cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kalibrasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Rancangan Ruang Pengeringan Kulit di CV. Birali Jaya Alpi Dwi Putra; Doddy Chandrahadinata
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-1.693

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tata letak fasilitas dan alur proses produksi pada sebuah perusahaan pembuatan krecek yaitu CV. Birali Jaya, yang berlokasi di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancangan perencanaan tata letak fasilitas baru di perusahaan tersebut. Perusahaan ini termasuk salah satu industri pembuatan krecek yang memiliki kapasitas produksi cukup tinggi, namun hal tersebut tidak terlepas dari berbagai macam permasalahan yang muncul pada saat pelaksanaan proses produksinya, mulai dari tata letak produksi yang tidak beraturan, jarak antar tempat produksi yang berjauhan, hingga hasil proses produksi yang tidak optimal yang disebabkan kurang maksimalnya proses pengeringan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan perbaikan tata letak fasilitas dan perubahan proses produksi agar tidak menimbulkan kerugian pada perusahaan akibat dari permasalahan-permasalahan yang ada. Perbaikan dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari pembuatan PPO, menghitung routing sheet, menentukan luas lantai, menghitung OMH, menentukan Tabel Skala Prioritas (TSP), membuat ARD, menentukan ARC, membuat AAD dan langkah terakhir adalah membuat rancangan tata letak baru dan perbaikan alur proses produksi yang disajikan dalam sebuah template. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu usulan perbaikan tata letak fasilitas baru yang ditambah dengan pembuatan ruang pengeringan kulit beserta biaya dalam pembuatannya. Tata letak yang baru memiliki perbedaan dengan tata letak yang sebelumnya. Perbedaannya yaitu terletak pada waktu proses produksi, jumlah tenaga kerja, jumlah kapasitas produksi, aliran bahan hingga penambahan proses produksi.
Analisis Lean Manufacturing Pada Aktivitas Proses Produksi di PT. Mandala Logam Utama Yusuf Mauluddin; Ibna Faizal Rahman
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-2.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) yang ada pada aktivitas proses produksi. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan konsep Lean Manufactuirng, tools yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM), Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionaire (WAQ), Value Stream Analysis Tools (VALSAT), waste dengan persentase terbesar direkomendasikan diperbaiki sesuai tools yang terpilih di VALSAT. Setelah hasil analisa dengan VALSAT langkah selanjutnya adalah analisa dengan TOC (theory of Constraints) sebagai alat analisa pendukung. Dari hasil penelitian ini diperoleh waste yaitu waiting yang menyebabkan overproduction pada stasiun kerja proses pendinginan, setelah terdapat hasil analisa dengan VALSAT dan TOC maka dapat ditentukan usulan perbaikan yaitu dengan membuat gudang pendinginan khusus yang dilengkapi alat pendingin seperti AC (air conditioner) ataupun kipas angin, hal tersebut akan membantu perusahaan mengurangi waste pada aktivitas proses produksi.
Pengendalian Kualitas Produksi Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Hilmi Aulawi; Iqbal Try Maulana
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-2.696

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis produk cacat yang paling dominan, faktor-faktor yang menyebabkan produk menjadi cacat serta mengetahui jenis kecacatan yang paling dominan pada proses produksi sehingga dapat dilakukan pengendalian kualitas dengan memberikan usulan perbaikan mengenai cara untuk mereduksi kegagalan pada proses produksi OutSool. Pendekatan masalah yang digunakan yaitu menggunakan metode Six Sigma dengan melalui lima tahapan analisis yaitu Define, Measure, Analyse, Improve, dan Control (DMAIC). Hasil penelitian menunjukan teridentifikasi 3 jenis kecacatan yang terjadi pada proses produksi OutSool yaitu produk reject, cacat ketebalan dan cacat scrapt. Berdasarkan metode borda di dapatkan faktor penyebab yang paling berpengaruh dalam terjadinya kecacatan di sebabkan oleh faktor dari mesin dan faktor dari manusia. Sehingga dapat dilakukan prioritas penyebab kecacatan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA berfungsi untuk menentukan nilai RPN (Risk Priority Number) berdasarkan terjadinya kecacatan, pengaruh dari kecacatan dan tingkat terdeteksinya kecacatan. Dari hasil akar permasalahan tersebut dapat ditentukan usulan perbaikan dan pengendalian agar dapat membantu perusahaan untuk mengurangi resiko kecacatan proses produksi.
Pendekatan Lean Service dengan Metode Value Stream Mapping Untuk Meminimasi Waste di Logistic J&T Express Ujang Cahyadi; Dedi Sa’dudin Taptajani; Muhamad Nurjaman
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-2.698

