cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017)" : 8 Documents clear
OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN PENDEKATAN METODE SAVING MATRIX DAN CLARKE & WRIGHT SAVING HEURISTIC Andi Arifudin; Petrus Wisnubroto; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.842 KB)

Abstract

CV. Nofa food merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan dan pembuatan abon konsumsi dengan lokasi retailer di Daerah Salatiga - Jawa Tengah. Perusahaan ini mempunyai mekanisme distribusi yang tidak optimal dalam pengiriman produk ke setiap retailer dari sebuahgudang kemudian kembali ke gudang dan seterusnya. Hal tersebut menimbulkan permasalahan terkait penjadwalan pengaturan rute dan pengaturan kapasitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan hasil optimalisasi metode penyelesaian dalam Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu Saving Matrix dan Clarke & Wright Saving Heuristic.Tujuan utama dari metode ini adalah perencanaan rute dan penugasan kendaraan dengan biaya distribusi yang optimal.Metode Saving Matrix dilakukan dengan membuat suatu matriks penghematan (savings matrix). Matriks ini berisi daftar penghematan yang diperoleh jika menggabungkan dua atau lebih retailer dalam satu kendaraan. Metode Clarke & Wright Saving Heuristic bekerja hampir sama dengan saving matrix yaitu dengan menentukan nilai saving, kemudian setiap iterasi akan diperhitungkan dan semua node akan dialokasikan kedalam rute sesuai dengan jumlah kapasitas kendaraan. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 12 retailer diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan metode Clarke & wright saving heuristic sebesar Rp. 282.961,6/hari dapat memberikan penghematan lebih besar Rp. 8.698,9/hari (2.98%) dibandingkan dengan penggunaan metode saving matrix Rp. 284.865,6/hari dengan penghematan sebesar Rp. 6.794,9/hari (2.46%) dari biaya sebelumnya sebesar Rp. 476.815/hari. Rute usulan yang optimal juga dihasilkan oleh metode Clarke & wright saving heuristic (empat rute dengan total jarak tempuh sebesar 43,24 km) dibandingkan rute usulan yang dihasilkan dengan saving matrix (empat rute dengan total jarak tempuh sebesar 44,49 km) dari 12 rute sebelumnya dengan total jarak tempuh 85,1 km.
INTEGRASI METODE SERVQUAL, QFD, DAN KANO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PERGURUAN TINGGI IAIM NU KOTA METRO Arief Zohir; Cyrilla Indri Parwati; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.835 KB)

Abstract

Perguruan Tinggi IAIM NU masih memiliki masalah dengan kualitas layanan ditunjukan dengan masih terdapat keluhan-keluhan mahasiswa terhadap pelayanan kampus. Hasil polling disitus IAIM NU Kota Metro menunjukan 47% mahasiswa merasa puas, 37% merasa belum puas, dan 16 mahasiswa merasa cukup terhadap layanan yang diberikan. Jumlah keluhan dikhawatirkan bisa menimbulkan image buruk institut pendidikan yang berpengaruh pada jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan dapat mempengaruhi akreditasi Perguruan Tinggi dimasa datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi atribut-atribut dalam pelayanan guna mengetahui pelayanan yang masih dianggap belum memenuhi harapan mahasiswa, dan memberikaan usulan sesuai dengan kemampuan perguruan tinggi tersebut serta berdasarkan keinginan mahasiswa. Integrasi metode Servqual, QFD, dan Kano dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dan memberikan suatu rancangan perbaikan berdasarkan kemampuan perguruan tinggi dan berdasarkan keinginan mahasiswanya. Hasil penelitian menunjukan masih terdapat pelayanan yang masih belum memenuhi harapan mahasiswa ditunjukan dari 63 atribut yang di identifikasi sebanyak 60 atribut bernilai Gap negatif. Dari metode QFD menghasilkan suatu rancangan perbaikan yang akan dilakukan oleh Perguruan Tinggi IAIM NU Kota Metro untuk meningkatkan kualitas pelayanan sebanyak 32 atribut. Berdasarkan metode Kano atribut perbaikan yang termasuk kedalam kategori Must-be sebanyak 10 atribut, kategori One-dimensional sebanyak 18 atribut, dan kategori Attractive sebanyak 4 atribut.
STUDI KELAYAKAN BISNIS TAS TENUN DENGAN PEMANFAATAN KAIN TENUN KHAS MAMASA DAN INOVASI PRODUK GUNA PENINGKATAN DAYA SAING USAHA Evanita Lestari; Winarni Winarni; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.045 KB)

