cover
Contact Name
Hakim
Contact Email
luqmanhyacob@gmail.com
Phone
+6281288884883
Journal Mail Official
widyagogik@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 2303307X     EISSN : 25415468     DOI : https://doi.org/10.21107/Widyagogik
Core Subject : Education,
Widyagogik, terbit dua kali setahun berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIME TOKEN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS ORAL DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD KELAS D ANGKATAN 2013 MATA KULIAH PENDIDIKAN IPS Putri Rachmadyanti
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.139 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1680

Abstract

Matakuliah Pendidikan IPS merupakan salah satu matakuliah keilmuwan pada kurikulum S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Surabaya. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti terdapat beberapa masalah yaitu partisipasi mahasiswa saat diskusi sangat kurang yaitu hanya 7 orang aktif (12,96%). Persentase rata- rata hasil belajar belum menunjukkan hasil yang belum memuaskan 69,16%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model kooperatif time token dalam upaya meningkatkan aktivitas oral dan hasil belajar mahasiswa. Desain penelitian ini merujuk pada desain siklus PTK Model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan dan observasi, (3) refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 PGSD Kelas D Angkatan 2013 Universitas negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, tes, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kooperatif time token dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar, sebagai berikut, aktivitas oral pada siklus I pertemuan 1 sebesar 31, 48%, dan pada siklus II menjadi 64, 81%. Untuk aspek hasil belajar, pada siklus I pertemuan 1 diperoleh hasil 79, 53%, dan siklus II sebesar 82, 96%. Namun, setelah peneliti menerapkan model kooperatif time token ini, terdapat kekurangan yaitu model ini memerlukan waktu yang lama karena banyak mahasiswa yang ingin berpartisipasi aktif.
ANALISIS INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SEKOLAH DASAR Mujtahidin Mujtahidin
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.239 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1682

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis integrasi nilai-nilai karakter dalam kompetensi dasar (KD) mata pelajaran PKn Kelas IV Sekolah Dasar (SD). Untuk tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan  penelitian kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Ruang lingkup data yang dianalisis bersifat terbatas yakni KD 4.3 PKn Kelas IV SD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi (telaah) dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan nilai-nilai yang menjadi core pada setiap KD PKn SD mencakup 6 (enam) langkah yaitu: (1) menulis identitas mata pelajaran, (2) merumuskan indikator pencapaian kompetensi, (3) mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam KD dan indikator pembelajaran, (4) menyusun deskripsi dan indikator nilai-nilai karakter, (5) menentukan strategi pembelajaran untuk penanaman nilai karakter, dan (6) menentukan alat penilaian yang sesuai dengan nilai karakter yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap KD 4.3 PKn Kelas IV SD dapat diidentifikasi sebanyak 10 (sepuluh) nilai karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran, yaitu: (1) berpikir positif, (2) etos kerja (etos belajar), (3) pengendalian diri, (4) selektif, (5) religius, (6) kesopanan, (7) kerjasama, (8) tanggung jawab, (9) kedisiplinan, dan (10) kejujuran. Kesepuluh nilai tersebut merupakan nilai-nilai positif untuk membentengi peserta didik agar memiliki sikap positif terhadap dampak globalisasi dan dapat memegang sejumlah nilai positif tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERTANYA SISWA Dwi Ana Lestari
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.126 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1683

Abstract

Pelaksanaan  Kurikulum 2013 menuntut  keaktifan siswa dalam berfikir ilmiah selama proses pembelajaran. Salah satu indikator keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat diamati melalui tingginya intensitas siswa dalam bertanya maupun mengemukakan pendapat. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tunjungsekar 3 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, dengan tujuan untuk melatih keterampilan bertanya siswa kelas VB Sub Tema Peristiwa-Peristiwa Penting melalui pendekatan saintifk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa terlihat secara aktif, bersemangat, dan gembira dalam belajar dan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 70% menjadi 77 %,. Siswa yang pada awalnya pasif, mulai berani mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapatnya dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Hasil belajar mengalami peningkatan pada pra tindakan, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah dapat meningkatkan keteranpilan bertanya siswa yang akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan adanya keberhasilan ini, disarankan kepada guru untuk mengembangkan pendekatan ilmiah menjadi baik lagi dalam menerapkan kurikulum 2013.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN Kit-IPA PGSD UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAKSANAAN TUTORIAL PRAKTIKUM IPA di SD Abd Faqih
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.064 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.2645

