Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Keragaan Industri Rumah Tangga Aneka Kerupuk Hasil Laut di Kecamatan Socah-Kabupaten Bangkalan Sugiarti, Teti
Rekayasa Vol 2, No 2: Oktober 2009
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2122.197 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v2i2.2206

Abstract

The study aimed  to observe  the various  ojhousehold  Industry  in Sub Sea  Cucumber  Crackers Socah.  This  research  method  survey  wzth  interview  techniques.  Respondents  numbered   23 processor  chips. Primary  data and  secondary  data. Research  conducted, it can be concluded that 1) Profile  of the entrepreneur  is characterized  byproductive  age, low education  but has a business experience a relatively long time. 2) Profile oJ the industry indicates that although the technology and production  process  zs relatively simple but highly pro pective  business is viewed from  the s pport and ease of raw ma!erial market. 3) Processing_ and Blonyo eggplant crackers are financzally  profitable  and  provzde  added  value  to the famzly   of fi.shermen.  and  4) Most busznesses rely on processor chips as the main incomefamilies.  The contribution of these businesses contributed 50-90 percent  offamily  income. Processing should increase the proauction  qzpacity, quality and product  quality zn tenns ofl!ackaging and1icensing. 2) Keep the support offinanczal znstitutions  or the government  in an ejjort to strengthen  business development  and  capital. and3) should be reactivated with business groups for perpetrators of agro-industries.Keywords: Domestic Industry, marine Results
Motivasi Petani dalam Usahatani Pembibitan Padi (Studi Kasus di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro) Asfiati, Riska Fitria; Sugiarti, Teti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.03.12

Abstract

Beras adalah makanan pokok masyarakat indonesia yang tidak dapat digantikan oleh bahan pokok lain. Tahapan awal dalam budidaya padi adalah tahap pembibitan atau persemaian. Desa Ngumpakdalem memiliki luas persawahan sebesar 602,74 Ha, akan tetapi hanya ada 30 petani yang berusahatani pembibitan padi, hal tersebut karena petani beranggapan bahwa berusahatani pembibitan padi harus memiliki keahlian, memiliki cukup waktu, membutuhkan banyak modal, serta memiliki beberapa risiko. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik petani yang berusaha tani pembibitan padi di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, mengetahui tingkat motivasi petani dalam berusahatani pembibitan padi, mengetahui faktor-faktor yang memotivasi petani dalam berusaha tani pembibitan padi. Pengambilan data dilakukan secara sensus. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner secara langsung. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan Skala Likert dan analisis regresi linier berganda. Tingkat motivasi petani dalam berusahatani pembibitan padi termasuk kategori tinggi. Tingkat motivasi petani dalam berusahatani pembibitan padi dipengaruhi oleh umur, pengalaman usahatani, jumlah tanggungan keluarga, intensitas penyuluhan, dan aktivitas kelompok tani. Rekomendasi dari penelitian yaitu seharusnya petani lebih memberdayakan anggota keluarganya serta lembaga penunjang lebih aktif mengadakan kegiatan penyuluhan dan kegiatan kelompok tani agar menambah pengetahuan serta pengalaman untuk meningkatkan usahatani pembibitan padi.
DAYA SAING DAN FAKTOR PENENTU EKSPOR KOPI INDONESIA KE MALAYSIA DALAM SKEMA CEPT-AFTA Achmad Edi Setiawan; Teti Sugiarti
Agriekonomika Vol 5, No 2: Oktober 2016
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v5i2.1758

