cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
KAJIAN PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA LAHAN SAWAH DI KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SIDOARJO Khasanah, Uswatun; Mindari, Wanti; Suryaminarsih, Penta
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2545

Abstract

Keberadaan industri berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan seperti perncemaran hasilpertanian yang disebabkan oleh lahan sawah yang tercemar. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi kontaminan logam berat dari limbah industri di persawahan. Penentuan lokasi penelitianmelalui metode purposive sampling, dengan kriteria dekat dengan industri, rumah penduduk, aksesjalan raya, dan irigasi dari sungai yang telah tercemar limbah industri. Berdasarkan kriteria tersebutdiambil 5 sampel tanah dari masing-masing 6 lokasi, dengan total 30 sampel. Sampel tanah diambilpada kedalaman 0-20 cm, ditempatkan dalam kantong polietilen dan dipindahkan ke laboratorium untukdianalisis kandungan logam berat dengan metode AAS, juga dianalisis sifat fisik dan kimia tanahlainnya. Data diolah dengan uji statistik non parametrik. Hasil penelitian didapat tekstur tanah berupalempung berdebu, pH tanah 6,19, C-organik 1,58% dan KTK 5.96 cmol/kg. Kandungan logam berattanah berkisar: Pb(1,3-1,65 mg/kg), Cd(0,14-0,48 mg/kg), Hg(0,58-1,04 mg/kg), Zn(36,2-125,16 mg/kg),Cu(33,91-69,26 mg/kg), Mn(662,11-942,56 mg/kg), dan Fe(1342,72-1738,71 mg/kg). Berdasarkan hasilanalisis model indeks, penelitian menunjukkan bahwa tanah tercemar oleh Hg dan Pb pada kelassedang hingga tinggi namun tidak menimbulkan potensi risiko ekologis terhadap lingkungan.DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2545
PIRING KUE BERBAHAN CMC DENGAN PELAPIS EDIBLE FILM DARI TALAS SATOIMO Sidik, Virgin Citra perdana; Pratiwi, Shinta Budi; Widodo, Laurentius Urip
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2546

Abstract

Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var antiquorum) merupakan salah satu jenis talas yangmemiliki ukuran umbi kecil (small corm taro) disebut juga sebagai talas jepang. CMC (Carboxy MethylCellulose) memiliki rumus molekul C8H16NaO8, bersifat biodegradable, tidak berwarna, tidak berbau,tidak beracun, berbentuk butiran atau bubuk yang larut dalam air namun tidak larut dalam larutanorganik. Penelitian ini memanfaatkan CMC dan pati talas Satoimo dijadikan produk edible film yaituberupa Piring Kue yang dapat dimakan serta untuk upaya mengurangi dampak negatif dari piringkertas yang membutuhkan waktu cukup lama dalam proses penguraiannya di lingkungan. PengolahanEdible film diawali dengan melarutkan 3gr kitosa dengan asam asetat 1%, melarutkan pati satoimo (1;1,5; 2 ; 2,5 ; 3 gr) dengan aquadest. Mencampurkan larutan Pati Satoimo-aquadest kedalam larutankitosan-asam asetat dan 10ml gliserol, dicetak, dioven suhu 70oC. Kemudian melarutkan CMC(0,1;0,2;0,3;0,4;0,5 %w/v) dengan aquadest, didiamkan suhu 4oC, dicetak, dioven suhu 70oC. Kemudianmenggabungkan Edible film dengan CMC dioven suhu 70oC, didiamkan suhu 25oC. Dari hasil penelitiandiperoleh hasil yang optimum, komposisi pati: CMC (3 gram: 0,5%) kuat tarik 0,454 MPa, Kuattekan 0,3572 MPa, Ketebalan 3,92 mm. Serta persentase kelarutan 50 % komposisi pati: CMC (3 gram:0,1%).DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2546
SELULOSA ASETAT DARI AMPAS SAGU Siswati, Nana Dyah; Wachidah, Aprilia Nur; Ariyani, Ayu Eka Putri
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2547