Abstract

Telah dilakukan penelitian  tentang optimalisasi pemanfaatan Kit-IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa semester II UT-Pokjar Kabupaten  Mojokerto melalui tutorial mata kuliah praktikum IPA SD.  Hasil penelitian menunjukan bahwa: [1] Kit-IPA di SD keberadaanya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan praktikum terbimbing dan praktikum mandiri (96,96% responden setuju), sehingga sangat membantu peningkatan penguasaan keterampilan proses sains (90,8% responden setuju). Hasil pre test penguasaan keterampilan proses sains mahasiswa sangat rendah hanya 6,25% Namun demikian terjadi peningkatan sangat baik pada akhir proses post-test (93,75%). Hal ini menguatkan argumentasi bahwa dengan memanfaatkan Kit IPA secara optimal serta bimbingan secara intensif keterampilan proses sains mahasiswa dapat lebih ditingkatkan. [3] Keterampilan proses sains, yaitu: kemampuan merancang percobaan yang mencakup:(1)merumuskan tujuan, (2) menyiapkan alat dan bahan, (3) membuat hipotesis dan (4) menyusun prosedur, melakukan percobaan: (5)mengambil data, (6) mengorganisasi data dan (7) melakukan interpretasi data hasil percobaan) dan (8) menyusun kesimpulan berbasis konsep dan fakta secara jujur,  (9) membuat laporan percobaan, mengalami peningkatan dari uji praktek pada pertemuan ke-3, ke-5 dan ke-7
MANAJEMEN SEKOLAH DASAR BERBASIS AKUNTABILITAS KINERJA Syunu Trihantoyo
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.802 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1685

Abstract

Kompleksnya persaingan global menuntut sekolah sebagai lembaga pendidikan untuk mampu berkompetisi. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperbaiki pengelolaan pada jenjang sekolah dasar dengan menerapkan konsep manajemen berbasis sekolah, dimana terdapat pilar partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Akuntabilitas kinerja merupakan bentuk pelaporan pertanggungjawaban sekolah dalam melaksanakan aktifitas/ program sekolah, dimana kinerja sekolah terdiri dari komponen input-proses-output yang secara simultan saling berkait. Tujuh substansi manajemen sekolah menjadi poin dalam mengidentifikasi kinerja sekolah, ketujuh hal tersebut adalah manajemen kurikulum, peserta didik, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, dan layanan khusus. Adanya akuntabilitas kinerja sekolah dapat membantu sekolah, masyarakat, maupun pemerintah untuk mengenali profil dan ketercapaian program sekolah lebih dalam.
Analisis Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Model STAD Berbantukan Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah TIK Fachrur Rozie
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.788 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1679

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganilisis Penerapan pembelajaran Cooperative Learning Model STAD berbantukan multimedia dengan tujuan meningkatkan hasil belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah TIK. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian dan analisis pembahasan menunjukan bahwa Persentase hasil belajar mahasiswa PGSD Semester III Kelas E Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Trunojoyo Madura dalam matakuliah TIK di SD mengalami peningkatan terlihat pada siklus I adalah 64, 9 % dengan 14 mahasiswa belum tuntas dan pada siklus II adalah 83, 8 % dengan 7 mahasiswa belum tuntas. Dengan demikian pembelajaran dikatakan tuntas dan meningkat pada setiap pertemuan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENJAWAB ISI DONGENG MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK MELALUI BIMBINGAN DAN LATIHAN Torima Torima
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.844 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.2646

Abstract

Salah satu permasalahan yang menyangkut pengelolaan proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD adalah kurangnya pengetahuan bagi guru SD, serta terbatasnya dana dan sarana tentang bagaimana cara membuat dan menggunakan media / alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Di sisi lain pentingnya media/alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia telah diakui oleh semua jajaran pengelola pendidikan dan para ahli pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah menjawab isi dongeng di kelas III SDN Demangan 3 Bangkalan semester I dengan metode bimbingan dan latihan. Tujuan pembelajaran dalam penelitian ini adalah dengan metode bimbingan dan latihan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menjawab isi dongeng. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah 15 siswa kelas III SDN Demangan 3 Bangkalan semester I tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data tentang kemampuan siswa menggunakan metode bimbingan dan latihan, dilakukan melalui observasi dan evaluasi pada akhir pembelajaran. Penelitian ini dilakukan melalui metode bimbingan dan latihan secara berkelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan prosentase ketuntasan sebesar 40%, 60% dan 80%. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan metode bimbingan dan latihan mulai pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan peningkatan baik kemampuan siswa, maupun pemahaman subjek penelitian terhadap isi dongeng

Page 1 of 1 | Total Record : 7