cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2016): September" : 8 Documents clear
PENGARUH ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH PADA TANAMAN BELIMBING DI KABUPATEN BLITAR Moch. Sodiq; Sudarmadji .; Sutoyo .
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.154 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2318

Abstract

Lalat buah telah menjadi salah satu hama penting pada tanaman belimbing (Averrhoa carambola L.).  Guna mengatasi serangan lalat buah, petani selalu membungkus buah dan memasang atraktan metil eugenol pada tanaman belimbing pada saat tanaman berbunga sampai dengan buah belimbing dipanen, namun hasilnya belum optimal dalam mengendalikan lalat buah, sehingga perlu dicari cara lain untuk mengendalikan lalat buah belimbing yang lebih efektif.  Penelitian dilakukan pada lahan belimbing petani Kabupaten Blitar.  Sedangkan untuk mengetahui jenis lalat buah yang menyerang buah belimbing, dilakukan identifikasi di Laboratorium HamaTanaman.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan setiap perlakuan diulang 4 kali.  Parameter yang diamati adalah spesies, intensitas serangan, jumlah, dan kelamin lalat buah yang terperangkap.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan lalat buah.  Lalat buah yang terperangkap hanya satu spesies yaitu Bactrocera carambolae dan kombinasi jenis atraktan, perangsang bau pakan, warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap ketertarikan lalat buah jantan dan betina. Kata kunci : pengaruh, atraktan, lalat buah
UJI KETAHANAN BEBERAPA JENIS BERAS (Oryza sativa) TERHADAP HAMA KUMBANG BUBUK BERAS (Sitophilus oryzae) Yos Wahyu Harinta
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.675 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2208

Abstract

Penelitian bertujuan untuk  mengetahui tingkat ketahanan beberapa jenis beras terhadap serangan kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae) dan pengaruhnya terhadap mortalitas dan perkembangannya serta pengaruh serangan Sitophilus oryzae terhadap kerusakan dan penyusutan biji  pada beberapa jenis beras Metode Penelitian : Bahan penelitian yang digunakan adalah : Beberapa jenis Beras ( Oryza sativa ), yaitu beras putih (anorganik), beras merah (organik) dan beras hitam (organik) serta Serangga kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae). Alat yang digunakan adalah :  Stoples Plastik, Hand counter, Timbangan digital, Saringan, dan Pinset. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen, yang terdiri dari dua tahap:1).  Beberapa jenis beras terhadap mortalitas kumbang Sitophilus oryzae dan peletakan telur. Penelitian menggunakan Rancangan Lengkap ( RAL/CRD ).  Sebagai perlakuan adalah :  ( A ) Beras Hitam (organik) ;( B ) Beras Merah (organik) ; C ) Beras Putih (anorganik).  Tiap Perlakuan diulang lima kali dengan di infestasikan 10 pasang kumbang Sitophilus oryzae pada 100 gr tiap-tiap jenis beras. 2).  Pengaruh Beberapa jenis beras terhadap perkembangan populasi kumbang Sitophilus oryzae. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL/CRD). Sebagai perlakuan adalah:  ( A ) Beras Hitam (organik) ;  B ) Beras Merah (organik)  C ) Beras Putih (anorganik).   Tiap Perlakuan diulang lima kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam uji “ F “ kemudian apabila berbeda nyata atau sangat nyata untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan dilakukan Uji Beda Nyata Jujur ( HSD ) pada taraf lima persen dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1). Beras putih varietas pandan wangi (beras anorganik) lebih tahan terhadap serangan kumbang Sitophilus oryzae dibandingkan beras merah (organik) dan beras hitam (organik), 2). Beras yang mengandung residu pestisida (anorganik) berpengaruh terhadap peningkatan mortalitas dan penurunan perkembangan kumbang S.oryzae.  pada biji beras di penyimpanan, serta  dapat mengurangi kerusakan dan penyusutan bobot biji  beras akibat serangan kumbang  S.oryzae  di penyimpanan.Kata kunci : beras (Oryza sativa); kumbang bubuk beras (Sitophilus oryzae).
PERIODE KRITIS KEKERINGAN PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Ahmad Arsyadmunir,
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.611 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2319

Abstract

Mungbean (Vigna radiata L.) is one of the food commodities that consumed by general society be side of rice. One of effect that are not optimal production is drought stress. This research aims to study the critical period due to drought  stress  of mungbean  crop and  its  impact  on  growth  and  the  yield  of production.  This  study  uses  a  Completely  Randomized  Design  (CRD)  non factorial with 4 treatments, A0 (watering until harvest), A1 (without watering at the age of 15 - 28 days), A2 (without watering at the age of 29 - 42 days) and A3 ( without watering at the age of 43 - 56 days). Lowest average value of plant height and number of leaves derived from the treatment A1 with stress time at the age of 15 - 28 days after planting or when the end of the vegetative phase. While the lowest average value of seeds weight per crop and total number of pods derived from treatment A2 with stress time at the age of 29 - 42 days after planting or during pod formation phase.Key words: mungbean, growth, production, drought stress
KAJIAN APLIKASI PUPUK KANDANG DAN PUPUK NPK TERHADAP KUALITAS DAN MUTU JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) KULTIVAR GETAS PADA MUSIM KEMARAU Ida Setya Wahyu Atmaja; Ismail Saleh; R. Eviyati; Dodi Budirokhman
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.161 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang terhadap mutu hasil buah jambu biji merah kultivar Getas pada musim kemarau. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak kelompok dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama adalah pemberian dosis pupuk kandang (10 kg/pohon, 20 kg/pohon dan 30 kg/pohon) dan perlakuan kedua adalah pemberian pupuk NPK (tanpa NPK, NPK 150 g/pohon dan NPK 300 g/pohon). Peubah yang diamati meliputi kadar air tanah, kadar air buah, Padatan Total Terlarut (PTT) dan kandungan vitamin C. Hasil analisis pada menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Hal tersebut diduga karena tidak adanya hujan yang turun selama periode penelitian, sehingga fungsi air sebagai pelarut hara dan membantu dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi tidak efektif.Kata kunci : jambu biji merah, kadar air buah, padatan total terlarut 
SUGAR CONTENT AS AFFECTED BY FRUITS SIZE AND SEED NUMBER OF SAPODILLA IN MADURA Eko Setiawan
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.05 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2315

Abstract

Sapota fruits are highly perishable due to their climacteric nature. The rapid softening of fruits is primarily due to high activity of many oxidative enzymes and liberation of ethylene. Harvest maturity plays a crucial role in deciding the marketability of climacteric fruits in general. We investigate sugar contents on sapodilla fruits related on fruits size and seed number. The experiment was conducted using 100 sapodilla fruits harvested from farmer in Madura. Fruit size and weight were recorded. Each fruit was separated into fruit and seed, and then weight was recorded with an analytical balance. The number and weight of seeds were counted. Total soluble solid (TSS; °Brix) was measured using arefractometer (PAL-1, Atago, Tokyo Tech). The number of seed and seed weight of sapodilla have correlation with Total Soluble Solid (TSS). The higher amount of seed equal with increasing seed weight, and effect to decrease TSS in sapodilla fruits. In additional, increasing seed weight have correlation with fruit weight, while TSS was decrease slightly. The average diameter and length of sapodilla fruit were 4.01 and 5.53 cm, respectively.  Keywords: fruit size, Sapodilla, TSS content, seed number.
RESPON PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng PADA CEKAMAN NAUNGAN Rina Ekawati; Sandra Arifin Aziz
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.424 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2204

Abstract

Bangun - bangun [Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng] merupakan salah satu jenis sayuran fungsional yang berfungsi sebagai Laktagogum. Bangun-bangun juga mempunyai kandungan antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Percobaan ini dilakukan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Kec. Darmaga, Bogor, dari bulan September 2012 hingga Februari 2013 untuk mempelajari respon pertumbuhan dan fisiologis Plectranthus amboinicuspada perbedaan tingkat naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat enam satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa naungan menghasilkan daun bangun-bangun yang lebih lebar dan tipis dibandingkan tanpa naungan. Naungan menurunkan kandungan antosianin dan bobot basah pucuk per tanaman bangun-bangun, tetapi meningkatkan kandungan klorofil “a” dan total klorofil dibandingkan tanpa naungan.Kata kunci: bangun-bangun, intensitas cahaya rendah, metabolit sekunder
PENGARUH 2,4 D DAN GLUKOSA PADA KALUS SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) Heru Sudrajad; Didik Suharto; Nur Rahmawati Wijaya
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.034 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2316

Abstract

Tanaman sarang semut (Myrmecodia pendans) berkhasiat sebagai obat kanker. Salah satu alternatif untuk mendapatkan bibit yang seragam dan waktu yang singkat dan mendapatkan metabolit sekunder adalah dengan teknik kultur jaringan Akan dilakukan penelitian upaya pembibitan tanaman sarang semut dengan pemberian 2,4 D dan glukosa melalui kultur jaringan. Penelitian dilakukan mengingat perlu dikembangkan dan dibudidayakan tanaman sarang semut sebagai bahan baku pembuatan obat. Teknik kultur jaringan memiliki kelebihan karena tidak dipengaruhi oleh iklim dengan waktu produksi relatif cepat. Penelitian dilakukan dilaboratorium kultur jaringan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu. Penelitian dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh 2,4 D dan glukosa 2,4 D dengan konsentrasi 1, 2, 3 dan 4 ppm dan glukosa dengan konsentrasi masing-masing 15, 20, 25 dan 30 g/l. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pemberian  2,4 D 1 dan 2 ppm dengan glukosa 15 sampai 30 g/l diperoleh pertumbuhan kalus yang lebih baik. Perlakuan kombinasi 2,4 D 2 ppm dan glukosa 30 g/l memberikan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan kalus yang lebih kompak dan berwarna hijauKata kunci: sarang semut, Myrmecodia pendans, kultur jaringan, 2,4 D, glukosa
MORFOLOGI DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI AKSESI SELASIH (Ocimum basilicum L.) ASAL MADURA Diana Nurus Sholehah
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.186 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, kadar dan komposisi minyak atsiri selasih asal Madura. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura pada ketinggian 5 m dpl. Penelitian dilakukan dengan mengamati 2 aksesi selasih asal Madura yaitu aksesi Madura 1 dan aksesi Madura 2 yang ditanam dalam polibag. Karakter yang diamati adalah morfologi batang, daun, bunga dan biji, produksi serta kandungan dan komposisi minyak atsiri selasih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aksesi 1 dan aksesi 2 memiliki banyak persamaan karakter morfologi. Perbedaan karakter morfologi terdapat pada jumlah cabang, panjang dan jumlah kelompok bunga pada rangkaian bunga utama, berat basah dan berat 100 biji. Kandungan minyak atsiri kedua aksesi memiliki kesamaan yaitu mengandung eugenol sebagai senyawa utama diikuti oleh geraniol dan sineol.Kata kunci : selasih, minyak atsiri, Madura

Page 1 of 1 | Total Record : 8