Abstract

Pemanfaatan ampas sagu di Indonesia umumnya masih sangat terbatas. Ampas sagu memilikikandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk dibuat menjadi selulosa asetat.Peningkatan selulosa dapat menggunakan proses asetilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencariwaktu asetilasi dan kecepatan pengadukan terhadap kadar aset yang dihasilkan pada selulosa asetat. Prosedurpembuatan selulosa asetat dari ampas sagu ada beberapa tahap. Tahap pertama adalah isolasi selulosa dariampas sagu. Tahap kedua adalah proses asetilasi dengan menggunakan metode emil heuser yaitu denganmenambahkan asam asetat glacial. Variabel yang dilakukan pada penelitian ini adalah kecepatan pengadukansebesar 150, 250, 350, 450 dan 550 rpm dengan waktu asetilasi 5, 10, 15, 20 dan 25 menit. Pada penelitian inidihasilkan kadar asetil terbesar sesuai SNI sebesar 39,2% yang dilakukan dengan kecepatan pengadukan 350rpm dan waktu asetilasi 15 menitDOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2547
KARAKTERISTIK GUGUS FUNGSI PADA POLIMERISASI SILIKA SELULOSA Santi, Sintha Soraya; Febriansyah, Harris; Chamida, Rida; Saputro, Erwan Adi
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2558

Abstract

bangannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencari kondisi terbaik dalam prosesmendapatkannya. Silika selulosa didapatkan dari polimerisasi. Polimerisasi silika selulosa dipengaruhioleh kondisi modulus sodium selulosa (Na2.nSiO2), dimana n adalah rasio molar SiO2 dan Na2O. Padapenggunaan modulus yang rendah tidak dapat terjadi polimerisasi, di sisi lain dengan peningkatankosentrasi NaOH berpengaruh terhadap kemurnian silika sehingga menyebabkan tidak dapat terjadipolimerisasi. Untuk menghindari gagalnya proses polimerisasi maka ditambahkan Carboxy MethylCellulose (CMC) yang berfungsi sebagai zat pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik gugus fungsi pada polimerisasi silika selulosa pada berbagai modulus sodiumselulosa. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu ekstraksi silika dari geothermal sludge, prosespolimerisasi silika selulosa, proses gellin, dan uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi penyusun silikaselulosa. Hasil yang didapatkanyaitu terdapat 4 gugus fungsi penyusun silika selulosa, antara lainalkohol (- OH) dengan rentang panjang gelombang 3433,98 – 3362,84(cm-1 ) ,karboksilat (-COOH)1637,20 – 1617,54 (cm-1 ), siloksan (Si-O-Si) 1065,89 -1042,73 (cm-1 ), dan silanol (Si-OH) 796,63 –788,43 (cm-1).DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2558
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI BERBAGAI MACAM PATI BIJI BERAS DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Pitaloka, Nidya; Wibisono, Dimas Aryo Bramantyo; Wahyusi, Kindriari Nurma
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840