Abstract

Sentra tenun Balla adalah sebuah usaha yang memproduksi tas. Tas yang diproduksi menggunakan kain tenun khas Mamasa. Peluang pasar yang tersedia untuk usaha ini cukup besar dan mengalami kenaikan setiap tahun. Studi kelayakan bisnis diperlukan untuk mengetahui kelayakan usaha ini ditinjau dari beberapa aspek yaitu pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek manajemen dan organisasi dan aspek keuangan ( NPV, B/C Ratio, Payback Period, IRR, dan BEP). Untuk peningkatan pangsa pasar dan pemenuhan keinginan konsumen, perlu dilakukan survey untuk mengetahui keinginan pelanggan sehingga produsen tas dapat melakukan diversifikasi produk. Hasil analisis pada aspek pasar dan pemasaran diketahui bahwa peluang pasar untuk usaha ini masih sangat besar dan setiap tahun (2012-2015) mengalami peningkatan yaitu 2501, 3896, 3780, 4152 sehingga usaha ini layak dan potensial untuk dikembangkan,pada aspek produksi diketahui bahwa bahan baku ( 4000 helai) dan kapasitas produksi( 960 tas/tahun) mampu memenuhi permintaan tas. Hasil analisis kriteria investasi menyatakan usaha ini layak dan potensial untuk dikembangkan. Nilai NPV adalah Rp 18.401.055 (positif), Nilai B/C Ratio adalah 1,92 ( >1), Nilai IRR adalah 39,79. Payback period usaha ini adalah 1 tahun 11 bulan, dan BEP adalah 197 buah. Hasil analisis untuk diversifikasi produk menunjukkan tas pesta dan dompet berbahan dasar kain tenun adalah produk yang diminati oleh konsumen.
ANALISIS KEGAGALAN TURBINE GUIDE BEARING MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) Fadhli Hakim Akbar; Titin Isna Oesman; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.104 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk dapat terus memproduksi tenaga listrik, perusahaan harus memperhatikan keandalan pada mesin produksi supaya break down dapat dihindari sebaik mungkin. Salah satu asset yang memiliki peranan penting adalah turbin air tetapi pada saat unit turbin beroperasi, terdapat kendala yaitu muncul alarm “High Temperatur” sebesar 66oC – 68oC, suhu yang ideal yaitu < 65oC.Tujuan penelitian ini menentukan penyebab kegagalan, komponen kritis, dan meminimasi kegagalan fungsi mesin (turbine guide bearing) dengan analisis Reliability Centered Maintenance (RCM). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mempertahankan kondisi turbine guide bearing terutama pada saat unit sedang beroperasi dan pencegahan sebelum kegagalan terjadi.Hasil dari penilitian menunjukan penyebab kegagalan high temperature pada sistem turbine guide bearing adalah clearance bantalan guide bearing dengan nilai RPN sebesar168, sistem pelumasan dengan nilai RPN sebesar72, Heat Exchanger dengan nilai RPN sebesar42, sistem air pendingin dengan nilai RPN sebesar 36, dan sensor temperatur dengan nilai RPN sebesar 32. Berdasarkan keandalan pada turbine guide bearing menunjukan nilai MTBF sebesar 470, nilai MTTR sebesar207, nilai Mpt sebesar 0,48, nilai laju kerusakan (λ) sebesar 0,00136, dan nilai keandalan sebesar 91%. Dikarenakan 81% high temperature disebabkan oleh 3 (tiga) mode kegagalan tersebut. Usulan pemeliharaan berdasarkan metode RCM adalah tindakan yang direkomendasikan berupa perawatan berbasis kondisi atau sebelum sistem beroperasi 470 jam harus dilakukan sebelum muncul indikasi kegagalan.
EVALUASI KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK PENILAIAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE SWOT DAN BALANCED SCORECARD PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Muhammad Yogie; Petrus Wisnubroto; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.828 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. PT.Mitra Rekatama Mandiri membutuhkan suatu perubahan dalam sistem kinerja yang dapat diaplikasikan pada pengukuran tingkat kesehatan dan keselamatan kerja. Pada penerapan metode Balanced Scorecard didapatkan empat hasil preespektif, pada prespektif keuangan mengalami peningkatan pada tahun 2014 dan 2015 untuk nilai ROA 8.46% hal ini disebabkan dimana pendapatan rugi/laba meningkat sebesar Rp. 697.468.962. Prespektif pelanggan juga mengalami peningkatan disebabkan dengan adanya program kesehatan dan keselamatan kerja mengalami penurunan di tingkat kecelakaan kerja yaitu pada tahun 2014 sebesar 25 orang sedangkan pada tahun 2015 turun menjadi 23 orang kecelakaan. Prespektif proses bisnis internal mengalami penurunan jam kerja yang hilang pada tahun 2015. Prespektif pembelajaran dan pertumbuhan mengalami peningkatan menjadi 46,15% yang pada tahun sebelumnya 31,65%.
USULAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE WILSON (STUDI KASUS DI USAHA CERAH BAKERY) Toloni Gulo; Joko Susetyo; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.146 KB)

