Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren di SD Al Mujtamak Pamekasan - Mujtahidin; Badrud Tamam
Widyagogik Vol 1, No 1: Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.91 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v1i1.5

Abstract

The study with title of “Character Based Education Islamic Elementary School in Al Mujtamak of Pamekasan” have to explore the character based education model in Islamic Elementary School Al Mujtamak of Pamekasan. This study is qualitative with the aim of exploratory research which is the main instrument to acquire and explore the breadth and depth of data. The result of this study showed that the character based education model in elementary school Al Mujtamak of Pamekasan using character based education culture design and is supported by character based education community design, through moral values and religious that are implicitly to all eyes lessons. In practice, the teacher plays a very important because teachers must be able to create a conducive atmosphere for learning and be able to set an example in the formation of student character.
ANALISIS INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SEKOLAH DASAR Mujtahidin Mujtahidin
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.239 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1682

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis integrasi nilai-nilai karakter dalam kompetensi dasar (KD) mata pelajaran PKn Kelas IV Sekolah Dasar (SD). Untuk tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan  penelitian kualitatif dengan analisis secara deskriptif. Ruang lingkup data yang dianalisis bersifat terbatas yakni KD 4.3 PKn Kelas IV SD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi (telaah) dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan nilai-nilai yang menjadi core pada setiap KD PKn SD mencakup 6 (enam) langkah yaitu: (1) menulis identitas mata pelajaran, (2) merumuskan indikator pencapaian kompetensi, (3) mengidentifikasi nilai-nilai karakter dalam KD dan indikator pembelajaran, (4) menyusun deskripsi dan indikator nilai-nilai karakter, (5) menentukan strategi pembelajaran untuk penanaman nilai karakter, dan (6) menentukan alat penilaian yang sesuai dengan nilai karakter yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap KD 4.3 PKn Kelas IV SD dapat diidentifikasi sebanyak 10 (sepuluh) nilai karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran, yaitu: (1) berpikir positif, (2) etos kerja (etos belajar), (3) pengendalian diri, (4) selektif, (5) religius, (6) kesopanan, (7) kerjasama, (8) tanggung jawab, (9) kedisiplinan, dan (10) kejujuran. Kesepuluh nilai tersebut merupakan nilai-nilai positif untuk membentengi peserta didik agar memiliki sikap positif terhadap dampak globalisasi dan dapat memegang sejumlah nilai positif tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TEMATIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN GURU MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DI KELAS V SD MUHAMMADIYAH 8 KECAMATAN TULANGAN TAHUN 2015 Hermawanti Afifah Sinta; Harun A Rasyid; Mujtahidin Mujtahidin
Widyagogik Vol 3, No 2 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.766 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i2.2594

Abstract

Pada implementasi kurikulum 2013 guru SD Muhammadiyah mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, sehingga perlu diadakan potret pembelajaran untuk mengetahui efektivitas pembelajaran tematik yang ditinjau dari kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran tematik yang ditinjau dari kemampuan guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) efektivitas pembelajaran tematik dilihat dari kemampuan guru merencanakan pembelajaran 67% efektif, (2) efektivitas pembelajaran tematik dilihat dari kemampuan guru melaksanakan pembelajaran 50% efektif, (3) terdapat kendala dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, (4)  terdapat faktorfaktor yang menyebabkan pembelajaran tematik menjadi efektif.
Peran Nilai Budaya dalam Membentuk Perspektif Toleran dan Intoleran di Madura: Studi Kasus Konflik Sunni-Syiah di Desa Karanggayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang – Madura Mujtahidin Mujtahidin; Mahmud Mahmud; Mohammad Edy Nurtamam
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 10, No 2: Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.473 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v10i2.4146

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran nilai budaya dalam membentuk perspektif toleran dan intoleran di Madura dengan memfokuskan studi pada kasus konflik Sunni-Syiah di Desa Karanggayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang-Madura. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan desain penelitian grounded research. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tiga lokasi yakni kecamatan Tanjung Bumi (Bangkalan), Omben (Sampang), dan Galis (Pamekasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kasus intoleransi agama yang terjadi di Sampang dipicu bukan saja murni karena perbedaan keyakinan, melainkan dipicu oleh faktor lain yakni dendam pribadi yang kemudian merembet ke masalah harga diri dan konflik perbedaan keyakinan. Perbedaan keyakinan ini kemudian menjadi salah satu alat legitimasi radikalisme atas nama agama. (2) Nilai budaya memiliki peran yang sangat kuat dalam membentuk perspektif toleran dan intoleran pada masyarakat Madura. Nilai “harga diri” merupakan salah satu sistem nilai yang melekat kuat serta menjadi karakter dan keyakinan masyarakat di Madura. Melecehkan harga diri orang Madura dapat menjadi sumbu pemicu dalam membentuk perspektif intoleran dan bahkan radikal. (3) Beberapa sistem nilai-budaya masyarakat Madura yang dapat membentuk perspektif toleran antara lain: ajaran settong dere, lakkum diinukum waliadin, dan rokat tase’. Sistem nilai-budaya tersebut dapat menjadi unsur perekat dalam membentuk perspektif toleran masyarakat di Madura.
Pendidikan Nilai-Moral Melalui Pembelajaran Pantun pada Siswa Sekolah Dasar Deny Camalia; Wahid Khoirul Ikhwan; Mujtahidin Mujtahidin
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.058 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3374