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah penyebab keterlambatan barang pada perusahaan jasa XYZ, mengidentifikasi dan menganalisa waste perusahaan jasa XYZ. Dalam tujuan penelitian ini mengetahui gambaran aktivitas logistic dan bagaimana mengidentifikasi menganalisa penyebab keterlamabatan pengiriman barang, mengidentifikasi waste pada proses kerja dan mengusulkan upaya perbaikan inbound dan outbound pada perusahaan jasa XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean service dengan metode value stream mapping, borda, 5 whys, fish bone. Hasil yang didapat dalam metode value stream mapping waste tertinggi pada proses quality control dalam kegiatan cross check. Berdasarkan hasil analisis kegiatan cross check harus dihilangkan kerena banyak kegiatan berulang. Hasil metode borda rangking tertinggi proses check in kemudian dilakukan 5 whys analisis kemudian dilakukan analisis menggunakan fish bone untuk menganalisis indikator permasalahan, dan didapat hasil perbaiakan dalam people, methode, environment, material.
Penentuan Depot Plastik Menggunakan Metode MDVRP Dody Chandrahadinata; Dedi Sa’dudin Taptajani; Rian Wibawa
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.700

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari masalah distribusi yang dialami perusahaan, dimana lokasi perusahaan yang jauh dengan retailer dan tidak ada rute yang jelas pada saat proses distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi pendistribusian plastik, lokasi sebaran depot plastik, dan rute optimal pendistribusian didaerah Garut. Variabel utama penelitian ini adalah jarak antar retailer plastik. Metode penelitian yang digunakan pada kali ini adalah metode MDVRP. Tahap penelitian terdiri dari Clustering yaitu dengan menggunakan metode nearest neighbor, routing dengan menggunakan Chebishev’s Theorism dan Scheduling menggunakan metode Genetic Algorithm. Hasil yang diperoleh adalah jumlah depot dengan batasan jarak dan lokasi optimal berdasarkan jarak, serta rute distribusi dari tiap depot dan rute distribusi dari wholeseller ke depot. Penelitian ini dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya mengenai MDVRP yang dapat dilakukan dengan metode yang berbeda pada tiap prosesnya serta dengan perbedaan batasan penelitian yang dilakukan baik dari jumlah retailer, beban angkut, ataupun dengan penambahan waktu.
Jadwal Induk dan Kapasitas Produksi Menggunakan MPS dan RCCP di PT. XYZ Yusuf mauluddin; Hari Rahman Nuralam
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-2.715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal induk produksi dan kapasitas produksi pada PT. XYZ . Produk yang dibuat terdiri dari tiga jenis yaitu Produk pintu, kusen dan Pintu geser. Metode yang digunakan untuk penelitian ini manufacturing resousce planning (MRP II) mulain dari dari perencanaan aggregate sampai dengan jadwal induk Produksi dan perhitungan kapasitas produksi atau Rought cut capacity planning (RCCP). Hasil yang diperoleh adalah tersercanakannya jadwal induk produksi dan kapasitas produksi. Analisa dilakukan dengan membandingkan antara kapasitas yang dibutuhkan dalam perencanaan dan kapasitas tersedia diperoleh hasil kapasitas yang tersedia melebihi kapasitas yang dibutuhkan sehingga penyesuainan sumberdaya yang dimiliki. Mengetahui hasil dari perbandingan dari RCCP dengan kapasitas tersedia kemudian adanya perbaikan kapasitas tersedia untuk tidak melebihi kapasitas. dengan menggunakan metode perencanaan kapasitas produksi (RCCP) .
Identifikasi Faktor Pendirian Usaha Bata Merah Berdasarkan BOCR M. Zaky Darojat; Ujang Cahyadi; Dedi Sa’dudin Taptajani
Jurnal Kalibrasi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.17-1.719

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak – dampak yang berpengaruh terhadap pendekatan total usaha bata merah di Kabupaten Garut. Sering kali muncul kendala didalam usaha bata merah sehingga mengakibatkan kegagalan dalam menjalankan sebuah usaha. Metode yang digunakan adalah ANP ( Analytic Network Process) dan analisis BOCR (Benefit Opportunities Cost Risk). Hasil yang didapat bahwa dampak – dampak yang berpengaruh terhadap total usaha bata merah adalah nilai stabil dengan bobot tertinggi dalam pendekatan BOCR adalah Cost, Risk, Benefit, Opportunites . Dan untuk penentuan strategi menggunakan analisis SWOT. Dan terdapat penentuan strategi Strength-Opportunities, Sterngth-Treats, Weakness-Opportunities, Weakness-Treats untuk menanggulangi dampak – dampak tersebut.
Analisis Usaha Pengembangan Tembakau Mole Cigasti Yusuf Mauluddin; Mohamad Dikry
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.720