Abstract

Penggunaan plastik untuk pengemas makanan yang tidak sesuai dapat memicu rusaknya jaringan tubuh manusia bahkan memicu kanker. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan plastik berbahan dasar gas alam dan minyak bumi. Hingga saat ini, bahan tersebut masih digunakan namun mulai dikurangi kuantitasnya karena tidak ramah lingkungan serta berpotensi mengganggu kesehatan. Salah satu inovasi plastik yang dapat diterapkan yaitu plastik dari bahan organik yang dapat dimakan (Edible Film). Pengembangan bahan edible film diantaranya adalah senyawa polimer dari tumbuhan seperti pati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film menggunakan berbagai macam biji beras dengan rasio pemberian kasein dan kitosan cangkang udang. Pati yang digunakan berasal dari biji beras putih, biji beras merah, biji beras hitam, biji beras ketan putih dan biji beras ketan hitam. Biji beras yang telah dihaluskan disaring dengan 100 mesh dan dilakukan pengadukan bersama kasein, kitosan dan gliserol untuk menjadi edible film. Studi pembuatan edible film dilakukan dengan variasi jenis biji beras dan variasi penambahan kitosan : kasein dengan rasio = 20:4, 25:4, 30:4, 35:4, 40:4 dalam gram. Pengujian menunjukkan semakin tinggi kandungan kitosan dan amilosa pada pati, akan meningkatkan nilai Tensile Strength (TS) edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film terbaik didapatkan dari pati beras ketan putih dengan variasi kitosan 1,25 gram. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840
SINTESIS MEMBRAN KITOSAN UNTUK PEMISAHAN ION PB DALAM LIMBAH CAIR Wahyusi, Kindriari Nurma; Nikmah, Shokhibatul; Anggraini, Garin Rifdah
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841

Abstract

Limbah cair industri yang mengandung logam berat berbahaya seringkali dibuang ke badan sungai secara langsung, sehingga dapat mencemari air sungai. Upaya pengolahan limbah cair industri perlu dilakukan untuk mengurangi kandungan logam berat di dalamnya. Salah satu cara menurunkan kadar logam Timbal (Pb) dalam limbah cair adalah dengan cara menggunakan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan larutan PVA (Polyvinyl Alcohol). Penelitian ini bertujuan dapat membentuk serta mengetahui kemampuan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan PVA dalam proses filtrasi ion Timbal (Pb) dalam limbah cair. Metode penelitian ini menggunakan proses pembuatan membran kitosan dengan teknik inversi fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran terbaik diperoleh pada variable kitosan: zeolit: PVA 2gr:1,5gr:30ml. Memiliki nilai fluks terbesar yaitu sebesar 323,809 L/m2.jam yang dapat memfiltrasi limbah PbNO3 dari kadar Pb awal sebanyak 12239,7 mg/L hingga menjadi 7520,4 mg/L dan diperoleh nilai rejeksi sebesar 38,5573%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841
ANALISIS PENENTUAN DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DI KABUPATEN MUSI RAWAS (MURA) Sefentry, Aan; Masriatini, Rully
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842

Abstract

Instalasi Pengolahan lumpur tinja (IPLT) merupakan bangunan pengolahan khusus lumpur tinja sebelum dibuang ke lingkungan atau badan air. Pengolahan lumpur tinja bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Tersedianya perencanaan desain sistem IPLT di kabupaten Musi Rawas yang menyeluruh untuk jangka pendek, menengah dan panjang yang ditinjau dari pertumbuhan jumlah masyarakat. Dari data yang didapat Jumlah proyeksi penduduk yang akan dilayani pada tahun 2026 sebanyak 65.623 jiwa maka di pilih Alternatif II yaitu Pengolahan Lumpur Tinja Dengan Jumlah Jiwa < 100.000. Berdirinya IPLT ini direncanakan di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Sistem pengolahan yang akan diterapkan untuk IPLT Kabupaten Musi Rawas direncanakan terdiri dari Tangki Imhoff dengan dimensi panjang 2 m dan lebar 1 m, Kolom Anaerobic panjang 19 m, lebar 9,5 m, Kolam Fakultatif dengan panjang 32 m dan lebar 16 m,, kolam Maturasi panjang 46 m dan lebar 2 3m. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842
TEH HIJAU BUBUK DARI DAUN ASHITABA MENGGUNAKAN PROSES SPRAY DRYING M, Endang Srihari; Lingganingrum, Farid Sri
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843

