cover
Contact Name
Imron Wakhid Harits, Ph.D
Contact Email
-
Phone
+420776193459
Journal Mail Official
prosodi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra
ISSN : 19076665     EISSN : 26220474     DOI : https://doi.org/10.21107/prosodi
Core Subject : Education,
PROSODI: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra is biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Social and Cultural Science, University Trunojoyo Madura. The journal encourages original articles on various issues within Language and Literary Studies, which include but are not limited to literature and linguistics.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: JULI 2009" : 6 Documents clear
THE PSYCHOANALYSIS OF FIRDAUS IN NAWAL EL-SAADAWI'S WOMEN AT POINT ZERO Lisetyo Ariyanti
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.195 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.6269

Abstract

Wanita di Mesir dianggap senagai seorang yang berbahaya dikarenakan kebebasan mereka. Wanita dianggap sebagai ekspresi dari dosa dan godaan. Wanita selalu diperlakukan tidak adil dan selalu menderita akibat kekerasan laki-laki. Fenomena ini dapat dilihat melalui sebuah karya Nawal El-Saadawi, Women At Zero Point, karena cerita ini berisi tentang karakter wanita yang berjuang untuk bertahan dalam mendapatkan hak-hak mereka berhubungan dengan latar belakang sosiobudaya sebagai seorang wanita mesir yang akan dianalisa secara psikososial dan psikoseksual. Paper ini didasarkan pada teori psikososial, psikoseksual dan psikoanalisis Malinowski. Paper ini menunjukkan bahwa pengalaman Firdaus pada "unknown" seks ketika dia masih anak-anak, mempengaruhi perilaku seksualnya ketika dia dewasa. Karena itu, ada hubungan yang sangat erta antara psikososial dan psikoseksual pada perilaku manusia.
COMPREHENDING ENGLISH IDIOMS: STRATEGIES USED BY INDONESIAN EFL SPEAKERS AND IMPLICATIONS FOR TEFL Yazid Basthomi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.448 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.320

Abstract

Artikel ini melaporkan sebuah penelitian berskala kecil yang meneliti strategi-strategi yang digunakan oleh orang Indonesia pengguna EFL dalam memahami idiom-idiom bahasa Inggris. Subyek penelitian adalah lima siswa Indonesia pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Data dikumpulkan dengan menggunakan think-aloud protocol dimana subyek diminta untuk men-verbalkan pemikiran mereka ketika mereka berusaha untuk mengerti atau menginterpretasikan idiom-idiom tersebut. Lima idiom, yang kesemuanya ditaruh dalam konteks, diambil dari Goodale’s (1995) Collins Cobuild Idioms Workbook. Hasil akhirnya memperlihatkan bahwa pengguna bahasa Inggris non-native menggunakan suatu model heuristic dalam memahami idiom-idiom bahasa Inggris.
METAPHOR, PARADOX, AND SYMBOL IN SHAKESPEARE’S CORIOLANUS Imron W Harits
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.448 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.322

Abstract

makalah ini berusaha membahas beberpa aspek dari bagian-bagian stilistik seperti metafor, paradoks, dan simbol. Karena dengan menganalisa bagian-bagian ini, kita akan dapat mengetahui makna tersembunyi pada karya sastra. Akan menjadi mungkin untuk menemukan banyak aspek dari stilistik karena dalam drama-drama Shakespeare termasuk Coriolanus terdapat banyak kata-kata perumpamaan. Paper ini akan mengeksplor makna dan isi dari drama Coriolanus melalui pendekatan strukturalisme. Dengan menggunakan strukturalisme seperti paradoks, metafor dan simbol, diharapkan untuk menemukan kesimpulan yang sama mengenai drama ini, atau paling tidak mempunyai persepsi yang sama.
WACANA TUBUH PEREMPUAN DALAM TIGA CERPEN PERIODE TAHUN 2000AN: HA...HA...HA... , MUTILASI, DAN AKAR PULE Hat Pujiati
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.448 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.323

Abstract

Women bodies as the source of judgments upon women represented by writers from time to time as extension of social discourses or even as counter discourses. Literary works record the movements of the changing discourses of women bodies which have differences in certain period. Beauty, as part of women’s bodies is an endless myth and undeniable by women in the world, is used as a political strategy to get power and to control their bodies. Ideologies embodied in a discourse with their interpellation call and control their subjects for maintaining social relation and domination. Through Foucauldian’s concept of discourse, this text analyzes a discourse of women’s bodies recorded in three Indonesian short stories in certain period: 2000s.
SEMANTICS-PRAGMATICS: WHAT IT IS Suryo Tri Saksono
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.448 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.324

Abstract

Perbedaan antara semantic dan pragmatic lebih mudah diaplikasikan daripada dijelaskan. Menjelaskannya diperumit dengan fakta bahwa manyak formulasi-formulasi yang telah dibuat selama 60 tahun yang lalu. Hal ini mungkin menjelaskan bahwa tidak ada satu cara untuk menggambarkan perbedaan dan bahwa bagaimana untuk menggambarkan hanyalah suatu permasalahan terminologi saja, suatu masalah ketentuan yang berubah-ubah. Formulasi-formulasi yang sangat beragam ini, disamping permasalahan-permasalahan mereka, kesemuanya memberikan penjelasan pada perbedaan sebagaimana umumnya diaplikasikan, baik pada linguistik dan filosofi. Meskipun secara umum telah jelas apa yang menjadi masalah ketika orang-orang mengaplikasikan perbedaan pada fenomena linguistik tertentu, apa yang kurang jelas, pada beberapa kasus, adalah apakah suatu fenomena terpilih adalah semantik atau pragmatik, atau keduanya. Untungnya, ada fenomena-fenomena lain yang tidak sekontroversial semantik atau, seperti kasusnya mungkin, tidak sekontroversial pragmatik. Hal tersebut akan membantu kita memahami apa perbedaan semantic dan pragmatic.
A MARXIST INTERPRETATION OF SHIRLEY JACKSON’S THE LOTTERY Albertus Suwardi
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2: JULI 2009
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.448 KB) | DOI: 10.21107/prosodi.v3i2.319

Abstract

Sebuah karya sastra adalah suatu produk dari refleksi suatu kondisi sosial ketika karya tersebut ditulis. Ada banyak pertanyaan mengenai hubungan karya sastra dan masyarakat: situasi sosialnya, ekonomi, sosial, dan sistem politiknya, dan banyak lagi. Karena itu, hal ini akan berhubungan dengan teori sastra Marxism mengenai sebuah usaha untuk menjelaskan dan mendefinisikan pengaruh karya sastra pada masyarakat dan sebaliknya. Paper ini akan bertujuan untuk menemukan suatu interpretasi Marxist pada ideologi, masyarakat, dan pembrontakan pada cerita pendek karya Shirley Jackson. Paper ini akan dimulai dengan diskusi pada teori sastra Marxism, kemudian interpretasi Marxist pada cerita pendek Shirley Jackson, The Lottery.

Page 1 of 1 | Total Record : 6