Abstract

Perusahaan tembakau mole cigasti saat ini hanya bisa memproduksi sebanyak 9.6ton/tahun atau kurang dari 1% dari jumlah kebutuhan nasional sebanyak 300.000 ton/tahun. Maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis usaha dalam upaya mengembangkan perusahaan tembakau mole cigasti dengan memilih berbagai skenario skenario yang dibuat berdasarkan target perusahaan dengan total produksi lebih dari 20 Ton. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019, data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer yang diambil dengan cara observasi dan wawancara langsung kepada pihak perusahaan dan pihak petani tembakau mole cigasti di Desa Sukakarya Kecamatan Banyuresmi. Operasional Model yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan analisis ekonomi teknik, analisis kelayakan investasi. Hasil penelitian dari berbagai skenario menunjukan bahwa skenario 3 alternatif A dengan resiko yang mungkin terjadi, skenario 3 alternatif A membutuhkan bahan baku sebanyak 192 ton/musim. Skenario 3 alternatif A menghasilkan nilai NPV Rp Rp698,000,000 dengan investasi sebesar Rp.1.150.000.000, hasil tersebut menunjukan bahwa skenario tersebut sangat layak dan menguntungkan untuk dijalankan perusahaan.
Pemilihan Rute Distribusi Produk Endog Lewo dengan Menggunakan Metode Saving Matrix Ujang Cahyadi; Acep Rahmat Hidayat
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.721

Abstract

Model algoritma VRP verhicle routing problem yang di gunakan dalam yaitu metoda saving matrix digunakan untuk meminimumkan jarak, waktu dan ongkos pendistribusian dengan mempertimbangkan kendala kendala untuk solusi permasalahan rute kendaraan. dan kemudian dilakukan pengujian mengunakan metode TSP travelling salesman problem dengan dilakukan perbandingan antara pemilihan rute yang dihasilkan. hasil perhitungan rute disrtibusi dengan logika algoritma saving menunjukan jumlah rute yang memaksimalkan keterbatasan alat angkut menghasilkan jarak yang ditempuh 613,3 km dengan biaya sebesar Rp 7.992.080/ bulan selisiah yang dihasilkan dari rute yang digunkan saat ini sejauh 11,4 km sedangkan biaya transportasi berkurang sebesar Rp 3.076.712/bulan dengan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa perhitungan rute distribusi dengan logika algoritma VRP dengan metode saving lebih hemat dibandingkan rute distribusi saat ini.
Strategi Pengembangan Usaha Petani Kentang Berbasis Agroindustri dalam Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Ujang Cahyadi; Fahad Fauzan Firdaus
Jurnal Kalibrasi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.18-1.722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dan strategi pengembangan usaha petani kentang dengan mengolahnya menjadi kerupuk kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer yang diambil melalui observasi dan wawancara langsung kepada petani kentang di Kecamatan Pasirwangi. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan nilai tambah, analisis kelayakan bisnis dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan dari pengolahan kentang menjadi kerupuk kentang memberikan nilai tambah sebesar Rp. 4.548,09/ Kg, sedangkan dari pengolahan kerupuk kentang dari hasil panen kentang semi/sedang (PL/DN) dan kentang kecil (Ares) pada saat harga kentang naik memberikan nilai tambah sebesar Rp. 7.991,85/ Kg, sedangkan dari pengolahan kerupuk kentang dari hasil panen kentang semi/sedang (PL/DN) dan kentang kecil (Ares) pada saat harga kentang turun memberikan nilai tambah sebesar Rp. 4.200,19/ Kg. Proses pengolahan kerupuk kentang layak dan menguntungkan untuk didirikan. Strategi pengembangan usaha petani kentang ialah melakukan pengolahan kerupuk kentang dengan bahan baku yang dimiliki dengan memasarkannya ke pasar-pasar yang ada disekitar Kabupaten Garut dengan didukung dengan penggunaan media online dan dengan terus meningkatkan inovasi baik itu rasa maupun kemasan agar produk kerupuk kentang ini berbeda dengan produk-produk pesainganya.