediaan hijauanpakan ternak merupakan salah satu faktor penentu untuk keberhasilan usaha sapi potong. Keuntungan bersih petani sapi potong skala 4-6 ekor/petani sekitar Rp.1.048.066/tahun/petani, nilai B/C ratio 0.17, keuntungan bersih petani sapi potong PO jantan skala 3 ekor/petani sebesar Rp.5.464.000/ tahun/petani nilai B/C ratio 1.3 , dan, keuntungan bersih petani sapi potong skala 7-10 ekor/petani sebesar Rp.3.705.159/tahun/petani, sapi potong secara sosial memiliki nilai ekonomi yang cukup baik bagi petani.
DAYA SAING DAN FAKTOR PENENTU EKSPOR KOPI INDONESIA KE MALAYSIA DALAM SKEMA CEPT-AFTA Achmad Edi Setiawan; Teti Sugiarti
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1758

Abstract

CEPT-AFTA dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Malaysia, namun dalam perkembangannya ekspor kopi Indonesia ke Malaysia fluktuatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing dan faktor penentu ekspor kopi Indonesia ke Malaysia dalam  skema  CEPT-AFTA.  Metode  yang digunakan yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing ekspor kopi Indonesia di pasar Malaysia dan metode regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia ke Malaysia. Hasil dari analisis RCA menunjukkan bahwa kopi Indonesia   di  Pasar   Malaysia   memiliki   daya   saing   (nilai   RCA1)   namun mengalami penurunan daya saing setelah diberlakukannya CEPT-AFTA. Hasil estimasi analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia ke pasar Malaysia adalah produksi kopi Indonesia, harga ekspor kopi Indonesia ke Malaysia, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sedangkan nilai RCA dan dummy CEPT-AFTA tidak berpengaruh
INTEGRATED DESEASE MANAGEMENT FOR CHILI FARMING IN BREBES AND MAGELANG - CENTRAL JAVA: SOCIAL ECONOMIC IMPACTS Joko Mariyono
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1686

Abstract

This study aims to analyze the impact of an integrated disease management (IDM) on chilli. Chili disease control technologies that include crop barrier with corn and Crotalaria, and compost tea have been introduced to farmers in Magelang and Brebes. A qualitative approach was used to assess and estimate the socio-economic impact of agricultural research. The study was conducted in 2011. The results showed that based on land use chili, the net economic benefits generated was relatively low. There were only a few farmers who have adopted the technology on chili peppers. Furthermore, the survey also illustrates that three years after its introduction in 2007 the technology status at farm level was just at consciousness phase. Learning of this fact, a thorough evaluation of the technology on chili pepper should be done immediately. Research institutions which have developed the technology should encourage bottom-up initiatives and build a shared commitment to complete the implementation of a clear strategic plan. The adoption of the strategic plan should include the integration of research activities with promotional activities for example by revitalizing participatory approaches to awareness of farmers.
KAPASITAS PENYULUH PERTANIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI JAWA TIMUR Aryo Fajar Sunartomo
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.339 KB) | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1343

Abstract

ABSTRAKProvinsi Jawa Timur merupakan salah penyedia produk-produk pertanian. Oleh karena itu penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan produktifitas perlu dilakukan dimana salah satunya berhubungan dengan peran penyuluh pertanian. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengukur kinerja penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian di Jawa Timur. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan/metode deskriptif, analitik dan korelasional. Daerah penelitian dilaksanakan secara purposive method pada 4 (empat) kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Nganjuk, dan Kediri. kinerja penyuluh pertanian dalam rangka peningkatan produksi pertanian Di Jawa Timur memiliki kategori sangat baik. Strategi Kebijakan Penyuluhan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah meningkatkan program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani. Tujuan yang harus dicapai adalah peningkatan mutu penyuluhan pertanian, sasaran dari tujuan tersebut adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan kelompok tani. AGRICULTURAL EXTENSION CAPACITY IN EFFORTS TO INCREASE AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST JAVAABSTRACTEast Java province is one of provider agricultural products. Therefore, the strengthening of the agricultural sector through productivity improvement programs need to be done one which relates to the role of agricultural extension. The purpose of this research activity is to measure the performance of agricultural extension in order to increase agricultural productivity in East Java. This research approach using the approach / method descriptive, analytical and correlational. Research area by purposive method in 4 (four) districts in East Java, that are Jember, Banyuwangi, Nganjuk and Kediri. Agricultural Extension Performance in order to increase agricultural production in East Java has a very good category. Right Extension Policy Strategy to improve agricultural productivity is improving programs related to institutional, quantity and quality of the extension and improvement of farmers groups. Goals to be achieved are improving the quality of agricultural extension, the target of these objectives is to increase the quality and quantity of extension through education and training, as well as the empowerment of farmer groups.

Page 1 of 1 | Total Record : 10