cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
Analisis Lentur Balok Beton Dengan Bundel Tulangan Ajis Sidiq Gumilar; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.987

Abstract

Baja pada balok beton merupakan salah satu kombinasi antara beton yang memiliki kuat tekan yang tinggi dan baja tulangan yang memiliki kuat tarik yang tinggi sehingga jika disatukan akan menghasilkan kombinasi yang kuat. Akan tetapi kadang seorang arsitektur memerlukan balok yang dimensinya lebih kecil sehingga perlu dilakukan penempatan tulangan dengan cara Bundel. Hal ini diperlukan karena batasan dimensi elemen struktur. Dengan Bundel tulangan akan menghasilkan elemen struktur yang lebih kecil dan memudahkan dalam proses pemadatan adukan beton. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif yang mana penelitian ini banyak membahas angka-angka. Penelitian yang dilakukan yaitu menghitung kapasitas momen pada balok beton dengan bundel tulangan dan membandingannya dengan perhitungan kapasitas momen pada balok beton yang dipasang tulangan secara biasa. Hasil daripembahasan penelitian ini yaitu nilai kapasitas momen balok beton dengan dengan bundel tulangan lebih besar dari balok beton dengan tulangan biasa. Dimana nilai yang didapat (ᶲMn) sebesar 2.232 KN.m untuk balok beton dengan bundel tulangan dan (ᶲMn) sebesar 1.989 KN.m untuk balok beton dengan tulangan biasa. Maka selisih nilai kapasitas momen tersebut sebesar 12.22% lebih besar balok beton dengan bundel tulangan
Pengujian Kuat Tekan Mortar dengan Campuran Pasir Ladot Muhammad Shofwan Ali; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.988

Abstract

Mortar merupakan material pelengkap bangunan untuk merekatkan pekerjaan pasangan batu bata, batako dan plesteran. Bahan pengikat mortar wajib memiliki kekentalan standar dalam memastikan strength dan dapat menahan gaya tekan akibat beban yang bekerja. Metode yang dipakai yaitu metode eksperimental, untuk bahan yaitu semen, air, dan pasir dengan perbandingan 1pc:2psr, 1pc:4psr dan 1pc:6psr. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh mortar terhadap kombinasi pasir Ladot dibandingkan pasir Kuyamut serta pengaruh terhadap kuat tekan umur 3 dan 28 hari. Berdasarkan hasil kuat tekan umur 28 hari yaitu 1pc : 2psr pasir Ladot 18,67 MPa dan pasir Kuyamut 22 MPa, persentase perbandingan 17,86%, 1pc:4psr pasir Ladot 16,67 MPa dan pasir Kuyamut 20,67 MPa, persentase perbandingan 24,00%, 1pc:6psr pasir Ladot 14,67 MPa dan pasir Kuyamut 17,33 MPa, persentase perbandingan 18,18%. Pengaruh mortar terhadap perbandingan umur 3 dan 28 hari mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 1pc:2psr 100,00%, 1pc:4psr 150,00%, 1pc:6psr 214,00%. Berdasarkan hasil penelitian maka layak untuk dipergunakan.
Analisis Pengendalian Waktu dengan Earned Value Concept Pembangunan Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut Ajat Jatnika; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.990