Abstract

Kebutuhan akan pendidikan nilai moral merupakan hal yang penting untuk ditanamkan sejak dini khususnya pada anak sekolah dasar. Penanaman nilai moral dapat dilaksanakan melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia salah satunya melalui materi pantun. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembelajaran pantun pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam nenanamkan nilai moral di kelas IV SDN Bangselok 1 Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan (1) pembelajaran pantun berkaitan menggunakan metode ekspositori divariasikan dengan tanya jawab, penugasan, serta problem solving; (2) Nilai yang muncul diantaranya adalah demokratis (berpikir logis), kerja keras, religius, jujur, tanggung jawab, mandiri, kreatif, bersahabat/berkomunikasi dan gemar membaca; dan (3) upaya mengatasi kendala pembelajaran pantun dalam menanamankan nilai dengan cara mengelola interaksi antara siswa, media dan strategi pembelajaran.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Benda-Benda Konkrit Sederhana Untuk Meningkatkan Active Learning Pada Siswa Sekolah Dasar Andika Adinanda Siswoyo; Mujtahidin
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.711 KB)

Abstract

Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Pembelajaran active learning ini dapat muncul melalui pelatihan pemanfaatan media konkrit sederhana. Subjek coba pada pelatihan ini adalah guru-guru SDN Karanganyar 1, 2 dan 3 di Kecamatan Kwanyar Bangkalan. Hasil pelatihan mengindikasikan bahwa guru sangat antusias dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis benda konkrit. Kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung cara menerapkan media pembelajaran sederhana dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini dicapai dengan hasil 87% dari mitra mengembangkan media pembelajaran sederhana sehingga dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah dasar, dan dapat meningkatkan active learning pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci : Media Pembelajaran Sederhana, Active Learning.
ANALISIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC DISPOSITION SISWA KELAS V GUGUS SEKOLAH II KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN: Array Nabillah Alawiyah Shohib; Mujtahidin Mujtahidin; Umi Hanik
eductum: Jurnal Literasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): eductum: Jurnal Literasi Pendidikan
Publisher : Citra Dharma Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/eductum.v1i1.680

Abstract

For This study aims to describe the implementation of thematic learning to development of civic disposition through and the obstacles encountered in the school group II, Sukorejo sub-district, Pasuruan district. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenology. The subjects in this study were students in class V, class V teachers, and school principals. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. The results showed that: First; Implementation of thematic learning in Gugus Sekolah II, Sukorejo sub-district, Pasuruan district, developed 8 indicators of citizenship character namely; (1) moral responsibility, (2) self-discipline, (3) respecting the dignity and human dignity of each individual, (4) community spirit; (5) manners; (6) respect for the rule of law; (7) critical thinking; (8) and desire to listen. Second; obstacles in analysing the implementation of thematic learning towards the development of civic disposition, namely: (1) difficulty in conducting assessments by class teachers, and (2) lack of support and attention from the environment of students.
Enhancing Pancasila Education Outcomes: The Role of Blended Learning Models and Internet Self-Efficacy in Elementary Schools Mujtahidin Mujtahidin; Moh. Wardi Moh. Wardi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6789

Abstract

This study examines the influence of blended learning models and internet self-efficacy on student learning outcomes in Pancasila Education, motivated by persistently low achievement linked to the limited use of innovative instructional approaches. A quasi-experimental design was employed, involving 288 fourth-grade students from public and private elementary schools in Bangkalan, East Java. Participants were exposed to either blended learning or direct instruction. Data were analyzed using descriptive statistics and two-way ANOVA to assess the effects of the instructional model and internet self-efficacy on learning outcomes. The findings indicate that both instructional models significantly affected learning outcomes (F = 4.949, p = 0.027). Students with higher internet self-efficacy demonstrated significantly better performance (F = 8.815, p = 0.003). However, there was no significant interaction between the type of learning model and internet self-efficacy (F = 0.079, p = 0.779), suggesting that self-efficacy independently contributes to academic success regardless of instructional method. These results highlight the importance of internet self-efficacy in enhancing student learning outcomes. Although blended learning proved effective, its benefits did not vary based on self-efficacy levels. Blended learning can improve engagement and achievement in Pancasila Education. Educators are encouraged to adopt blended approaches and tailor instruction to student self-efficacy levels. Future research should explore these variables across other subjects and contexts.