Abstract

Agar daun Ashitaba dapat disimpan dalam waktu yang lama dan mudah dikonsumsi, maka dibuat dalam bentuk bubuk ekstrak teh hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik, mengetahui suhu udara inlet pengeringan yang terbaik, serta mengetahui konsentrasi bahan pengisi maltodekstrin terbaik berdasarkan uji organoleptik, kadar air, viskositas, kadar antioksidan, bulk density, solubility, dan wettability. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : Penentuan perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik dalam ekstraksi daun ashitaba. Kedua, penentuan suhu udara inlet pengeringan ekstrak daun ashitaba yang terbaik dengan spray dryer. Sedangkan ketiga adalah penentuan konsentrasi maltodekstrin dalam ekstrak daun ashitaba yang terbaik berdasarkan analisa organoleptik, kadar air, bulk density, wettability, solubility, dan kadar antioksidan. Kesimpulan yang diperoleh adalah perbandingan massa daun ashitaba terhadap pelarut air yang tebaik adalah 1 : 5 dengan kadar air 98,9%. Suhu udara inlet spray dryer adalah 170oC dengan penambahan 1,5% maltodekstrin DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843
DETEKSI KAPSUL GELATIN IMUNITAS ANTICOVID19 DENGAN SENSOR QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE (QCM) YANG JUAL DI PASAR X KOTA SURABAYA ., Syukrianto; ., Umarudin; Madurani, Kartika Anoraga; Kurniawan, Fredy
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2844

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan porcine (babi) atau bovine (sapi) pada kapsul gelatin imunitas anticovi19 yang dijual di Pasar X Surabaya Utara. Metode yang digunakan untuk membedakan gelatin babi dan gelatin sapi adalah dengan alat Quartz crystal microbalance (QCM). Pada penelitian ini pendeteksian kapsul gelatin imunitas anticovid19 dilakukan dengan alat QCM. Metode penelitian ini dilakukan secara true eksperimental, dan pengambilan sampel dengan teknik quota sebesar 3 gram pada masing-masing sampel dengan merk yang berbeda. Hasil penelitian yang dilakukan pada 4 sampel dengan merk berbeda yang berasal dari pasar X daerah Surabaya Utara, menunjukkan hasil pendeteksian sebanyak 2 sampel dengan hasil negatif (-) dan 2 sampel dengan hasil positif (-), artinya sampel negatif mengandung gelatin sapi (bovine) dan sampel positif mengandung babi (porcine). Pada sampel kapsul gelatin imunitas yang mengandung gelatin sapi ditandai dengan penurunan frekuensi, sedangkan sampel kapsul gelatin imunitas yang mengandung gelatin babi ditandai dengan kenaikan frekuensi. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2844
BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR TEPUNG TERIGU DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN TURBO YEAST Bachtiar, Sofi; Wahyuningtiyas, Retno; Sari, Ni Ketut
Jurnal Teknik Kimia Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845

Abstract

Kebutuhan akan tepung terigu di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, menyebabkan industri tepung terigu meningkatkan kapasitas produksinya sehingga jumlah limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat, solusi adalah dengan mengubah limbah cair tepung terigu menjadi produk bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung komponen pati atau selulosa. Bahan yang digunakan untuk pembuatan bioetanol dalam penelitian ini yaitu limbah cair tepung terigu serta ragi yang digunakan yaitu Alcotec 48 Turbo Yeast. Pada penelitian pembuatan bioetanol dari limbah cair tepung terigu dengan proses fermentasi menggunakan Turbo Yeast akan menghasilkan suatu bioetanol yang akan dianalisis kadar alkoholnya menggunakan refraktometer alkohol. Kandungan glukosa limbah cair tepung terigu setelah proses hidrolisis sebesar 11% (v/v). Hasil terbaik pada proses fermentasi yaitu pada kadar turbo yeast 10% dan berlangsung pada hari ke 5 yang menghasilkan kadar bioetanol sebesar 37% (v/v). Setelah dilakukan proses optimasi hasil dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 17 didapatkan kadar turbo yeast optimum sebesar 11.6569% dan waktu optimum fermentasi 5 hari dihasilkan kadar alkohol sebesar 37.2073%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue