cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 14124777     EISSN : 25805096     DOI : -
Core Subject : Religion,
Islamadina adalah jurnal yang diterbitkan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada tahun 2002 yang mempublikasikan karya-karya akademik dengan memfokuskan kajian pemikiran Islam (sosial, budaya, politik dan ekonomi) yang progresif dan mencerahkan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020" : 7 Documents clear
Bahasa Tubuh Dalam Al Qur’an Juz Ke 30 (Analisis Semantis) Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.8176

Abstract

Al Qur’an sebagai mukjizat yang penuh dengan keistimewaan, kalimat-kalimatnya mampu mengeluarkan sesuatu yang abstrak kepada fenomena yang konkret, sehingga dapat dirasakan ruh dinamikanya, termasuk menundukkan seluruh kata dalam suatu bahasa untuk setiap makna dan imajinasi yang digambarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk, makna dan fungsi bahasa tubuh dalam Al-Qur’an juz ke 30. Penelitian berjenis kepustakaan (library research), obyek utamanya adalah mushhaf al-Qur’an. Pendekatan utama yang digunakan adalah pendekatan ilmu tafsir dan ilmu komunikasi. Dalam menganalisis data tersebut digunakan metode deduktif, induktif dan komparasi. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian deskriptif yaitu metode yang bertujuan membuat deskripsi, maksudnya membuat gambaran, lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian ini bahwa Al Qur’an juz ke 30 mengungkap bahasa tubuh yang meliputi ekspresi wajah, bibir dan mulut, gerakan mata, dan gerakan badan. Dan menunjukkan keadaan dan kondisi kejiwaan seperti kesedihan, ketidaksukaan, penolakan, kemarahan, kekhawatiran, ketakutan ataupun kerelaan, ketenangan dan kegembiraan; menunjukkan makna perilaku visual yang tidak diinginkan bertujuan untuk mengejek dan menunjukkan perasaan tidak suka.
Konsep Derajat Manusia Menurut Alquran Dalam Menanggapi Penderitaan Siti Shafa Marwah; Endis Firdaus; Wawan Hermawan
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.6521

Abstract

Manusia memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi permasalahan hidup, tidak jarang mereka melakukan kesalahan karena tidak mampu mengelola emosi. Kajian ini terinspirasi dari kehebatan Rasulullah saw. saat dihadapkan pada permasalahan, yang mana bagi manusia biasa, hal tersebut bisa mendatangkan perasaan menderita. Namun tidak semua pengikutnya bisa memunculkan semangat yang sama dalam menghilangkan perasaan menderita yang dialami, maka muncul pertanyaan mengenai, apakah sebagian besar umat terdahulu juga merasa menderita ketika mendapatkan permasalahan hidup?, dan bagaimana Alquran memiliki penjelasan dalam memaknai derajat manusia untuk menanggapi penderitaan yang manusia dapatkan?. Kajian ini menggunakan pendekatan Tafsir Tematik dan dibantu metode Quran Digital, dengan menelusuri kata kunci yang berkaitan dengan kajian ini, beserta devariatnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa baik dulu maupun sekarang, dibutuhkan kemauan dan ilmu dalam mengelola emosi, tingginya derajat seseorang tidak sebatas dia cukup beriman saja, tetapi diperlukan amal yang lebih besar, serta dibarengi kerelaan saat dihadapkan pada situasi sulit yang membuatnya menderita. Bahkan derajat seseorang bisa saja menurun saat ia tidak bersabar menjalani penderitaan, namun saat ia sadar atas kesalahannya tersebut Allah masih terus memberikan kesempatan bagi manusia yang mau terus belajar. Kajian ini memiliki implikasi, yakni bisa berdampak dalam membangun persepsi baru seseorang dalam memaknai permasalahan di sekitar ruang lingkup kehidupannya.
Information and Communication Technology dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam A. Sulaeman; Darodjat Darodjat; M Makhrus
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.7258

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai penggunaan dan implikasi Information and Communication Technology (ICT) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai kesatuan yang integral dalam proses belajar mengajar. Jenis penelitian dalam artikel ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara dokumentasi. Artikel ini menunjukkan bahwa pembelajaran ICT dalam pembelajaran PAI disajikan secara teknis melalui pengembangan silabus daring yang berisi rangkaian materi dan metode selama proses pembelajaran, penyediakan aplikasi maktabah syamilah yang berisi literatur kitab klasik, situs yang berisi berita dan opini, dan channel youtube yang berisi video konten islami yang berimplikasi terhadap proses pembelajaran menjadi lebih atraktif dan dinamis. Dukungan semua stakeholders dalam pemanfaatan ICT dalam pembelajaran PAI turut memberikan dampak positif, khususnya dalam penyediaan infrastruktur, pamanfaatan, dan perawatan perangkat ICT. Selain itu,  ICT dalam pembelajaran PAI lebih merupakan media yang dapat dipakai dalam proses pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM).
Pemikiran Thomas S. Kuhn Teori Revolusi Paradigma Ulfa Kesuma; Ahmad Wahyu Hidayat
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.6043

