cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
Analisa Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Garut Ganjar Jojon Johari; Acep Gunawan
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.887

Abstract

Menuju era globalisasi keberadaan pembangunan infrastruktur sangat mutlak diperlukan. Selain dapat mengubah suatu negara menjadi lebih maju dan subur makmur rakyatnya, negara mampu menyamakan diri dengan negara lain. Walau begitu pembangunan infrastruktur khususnya dibidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Garut selalu ada hambatan yang mengiringi proses pelaksanaan proyek tersebut. Keterlambatan proyek keterlambatan umumnya akan menimbulkan kerugian baik bagi pemilik maupun kontraktor karena akan mengakibatkan pemborosan biaya maupun kerugian pada pihak proyek swasta akibat bertambahnya waktu serta tenaga. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi Factor yang mempengaruhi keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut.Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan mengidetifikasi factor yang mempengaruhi proyek infrastruktur. Methode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan hasil didapatkan yaitu 35 sub variable dari 5 variable factor yang mempengaruhi keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut. . Dari 5 variable yang di teliti, ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut. Factor dominan yang menjadi penyebab keterlambatan proyek infrastructure adalah. Factor Tenaga Kerja dengan sub variable secara yang dominan yaitu: Kurangya keterampilan Tenaga Kerja (0,038), disusul Terjadinya kekurangan tenaga yang mumpuni (0,036), Terjadinya pemogokan tenaga (0,034), terjadinya kecelakaan kerja (0,036), buruknya kualitas pengerjaan (0.034), dan kurangnya staff yang berpengalaman/ mumpuni (0,034).
Inspeksi Keselamatan Jalan Pada Ruas Jalan Raya Limbangan Kabupaten Garut Muhamad Alfi Naufal; Ida Parida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.888

Abstract

Kecelakaan lalu lintas pada jalan raya merupakan peristiwa tidak terduga yang melibatkan kendaraan atau pengguna jalan dan mengakibatkan kerugian materi serta korban jiwa. Ruas jalan Limbangan merupakan jalan nasional yang terletak di kabupaten Garut, Jawa Barat. Lalu lintas kendaraan yang padat dan dilewati oleh kendaraan tonase besar memungkinkan ruas jalan ini memiliki resiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, mendapatkan nilai jarak pandang henti dan menyiap yang aman, serta melakukan inspeksi keselamatan jalan. Data penelitian ini diperoleh dari Polsek Limbangan serta Bina Marga. Metode yang digunakan yakni analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan serta inspeksi keselamatan jalan mengacu pada metode Bina Marga 1997. Hasil penelitian ini yakni terjadi 278 kasus kecelakaan, terbanyak mengalami luka ringan dengan 197 korban. Berdasarkan perhitungan jarak pandang henti dan menyiap dari kecepatan rencana dan kecepatan operasional bisa ditetapkan aman karena secara struktural memenuhi perencanaan jalan yang memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna jalan. Akan tetapi masih terjadi kecelakaan lalu lintas, dan untuk meningkatkan keselamatan perlu adannya perbaikan rambu dan marka pada ruas jalan limbangan.
Studi Banding Metode Bina Marga dan Aashto untuk Perencanaan Perkerasan Kaku Muhammad Faisal; Roestaman Roestaman; Ida Parida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.891

Abstract

Kabupaten Garut menggambarkan wilayah sesuatu sedang berkembang dimana pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Terlebih lagi Kota garut merupakan kota wisata yang banyak terhubung dengan jalan lokal hingga jalan provinsi sehingga menyebabkan banyaknya kerusakan seperti jalan yang berlubang kondisi serta drainase yang kurang baik. Oleh karna itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pembangunan jalan serta rehabilitasi agar membasmi masalah tertentu. Penelitian ini berguna agar menganalisis perbedaan antara metode Bina Marga dan metode AASHTO dalam merencanakan ketebalan perkerasan kaku. Lokasi penelitian ini yaitu pada Ruas Jalan Jend. Sudirman Sta. 0+000 – Sta. 0+135. Jalan ini diklasifikasikan sebagai jalan arteri dengan status jalan provinsi yang mempunyai lebar 6 meter. Direncanakan lintasan beton pada bagian lintasan Jend. Sudirman ini memakai mutu beton K-350 dan menggunakan lama direncana 2.0 tahun. Perhitungan ketebalan lintasan semen agartidaknya methode BinaMarga dan methode ASHTO, memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan mengacu pada parameter yang berbeda. Faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil ketebalan tersebut antara lain pada metode AASHTO memasukkan banyak faktor selain dari beban lalu-lintas dan kekuatan tanah dasar, yaitu seperti koefisien drainase, reliabilty, serviceability hingga faktor tingkat kelayanan dalam metode ini sangat diperhatikan. Hal tersebut membuat ketebalan yang dihasilkan metode AASHTO lebih besar dibandingkan dengan metode Bina Marga.
Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Tipe A (Water Reducing) Terhadap Sifat-Sifat Beton Adri Triadi; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.893

