cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
TEKNOLOGI NOZZLE SPRAY UNTUK MEMPERCEPAT EVAPORASI AIR LAUT DALAM PRODUKSI GARAM KONVENSIONAL Verbiawan, Erza Anggara; Ramadhan, Mochamad Rafli; Sumada, Ketut; Muljani, Srie; Pujiastuti, Caecilia
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4125

Abstract

Garam merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa terhindarkan. Salah satunya di Indonesia yang kebutuhan akan garam rakyat/krosok terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dalam pemenuhan kebutuhan garam nasional, kapasitas produksi garam tahunan di Indonesia sangat jauh dibawah kebutuhan garam nasional tiap tahunnya, sehingga Indonesia melakukan impor garam untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal tersebut tentunya menjadi permasalahan baik dari segi ekonomi maupun proses produksi yang selama ini dilakukan di Indonesia dimana masih menggunakan metode konvensional /tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan inovasi baru terkait teknologi proses produksi garam yakni dengan menggunakan nozzle spray untuk mempercepat evaporasi air laut untuk produksi garam, serta mengetahui pengaruh ukuran diameter nozzle dan faktor lain terhadap laju evaporasi air laut. Metode yang digunakan adalah melakukan pengukuran terhadap temperatur, humidity, kecepatan angin, dan volume air laut yang teruapkan untuk penentuan laju evaporasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diameter nozzle ataupun penggunaan teknologi nozzle spray ini berpengaruh pada kecepatan evaporasi air laut dimana didapatkan peningkatan laju evaporasi rata-rata sebesar 4.8 x 10-5 m3/m2/detik dengan penggunaan nozzle berdiameter 1 mm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknologi nozzle spray mempercepat laju evaporasi air laut dalam produksi garam.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4125
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK BIOBRIKET ARANG AMPAS TEBU DAN BOILER ASH DEGAN PEREKAT VINASE Nurfita, Etti; Muzdalifah, Muzdalifah; Santi, Sintha Soraya
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4126

Abstract

Zero waste merupakan aktivitas meniadakan limbah industri dengan memanfaatkannya kedalam suatu bentuk baru. Arang ampas tebu dan boiler ash merupakan limbah dari industri gula yang dapat dimanfaatkan sebagai biobriket. Untuk menjaga ketahanan biobriket selama pembakaran diperlukan perekat. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah vinase yaitu limbah dari produksi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik biobriket arang ampas tebu dan boiler ash pabrik gula tebu dengan perekat vinase dan untuk mengkaji komposisi biobriket terbaik yang dihasilkan pada penelitian sesuai SNI 01-6235-2000. Proses pembuatan biobriket arang diawali dengan pirolisis ampas tebu pada suhu 300℃ selama 15 menit. Kemudian mengayak arang ampas tebu dan boiler ash dengan variasi ukuran bahan (20, 40, 60, 80, dan 100) mesh. Arang ampas tebu dan boiler ash dicampurkan dengan perbandingan antara arang ampas tebu dan boiler ash 100%:0% ; 70%:30% ; 50%:50% ; 30%:70% ; 0%:100%, serta menggunakan perekat vinase sebanyak 11 gram. Campuran yang homogen dicetak menggunakan pencetak briket berbentuk silinder berdiameter 3,5 cm. Briket arang dikeringkan dibawah sinar matahari selama 24 jam. Biobriket terbaik diperoleh pada variasi ukuran bahan 20 mesh komposisi 100% arang ampas tebu menghasilkan nilai kalor 5.553 kal/g, kadar air 3,58%, kadar abu 11,33%, dan kerapatan 0,47 g/cm3 .  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4126
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKALSIUM OKSIDA DARI CANGKANG KERANG HIJAU DENGAN METODE PRESIPITASI Adji, Nafisa Tera Lintang; Lucytasari, Silvia Dyah; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4127

Abstract

Kerang hijau merupakan jenis kerang yang cukup diminati dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan kerang sebagai bahan konsumsi masyarakat ini yang menyebabkan adanya limbah cangkang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Kandungan tertinggi pada cangkang kerang hijau adalah CaCO3 yaitu sebesar 95,67%. Hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium dalam pembuatan nanokalsium oksida. Teknologi nano dapat digunakan untuk memperkecil ukuran kalsium sehingga memiliki ukuran sebesar (10-100nm) atau yang disebut dengan nanokalsium. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mensintesis nanokalsium oksida dari limbah cangkang kerang hijau dan mengetahui karakteristinya dengan menggunakan metode presipitasi. Sintesis nanokalsium oksida dilakukan dengan mereaksikan serbuk cangkang kerang hijau dengan HCl konsentrasi 1N,2N,3N,4N dan 5N selama waktu ekstraksi 0,5 jam,1 jam,1,5 jam,2 jam, dan 2,5 jam. Hasil reaksi kemudian dipresipitasi menggunakan KOH 3N, endapan yang diperoleh dilakukan proses furnace selama 1 jam pada suhu 600°C. Hasil analisa SSA diperoleh %kadar Ca tertinggi pada konsentrasi HCl 3N dengan waktu ekstraksi 2,5jam yaitu sebesar 93,93% Ca. Hasil analisa SEM-EDX diperoleh bahwa nanokalsium oskida pada konsentrasi 3N 2,5jam memiliki ukuran partikel dengan range 314-380nm. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4127
STUDI PENGARUH pH PADA ADSORPSI ACID BLUE 29 MENGGUNAKAN MULTI-WALLED CARBON NANOTUBES Setyopratomo, Puguh; Srihari, Endang; Agustriyanto, Rudy; Widi, Restu Kartiko
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4128

Abstract

Pencemaran oleh zat warna di limbah cair masih merupakan masalah yang serius hingga saat ini. Adsorpsi dipandang sebagai salah satu alternatif metode penghilangan zat warna yang prospektif karena secara teknis layak, mudah dioperasikan dan fleksibel. Pada penelitian ini multi-walled carbon nanotubes yang disintesa dengan metode chemical vapor deposition diuji kinerjanya sebagai adsorben untuk menghilangkan zat warna acid blue 29 yang terlarut dalam air . Tujuan penelitian adalah untuk mengobservasi pengaruh pH terhadap kapasitas adsorpsi multi-walled carbon nanotubes terhadap zat warna acid blue 29 dan menguji kesesuaian kinetika adsorpsinya terhadap model kinetika pseudo first order dan pseudo second order. Percobaan adsorpsi dilakukan secara batch dalam gelas kimia dengan menggunakan pengaduk magnetic yang diputar dengan kecepatan putar konstan sebesar 120 rpm. Konsentrasi zat warna acid blue 29 diukur dengan medode spektrofotometri pada panjang gelombang 600 – 605 nm. Adsorpsi dilakukan pada empat nilai pH yaitu 2, 3, 5 dan 9. Kapasitas adsorpsi tertinggi yang dicapai adalah sebesar 60,4 mg/g dengan persen removal sebesar 85,1% yang dicapai pada pH 2. Kinetika adsorpsi acid blue 29 pada pH tinggi, yaitu pada pH 9, mengikuti model kinetika pseudo second order sedangkan pada pH yang rendah, yaitu pada pH 2, mengikuti model kinetika pseudo first order. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maupun persen penghilangan zat warna dipengaruhi oleh pH. Nilai pH yang rendah akan meningkatkan muatan positif pada permukaan adsorben sehingga akan meningkatkan atraksi elektrostatik terhadap senyawa anionik.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4128
KATALIS Cu-Zn/????-Al2O3 TERHADAP PROSES DEHIDRASI ETANOL Marbun, Maja Pranata; Dewi, Kufana; Cahyasani, Rensi Dwi; Anindita, Yosita Dyah; Muttaqii, Muhammad Al; Roesyadi, Ahmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis Cu-Zn/γ-Al2O3 granul dan uji aktifitas katalis pada proses produksi dietil eter. Variabel yang dipelajari yaitu pengaruh loading logam Cu-Zn dan suhu reaksi terhadap konversietanol dan yield dietil eter. Pembuatan katalis Cu-Zn/γ-Al2O3 granul dilakukan dengan metode impregnasi kering. Perbandingan logam Cu:Zn yang digunakan sebesar 1:1 dan loading logam 5%, 10% dan 15% dengan ukuran granul kurang lebih 3 mm. Proses dehidrasi etanol dilakukan pada reaktor fixed bed secara kontinyu dengan fase reaktan berupa gas dan suhu reaksi 100 °C, 125 °C, 150 °C, dan 200 °C. Produk yang terbentuk dikondensasi dan dilakukan analisa Gas Chromatography (GC) untuk mengetahui konsentrasi dietil eter. Karakterisasi katalis dilakukan pada katalis terbaik dari hasil produksi dietil eter. Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa loading logam Cu-Zn dan suhu reaksi dapat mempengaruhi konversi etanol, dimana semakin besar loading logam Cu-Zn dan suhu reaksi, maka konversi semakin besar pula. Sedangkan untuk yield dietil eter mengalami peningkatan pada suhu 100 °C hingga 150 °C dan mengalami penurunan pada suhu 200 °C. Katalis terbaik yaitu CuZn/ γ-Al2O3 loading 10% menghasilkan nilai konversi sebesar 64,287% dan yield dietil eter sebesar 0,843%  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4129
ADSORPSI TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG SIWALAN Abid, Alfay; Sari, Indah Nurlaila; Pujiastuti, Caecillia
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4414

Abstract

Salah satu sektor yang banyak menghasilkan limbah berbahaya adalah usaha batik. Terdapat limbah cair yang termasuk logam yang sangat beracun di antara limbah yang dihasilkan. Kurangnya pengelolaan limbah cair yang keruh dan berwarna-warni saat ini berdampak buruk pada ekosistem. Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, teknik adsorpsi ini dapat digunakan untuk menjernihkan air limbah batik. Bertujuan untuk menurunkan konsentrasi logam timbal dalam limbah industri batik dengan menggunakan teknik adsorpsi, penelitian ini berupaya mengkaji dampak adsorben arang aktif dari tempurung siwalan. Metode ini dilakukan dengan menggunakan dua kondisi operasi yang divariasikan yaitu berat arang aktif tempurung siwalan 0,5 gram ; 1 gram ; 1,5 gram ; 2 gram ; 2,5 gram Dan waktu kontak 30 menit ; 60 menit ; 90 menit ; 120 menit ; 150 menit. Kandungan logam timbal ( pb) dalam limbah cair batik mula-mula 1,84 mg/l. Hasil yang terbaik dari penelitian ini mengurangi kandungan logam timbal (pb) sebesar 98,478% pada kondisi berat arang aktif 2 gram dan waktu kontak 150 menit. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4414
ISOLASI ALFA-SELULOSA DARI SABUT KELAPA MUDA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Septiyafani, Ayu; Muliawan, Alvin Rizky; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415

Abstract

Salah satu sumber daya alam di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah sabut kelapa muda. Sabut kelapa muda mengandung 42,6% selulosa dan 22% lignin. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan isolasi sabut kelapa muda agar diperoleh α-selulosa dengan kemurnian yang tinggi. Hasil α-selulosa yang diperoleh dianalisa gugus fungsi dengan FT-IR, kemudian digunakan sebagai bioadsorben logam berat Cu2+ dan Ni2+ pada limbah industri elektroplating. Metode yang digunakan adalah isolasi secara kimia meliputi proses pretreatment, delignifikasi lignin, dan bleaching. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi Na2SO3 dan suhu pada proses delignifikasi lignin. Hasil isolasi α-selulosa terbaik akan dilakukan proses absorbsi terhadap logam berat. Hasil kandungan α-selulosa terbaik adalah pada perlakuan suhu 100 ˚C dan konsentrasi larutan Na2SO3 sebesar 20,4% yaitu sebesar 91,7%. Proses absorbsi logam berat dengan α-selulosa hasil isolasi diperoleh penurunan kadar logam berat Nikel (Ni2+) dan Tembaga (Cu2+) sebanyak 59,6% dan 69,2%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415
ENKAPSULASI ASAP CAIR DARI BAMBU Siswati, Nana Dyah; D, Angelia Astrivia; Asma, Salma Putri Aisyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416

Abstract

Enkapsulasi merupakan proses pelindungan senyawa fenol dan asam organik dengan menggunakan penyalut. Kandungan fenol juga mudah teroksidasi dan mengakibatkan kurang efektifnya asap cair dalam penggunaan sebagai pengawet makanan. Proses ini dipengaruhi oleh bahan penyalut dan konsentrasi penyalut. Bambu memiliki kandungan lignin sebesar 22,41%. Sebelum melakukan spray drying, terlebih dahulu melakukan penyalutan dengan maltodekstrin dan kitosan untuk menghasilkan larutan asap cair yang lebih kental. Penelitian dilakukan sebanyak 25 kali percobaan dengan peubah yang berbeda – beda yaitu rasio konsentrasi maltodekstrin & kitosan, suhu inlet Spray Dyrer. Hasil penelitian didapatkan bahwa rasio konsentrasi maltodekstrin & kitosan dan suhu inlet mempengaruhi kadar fenol. Semakin besar rasio kitosan maka semakin besar kadar fenol yang didapatkan. Semakin besar suhu inlet Spray Dyrer maka semakin rendah kadar fenol yang didapatkan. Produk enkapsulasi asap cair dari bambu yang terbaik didapatkan dengan rasio konsentrasi penyalut maltodekstrin 5% dan kitosan 2% pada suhu inlet Spray Dyrer sebesar 100℃. Serbuk Asap Cair dari Bambu yang terbaik kemudian dilakukan analisis Spectrofotometri UV-Vis dan diketahui kadar fenol sebesar 1.89%. Selain itu, dapat diketahui efisiensi enkapsulasi asap cair bambu dari sebesar 74.11%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416
PEMANFAATAN AIR SISA PROSES EKSTRAKSI TANAMAN SERAI SEBAGAI DESINFEKTAN Mochni, Endang Srihari; Agustriyanto, Rudy; Pratomo, Puguh Setyo; Fatmawati, Akbarningrum
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4417

Abstract

Ekstraksi serai wangi menggunakan air selain menghasilkan ekstrak juga menghasilkan banyak air sisa proses yang mengandung senyawa aktif: sitroneal sitronelol dan geraniol. Tujuan penelitian adalah meneliti air sisa dari proses ekstraksi serai wangi dapat digunakan sebagai desinfektan. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi sokhlet dan destilasi sederhana sedangkan untuk uji antibakteri digunakan metode TPC. Variabel yang digunakan yaitu daun dan batang, jenis proses destilasi dan ekstraksi, waktu proses 3 dan 5 jam, bakteri uji S.aureus dan E.coli. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat penurunan pertumbuhan bakteri yang terbaik pada kedua bakteri ada pada air sisa proses dengan destilasi sederhana daun dalam waktu proses selama 3 jam. Namun, hasil tersebut masih belum dapat digunakan sebagai desinfektan karena jumlah koloni bakteri hitung masih terlalu banyak lebih dari 1x104 , yaitu 27 x104 untuk S.aureus dan 28 x104 untuk E.coli, untuk itu perlu memvariasikan air serai dengan alkohol teknis murni. Perbandingan air serai dan alkohol yang paling efisien masing-masing adalah 80% dan 20% dengan jumlah koloni yang memenuhi standard yaitu 1x104 (berdasarkan PKBPOM no 16 tahun 2016) masing-masing adalah 33x102 untuk S.aureus dan 76x102 untuk E.coli, sehingga bisa digunakan sebagai desinfektan. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4417
KEUNGGULAN ASAP CAIR YANG BERASAL DARI BIOMASSA SEBAGAI AGEN ANTIMIKROBA Sa'diyah, Khalimatus; Suhati, Profiyanti Hermien; Janitra, Alzena Araminta Aileen; Mashliha, Lailatul
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4418

Abstract

Asap cair yang dihasilkan dari biomassa, terutama serbuk kayu, sekam padi, dan sabut kelapa, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi serta manfaat dari sumber biomassa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh metode pemurnian dan jenis biomassa terhadap kualitas asap cair, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri. Tahapan percobaan melibatkan pembuatan asap cair, proses pemurnian, penerapannya sebagai agen antibakteri, serta analisis kualitas produk akhir. Sebanyak 500 gram bahan mentah dari setiap jenis biomassa, variasi serbuk kayu, sekam padi dan sabut kelapa, digunakan dalam proses pirolisis, yang menghasilkan asap cair selama dua jam pada suhu 260°C. Pada tahap pemurnian, zeolit aktif digunakan sebagai adsorben untuk meningkatkan kemurnian asap cair. Analisis dilakukan terhadap yield, pH, densitas, dan warna dari produk asap cair, yang kemudian digunakan dalam proses inkubasi minuman susu yang telah mengalami fermentasi. Asap cair yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki massa jenis lebih besar dari 0,9499 g/cm3, pH 2, yield lebih besar dari 18,1%, dan warna oranye-kuning, semuanya memenuhi standar kualitas cuka kayu Jepang. Asap cair yang dihasilkan juga memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme saat minuman susu asam diinkubasi. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4418

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue