cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrointek
ISSN : 19078056     EISSN : 25275410     DOI : -
Agrointek is an open access journal published by Department of Agroindustrial Technology,Faculty of Agriculture, University of Trunojoyo Madura. Agrointek publishes original research or review papers on agroindustry subjects including Food Engineering, Management System, Supply Chain, Processing Technology, Quality Control and Assurance, Waste Management, Food and Nutrition Sciences from researchers, lecturers and practitioners. Agrointek is published twice a year in March and August. Agrointek does not charge any publication fee.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
PENENTUAN LOKASI INDUSTRI BIOMASS PELLET (BIOPELLET) BERDASARKAN METODE PERBANDINGAN EKSPONENSIAL DI KABUPATEN JEMBER Andrew Setiawan Rusdianto
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2138

Abstract

Limbah biomassa dipilih sebagai sumber energi alternatif karena ketersediaan bahan yang berlimpah, murah, serta renewable.Salah satu jenis biomassayang dapat digunakan sebagai bahan bakar adalah limbah dari ubi kayu yang di dapat dari berbagai indutri olahan ubi kayu, terutama di daerah Kabupaten Jember.Pemanfaatan ubi kayu dalam industri akan menghasilkan beberapa output salah satunya yakni berupa limbah padat yang berupa kulit dan bonggol yang potensial digunakan sebagai bahan baku industri biopellet. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi potensial untuk mendirikan industri biopellet di Kabupaten Jember.Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Jember.Metode pengambilan data antara lain metode wawancara (interview), observasi dan studi pustaka. Analisis pemilihan wilayah potensial untuk mendirikan industri menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Wilayah yang paling potensial untuk dikembangkan menjadi industri biopellet yaitu di wilayah Kecamatan Jelbuk dengan nilai akhir sebesar 202.836.Kecamatan Jelbuk layak menjadi wilayah potensial karena mempunyai banyak unit usaha olahan tape singkong yang juga dapat menghasilkan banyak limbah ubi kayu. Terdapat 30 unit usaha tape singkong yang terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Jember yang menduduki unit usaha tape singkong terbesar kedua setelah Kecamatan Tanggul dengan 35 unit usaha. Kecamatan ini juga termasuk memiliki harga tanah yang murah dibanding dengan wilayah lainya, data sekunder dari Bank Danamon tahun 2014 menunjukkan harga tanah di Kecamatan Jelbuk yakni sebesar Rp 100.000/ m2.
PENAMBAHAN ISOLAT PROTEIN KEDELE DAN SUKROSA SEBAGAI ELISITOR TERHADAP SENYAWA ANTIOKSIDAN DAN RACUN PADA KECAMBAH KORO KOMAK (Lablab purpureus L Sweet) Sukatiningsih Sukatiningsih; Kurniawan Kurniawan; Windrati Windrati
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2139

Abstract

The germination of “ koro komak ” with elicitation can improve antioxidant substance. Sucrose and ISP on concentration 0, 500, 1000, 1500, 2000 ppm were use as elicitor. The obyective of this research were to know the effect of the kind and the concentration of elicitor to the value of antioxidant substance and the best time of germination produced maximal antioxidant and minimum toxic substance.The result of this research was the kind and the concentration of elicitor influence antioxidant substance and one day is the best time of germination.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DAYA TARIK KEMASAN GULA MERAH TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG KONSUMEN Sumrotul Hoiriyah; Banun Diyah Probowati; Umi Purwandari
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2140

Abstract

Brown sugar is human’s daily need that tends to increasingly change. The brown sugar is produced in Sumenep and delivered widely to Sampang region and surrounds it. The brown sugar sold in market is usally unpackaged brown sugar or not yet packaged. Packaging is important to increase the value of brown sugar itself. Factors exist in packaging is color, design, shape, size, physical material and information written on the label. The purpose of this study is to determine the amount influence of packaging factors on re-purchasing interest by applying multiple linear regressions analysis method. The result states that the color of package influences the increasing of re-purchasing interest of 0,714, packaging design influences the increasing of re-purchasing interest of 0,171, physical material influences the increasing of re-purchasing interest of 0,473, information writer on a label influences the increasing of re-purchasing interest of 0,409, shape influences the increasing of re-purchasing interest of -0,219 and size influences the increasing of re-purchasing interest of -0,047. So, the dominant factors are color, design, physical material and information written on a label.
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN TAHU DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) Agus Supriyanto; Banun Diyah Probowati; Burhan Burhan
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2141

Abstract

Persaingan industri pada era globalisasi akan semakin ketat. Perusahaan harus berusaha melakukan efisiensi dan efektivias semua kegiatannya. Oleh karena itu perlu dicari solusi untuk mengukur produktivitas dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas perusahaan tahu. Metode yang digunakan untuk masalah ini dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Perhitungan produktivitas perusahaan yang mengacu pada tiga kriteria yaitu jumlah pesanan, pemakaian bahan baku dan jumlah karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks produktivitas yang diperoleh pada awal periode mencapai 1,13 kemudian pada periode berikutnya semakin turun sampai periode ketujuh yang mencapai -0.70. Jumlah pesanan tahu dari konsumen mengalami penurunan karena pengaruh musiman. Penggunaan bahan baku mengalami pemborosan sebesar 1.124 kg dan pada jumlah karyawan banyak yang menganggur sebanyak 49 orang sehingga perusahaan belum dikatakan memenuhi nilai produktivitas yang sesuai standar.
Strategi Perancangan Mutu Ripe Banana Chip (RBC) Berbasis Harapan Konsumen Bambang Herry P; Nurhayati Nurhayati; Diana Iftitah Susilowati
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2137

Abstract

Ripe Banana Chip (RBC), merupakan salah satu jenis kripik yang dibuat dari pisang masak. RBC dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penggorengan vakum (vacum frying) ataupun pembekuan (freezing). RBC pisang mas cukup banyak memiliki keunggulan dari nilai gizinya. Produk ini masih belum diketahui tingkat kesesuain mutunya dengan keinginan konsumen dilihat dari aspek fisik ataupun organoleptik. Tujuan penelitian ini agar dapat mengetahui rancangan mutu yang tepat untuk produk RBC pisang mas. Penelitian ini menggunakan tiga metode, diantaranya metode skoring, Customer Satisfaction Index (CSI), dan metode diagram tulang ikan. Hasil dari penelitian, yaitu : warna RBC dengan intensitas 5,56 (kuning) dan skor 3,862 (suka) ; informasi kemasan dengan intensitas 4,5 (setuju) dan skor 3,534 (suka) ; kenyamanan kemasan dengan intensitas 8,58 (nyaman) dan skor 4,155 (suka) ; keamanan kemasan dengan intensitas 8,15 (sangat aman) dan skor 4,086 (suka) ; ketebalan dengan intensitas 8,31(sangat tebal) dan skor 1,604 (sangat tidak suka) ; Oil dengan intensitas 4,86 (banyak) dan skor 2,483 (tidak suka) ; kerenyahan dengan intensitas 7,32 (keras) dan skor 2,843 (cukup suka) ; Easy of breaking dengan intensitas 5,17 (mudah dipatahkan) dan skor 3,158 (cukup suka) ; rasa manis dengan intensitas 7,89 (manis) dan skor 3,208 (cukup suka) ; rasa asam dengan intensitas 4,84 (agak asam) dan skor 3,309 (cukup suka). Nilai CSI yang dihasilkan, yaitu sebesar 64% (puas). Strategi untuk meningkatkan mutu RBC diantaranya: mengurangi ukuran ketebalan bahan baku sebelum diproses; lebih dipertimbangkan lagi tingkat kematangan pisang; memberi pengarahan dan motivasi kepada pekerja; melakukan pengawasan saat produksi berlangsung; lebih memperhatikan keseragaman ukuran pisang, dan menggunakan alternatif lain dalam penirisan minyak, misalnya sentrifuse agar keberadaan minyak berkurang.
ANALISIS PROSES PEMBUATAN PATI UBI KAYU (TAPIOKA) BERBASIS NERACA MASSA ARNIDA MUSTAFA
AGROINTEK Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i2.2143

Abstract

Tapioca is starch that is extracted from cassava with characteristic no sweet, undissolved in cold water, form tickle gel in hot water. Tapioca produced from by some process :remove pell of cassava, cleaning, scraping, separation, precipitating, dryng, grinding and become tapioca. the aim of this research has amed to analyze the production of cornmeal by mass balance technology. the process of patiubikayu making by using cassava 2007 g and produces patiubikayu 376,2 g (with 14% water content).

Page 1 of 1 | Total Record : 6