Abstract

Beton merupakan suatu material yang keras menyerupai batu yang dibuat dengan campuran semen, pasir, kerikil/split dan air serta dengan penambahan bahan lainnya yang dapat mempengaruhi beton itu sendiri. Penelitian ini menggunakan aditif sika viscocrete 1003 yang bertujuan untuk menambah nilai kuat tekan beton dari rancangan beton normal pada umur 14 hari. Urutan penelitian dimulai dari pengumpulan material, pengumpulan data, pengujian agregat, proses rekayasa, pembuatan benda uji, pengujian sample dan mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Untuk persentase aditif sika viscocrete 1003 yaitu 0,2 % sampai 0,6 % diambil dari berat semen, ditambah dengan komposisi campuran beton normal dibuat dalam benda uji slinder ukuran 10 x 30 pada umur 14 hari. Penelitian dengan menggunakan aditif sika viscocrete 1003 ini menghasilkan nilai slump antara 75-100 mm. Nilai dari kuat tekan yang didapat dari penambahan superplasticizer ini pada umur 14 hari untuk penambahan 0,5 % dan 0,6 % mengalami penurunan berdasarkan perhitungan trendline. Pada campuran 0,2 % didapat nilai kuat tekan sebesar 14,33 MPa, campuran 0,3 % sebesar 14,99 MPa, campuran 0.4 % sebesar 13,67 MPa, Campuran 0,5 % sebesar 14,23 MPa dan campuran 0,6 % sebesar 14,23 dari kuat tekan beton normal dihasilkan sebesar 10,67.MPa.
Faktor yang Mempengaruhi Terhadap Kualitas Proyek Kontruksi Jalan di Kabupaten Garut Rizki Supian; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.894

Abstract

Dalam setiap pembangunan jalan, kualitas kontruksi jalan sangat di pengaruhi oleh proses perencanaan, proses pelelangan dan pelaksanaan kontruksi serta pemakaian berbagai macam sumberdaya. Pembangunan kontruksi jalan yang tidak efisisen akan mengakibatkan pemborosan, di lain pihak masih terdapat rendahnya kualitas jalan. Penyusunan skripsi ini betujuan mengidentifikasi, faktor yang mempengaruhi kualits proyek kontruksi jalan sehingga umur rencana jalan tidak tercapai, yang terjadi pada proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut.Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan identifikasi factor yang dapat mempengaruhi kualitas proyek kontruksi jalan. Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu metode yang di pakai. Dengan hasil yang didapatkan yaitu 36 sub kriteria dari 5 kriteria kualitas proyek kontruksi jalan yang terjadi di Kabupaten Garut. Dari 5 kriteria yang di teliti, ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut. Faktor dominan yang mempengaruhi kualitas proyek kontruksi jalan adalah perencanaan dengan indicator-indikator seperti survey, studi lingkungan, desain, jenis pekerjaan, kualitas perencanaan, perubahan desain, waktu desain, persetujuan desain dan geograf.
Analisa Faktor Keberhasilan Proyek Kontruksi di Kabupaten Garut Ganjar Jojon Johari; Sahid Amarulloh
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.895

Abstract

Setiap pelaksanaan proyek kontruksi tentunya mengharapakan suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan tanpa adanya hambatan yang dapat memperlambat kegiatan pelaksanaan dan bertambahnya biaya dalam pelaksanaan. Dimana identifikasi faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek kontruksi sangat penting untuk dilakukan. Penyusunan dalam penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang muncul, menganalis faktor-faktor kritis yang memiliki efek tertinggi dan faktor-faktor kritis yang paling penting terhadap keberhasilan proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut. Tahap-tahap dalam penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek dengan cara studi literatur dari penelitian-penelitian terdahulu dan melakukan wawancara kepada pihak yang mempunyai wawasan dalam bidang proyek kontruksi. Hasil dari identifikasi faktor-faktor kritis yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek didapatkan 7 variabel dengan 38 sub variabel. Variabel tersebut dimasukan kedalam rancanagn kuisioner untuk menganalisis faktor yang memiliki efek tertinggi dengan menggunakan metode AHP. Dari hasil analisis data kuisiner didapatkan faktor yang memiliki efek tertinggi dalam keberhasilan pelaksaan proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut adalah manajemen proyek dengan bobot (1.627) dengan sub variabel rencana dan jadwal yang digunakan (0.019). Dengan mengetahui efek tertinggi dari faktor kritis keberhasilan yaitu untuk menghindari terjadi nya keterlambatan dan membengkak nya biaya pelaksanaan.
Pengaruh Pemakaian Agregat Kasar Ex Pecahan Keramik Terhadap Mutu Beton Moch Lukman Nul Hakim; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.898

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari setiap pembangunan tentunya tidak terlepas akan kontruksi beton. Pada umumnya bahan pembuatan beton terdiri dari air, semen, dan agregat, akan tetapi jika bahan baku tersebut terus menerus diambil dari alam ketersediaannyapun akan menurun dan berdampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu harus ada bahan lain untuk mengurangi bahan baku utama pada campuran beton, untuk mengatasi hal tersebut bisa dicoba menggunakan limbah keramik sebagai campuran untuk menggantikan sebagian dari agregat kasar normal. Penelitian ini bertujuan mencari tau pengaruh limbah ex pecahan keramik terhadap sifat-sifat beton, selain itu juga apakah limbah keramik layak digunakan sebagai campuran beton struktur. Campuran beton ini dibuat berdasarkan peraturan SNI 7656-2012. Pada penelitian ini limbah ex pecahan keramik digunakan sebahgai bahan substitusi dari agregat kasar normal dengan persentase limbah keramik 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, untuk mutu rencana beton yaitu F’c 20 MPa, dengan bentuk benda uji silinder berukuran 150 300 mm. Dari hasil penelitian dihasilkan nilai beton normal yaitu 10,895 MPa, sementara untuk nilai beton campuran limbah keramik 5% adalah 10,489 MPa, nilai tersebut menurun sebesar 3,7%. Dan untuk nilai beton campuran limbah keramik 10%, 15% dan 20% adalah 10,137 MPa, 9,371 MPa, dan 9,352 MPa, nilai tersebut kekuatannya menurun sebesar 7%, 10,7% dan 14,2% dari beton normal. Limbah keramik tidak cocok dijadikan sebagai bahan pengganti dari agregat kasar normal dan juga tidak cocok digunakan sebagai bahan campuran untuk beton struktur, dikarenakan bentuk dari limbah keramik yang pipih dan juga sifat dari limbah keramik ini sangatlah rapuh, dan permukaannya yang licin membuat daya ikat limbah keramik dengan adukan beton kurang kuat.
Pengaruh Perkuatan Beton Menggunakan CFRP Terhadap Kuat Tekan Fikri Aulia; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.899

Abstract

Beton memiliki kuat terhadap tekan, namun memiliki kelemahan yang dapat mengakibatkan beton tersebut mengalami kerusakan sebelum waktunya. Untuk meminimalisir kerusakan tersebut beton bisa diperkuat dengan menggunakan carbon fiber reinforced polymer. material ini digunakan sebagai perkuatan eksternal yang memiliki kelebihan kuat terhdap korosi, ringan, daya kuat tinggi, dan mudah diaplikasikan sesuai dengan permukaan yang akan dipasang CFRP. Penelitian dengan uji laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan beton yang di perkuat dengan menggunakan CFRP terhadap beton normal. Serta mengetahui pengaruh perbedaaan tipe pemasangan perkuatan dengan menggunakan CFRP. Ada 4 tipe perkuatan yaitu tipe 1 perkuatan 100%, tipe 2 perkuatan 75%, tipe 3 perkuatan 50%, dan tipe 4 perkuatan 25%, serta beton normal sebagai pembanding. Masing-masing setiap tipe perkuatan dibuat sebanyak 3 sampel. Metode penelitian ini adalah uji eksperimen atau percobaan, data yang didapatkan adalah data primer. Dari hasil pengujian uji kuat tekan dengan menggunakan analisa trendline, pengaruh perkuatan beton menggunakan CFRP lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, dengan nilai uji kuat tekan pada beton normal sebesar 10,67 MPa, perkuatan menggunakan CFRP tipe 1-100% sebesar 11,03 MPa, perkuatan tipe 2-75% sebesar 10,46 MPa, perkuatan tipe 3-50% sebesar 11,31 MPa, dan tipe perkuatan tipe 4-25% sebesar 9,33 MPa. Persentase peningkatan kekuatan dengan perkuatan CFRP yaitu 7% untuk perkuatan 100%, 5% untuk perkuatan 75%, 4% untuk perkuatan 50%, dan 2% untuk perkuatan 25%.
Analisis Limpasan Samping di Saluran Primer Daerah Irigasi Cimanuk Agum Gumilar; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.900