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang sketsa biografi dan pemikiran Thomas Khun yang dikenal dengan jargon “revolusi ilmiah”. Menurut Khun revolusi ilmiah adalah suatu teori tentang sains yang ditemukan pada satu objek dan akan terus-menerus berubah dan berkembang. Penulis menggunakan metode kepustakaan “Library Research” dan studi analisis, studi analitis yang digunakan adalah analitis historis dan analitis dokumen tentang pemikiran Thomas S Khun. Kesimpulannya bahwa Thomas Samuel Khun yang sering dipangil akrab dengan Khun memiliki banyak karya salah satunya adalah The Structure of Scientific Revolution yang di dalamnya terdapat tentang sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan. Khun juga mengkritik teori Positifisme Auguste Comte dan Falsifikasi Karl Popper. Menurutnya, baik Auguste Comte dan Popper terlalu sibuk dengan penyelesaian teka-teki saja dan melupakan aspek penting dalam ilmu pengetahuan, yaitu paradigma. Pendapat Khun tentang paradigma yaitu suatu pendekatan investigasi suatu objek atau titik awal mengungkapkan point of view, formulasi suatu teori, mendesign pertanyaan atau refleksi yang sederhana. Akhirnya paradigma dapat di formulasikan sebagai keseluruhan sistem kepercayaan, nilai dan teknik yang digunakan bersama oleh kelompok komunitas ilmiah. Istilah “paradigma” menjadi titik tekan dalam epistimologi Thomas Khun ialah pada perkembangan ilmu secara revolusioner, dalam artian bahwa paradigma yang lama akan berkembang dengan paradigma yang baru agar mencapai suatu kebenaran yang ilmiah.
Materi Pendidikan Agama Islam Dalam Kerangka Teori Sosial (Theories: Grand, Middle and Grounded) Arham Junaidi Firman
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.7029

Abstract

Kajian ini dilakukan karena praktik pendidikan agama Islam tidak cukup dilakukan dengan cara diakronis saja. Perlu ada pendekatan metodologis yang baru, yaitu dengan pendekatan multidisipliner, yaitu penggabungan beberapa disiplin untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah tertentu, seperti pemecahan masalah dalam pendidikan agama Islam dengan menggunakan teori-teori sosial. Memperbincangkan pendidikan agama Islam dalam kerangka teori sosial bisa diibaratkan dengan pohon yang baik, yaitu memiliki akar kuat, batang yang kokoh, daun rimbun dan buah yang manis karena mendapatkan perawatan terbaik. Pendidikan agama Islam dalam kerangka teori sosial mencakup tiga ranah, yaitu grand theory, middle theory dan grounded theory. Membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah grand theory, maka yang menjadi kajiannya adalah Akidah, Akhlak, Al-Quran-Hadis, Fiqh dan Tarikh. Sedangkan, membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah middle theory, maka kajian yang dikembangkan mencakup lima grand theory tersebut, seperti grand theory Akhlak dengan middle theory, yaitu hablum minallah, hablum minannas dan hablum ma’al ghairi. Sementara itu, jika membicarakan pendidikan agama Islam dalam ranah grounded theory, maka kajian yang dikembangkan didasarkan kepada grand dan middle tehory, yaitu akhlak mahmudah dan madzmumah.
Pimpinan Redaksi Pimpinan Redaksi
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pimpinan Redaksi
Menakar Keadilan Gender Pada Penyelenggaraan Amal Usaha Dan Ortom Muhammadiyah Di Kabupaten Sikka Gisela Nuwa; Mohamad Fitri; Erwin Prasetyo
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 21, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.6897

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keadilan gender pada amal usaha dan ortom Muhammadiyah di PDM Sikka. Selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat keadilan gender pada amal usaha dan ortom Muhammadiyah di kabupaten Sikka. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif. Teknik dan prosedur pengumpulan data melalui tiga langkah yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan yang dijadikan sumber adalah ketua PDM Sikka, para pimpinan amal usaha dan ortom Muhammadiyah di kabupaten Sikka serta tokoh Muhammadiyah. Hasil penelitian adalah pertama, keadilan gender pada amal usaha dan ortom Muhammadiyah di kabupaten Sikka mencakupi, perempuan dan kepemimpinan masih diterapkan, perempuan: ekspresi peran ganda, perempuan dan organisasi masih terlibat aktif, perempuan dan laki-laki: sama-sama berjuang dan berjuang bersama. Kedua, faktor pendukungnya adalah sense of organisasi masih sangat kuat, surat An-Nahl, Ayat 97 masih diterapkan, dan terakhir sisten rekrutmen tenaga yang proporsional. Faktor penghambatnya adalah kurangnya SDM, budaya patriarki, kurangnya workshop tentang keadilan gender. Dampaknya terhadap eksistensi Muhammadiyah dikabupaten Sikka adalah keadilan gender lebih ditingkatkan. Selain itu juga analisis keadilan gender ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat adat, pemerintah dan LSM terkait ketika berbicara tentang gender.

Page 1 of 1 | Total Record : 7