cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA) BERBANTUKAN GELOMBANG MIKRO: PENGARUH PERBANDINGAN BAHAN DAN PELARUT Adhiksana, Arief; Linthin, Agnesia Pulung; Wahyudi, Wahyudi; Rahayu, Ibnu Eka; Nadir, Mardhiyah; Irwan, Muh; Thahir, Ramli
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419

Abstract

Minyak atsiri merupakan hasil ekstraksi alami tumbuhan yang dapat berasal dari berbagai bagianbagian tumbuhan. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yaitu lengkuas merah. Lengkuas merah mengandung minyak atsiri yang terkandung dalam rimpang atau akarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan dengan pelarut air terhadap hasil rendemen minyak atsiri lengkuas merah dengan menggunakan metode ekstraksi microwave assisted extraction (MAE). Metode MAE memiliki kelebihan dibandingkan konvensional dalam mempercepat proses dan meningkatkan rendemen. Proses ekstraksi menggunakan 100 gram rimpang lengkuas merah kering yang ditambahkan pelarut air dengan variasi rasio bahan dengan pelarut 1:6, 1:7, 1:8, 1:9 dan 1:10 lalu diekstraksi selama 1 jam dengan daya microwave sebesar 180 Watt. Hasil ekstraksi minyak atsiri yang diperoleh dianalisa rendemen, berat jenis dan indeks biasnya. Hasil terbaik diperoleh pada variasi rasio bahan dengan pelarut air 1:9 yaitu rendemen minyak atsiri sebesar 0,3201%, berat jenis sebesar 0,9289 g/mL dan indeks bias sebesar 1,525. Hasil analisa GC-MS menunjukkan 15 senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri lengkuas merah dengan senyawa dominan antara lain metilcinnamate (68,13%), beta-granial (7,79%) dan eucalyptol (5,44%). DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419
Sintesa dan Karakterisasi Nanopartikel Kalsium Oksida Dari Cangkang Telur Dengan Metode Presipitasi Anggelina, Efline; Noviardyanti, Fara Zabrina; Pujiastuti, Caecilia; Muljani, Srie; Sumada, Ketut
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4485

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan metode pembuatan nanopartikel kalsium oksida dari cangkang telur. Cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3) 98%. Cangkang telur dihaluskan berukuran 100 mesh. Setiap 50 gram cangkang telur direaksikan dengan larutan HCl konsentrasi 3N 250 ml. Filtrat larutan CaCl2 direaksikan dengan kalium oksida (KOH) berkonsentrasi 3N sesuai variabel pH (7,9,11 dan 13) lalu diaduk dengan kecepatan magnetic stirer 90 rpm selama waktu sesuai variabel waktu (30, 60, 90, 120 dan 150 menit) akan membentuk endapan Ca(OH)2. Endapan akan disaring lalu dikeringkan dengan oven bersuhu 100°C selama 15 menit. Endapan tersebut diproses dalam tungku pembakaran dengan suhu 700°C selama 3 jam untuk menghilangkan kandungan gas hidrogen (H2). Hasil sintesa kalsium oksida (CaO) kemudian diuji XRF dan SEM-EDX untuk mengetahui kondisi operasi terbaik dan kesesuaian karakteristik nanopartikel. Hasil uji XRF didapatkan senyawa kalsium oksida (CaO) berwarna putih pucat mengandung kalsium oksida (CaO) terbaik sebesar 93,3% diperoleh dari varibel pH 13 dan waktu pengadukan selama 90 menit. Hasil SEM-EDX menunjukkan sintesa nanopartikel kalsium oksida (CaO) sebesar rata-rata 200 mesh sesuai dengan Badan Standarisasi Nasional yaitu dibawah 100 mesh. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4485
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BIOFOAM DARI JERAMI DAN KULIT SINGKONG DENGAN RSM Utami, Isni; Rachmawati, Fadiatul; Srianah, Puput; Triana, Nurul Widji
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4486

