cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2015): MARET" : 11 Documents clear
PENGARUH PERBEDAAN SUMBER POLEN DAN VARIETAS SALAK (Salacca zalacca Gaertner Voss.) TERHADAP KUALITAS BUAH Achmad Zaed
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.748

Abstract

Salak (Salacca zalacca  Gaertner Voss.)  merupakantanaman yang cukup potensial dikembangkan di Bangkalan. Namun budidaya dan pengembangan tanaman salak ini belum optimal.Kualitas serbuk sari pada bunga jantan yang baik sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui  PengaruhPerbedaan Sumber Polen dan Varietas Salak  (Salacca zalacca  Gaertner Voss.)  Terhadap Kualitas Buah. Penelitian ini dilakukan di kebun kelompok tani Ambudi Makmur di desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari  -  Juli 2014. Rancangan percobaan  yang digunakan  dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah waktu terbentuknya buah, jumlah biji yang terbentuk,  ukuran biji,  bobot biji, ukuran buah  (Diameter dan Panjang), jumlah buah yang terbentuk dalam satu  tandan, bobot buah, , bobot daging buah, bobot total buah/rtandan,  tebal daging buah, ukuran biji dan kadar gula dalam daging buah.  Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perbandingan sumber polen dengan varietas pada tanaman salak berpengaruh pada beberapa parameter dan umur pengamatan saja. Kata kunci : Salacca zalacca Gaertner Voss., sumber polen, varietas
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP EKSPLAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) Heru Sudrajad; Didik Suharto; Fauzi .
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.744

Abstract

Pegagan (Centella asiática (L.) Urb.) representing one of theplant which good of as drug. Plantof pegagan (Centella asiática (L.) Urb.) good of  to launch the urine, degrading blood pressure and quicken to heal the hurt. Ready of the seed for the crop of drug which require to be paid attention by quality from itself seed. One of the alternative to get the uniform seed and a flash in the pan is with the technique of tissue culture. Tissue culturelaboratory research was conducted Researchand Development Center for Medicinal Plantsand Traditional MedicineTawangmangu. Research Method use the Random Device of Complete Group at MS (Murashige Skoog) media with the treatment ofplant growth regulator the NAA concentration 0, 1, 3 and 5 mg / l and BAP concentration 0, 1, 2, 3 and 4 mg / l). Result of research show the combination of  giving of NAA 1 until 3 mg / l and BAP 1 until 5 mg / l of is condition of explan experience of the change become the callus. Treatment of combination NAA 3 mg / l and BAP 4 mg / l give the best result to callus forming with the quicker callus forming time that is 25 day. Keywords : Pegagan, Centella asiática (L.) Urb., tissue culture, NAA, BAP
KARAKTER FISIOLOGIS KLON KOPI ROBUSTA BP 358 PADA JENIS PENAUNG YANG BERBEDA Ummi Sholikhah; Dena Munandar; Andri Pradana
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.749

Abstract

Shade plants for coffee plantation generally use dadap, lamtoro andothers. Today there many change the use of shade plant from lamtoro to sengon because economic value and increasing demand for sengon wood. Due to thechanging in different type of shade plant cause affect on coffee plantationmicroclimate. On the coffee plantation also use some coffee clones. The differences type of shade and coffee clones can affect the differences physiological and morphological characters of coffee plant that affect the production.The aim of this research is expected to give information about physiological characters of robusta coffee clones in different shade plant, factors that affect the robusta coffee photosynthesis process, the relationship of photosynthesis with the production and robusta coffee clones that have high production. This research was conducted in coffee plantation at Sidomulyo village, the district of Silo, Jember regency located at a 560 meters above sea level. This research was done on May up to June 2011. The area determination method was chosen based on the consideration that Sidomulyo village is one of the popular coffee producer in Jember. The experiment used field experiment with the quadrant method use to observation and collect the data of 12 years old BP 358. The support parameter observed were light intensity, temperature, humidity and assessed fruit production. The data from the observation wereproduction branch than photosynthesis activity. The result showed coffee clones BP 358  with sengon shade had higher photosynthesis activity than lamtoro shade. The photosynthesis activity was more affected by the stomatal conductivity and the light intensity. Keyword: Physiological Characters, Coffee Clones BP 358,  Types of Shade
UJI KETAHANAN BEBERAPA GALUR KAPAS (Gossypium hirsutum ) HASIL RADIASI TERHADAP SERANGGA HAMA PENGGEREK BUAH Helicoverpa armigera(Hǖbner) Dwi Sunarto; - Nurindah; Lilik Harsanti
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.745

Abstract

Uji  ketahanan beberapa galur kapas (Gossypium hirsutum) terhadap  penggerek buah Helicoverpa armigera (Hǖbner) dilaksanakan di laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang pada bulan Januari sampai dengan Mei 2011. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan beberapa galur kapas hasil radiasi terhadap penggerek buah H. armigera.  Perlakuan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat galur hasil radiasi yaitu galur IA, 2A, 4A, dan 2C, dua varietas hasil radiasi yaitu Karisma, NIAB, dan dua varietas hasil pemuliaan konvensional yaitu Kanesia 10 dan Kanesia 15.  Setiap perlakuan diulang 3 kali.  Pengujian dilakukan dengan cara uji pakan (feeding assay) daun, kuncup daun, dan buah muda sesuai dengan perkembangan larva H. armigera.  Larva instar I, instar II-III, dan instar IV-V berturut-turut diberikan daun muda, kuncup bunga, dan buah muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur kapas nomor 1A, 2A, 4A, dan 4C merupakan galur yang toleran terhadap H. armigera.  Kata kunci : Gossypium hirsutum, Helicoverpa armigera,   ketahanan  varietas.
POTENSI BERBAGAI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI ANTI RAYAP Diana Sholeha; Achmad Djunaedy
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi anti rayap berbagai limbah pertanian yang belum dimanfaatkan untuk menambah nilai ekonominya dan mampu mengatasi permasalahan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. Penelitian dirancang berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan adalah jumlah kematian rayap dan pengurangan bobot kertas uji yang dijadikan umpan rayap.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa limbah pertanian yang memberikan aktifitas anti rayap tertinggi adalah kulit buah durian, kulit buah srikaya dan kulit buah manggis dengan mortalitas rayap berturut-turut 94,7%, 92,7% dan 88,7% dan memiliki tingkat aktivitas anti rayap kuat.  Sedangkan mortalitas terendah dimiliki oleh limbah kulit buah jeruk dengan mortalitas 72,0% dan tingkat aktivitas anti rayap cukup kuat.Pada parameter bobot kertas uji tidak terjadi pengurangan bobot sesudah perlakuan sehingga diduga bahwa aktifitas anti rayap terjadi karena racun kontak dan racun pernafasan. Kata kunci : limbah pertanian, durian, srikaya, manggis, anti rayap
TOKSISITAS BEBERAPA HASIL EKSTRAK DAUN TEMBAKAU TERHADAP Myzus persicae (Homoptera;Aphididae) - Sudjak; Dwi Sunarto; Nunik Eka
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.746

Abstract

Penggunaan pestisida kimia sintetik yang tidak rasional dapat menyebabkan pencemaran air, tanah, udara, produk pertanian, keracunan manusia/pekerja, resistensi/resurgensi hama, terbunuhnya hewan bermanfaat, perubahan status hama, dan ledakan hama. Untuk itu dirasa perlu mencari pestisida alternatif untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan . Melalui kegiatan penelitian yang bertahap telah diperoleh produk pestisida yang diesktrak dari sisa-sisa tanaman tembakau rakyat di lapang yaitu ekstrak 1, ekstrak 2, ekstrak 3, dan ekstrak 4.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2011.Tujuan penelitian untuk memanfaatkan tembakau sebagai bahan aktif pembuatan pestisida nabati.Untuk tiap-tiap ekstrak di buat lima macam konsentrasi, yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 0 (kontrol). Serangga uji yang digunakan adalah hama pengisap daun tembakau Myzus persicae. Masing-masing ulangan dengan 20 serangga uji.Data yang diperoleh dari setiap pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat ekstrak daun tembakau yang diuji terbukti menyebabkan toksisitas pada kutu daun tembakau M. persicae. Ekstrak 3 merupakan ekstrak yang paling toksit dibanding 3 ekstrak yang lain.  LC50 ekstrak 1, ekstrak 2, ekstrak 3, dan ekstrak 4 berturut-turut 35,53%, 26,93%, 5,08%, dan 5,2%. Kata kunci: Ekstrak tembakau, pestisida botani, M. persicae.
Optimasi Dosis Pupuk Dolomit pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun - Sudradjat; - Fitriya
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.741

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan utama karena sebagai sumber devisa negara dan menyediakan lapangan kerja. Indonesia adalah negara produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan luas areal mencapai 10.1 juta hektar. Peningkatan produktivitas dicapai dengan intensifikasi antara lain dengan melakukan rasionalisasi pemupkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pupuk dolomit pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit IPB-Cargill, Jonggol, Bogor dari bulan Maret 2013 sampai Maret 2014. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial Tunggal,  dosis pupuk dolomit,  yang disusun dalam lingkungan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Dosis pupuk dolomit yang diuji  terdiri atas 0, 200, 400, dan 600 g tanaman-1 tahun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk dolomit meningkatkan secara nyata terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan kandungan khlorofil daun, namun tidak berpengaruh terhadap kandungan Mg dalam jaringan daun. Berdasarkan tanggap peubah tinggi tanaman, dosis optimum pupuk dolomit untuk tanaman kelapa sawit pada umur satu tahun adalah 306.4 g dolomit tanaman-1tahun -1. Kata kunci: dolomit, dosis optimum, kelapa sawit, respons fisiologi, respons morfologi.
KEKERABATAN TEMBAKAU MADURA (Nicotiana tabacum L.) BERDASARKAN KARAKTER MOLEKULAR Budi Daryono; Achmad Amzeri; Kaswan Badami
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.751

Abstract

Hasil eksplorasi tembakau Madura di empat kabupaten Madura didapatkan 22 genotip tembakau Madura. Untuk merakit varietas tembakau yang diinginkan terlebih dahulu dilakukan karakterisasi plasma nutfah yang ada.  Karakterisasi berdasarkan karakter molekular merupakan salah satu langkah awal sebelum melakukan perakitan varietas tembakau untuk mengetahui potensi tembakau yang akan digunakan sebagai bahan persilangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi variabilitas genetik dan hubungan kekerabatan plasma nutfah tembakau Madura berdasarkan karakter molekular dengan analisis RAPD.     Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) berdasarkan penanda RAPD menggunakan primer OPB-8, OPC-11,OPF-10, OPA-2 dan OPC-15, dapat membedakan genotip yang mempunyai keragaman geneik besar dan genotip yang mempunyai jarak genetik yang kecil, (2) Hasil dendogram menunjukkan bahwa tembakau Madura terdiri dari dua kluster yaitu kluster A terdiri dari 15 genotip dan Kluster B terdiridari 7 genotip, sedangkan buka busaang dan prancak-95 terpisah dengan tembakau Madura yang lain dengan jarak genetik 0.44 dan 0.50 dan (3)  Calon tetua terbaik untuk mendapatkan varietas yang diinginkan adalah buka busaang dan prancak-95.Kata kunci :hubungan kekerabatan, tembakau madura, RAPD
SERANGAN PENYAKIT LAYU BAKTERI Pseudomonas solanacearum DAN LANAS Phytophthoranicotianae PADA GALUR-GALUR HARAPAN TEMBAKAU TEMANGGUNG - Supriyono
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.747

Abstract

Tembakau temanggung  mempunyai peranan yang cukup penting  dalam  industri rokok yang berfungsi sebagai  sumber pemberi rasa  dan  aroma  dalam rokok kretek.  Tanaman tembakau mudah diserang oleh beberapa jenis penyakit diantaranya lanasdan layu bakteri, yang mengakibatkan kematian tembakau lebih dari 50%.  Penelitian untuk memperoleh galur-galur yang tahan terhadap penyakit layu bakteri P. solanacearum dan lanas P nicotianae yang dilakukandi laboratorium dan rumah kasa Penyakit Tanaman dan Inlittas Karangploso, Balittas, Malang. Sumber inokulum penyakit diperoleh dari beberapa lokasi penanaman tembakau temanggung yang terserang penyakit (lanas, layu bakteri).  Perlakuan terdiri dari 50  galur kombinasi persilangan yang ditanam 5 tanaman/polibag  sebanyak 40 polibag tiap galur. Inokulasi patogen layu bakteri dilakukan pada saat tanam  dengan cara menyiramkan suspensi bakteri ke dalam lubang perakaran tembakau sebanyak 25 ml/tanaman dengan kerapatan populasi inokulum 108 cfu/ml,  dan untuk jamur lanas dengan menyiramkan suspensi pada pangkal batang tembakau.  Pengamatan dilakukan satu minggu setelah tanam dengan cara menghitung tanaman yang sakit, tanaman yang sehat.  Hasil penelitian menunjukan bahwa serangan penyakit lanas pada galur  tembakau temanggung cukup tinggi dan didapatkan1 galur  harapan  yang persentase seranganmasih cukup rendah yaitu galur no. 10 dengan serangan 17 % dan rata-rata serangan penyakit layu bakteri P solanacearum cukup rendah.Kata kunci: Layu bakteri P solanacearum, Lanas P. nicotianae, Galur harapan
DOSIS PUPUK NITROGEN UNTUK SAGU (Metroxylon spp.) DI PERSEMAIAN DENGAN SISTEM POLIBAG Eko Sulistyono; Bintoro Djoefrie; Fendri Ahmad
Agrovigor Vol 8, No 1 (2015): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v8i1.743

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan dosis pupuk nitrogen untuk pembibitan sagu pada persemaian dengan system polibag di PT. Nasional Sago Prima, Riau dari Februari sampai Juni 2012.Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok dengan empat ulangan.Perlakuannya adalah dosis nitrogen yang terdiri dari enam tingkat (0, 3, 6, 9, 12, dan 15 g N/polibag).Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk nitrogen memberikan pengaruh nyata terhadap persentase bibit hidup dari 7 bulan setelah tanam.  Pengaruh yang nyata dari pupuk N pada 9 dan 10 bulan setelah tanam terhadap pertumbuhan vegetative meliputi panjang daun pangkasan, panjang daun pertama (10 bulan setelah tanam), lebar daun pertama, persentase pemekaran daun pertama dan jumlah daun.  Dosis 3 g N/polibag merupakan dosis terbaik untuk panjang daun pangkasan.  Untuk peubah-peubah yang lain, dosis pupuk 3 gN/polybag memberikan pertumbuhan vegetative terbaik, tetapi tidak berbeda nyata dengan dosis 0 g N/polibag.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dosis pupuk nitrogen untuk pembibitan sagu pada persemaian dengan system polibag adalah 3 g N/polibag. Kata kunci: panjang daun pangkasan, panjang daun pertama, pertumbuhan vegetative

Page 1 of 2 | Total Record : 11