Abstract

Cerah Bakery memproduksi empat (4) jenis roti yaitu Slice coklat, roti Kelapa, roti Ketawa dan kue Pia. Keempat jenis roti tersebut diproduksi dalam jumlah yang sama setiap bulan. Pada bulan Januari 2015, permintaan roti Cerah Bakery sebanyak 22400 bungkus dan permintaannya terus meningkat mulai dari 4% sampai dengan 7% setiap bulan. Penggunaan bahan baku terus meningkat seiring dengan bertambahnya permintaan produk roti Cerah Bakery. Oleh karena itu, pengendalian persediaan bahan baku sangat penting untuk mengurangi biaya persediaan. Cerah Bakery memesan bahan baku sesuai dengan kebutuhan pada saat tersebut juga. Sehingga, jika terjadi peningkatan permintaan maka kekurangan bahan baku (out of stock) tidak dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jumlah pemesanan paling ekonomis dan biaya persediaan terkecil dengan metode Wilson. Metode Wilson juga dapat menentukan frekuensi pemesanan dalam satu bulan atau satu tahun. Cerah Bakery cocok menerapkan metode Wilson karena sederhana dan mudah diaplikasikan pada industri kecil dan menengah. Hasil perhitungan jumlah pemesanan paling ekonomis adalah tepung terigu sebanyak 2886,49 kg, gula 828,01 kg, kacang hijau 227,6 kg, wijen 178,54 kg, kelapa 381 buah, coklat 94,66 bungkus, margarin 81,9 kg, ragi instant 32,2 bungkus dan garam 146,136 bungkus.frekuensi pemesanan yang paling ekonomis dalam satu tahun yaitu : tepung terigu 2 kali pemesanan, gula 2 kali pemesanan, kacang hijau 3 kali pemesanan, wijen 3 kali pemesanan, kelapa 3 kali pemesanan, coklat 2 kali pemesanan, margarin 4 kali pemesanan, ragi instant 3 kali pemesanan dan garam 2 kali pemesanan. Metode Wilson menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 94.205.789 sedangkan dengan metode perusahaan adalah Rp 96.517.794. sehingga, metode Wilson dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp 2.312.005. keuntungan lain dari penerapan metode Wilson adalah menghindari kekurangan persediaan perusahaan.
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN INTEGRASI METODE SERVQUAL DAN KANO (STUDI KASUS DI STAI KI AGENG PEKALONGAN) Wawan Agung Darmawan; Cyrilla Indri Parwati; Winarni Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.789 KB)

Abstract

Salah satu faktor penting dalam menarik calon mahasiswa untuk memilih perguruan Tinggi adalah faktor kualitas pelayanannya, karena pelayanan yang baik kepada mahasiswa, selain itu hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesai pelayanan jasa adalah harus sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan konsumen/mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan yang sudah ada pada STAI Ki Ageng Pekalongan, mengidentifikasi fasilitas layanan kampus yang berpengaruh pada kepuasan mahasiswa dan mengidentifikasi hasil preferensi pihak mahasiswa dengan menggunakan metode servqual dan kano. Metode servqual digunakan untuk mengukur kualitas layanan dan memiliki lima dimensi nya untuk mengkategorikan atribut-atribut pelayanan, dan metode kano digunakan untuk mengkategorikan atribut jasa berdasarkan seberapa baik atribut tersebut mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Dari hasil penelitian berdasarkan metode servqual secara keseluruhan kualitas pelayanan yang diberikan oleh kampus belum memenuhi harapan mahasiswa. Masih terdapat kesenjangan yang bernilai negatif dengan nilai kualitas pelayanan rata-rata 0,68683 di bawah nilai 1, berdasarkan metode kano ada 3 atribut yang termasuk dalam kategori Must be dengan nilai tertinggi atribut nomor 4 (tersedianya ruang perpustakaan dengan nilai 0,596) dan atribut terendah yaitu nomor 9 (Staff keuangan dengan cepat melayani terutama saat mahasiswa regristasi terlalu banyak dengan nilai 0,553) dan ada 6 atribut di kategori One dimensional, atribut yang mempunyai nilai tertinggi ada dua yaitu tersedianya sarana penelusuran informasi dengan nilai 0,792, dan tersedianya Fasilitas Internet dengan nilai 0,792, dan atribut yang mempunyai nilai terendah yaitu kejelasan penyampaian informasi terkait Iklan PMB oleh Panitia dengan nilai 0,648.
PENILAIAN KINERJA DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD DAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT (STUDI KASUS PG. GONDANG BARU KLATEN) Elen Dapu; Winarni Winarni; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.341 KB)

Abstract

PG. Gondang Baru yang merupakan unit kerja dari PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah. Pabrik ini berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan dalam perdagangan gula nasional untuk pemenuhan gula di Jawa Tengah dan sekitarnya. Keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya pada proses produksi atau manajemen, tetapi karyawan juga merupakan penentu atau penggerak arus produksi perusahaan. Pada Penelitian ini, difokuskan hanya pada penilaian kinerja. Karena yang menjadi masalah dalam proses produksi yaitu sering tidak tercapainya target produksi yang diinginkan oleh perusahaan. Hal ini sangat berkaitan dengan kinerja dari para pekerja yang belum maksimal. Berdasarkan penelitian ini, faktor – faktor yang berpengaruh dalan penilaian kinerja karyawan yaitu cara kerja, sikap kerja dan hasil kerja. Hasil pengukuran kinerja karyawan PG. Gondang Baru Klaten dengan metode human resources scorecard menggunakan dua perspektif dan dari kedua perspektif tersebut menghasilkan total skor sebesar 83%. Berdasarkan analisis SWOT dapat disimpulkan bahwa hasil dari penentuan strategi dengan IFAS dan EFAS, maka hasil dari keseluruhan adalah 52%. Hal ini dapat dipastikan bahwa faktor – faktor yang berpengaruh pada IFAS dan EFAS perlu diperhatikan dalam perencanaan strategi bisnis perusahaan, karena hal ini bisa menjadi masalah bagi perusahaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8