Abstract

Irigasi adalah bangunan buatan dengan tujuan untuk usaha menyediakan air, mengatur air, dan membuang air jika mengalami kelebihan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit irigasi yang dibutuhkan, debit yang tersedia di saluran irigasi, dan debit yang melimpas di Bendung Cimanuk (BCMK) 6a serta dimensi yang dibutuhkan disaluran bangunan pelimpah samping. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data curah hujan dari 3 stasiun penakar hujan yang ada di Kabupatn Garut diantaranya yaitu sta Bayongbong, sta Cisurupan dan sta Cikajang serta data Klimatologi dari stasiun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pamengpek – Garut, periode ulang 10 tahun dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2017. Metode yang digunakan dalam perhitungan debit yaitu Metode Fj Mock, Perhitungan evapotranspirasi yaitu menggunakan metode Penman, perhitungan debit andalan menggunakan probabilitas Weibull, untuk perhitungan kebutuhan air irigasi dengan memilih pola tanam dan waktu sesuai daerah irigasi Cimanuk Bayongbong. Dapat nilai debit andalan terbesar yaitu 3,85 m³/dt dibulan Februari dan debit terkecil dibulan Juli 0,06 m³/dt. Pengambilan debit air dipintu pengambilan sebesar 2,83 lt/dt/ha dengan luas 874 ha, air yang tersedia disaluran irigasi primer sebesar 6600 lt/dt, air yang melimpas sebesar 183,31 lt/dt serta dimensi saluran yang dibutuhkan yaitu sebesar 1 m tinggi muka air dari bawah saluran, 1 m lebar dasar saluran dan tinggi jagaan 0,4 m yang berbentuk trapezium.
Analisis Debit Banjir dan Penelusuran Banjir di Bendungan Cipanas Kabupaten Sumedang Amalia Naufal Qais; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.901

Abstract

Pembangunan Bendungan Cipanas terletak di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang serta Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bendungan Cipanas ialah upaya pengelolaan sumber energi air yang sudah direncanakan oleh BBWS Cimanuk- Cisanggarung dalam rencana pengembangan sumber energi air WS Cimanuk- Cisanggarung buat menanggulangi permasalahan banjir di Daerah Pantura. Dalam mengatasi permasalahan banjir di Wilayah Pantura dibutuhkan besarnya debit inflow dan debit outflow. Metode yang digunakan untuk mengetahui berapa besar debit inflow adalah metode HSS Nakayasu dan HSS Snyder sedangkan metode yang digunakan untuk mengetahui berapa besar debit outflow adalah metode Linear Reservoir dan Level Pool Routing. Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang didapat BBWS Cimanuk-Cisanggarung, PT. WIKA-JAKON, KSO dan PT. Raya Konsult.Penelitian ini berfokus pada debit banjir rencana untuk menghitung perencanaan dimensi pelimpah pada penelitian selanjutnya supaya debit banjir puncak tidak melimpas ke puncak Bendungan Cipanas dan penelusuran banjir rencana untuk mengetahui hubungan atas perubahan-perubahan yang terjadi baik pada debit inflow (m3/dt), volume genangan (m3/dt), dan debit outflow (m3/dt) dengan perubahan terhadap waktu. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada debit inflow menggunakan metode HSS Nakayasu pada Q1000 adalah 653.035 m3/dt dan metode HSS Snyder pada Q1000 adalah 583.106 m3/dt. Selain itu hasil dari perhitungan debit outflow dengan penelusuran banjir Q1000 metode Linear Reservoir pada HSS Nakayasu 287.99 m3/dt dan pada HSS Snyder 529.61 m3/dt. Sedangkan dengan metode Level Pool Routing pada HSS Nakayasu 38.47 m3/dt dan pada HSS Snyder mencapai 231.11 m3/dt. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa untuk perencanaan dimensi pelimpah dari debit puncak rencana maka digunakan kala ulang Q1000 tahun dengan metode dapat digunakan untuk perhitungan debit banjir di bendungan adalah HSS Snyder. Hasil tersebut menunjukan inflow lebih besar dari outflow maka pada bendungan tersebut terjadi genangan, besarnya tergantung durasi waktu yang diperhitungkan.