Abstract

Biofoam merupakan alternatif kemasan styrofoam yang aman dan ramah lingkungan dengan bahan baku yang memiliki biodegradabilitas tinggi, toksisitas rendah, tahan air, tahan suhu panas dan dingin. Biofoam dapat dibuat dari pati dan serat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik (uji daya serap air, uji biodegradasi, dan uji kuat tarik) dan didapatkan komposisi terbaik pada biofoam dari selulosa jerami dan pati kulit singkong dengan Response Surface Methodology. Metode yang digunakan dalam pembuatan biofoam adalah thermopressing. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi rasio antara selulosa jerami padi dengan tepung kulit singkong (5:95 gr, 10:90 gr, 15:85 gr, 20:80 gr, 25:75 gr) dan variasi rasio antara gliserol dengan (6:24 gr, 8:22 gr, 10:20 gr, 12:18 gr, 14:16 gr). Hasil optimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert 13 dengan Central Composite Design, mengindikasikan titik optimum pada faktor biodegradable foam, yaitu pada rasio komposisi selulosa jerami dan pati kulit singkong sebesar 20:80, serta rasio komposisi gliserol dan PVA sebesar 10:20 dengan nilai respon daya serap air sebesar 12,0044%, kehilangan berat pada biofoam karena terdegradasi selama 14 hari sebesar 23,8812% dan kuat tarik sebesar 2,0197 MPa. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4486
Pembuatan Biochar Dari Limbah Cangkang Biji-Bijian Industri Rempah dengan Metode Karbonisasi Aqiilah, Fathan Anaan; Saifullah, Hanif Arya; Siswati, Nana Dyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4810

Abstract

Limbah cangkang biji-bijian merupakan limbah yang mempunyai kandungan selulosa dan lignin yang banyak sehingga dapat dimanfaatkan menjadi biochar. Limbah cangkang biji-bijian seperti cangkang kluwak, cangkang pala, dan juga cangkang kemiri merupakan limbah dari industri rempah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biochar dari limbah cangkang biji-bijian dengan proses karbonisasi, mencari suhu terbaik untuk pembuatan biochar, dan menguji jenis cangkang yang terbaik untuk diolah menjadi biochar. Pada penelitian ini menggunakan proses karbonisasi dengan variabel suhu 200, 250, 300, 350, dan 400 ℃ dan variabel bahan cangkang kluwak, cangkang kemiri, cangkang pala, dan cangkang biji karet. Limbah cangkang biji-bijian pertama diuij kadar hemiselulosa, selulosa, dan lignin nya dengan metode Chesson. Kemudian dilakukan analisa proksimat pada hasil biochar untuk mengetahui kadar air, kadar abu, volatile matter, karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar terbaik diperoleh pada cangkang kluwak dengan suhu 400℃ yaitu dengan kadar air 2,45%, abu 7,31%, volatile matter 2,15%, dan karbon terikat 88%.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PEMBUATAN NANOKALSIUM OKSIDA CANGKANG KERANG DARAH Kurnyawaty, Noorma; Adhyasta, Monica Putri; Kusyanto, Kusyanto; Adhiksana, Arief
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4811

Abstract

Teknologi nano adalah suatu desain, karakterisasi, produksi dan penerapan struktur, perangkat dan sistem dengan mengontrol bentuk dan ukuran pada skala nanometer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi serta kecepatan pengadukan terhadap pembuatan nanokalsium oksida dari cangkang kerang darah yang meliputi analisa kadar air, yield, analisa kalsium serta analisa ukuran partikel. Proses pembuatan nanokalsium oksida ini dilakukan dengan menggunakan metode presipitasi dengan mereaksikan bubuk cangkang kerang darah dengan HCl konsentrasi 1 N selama waktu ekstraksi 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam dan 3 jam. Hasil reaksi kemudian di presipitasi menggunakan NaOH 3 N sebanyak 40 ml lalu diaduk dengan kecepatan 125 rpm dan 250 rpm. Hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa CaO terbentuk pada kedua produk dengan bilangan gelombang 520 cm-1. Waktu ekstraksi dan kecepatan pengadukan optimal pada penelitian ini yaitu 1 jam dan 250 rpm dengan nilai yield yang dihasilkan sebesar 13,1691 % serta ukuran partikel analisa SEM yang dihasilkan sebesar 313,25 nm.
GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT DENGAN PENAMBAHAN REAGEN Na2CO3 DAN NaOH Redjeki, Sri; Abdullah, Muhammad Adam; Krisnanto, Ardo
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4822

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan penting yang banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun bidang industri. Di Indonesia, sumber produksi garam berasal dari garam rakyat yang masih memiliki kualitas rendah dengan kadar NaCl sekitar 84%. Rendahnya kualitas garam disebabkan oleh masih banyaknya bahan impurities seperti MgCl2, MgSO4, CaSO4, dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas garam rakyat dengan menggunakan metode rekristalisasi disertai penambahan reagen kimia Na2CO3 dan NaOH agar garam yang dihasilkan sesuai dengan SNI garam industri. Penambahan reagen kimia tersebut digunakan untuk mengikat impurities pada garam rakyat (Ca2+dan Mg2+) sehingga membuat kadar NaCl meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi penambahan konsentrasi Na2CO3 dan NaOH secara berlebih (excess) menurut kebutuhan stokiometri, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Garam dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar Ca2+ dan dan Mg2+ serta uji titrasi argentometri untuk kadar NaCl. Hasil terbaik diperoleh dengan penambahan Na2CO3 sebesar 0% dan NaOH sebesar 20% menghasilkan garam dengan kadar NaCl 97,27%, kadar Ca2+ 0,038% dan kadar Mg2+ 0,0196%. Kemurnian garam ini telah memenuhi spesifikasi dari garam industri.
Pembuatan Pupuk Granul Dari Limbah Gypsum dan Urea Pamoedji, Yemima Natalia Eka Kristiyanti; Widyaningrum, Nilam Putri; Muljani, Srie; Perwitasari, Dyah Suci; Sumada, Ketut
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4826

Abstract

Gipsum adalah salah satu dari sejumlah mineral yang mengendap. Mineral-mineral lain yang termasuk dalam kelompok ini meliputi karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Jenis gipsum yang paling umum dijumpai adalah varietas hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Kandungan Ca pada gipsum dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik yang dapat membantu perkembangan akar, bunga, dan buah pada tanaman. Salah satu pengolahan padatan gypsum menjadi pupuk granul dengan penambahan urea sebagai penambah unsur nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kadar nitrogen yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) didalam pupuk granul. Metode yang digunakan adalah pencampuran padatan gypsum yang telah kering sebanyak 5000 gram dengan penambahan urea 1000 gram; 1250 gram; dan 2500 gram, dan di granulasi selama 30 menit; 60 menit; dan 90 menit. Produk disaring sesuai dengan ukuran, kemudian di analisa kadar nitrogennya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar nitrogen tertinggi pada proses granulasi dengan penambahan urea 1250 gram dengan waktu 60 menit yaitu sebesar 2,65%.
PREPARATION OF CALCIUM-POTASSIUM-PHOSPHORUS (Ca-K-P) AS A MATERIAL FOR SOIL AND PLANT IMPROVEMENT USING THE PRECIPITATION METHOD Muljani, Srie; Matovanni, Maudy Pratiwi Novia; Pertiwi, Beta Cahaya; Novanto, Satria Agung; Yulia S, Putri Arysanti
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5072