Abstract

Pada tahun 2019 dinas PU melaksanakan pembangunan Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut, pada proses pelaksaan proyek gedung tersebut banyak hambatan dan kendala yang terjadi salah satunya adalah keterlambatan dalam menyelesaikan proyek. Pada pelaksanaannya proyek tersebut mengalami kemunduran jadwal pelaksanaan karena faktor tertentu. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah menganalisa penyimpangan jadwal dan biaya pada proyek Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut dan menganalisa waktu yang diperlukan untuk menyelasaikan proyek Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut. Analisis deskriptif diambil dari data sekunder yang didapatkan langsung dari objek penelitian melalui wawancara terbuka, dimana akan dilakukan analisa lalu dihubungkan dengan hasil analisis kuantitatif dengan konsep earned value untuk menguatkan hasil penelitian. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai BCWS berada di atas nilai BCWP pada minggu ke-1 sampai minggu ke-12 hal tersebut menunjukan indikator nilai hasil dari sudut pandang nilai pekerjaan tidak sama dengan jadwal kegiatan yg direncanakan pada minggu ke-4,5,7,8, dan 12 bahwa nilai BCWP telah tertinggal dibandingkan dengan nilai BCWS, yang berarti terdapat beberapa kegiatan yang belum dikerjakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Sedangkan untuk penyimpangan jadwal dan biaya berdasarkan hasil analisis SV (Schedule Varians) menunjukan tanda negatif (-) sedangkan CV (Cost Varians) menunjukan hasil positif (+) artinya pekerjaan selesai terlambat namun anggaran yang keluar sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Kinerja Proyek (SPI) dan Cost Performance Indeks (CPI) menggunakan elemen nilai hasil menunjukan bahwa proyek tersebut masih untung meskipun terjadi keterlambatan. Analisa Estimation Temporary Schedule (ETS) menunjukan bahwa pada minggu ke-1 sampai minggu ke-12 indeks jadwal proyek sangat buruk karena SPI belum mencapai angka 1 (<1), hal tersebut memperlihatkan kinerja proyek saat pelaksanaan proyek tidak baik. Sehingga perkiraan waktu total proyek adalah 33 minggu karena banyak bobot aktual jauh dengan bobot rencana.
Analisis Optimalisasi Perencanaan Kembali Durasi dan Biaya Proyek menggunakan Metode Pertukaran Waktu dan Biaya Hari Sanjaya; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.991

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi lebih kompleks dan rumit sehingga membutuhkan kecermatan pada perencanaan manajemen proyek. Keberhasilan ataupun kegagalan suatu proyek konstruksi dapat dikatakan te aku pada tiga hal, yaitu waktu, biaya, dan, mutu serta dapat terhindar dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Untuk menghindari adanya keterlambatan penyelesaian proyek, maka dilakukan upaya percepatan pelaksanaan proyek menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan tenaga kerja. Metode yang digunakan yaitu dengan cara analisis peningkatan produktifitas harian pekerjaan sehingga nantinya berdampak pada berkurangnya waktu dan penambahan tenaga kerja, kebutuhan bahan, dan penggunaan alat sesuai dengan hasil perhitungan. Hasil dari analisis perhitungan yang didapat bahwa dengan alternatif yang digunakan membuat waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dapat dipercepat dari waktu normal 514 hari kerja menjadi 484 hari kerja tanpa mengalami penambahan biaya, akibat dari pertukaran durasi crash dengan penambahan biaya pekerja, bahan, dan peralatan. Dengan nilai efektifitas waktu yang dihasilkan sebesar 0,33% dan efisiensi biaya 0% karena tidak ada penambahan biaya.
Pengaruh Simpang Bersinyal Terhadap Kinerja Lalu Lintas Eva Detria Milenia; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.997

Abstract

Simpang tiga Jalan Otista-Jalan Raya Samarang Garut merupakan jalan dengan lingkungan komersial di Kota Garut, sehingga volume kendaraan yang melewati persimpangan tersebut cukup padat terutama pada lengan barat. Pada persimpangan tersebut telah terpasang APILL maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simpang bersinyal di Jl. Otista – Jl. Raya Samarang Garut. Data dari penelitian ini diperoleh dari observasi lapangan, pengolahan data menggunakan PKJI 2014 dan Software Simulasi Lalu Lintas Vissim. Hasil penelitian didapat Dj tertinggi senilai 0,858 hari Senin siang pada lengan Barat dan terendah hari Minggu pagi dengan nilai 0,701 di lengan Selatan. Dengan nilai tundaan rata-rata tertinggi senilai 29,55 det/skr hari Senin di lengan Selatan, dan nilai tundaan rata-rata terendah hari Minggu di lengan Barat senilai 19,37 det/skr, dengan nilai ITP berdasarkan tundaan rata-rata simpang adalah C, dimana arus lalu lintas hampir tidak stabil. Untuk meningkatkan kinerja lalu lintas, diberikan alternatif yakni memodifikasi APILL yang mampu menurunkan nilai panjang antrian sebesar 19% dan tundaan 59% dari sebelumnya.
Analisis Kondisi Geometrik Jalan Terhadap Potensi Kecelakaan Lalu Lintas Kendaraan Roda Empat Ida Farida; Faisal Tanjung
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.998

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa terjadinya suatu pergerakan lalu lintas yang dapat mengakibatkan resiko kecelakaan, sehingga mempengaruhi pada manusia sebagai pengendara. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu mengetahui lokasi dimana ruas rawan kecelakaan (black site), mengetahui adakah hubungan antara kondisi geometrik jalan terhadap terjadinya kecelakaan dan mengetahui faktor-faktor dominan penyebab kecelakaan. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa korban kecelakaan selama tiga tahun dengan lima kasus dan 16 orang korban kecelakaan pada tahun 2018 didapat 93,75%, pada tahun 2019 0%, tahun 2020 tiga kasus dan satu orang luka berat sehingga didapat persentase korban kecelakaan sebesar 6,25%. Hasil perhitungan lalu lintas harian rata-rata tahun 2021 sebesar 291,6 kend/jam. Dari hasil perhitungan alinyemen horizontal di dapatkan Tc 69,37 m dilapangan 58 m, Ec 32 m dilapangan 28 m, Lc 138,75 m dilapangan 84,17 m dari hasil perhitungan terdapat perbedaan yang signifikan. Perlengkapan jalan yang terdapat di tikungan Tanjakan Panganten belum terdapat rambu lalu lintas perhatian untuk tikungan serta belum terdapatnya penerangan jalan umum (PJU). Keadaan Geometri untuk Tanjakan Panganten cenderung memiliki tikungan tajam dan berbukit karena berada di daerah pegunungan Halimun sehingga menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan diantaranya perbaikan kondisi perbaikan jalan, memperbaiki kondisi perlengkapan jalan, pagar pengaman, dan rutin cek kendaraan.
Identifikasi dan Penilaian Risiko pada Proyek Pembangunan Stasiun Garut Cibatu Reva Rival Fauzi; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1014

Abstract

Manajemen risiko dapat diartikan sebagai suatu pendekatan mengenai risiko dan ketidakpastian dengan melakukan suatu identifikasi, analis dan mitigasi sebagai dasar tindakan untuk meminimalkan dampak dari risiko tersebut. Demikian juga halnya dengan proyek pembangunan Stasiun Kereta Api Garut-Cibatu ini perlu dipertimbangkan juga mengenai risiko-risiko yang akan ditimbulkan dalam perencanaan, pelaksanaan dan operasionalnya. Pada proyek pembangunan Stasiun Kereta Api Garut-Cibatu ini banyak terdapat risiko karena bangunan tersebut menggunakan alat-alat berat dan melibatkan cukup banyak sumber daya manusia yang perlu mendapatkan perhatian terutama terhindar dari risiko kecelakaan. Identifikasi risiko tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita melakukan identifikasi risiko yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses dengan cara membagikan Kuesioner dan di olah data dengan metode AHP dan Skala Likert. Faktor utama yang menjadi prioritas dalam mempengaruhi pelaksanaan manajemen risiko proyek Stasiun Garut-Cibatu berdasarkan variabel yaitu: risiko pelaksaan konstruksi (0,222) dengan sub variabel tertinggi yaitu keamanan proyek dan sabotase proyek dengan masing-masing bobot rata-rata (0,333) dan bobot akhir (0,074).
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan di Kabupaten Garut Berdasarkan Pengguna Sepeda Motor Parhan Fauzi; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1015

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa terjadinya suatu pergerakan lalu lintas yang dapat mengakibatkan resiko kecelakaan, sehingga mempengaruhi pada manusia sebagai pengendara. Dengan kemajuan alat transportasi dan perkembangan penduduk yang semakin meningkat maka menyebabkan kebutuhan transportasi serta jumlah penduduk yang ikut meningkat di Kabupaten Garut yaitu pada tahun 2020 berjumlah 2.636.637 juta jiwa penduduk (Badan Pusat Statistik Kependudukan, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ruas jalan yang memiliki angka kecelakaan lalu lintas tertinggi pada ruas jalan di Kabupaten Garut menggunakan metode Z-Score, mengetahui penyebab kecelakaan lalu lintas seluruh kendaraan dilokasi rawan kecelakaan. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa ruas jalan yang memiliki angka kecelakaan sepeda motor tertinggi menggunakan metode Z-Score adalah terdapat di Kecamatan Bayongbong dengan total 48 kejadian kecelakaan pada koordinat 7°16'23.4"S 107°50'35.0"E lokasi rawannya terdapat di Jl. Raya Garut – Cikajang. Analisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas dengan data seluruh kendaraan yang paling dominan yaitu akibat dari faktor pengemudi sebesar 930 kejadian dengan kondisi tidak tertib sebesar 541 kejadian.
Pengaruh Bahan Tambah Castable C-18 Terhadap Mutu Beton Erik Zulkarnaen; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1017

Abstract

Castable disebut juga sebagai semen refraktori, jenis limbah dari refraktori mengeras pada suhu kamar yang mempunyai komposisi grog dan bahan pengikat kimia, berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik mengembangkan pengaruh bahan castable sebagai bahan tambah semen dalam campuran beton yang dibakar pada suhu 300℃ selama 2 jam maupun beton tanpa dibakar. serta mutu beton yang direncanakan menggunakan fc’ 20 MPa dengan masing-masing mutu, untuk mengetahui kadar castable optimum yang dapat menghasilkan kuat tekan maksimum pada beton yang dibakar pada suhu 300℃ selama 2 jarn dan beton tanpa dibakar. Hasil dari penelitian ini yaitu Castable c-18 tidak memiliki pengaruh perkuatan untuk dijadikan sebagai bahan campuran beton, castable membuat penurunan kuat tekan beton seiring bertambahnya variasi campuran pada beton baik dalam perlakuan di bakar atau tidak. Nilai kuat tekan beton normal rata-rata adalah 12,538 Mpa (dibakar) dan 16,308 Mpa (tidak dibakar) sedangkan untuk castable c-18 15% yaitu 10,65 Mpa (dibakar), 13,57 Mpa (tidak dibakar) dan castable c-18 20% yaitu 7,17 Mpa (dibakar), 11,78 Mpa(tidak dibakar), presentase campuran beton dengan tambahan castable c18 yang memilik nilai kuat tekan beton tertinggi adalah campuran beton dengan Castable c18 15 % yaitu 10,65 Mpa (dibakar) dan 13,57 Mpa (tidak dibakar).
Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah Daniswara; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1018

Abstract

Pasir merupakan suatu partikel-parikel yang lebih kecil dari kerikil dan lebih besar dari butiran lempung yang berukuran 5-0,074 mm yang bersifat tidak plastis dan tidak kohesi. Pasir digunakan untuk campuran pembuatan batu bata merah. Bata merah merupakan bahan bangunan yang sering digunakan untuk pembangunan perumahan. Memilih bata merah untuk dinding sangat beralasan karena bata merah memiliki keunggulan yaitu, bahan utamanya terbuat dari tanah yang tersedia tetapi tidak semua tanah bisa dibuat menjadi bata merah karena akan mempengaruhi kualitas bata merah tersebut. Bata merah sangat bagus untuk dinding rumah karena tidak menyerap sinar matahari pada jaman sekarang permintaan bata merah sangat meningkat karena banyaknya pembangunan perumahan yang begitu meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan pasir sebagai bahan campuran dan lama waktu pembakaran batu bata terhadap sifat mekanik ditinjau dari uji porositas, susut bakar, dan kuat tekan serta untuk mengetahui persentasi penambahan pasir unuk campuran batu bata dan mengetahui lamanya pembakaran yang baik. Penelitian ini menggunakan sampel batu bata yang berukuran panjang 20,5 cm, lebar 10,5 cm dan tebal 5,5 cm. variasi komposisi pasir sungai yang ditambahkan adalah 0 %,20% dan 40%. Pembuatan batu bata dilakukan dengan menggunakan mesin semi manual pencetak batu bata yang terlebih dahulu bahan-bahannya sudah dicampurkan, pengeringan batu bata selama 7 hari dari pembuatan batu bata dan pembakaran selama 24 jam atau lebih tergantung banyaknya batu bata yang dibakar. Penambahan pasir dengan persentase 20% ,40 % dapat mempengaruhi sifat mekanik batu bata menurunkan porositas, susut bakar dan kuat tekan. Lama pembakaran juga berpengaruh terhadap mekanik batu bata, berdasarkan hasil pengujian nilai porositas campuran 20% kurang dari ketentuan dalam SNI 15-2094-2000 dan memiliki nilai susut bakar mendekati 2,5% dari yang diinginkan terjadi penyusutan yang begitu banyak.