Abstract

CEPT-AFTA dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Malaysia, namun dalam perkembangannya ekspor kopi Indonesia ke Malaysia fluktuatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing dan faktor penentu ekspor kopi Indonesia ke Malaysia dalam  skema  CEPT-AFTA.  Metode  yang digunakan yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing ekspor kopi Indonesia di pasar Malaysia dan metode regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia ke Malaysia. Hasil dari analisis RCA menunjukkan bahwa kopi Indonesia   di  Pasar   Malaysia   memiliki   daya   saing   (nilai   RCA1)   namun mengalami penurunan daya saing setelah diberlakukannya CEPT-AFTA. Hasil estimasi analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kopi Indonesia ke pasar Malaysia adalah produksi kopi Indonesia, harga ekspor kopi Indonesia ke Malaysia, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sedangkan nilai RCA dan dummy CEPT-AFTA tidak berpengaruh
Perkembangan dan Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Volume Impor Garam Industri di Indonesia Okvianti Putri; Teti Sugiarti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.03.13

Abstract

Permintaan garam semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan industri. Ketidakseimbangan antara jumlah produksi garam industri dengan jumlah permintaan garam industri menjadi permasalahan saat ini, sehingga untuk mencukupi permintaan garam industri diperlukan adanya impor. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui tren volume impor garam Indonesia tahun 2019-2023, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan volume impor garam industri di Indonesia. Penelitian menggunakan data time series (2007-2018) yang diolah dan dianalisis menggunakan analisis tren dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren volume impor garam industri di Indonesia selama tahun 2019-2023 diramalkan cenderung mengalami peningkatan sebesar 107.101 ton/tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor garam industri di Indonesia secara signifikan dan positif adalah variabel harga garam impor dan jumlah industri pengguna bahan baku garam, sedangkan variabel jumlah produksi, nilai kurs, dan pertumbuhan GDP Indonesia perkapita tidak berpengaruh secara signifikan. Saran untuk penekanan laju impor dapat dilakukan dengan peningkatan teknologi produksi, kebijakan pemerintah terkait stabilitas harga garam internasional dan kuota impor garam industri.
Female Farmworkers Participation in the Cultivation of Madurese Local Maize at Pakaan Laok Village Vaundrawati Dheananda Salsadyra; Taufik R D A Nugroho; Teti Sugiarti
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 5 No. 02 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v5i02.20311

Abstract

The role of women in the agricultural sector in developing countries is essential. Female farmworkers have dominated the workforce in corn cultivation; nevertheless, it is challenging to apply dissemination materials on corn planting as these workers still use their agricultural insight from generation to generation. This study aimed to determine: 1) the characteristics of female farmworkers who participate in local corn cultivation, 2) the level of women's participation in local corn cultivation activities, and 3) the factors that influence women's participation in local corn cultivation.The research lsite is in Pakaan Laok Village, which was determined by purposive technique. Sample-taking was by simple random sampling. Methods of data analysis used descriptive analysis and multiple linear regression. The results showed that most female farmworkers' age ranges between 40-54 years, did not attend school, and the income ranges between Rp. 0-667,000 per planting season, land ownership status is individual ownership, and their economic motivation is to help their husbands. The variables of education, farm income, and economic motivation partially affect women's participation. In contrast, age and land ownership do not partially affect the participation rate of female farmworkers. The level of participation of women farmers at the planning stage is in a low category, and at the implementation, the stage is in a very high category
ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BUBU LIPAT DI PERAIRAN LAUT JAWA KABUPATEN BANGKALAN: ANALYSIS THE LEVEL OF ENVIRONMENTAL FRIENDLINESS OF FISHING GEAR COLLAPSIBLE TRAP IN THE WATERS OF THE JAVA SEA OF BANGKALAN REGENCY Susanto, Hery; Sugiarti, Teti; Akhmad Farid
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.6

Abstract

Teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan suatu teknologi penangkapan ikan dengan menggunakan alat  tangkap yang tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Bubu merupakan alat tangkap ikan yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan, jenis bubu yang dipakai adalah jenis bubu lipat untuk menangkap rajungan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu observasi langsung dilapangan dan wawancara kepada nelayan dan data sekunder dilanjutkan penentuan populasi sampel serta pengambilan sampel secara acak (random sampling).  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa variabilitas, selektivitas dan menentukan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jenis bubu lipat di Perairan Laut Jawa  Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian diperoleh variabilitas dan  selektivitas hasil tangkapan bubu lipat dengan hasil tangkapan utama (main catch) adalah rajungan (Portunus pelagicus) sebanyak 297 kg atau 92,5 % dari total hasil tangkapan dan hasil tangkapan sampingan  (by catch) adalah kepiting (Scylla sp.)  sebanyak 24 kg atau  7,5 % dari total hasil tangkapan sedangkan hasil tangkapan terbuang (discard) tidak ada.  Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jenis bubu lipat diperoleh skor hasil penilaian sebesar 33 yang menunjukkan bahwa alat tangkapan jenis ini tergolong kedalam alat tangkap Sangat Ramah Lingkungan.Environmentally friendly and sustainable fishing technology is afishing technology using fishing gear that does not hurt the environment. Bubu is a fishing gear that is operated passively at the bottom of the waters, The type of bubu used is the type of Collapsible Trap to catch crabs.  The method used in this research is a descriptive method, namely direct observation in the field and interviews with fishermen and secondary data followed by determining the sample population and random sampling.  The purpose of this study was to analyse the variability, selectivity and determine the level of environmental friendliness of collapsible trap fishing gear in the Java Sea Waters of Bangkalan Regency. The results obtained variability and selectivity of the folding trawl catch with the main catch is crab (Portunus pelagicus) as much as 297 kg or 92.5% of the total catch and by-catch is crab (Scylla sp.) as much as 24 kg or 7.5% of the total catch while the discarded catch does not exist.  The level of environmental friendliness of folding bubu type fishing gear obtained an assessment score of 33 which indicates that this type of fishing gear is classified as very environmentally friendly fishing gear.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya Santoso, Nizamudin Imam; Sugiarti, Teti; Arisandi, Apri
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.2035

Abstract

The purpose of this study is to describe the development of the waste cooking oil utilization program in Sambiarum Village. This study used a mixed quantitative and qualitative approach with a descriptive research type. The analytical method used is Historical Tracing Analysis, Economic Value Analysis and SWOT Analysis. Based on the research results, it is known that at the beginning of 2009 to 2022 waste used cooking oil is only deposited into the main waste bank to be converted into money. The total generation of waste cooking for all customers reached 845 kg/month while for all villagers it reached 3532 kg/month. The total economic value of used waste in the Pin-Pin waste bank is IDR 2,535,000/month, while in Sambiarum village it is IDR 10,596,000/month. For the calculation of product added value for aromatherapy candles, it is Rp. 1,073,000 with a profitability of 71.5%. The strategy that has been determined is to maximize waste banks as education and training centers for used waste by involving the role of sub-districts to reach out to village communities so they do not dispose of used waste which can pollute the environment. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan program pemanfaatan limbah minyak jelantah di Kampung Sambiarum. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatitif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode Analisis yang dipakai berupa Analisis Penelusuran Sejarah, Analisis Nilai Ekonomi dan Analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada awal dari tahun 2009 sampai tahun 2022 limbah minyak jelantah ini hanya disetorkan saja ke bank sampah induk untuk dikonversi menjadi uang. Jumlah timbulan jelantah pada seluruh nasabah mencapai 845 kg/bulan sedangkan pada seluruh warga kampung mencapai 3532 kg/bulan. Total nilai ekonomi jelantah di bank sampah Pin-Pin sebesar Rp2.535.000,-/bulan, sedangkan di kampung Sambiarum sebesar Rp Rp10.596.000,-/bulan. Untuk perhitungan nilai tambah produk pada lilin aroma terapi diperoleh sebesar Rp1.073.000,- dengan profitabilitas 71,5%. Strategi yang telah ditentukan yaitu memaksimalkan bank sampah sebagai pusat edukasi dan pelatihan limbah jelantah dengan melibatkan peran kelurahan untuk menjangkau masyarakat kampung agar tidak membuang limbah jelantah yang dapat mencemari lingkungan.
Strategi Pengembangan Usaha Penggemukan Sapi Madura di Rahayu Farm Desa Samatan Kabupaten Pamekasan Sugiarti, Teti; Hamdani, Syafriyadi
Agrimics Journal Vol. 1 No. 2: July 2024
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v1i2.28