Abstract

Kalsium karbonat (CaCO3) merupakan material yang banyak terdapat di Indonesia, baik dalam bentuk batuan maupun dalam berbagai jenis limbah cangkang kerang. Penelitian ini memanfaatkan batuan CaCO3 sebagai sumber CaO untuk pembuatan komposit kalsium-kalium-fosfat (Ca-K-P) dengan metode presipitasi. Komposit Ca-K-P dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah masam, perakaran dan kualitas tanaman karena adanya unsur kalsium (Ca), kalium (K) dan fosfor (P). Unsur fosfor merupakan hasil reaksi kimia antara CaCO3 dengan asam fosfat encer (H3PO4) membentuk larutan kalsium fosfat. Proses presipitasi terjadi ketika larutan KOH ditambahkan ke dalam larutan Kalsium Fosfat hingga mencapai tingkat keasaman pada kisaran pH 3 – 11. Suhu sintering pada kisaran 400 – 700℃. Pada pH 10 dan suhu kalsinasi 600℃, diperoleh komposisi produk berupa kalsium oksida (CaO) sebesar 44,60%, kalium oksida (K2O) sebesar 6,65% dan fosfor (P2O5) sebesar 38,58%.
PENETAPAN HEAT RATE PADA PENGERINGAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) MENGGUNAKAN ELECTRIC TUNNEL DRYER Sugiarto, Bambang; Suranto, Suranto; Sugandini, Dyah; Yusuf, Akbar Maulana; Fitri, Rindiyani Alam; Murni, Sri Wahyu
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5073

Abstract

Kandungan air yang tinggi pada aloe vera ini memerlukan proses pengolahan lebih lanjut agar memiliki umur simpan yang lebih lama. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah pengeringan. Alat yang digunakan untuk pengeringan ini adalah electric tunnel dryer yang memanfaatkan udara panas dari kompor listrik untuk kemudian dialirkan ke seluruh ruang dryer. Proses pengeringan dilakukan dengan dua perlakuan yang berbeda yaitu digunakan pemanas dengan daya 600 watt dan 900 watt. Pengeringan dengan daya 600 watt membutuhkan waktu selama 8 jam, sedangkan pengeringan dengan daya 900 watt membutuhkan waktu selama 6 jam.  Hal tersebut dikarenakan jumlah energi yang dihasilkan dari daya 900 watt lebih banyak dibandingkan dengan daya 600 watt. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai heat rate terbesar pada daya 600 watt yaitu sebesar 108,78 watt/second, dan nilai heat rate terkecilnya sebesar 63,14 watt/second. Sedangkan pada daya 900 watt nilai heat rate terbesarnya sebesar 137,21 watt/second, dengan nilai heat rate terkecilnya sebesar 91,92 watt/second. Untuk nilai heat rate total dalam satu batch pengeringan menggunakan daya 600watt yaitu sebesar 3880,811 watt/s atau setara dengan 0,001078 kWh, sedangkan pengeringan menggunakan daya 900 watt diperoleh nilai heat rate total sebesar 3783,8181 watt/s atau setara dengan 0,00105 kWh.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN SELULOSA PADA LIMBAH KELAPA SAWIT Nandini, Atika; Wahyusi, Kindriari Nurma; Arinton, Aditya; Maulana, M. Rizky
Jurnal Teknik Kimia Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5074

Abstract

Komponen penyusun utama dari limbah kelapa sawit diantaranya adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Komponen selulosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk bahan bakar cair (bioethanol, biediesel, dll) maupun sebagai bahan baku untuk pembuatan nanokomposit. Proses pemisahan atau ekstraksi dibutuhkan untuk memisahkan komponen selulosa tersebut dari komponen-komponen penyusun lainnya. Parameter waktu, suhu dan konsentrasi pelarut menjadi faktor-faktor penentu proses ini. Tujuan penelitian ini antara lain mempelajari pengaruh waktu dan suhu terhadap proses ekstraksi selulosa dengan menggunakan metode organosol). Tahapan proses pada penenlitian ini diantaranya adalah proses ekstraksi dengan pelarut etanol 96% dan katalis asam sulfat 5%, kemudian dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 2%, serta tahapan akhir pengeringan hasil ekstrak selulosa dengan oven pada suhu 60℃. Hasil ekstraksi selulosa dianalisa persentase kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin dengan metode kuantitatif Chesson. Serbuk selulosa juga dianalisa secara organoleptik berdasarkan standar SNI 0444-2009. Kandungan selulosa tertinggi dengan kadar sebesar 58,71% didapatkan pada kondis suhu 170℃ serta waktu ekstraksi selama 150 menit, sehingga kondisi tersebut ditetapkan sebagai kondisi optimum. Hasil analisa organoleptik menunjukan bahwa serbuk selulosa ini telah sesuai dengan standar SNI 0444 2009.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue