cover
Contact Name
Yuliana Rakhmawati
Contact Email
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Phone
+628562991762
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 19784597     EISSN : 25494902     DOI : https://doi.org/10.21107/komunikasi
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2017): Maret" : 8 Documents clear
EKSISTENSI IDENTITAS KULTURAL DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR DAN DESAKAN BUDAYA GLOBAL Nikmah Suryandari
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.332 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3020

Abstract

ABSTRAKIndonesia dikenal sebagai negara multikultural dengan keberagaman budaya yang dimilikinya. Keberagaman tersebut terlihat dari perbedaan bahasa, etnis dan keyakinan agama. Situasi sepertiini memang berpotensial bagi terjadinya konflik, karena masyarakat terbagai ke dalam kelompokkelompokbersadarkan identitaskultural mereka.Namun sebenarnya di sisi yang lain, kemajemukan budaya dengan identitas kultural yang dimiliki masing-masing etnis, merupakan kekayaan bangsa yang sangat bernilai apalagi di tengah desakan budaya global. Identitas nasional adalah cara untukmenyatukan keberagaman budaya.
EKSISTENSI DAN IDENTITAS DI MEDIA BARU DESSY TRISILOWATI
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2648.37 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3025

Abstract

ASBTRAKEksistensi yang diciptakan dalam keriuhan media sosial tidak tercipta begitu saja. Meski diikat oleh kebutuhan informasi yang sama dan menimbulkan interaksi yang intens kemudian menjadi sepakatterbentuknya sebuah komunitas, semuanya memiliki kekuatan masing-masing. Hal ini terbukti saatseseorang mengupload sebuah foto tentang diri sendiri. Dalam waktu yang sama maka akan terjadi halserupa dan dilakukan oleh orang yang ada di dalam komunitas yang bersangkutan. Komunitas disiniyang dimaksudkan adalah keadaan media sosial yang seringkali memicu orang lain melakukan halyang sama.
MANAJEMEN KRISIS PUBLIC RELATIONS (STUDI KASUS TENTANG PERAN PUBLIC RELATIONS BADAN PENGEMBANGAN WILAYAH SURAMADU (BPWS) DALAM MENGHADAPI RESISTENSI MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN BANGKALAN TERHADAP KEHADIRAN LEMBAGANYA) Roos Yuliastina
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.218 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3021

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini ingin mengetahui peran public relations dan metode pendekatan public relations BPWS dalam menghadapi resistensi masyarakat Madura di Kabupaten Bangkalan terhadap kehadiranlembaganya. Dengan mengkaji peran dan model pendekatannya, diharapkan dapat mengetahui jugabagaimana public relations BPWS mengatasi manajemen krisis. Karena jika perbedaan kepentinganantara BPWS dengan masyarakat Madura terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masalah ini akanmenjadi krisis berkepanjangan yang mengancam eksistensi BPWS. Metode yang digunakan adalah metode kulitatif, metode ini lebih menekankan pada kedalamanyang diteliti (kualitas) data yang telah di peroleh, bukan pada banyaknya (kuantitas) data. Teknikpengumpulan data mencakup informan atau narasumber yang paham dan terlibat secara langsungdalam kasus ini. Pengumpulan datanya menggunakan data primer dan skunder. Teknik analisis datamenggunakan teknik analisis data kualitatif, untuk validitas datanya menggunakan triangulasi datadan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Peran public relations dalam menghadapi resistensi masyarakatMadura di Kabupaten Bangkalan terhadap BPWS lebih berperan sebagai fasilitator komunikasi.Model pendekatan yang diterapkan adalah model public relations pengaruh personal (personalinfluence model) yang di kategorikan kedalam model publik relations asimetris dua arah. Tahapantahapanmanajemen krisis untuk mengatasikasus ini, terdiridari tiga tahapan.Yaitutahapanprakrisis,meresponkrisis, dan pasca-krisis.Kata Kunci: Manajemen Krisis, Public relations BPWS, resistensi masyarakat Madura di KabupatenBangkalan.
TEORI KATARSIS DAN PERUBAHAN SOSIAL Sri Wahyuningsih
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.25 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3022

Abstract

ABSTRAKAda pertentangan bahwa katarsis sebagai teori yang efektif atau kurang efektif dalam melihatperubahan sosial. Realitas saat ini, katarsis sebagai teori media massa keberadaannya kurang efektifdalam melihat perubahan sosial walaupun masih difungsikan dalam disiplin ilmu komunikasi. Adakarena untuk mengkaji tayangan-tayangan media massa khususnya media elektronik yang notabenelebih banyak digandrungi karena bersifat pandang dengar, daripada media cetak. Tidak menutupkemungkinan bahwa manusia mempunyai sifat meniru ketika dihadapkan pada tayangan-tayangankekerasan, kesenangan yang setiap hari membombardir dalam dirinya. Semakin banyak tayanganyang menggugah hasrat dalam dirinya pleasure, semakin terbawa mereka dalam suasana seperti itu,otomatis kendali moral mengalami penurunan. Karena pada dasarnya dalam diri manusia ada sifatthanatos. Dalam artikel ini terdapat contoh-contoh dan hasil penelitian yang penulis sajikan mengapateori katarsis kurang efektif dalam hal perubahan sosial. Bukan mengurangi ketegangan emosi tetapisebaliknya menyulut emosi untuk action.Kata Kunci: Katarsis, pleasure, thanatos
PERENCANAAN SPECIAL EVENT “PENGAJIAN AKBAR FEBRUARI” OLEH HIJABERS COMMUNITY BANDUNG Fatma Nurshuma Shalawat Azh-zahra; Feliza Zubair; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.344 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3017

Abstract

ABSTRAKHijabers Community Bandung (HCB) merupakan sebuah komunitas non-profit yang pada hari jadinya yang ke-lima menyelenggarakan sebuah special event bernama Pengajian Akbar Februari (PAF).Acara ini berjalan dan didukung oleh banyak pihak seperti sponsor, media partner, pemerintah, danpendukung lainnya. Namun pada pelaksanaannya banyak peserta yang terlihat meninggalkan acarasebelum rangkaian usai, selain itu banyak juga terjadi komplain oleh beberapa pihak yang menyatakanbahwa acara ini hanya berisi pesan-pesan sponsor dan materi dakwahnya sangat kurang.Penyelenggaraan special event memerlukan keahlian khusus yang berkaitan dengan proses manajemenagar acara tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Proses manajemen special eventmeliputi tahapan-tahapan yang saling berkesinambungan antara satu dan tahap berikutnya gunamenciptakan event yang sukses, memiliki kesan mendalam, serta mampu mencapai tujuan dari lembagapenyelenggara.Berdasarkan pemaparan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, yangdilakukan oleh HCB dalam penyelenggaraan acara “Pengajian Akbar Februari.” 2016. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik validitas data menggunakan triangulasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Hijabers Community Bandung (HCB) melakukan perencanaanuntuk membuat flow acara, menentukan waktu, serta lokasi acara. Selain itu proses perencanaan jugadilakukan untuk mengeksekusi garis besar acara di proposal melalui kerjasama dengan berbagai pihakseperti pengisi acara, pemerintah, media massa, sponsor, dan pihak pendukung lainnya. Perencanaanyang cukup matang membuat acara ini berjalan dengan lancar. Dana yang sangat minim tidak menjadihambatan berarti berkat kerjasama yang terjalin dengan banyak pihak.Kata Kunci: Hijabers Community Bandung, Special Event, Pengajian Akbar, Perencanaan.
DIGITALISASI PARIWISATA MADURA Syamsul Arifin
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.334 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3023

Abstract

ABSTRAKHiden paradise merupakan istilah yang sesuai dengan pulau Madura yang memiliki beragam potensiwisata mulai dari wisata sejarah, wisata alam, wisata budaya, serta wisata religinya yang tersebar diempat kabupaten yakni sumenep, pamekasan, sampang dan bangkalan. Citra pariwisata Madura selamaini masih kalah populer dibandingkan dengan carok madura sehingga tidak haeran apabila banyakorang mendeskripsikan Madura dengan kekerasan dan pembuhunan. Untuk merubah pandangan danstereotif negatif diperlukan tindakan konstruktif dengan menghadirkan wajah Madura yang berbeda,unik, dan menarik. Kesan-kesan tersebut dapat dicapai salah satunya dengan memanfaatkan mediabaru internet sebagai sarana mengenalkan potensi wisata Madura sehingga terbangun citra positifpariwisata Madura. pembangunan manuisa Madura, perbaikan infrastruktur dan pemanfaatan mediabaru dalam memasarkan potensi wisata madura harus dilakukan secara masif yang dukung olehinisiatif pemerintah daerah di pulau madura. dengan menggunakan pendekatan teori defusi inovasidapat dirumuskan bagaimana media baru menjadi sistem pembangunan sosial masyarakat Madurasebagai sarana untuk mengenalkan berbagai potesi wisata sehingga pulau Madura dapat go public.Keyword: Media baru+pariwisata+masyarakat Madura
TEOLOGI, ETIKA, DAN ISLAMISASI JURNALISME Dudi Iskandar
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2556.347 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3018

Abstract

ABSTRAKJurnalisme harus tetap berpijak pada prinsip kebenaran, independensi, check and balance, cover all (multi) sides, verifikasi fakta, dan keberpihakan pada yang lemah. Etika jurnalisme berfungsi untukmenjamin media memproduksi jurnalisme yang berkualitas dan publik pun mendapat informasi yangsehat dan mencerahkan. Dalam konteks agama (Islam), jurnalisme,--sebagai salah satu bagian kecildari aspek kehidupan manusia--harus sinergis dengan dasar-dasar agama (teologi). Inilah yang penulismaksud dengan sintesis dan simbiosis-mutualisme antara jurnalisme dan teologi.
KEYAKINAN DAN KESUKAAN IBU RUMAH TANGGA SURABAYA MENGENAI TAYANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “AYO MAKAN IKAN” Yuli Nugraheni; Maria Yuliastuti
Jurnal Komunikasi Vol 11, No 1 (2017): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.916 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v11i1.3024

Abstract

ABSTRAKBaru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memunculkan Iklan Layanan Masyarakat dengan tagline “Ayo Makan Ikan” di televisi yang merupakan media audio visual. Telah lama masyarakat Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok dan ikan hanya sebagai makan tambahan untuk melengkapi ‘Empat Sehat Lima Sempurna’. Penekanan pesan untuk makan ikan masihterbatas. Padahal faktanya, Indonesia sangat kaya dengan ikannya. Di sinilah KKP memiliki peran yang besar, Saut P. Hutagalung selaku Direktur Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan  (P2HP) dari KKP mengatakan, “Kami akan terus mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan seperti pada program yang sudah kami terus jalankan yaitu Gerakan Memasyarakatkan MakanIkan (Gemarikan),”.Hal itu juga didukung dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Ayo Makan Ikan”. Pada penelitian inilah akan dikupas lebih dalam bagaimana tanggapan yang diberikan oleh ibu rumah tangga di Surabaya dalam bentuk keyakinan dan kesukaan mengenai ILM “Ayo Makan Ikan”.Teori yang digunakan antara lain mengenai iklan, prinsip dasar iklan, peran iklan, fungsi iklan,iklan di televisi,elemen iklan, bentuk iklan, jenis iklan, iklan layanan masyarakat, keyakinan (belief) dan kesukaan (feeling). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey pada ibu rumah tangga di Surabaya.Kesimpulan Dalam penelitian ini adalah : Identitasmayoritas responden berumur lebih dari 34 tahun dan responden mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga serta mayoritas responden tinggal di kawasan Surabaya Timur. Tingkat keyakinan responden pada informasi yang ada dalam setiap elemen iklan adalah tinggi yang artinya responden yakin padainformasi yang disamapaikan melalui elemen video dan audio, talent, setting, lighting, graphics, dan pacing dalam iklan yang memuat informasi ajakan untuk makan ikan. Tingkat kesukaan responden pada informasi yang ada dalam setiap elemen iklan adalah tinggi yang artinya responden suka pada informasi yang disamapaikan melalui elemen video dan audio, talent, setting, lighting, graphics, dan pacing dalam iklan yang memuat informasi ajakan untuk makan ikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8