Abstract

Kapasitas kandang yang besar dapat meningkatkan hasil produksi sapi, tetapi efektivitasnya tergantung pada jumlah populasi yang sesuai dengan kapasitas kandang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan dalam usaha penggemukan sapi Madura di Rahayu Farm, Desa Samatan, Kabupaten Pamekasan. Pendekatan Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Matriks IFE (X) dan EFE (Y) berada pada kuadran I, mengindikasikan strategi kuat dan agresif. Strategi prioritas yang direkomendasikan melibatkan (1) optimalisasi pemasaran sapi, (2) pemeliharaan kualitas sapi melalui teknologi pakan dan infrastruktur yang ada, (3) peningkatan jumlah sapi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, (4) optimalisasi kelompok tani, (5) peningkatan kapasitas kandang, dan (6) maksimalisasi manfaat dari regulasi pemerintah yang mendukung peternak. Kesimpulan menyatakan bahwa pengembangan usaha penggemukan sapi Madura dapat dicapai melalui penerapan strategi yang terfokus pada potensi pasar, teknologi pakan, optimalisasi sumber daya, dan kebijakan pemerintah yang mendukung.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Petani di Kabupaten Pamekasan untuk Membudidayakan Jagung Hibrida M Syahiral Layalie; Teti Sugiarti; Gita Pawana
Journal of Integrated Agribusiness Vol 6 No 2 (2024): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v6i2.3227

Abstract

This study aims to analyze and describe the internal factors among farmers, such as capital ownership, land area, farmer knowledge, the role of women farmers, and farming objectives, and how these affect the low interest in cultivating hybrid corn. Additionally, it examines external factors including production costs, cultivation techniques, availability and affordability of quality seeds, intensity of pest attacks, irrigation water needs, harvest period, product quality (color and taste), product shelf life, market opportunities, and selling price of hybrid corn. The findings of this study can serve as a basis for formulating future government or private sector programs to boost corn production in Pamekasan Regency, taking into account specific local conditions to support community welfare.
STRATEGIES FOR SUSTAINABLE COASTAL FISHERY PORT DEVELOPMENT: A CASE OF PASONGSONGAN COASTAL FISHING PORT TECHNICAL SERVICES UNIT, SUMENEP REGENCY, INDONESIA Subari, Slamet; Zaen, Harun; Sugiarti, Teti; Priyanto, Moh. Wahyudi
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 17, No 2: April - June 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v17i2.28852

Abstract

The operations of the Coastal Fishing Port Technical Services Unit (Port-TSU henceforth) in Pasongsongan face several challenges that obstruct port activities. First, the anchorage has become more shallow due to the sedimentation resulting from the Angsono River’s erosion. Second, the limited area of the anchoring pool makes it difficult for fishing boats to anchor. Third, the shipping lanes, just like the anchorage, have become more shallow due to sedimentation from the mouth of the Angsono River. Fourth, the limited loading and unloading docks result in long queues, which not only delay ship activities in the queue but also reduce the quality of catches. Fifth, the damaged roads and drainage systems around the port pose a challenge to the loading and unloading activities. Considering these challenges, this research aims to evaluate Port-TSU facilities in Pasongsongan, understand the causes of Angsono River sedimentation, and formulate development strategies for the Port-TSU. The results show that the condition of Port-TSU facilities is generally adequate according to Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation No. 08 of 2012. However, the rapid erosion of the Angsono watershed caused the shallowing of the anchor pool and shipping lanes. The underlying causes are monoculture farming practices, lack of agroforestry implementation, and the absence of agricultural terracing systems. The development strategy recommendation is to dredge the anchorage and shipping lanes and extend the pier. Other recommendations include implementing watershed management through agroforestry and terracing systems in the Angsono River watershed to minimize erosion and increase loading and unloading capacity by adding a conveyor belt to accelerate processes and reduce ship queues.