cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Peningkatan Kemampuan Penalaran Dan Koneksi Matematis Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Berbantuan Software Geogebra (Studi Eksperimen Di SMAN 1 Cikulur Kabupaten Lebak Propinsi Banten) Siswanto, Retno
Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 1, 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai peningkatan penalaran dan koneksi matematis melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sebuah SMA Negeri di Kabupaten Lebak, dengan sampel terdiri dari tiga kelas. Dua kelas ekperimen yaitu kelas yang memperoleh pembelajaran trigonometri dengan model pembelaran kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra (E1) dan kelas yang memperoleh pembelajaran trigonometri dengan model pembelajaran tipe STAD tanpa berbantuan software Geogebra (E2). Sedangkan kelas pembanding atau kelas kontrol yaitu kelas yang memperoleh pembelajaran trigonometri dengan model pembelajaran langsung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes kemampuan penalaran matematis dan kemampuan koneksi matematis, bentuk essay dan format observasi. Data berupa hasil tes yaitu hasil pretes dan postes dianalisis secara kuantitatif, sementara itu data berupa hasil observasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa berbantuan software Geogebra, (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung, (3) terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung,  (4) terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa berbantuan software Geogebra, (5) tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung, dan  (6) terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berbantuan software Geogebra dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Kemampuan Penalaran Matematis, Kemampuan Koneksi Matematis dan Software Geogebra.  ABSTRACT This quasi experimental research aims at obtaining information on the improvement of reasoning and mathematical connections through the application of STAD cooperative learning model with Geogebra software.The population of this study was the students of a high school in Lebak Regency, while the sample consited of three classes. Two classes were assigned as experimental group, one class was treated with Trigonometry material through STAD cooperative learning model with Geogebra software (E1) and the other class treated through STAD cooperative learning model without Geogebra software (E2). Meanwhile, the third class was assigned as comparison or control class, treated with Trigonometry material through direct learning model. Essay test and observation were administered prior and after the treatment. The result shows that (1) there were differences in mathematical reasoning ability between students treated through STAD cooperative learning model with Geogebra software and those treated through STAD cooperative learning model without Geogebra software, (2) there were no differences in  mathematical reasoning ability between students treated through STAD cooperative learning model without Geogebra software and those treated through direct learning model, (3) there were differences in the mathematical reasoning ability between students treated through STAD cooperative learning model with Geogebra software,  and those treated through direct learning model, (4) there were differences in the mathematical connections between students treated through STAD cooperative learning model with Geogebra software  and those treated  through STAD cooperative learning model  without Geogebra software, (5) there were no differences in  mathematical connections ability between students treated through STAD cooperative learning model without Geogebra software and those  treated through direct learning model, and there are differences in the mathematical connections between students treated through STAD cooperative learning model with  Geogebra software, and those treated through STAD cooperative learning model without Geogebra software,  (6) there were differences in the mathematical connections between students treated through STAD cooperative learning model with Geogebra software and those treated through direct learning model. Keywords: STAD Cooperative Learning Model, Mathematical Reasoning Ability, and Mathematical Connection Ability.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Kemandirian Belajar Dan Peningkatan Kemampuan Penalaran Dan Koneksi Matematik Peserta Didik SMPN 1 Kota Tasikmalaya Purnamasari, Yanti
Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 1, 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis: kemandirian belajar peserta didik pada pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT); peningkatan kemampuan penalaran dan koneksi matematik peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) dibandingan dengan yang mengikuti pembelajaran langsung; serta interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) dan model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan penalaran dan koneksi matematik peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Desain penelitian menggunakan ”Pre-test Post-test Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMPN 1 Kota Tasikmalaya. Tingkatan kelas yang dijadikan sampel penelitian ini diambil secara purposive sampling peserta didik kelas VII SMPN 1 Kota Tasikmalaya, dan untuk pengambilan kelas sampel diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes kemampuan penalaran dan koneksi matematik serta angket kemandirian belajar peserta didik dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata skor kemandirian belajar peserta didik pada pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) termasuk kriteria tinggi, peningkatan kemampuan penalaran dan koneksi matematik peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran langsung, tidak terdapat interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) dan model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematik peserta didik, serta terdapat interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games-Tournament (TGT) dan model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematik peserta didik. Kata kunci: Teams Games-Tournament, Kemandirian Belajar , Penalaran, Koneksi.  ABSTRACT This quasi experimental study was conducted to investigate the effects of Teams Games  Tournament Coperative Learning (TGT  Cooperative Learning) on students self regulated learning ability, as well as on students mathematical reasoning and connection abilities. By applying a "pre-post-test control group design", the population of the study was students of SMPN 1 Tasikmalaya, while the randomly purposive sample  was  two classes of grade 7. One class  was assigned as experimental group, treated through TGT Cooperative Learning, while the other class as control group, treated through direct instruction. The instruments used to collect data were tests of mathematical reasoning and connection abilities, questionnaires of students’ self regulated  learning, and observation sheets.  The results showed that: the average score of students treated through TGT Cooperative Learning, was high on self regulated learning, as well as on mathematical reasoning and mathematical connection ability compare to  students treated through direct instructions; there was no interaction between the gain of students mathematical reasoning ability, as well as students’ mathematical connection ability between students treated through TGT Cooperative Learning and those treated through direct instruction. Keywords: Teams Games-Tournament, Self Regulated Learning, Mathematical Reasoning Ability,  Mathematicalk Connection Ability.
Efektifitas Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write (TTW) Terhadap Kemampuan Komunikasi Dan Disposisi Matematis Siswa Sumirat, Lusia Ari
Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2, 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pembelajaran Think Talk Write (TTW) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa. strategi pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan kooperatif tipe TTW berbantuan modul. Metode  pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental semu yaitu penelitian yang bertujuan untuk  mengkaji kemungkinan hubungan peningkatan kemampuan komunikasi dan disposisi matematika sebagai akibat diperlakukannya pemberian belajar dengan menggunakan strategi TTW pada kelompok eksperimen dan strategi ekspositori pada kelas kontrol. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah control group pretest-posttest. Dalam penelitian ini subyek penelitian diberikan tes awal untuk mengukur kemampuan awal mereka. Subjek penelitian  dipilih secara acak, pemilihan secara acak diasumsikan dapat memilih dua kelompok dengan subyek yang mempunyai karakteristik sama. Pemberian tes awal juga lebih meyakinkan peneliti bahwa mereka mempunyai kemampuan awal yang sama atau tidak. Sedangkan post-tes digunakan untuk mengukur kemampuan komunikasi dan disposisi matematis setelah diberikan perlakuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Metro tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilakukan selama 10 pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil tindakan pada dua kelas yang memiliki kemampuan awal relatif sama yaitu X.6 sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional tipe ekspositori) dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol (pembelajaran dengan strategi TTW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatip tipe TTW lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dam disposisi matematis siswa jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional tipe ekspositori. Hal ini didukung oleh hasil post-tes kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh tingkat efektifitas ES = 1, 031  yang berarti bahwa efektivitas strategi TTW  dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa tergolong tinggi.  dan berdasarkan data hasil angket disposisi matematis siswa dengan tingkat efektifitas diperoleh  ES = 0,681 yang menunjukkan bahwa strategi TTW efektif meningkatkan disposisi matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran ekspositori. Kata Kunci : Kooperatif, Think Talk Write (TTW), ekspositori, efektifitas, disposisi matematis, dan  kemampuan komunikasi matematis. ABSTRACT This research aims to know the effectiveness of Think-Talk-Write learning in increasing the student’s ability in mathematical communication and disposition. The learning strategy was the problem-based learning strategy with the cooperative approach of TTW facilitated by a module. The method of the research was a quasi-experimental method;  it was  a research which its purpose to review the possibility of the increasing relation of mathematical communication and disposition as a result of  applying the learning process by using the TTW strategy to the experiment group and the expository strategy in a control class. The design used in this research was a control group pretest-posttest. In this research the research subject werte given the pretest to measure their beginning ability. The subjects of this research were chosen randomly which were assumed that it would create two groups with the subject who had the similar abilities. By giving the pretest also it would convince the researcher if they had whether the similar or different abilities. The posttest was used to measure the ability in mathematical disposition and communication after applying the learning strategy. The subject of this research was the X student of the State Senior High School 1 Metro in the year of 2012/2013. The research was  done for 10 meetings with its planning doing and evaluating the applying result of two classes which have relatively the same beginning ability such as class X.6 as the control class( the conventional learning of expository type) and class X.7 as a control class ( The TTW Learning strategy). The result of the research showed that the application of the cooperative learning strategy of TTW type was more effective in increasing the student’s ability in mathematical communication and disposition if it was compared with conventional learning of expository type. It was supported by the posttest result of the student’s ability in mathematical communication could reach the effectiveness ES = 1,032 which means that effectiveness of TTW strategy in increasing the student ability in mathematical communication was significant or high. Based on the result of student mathematical disposition questionnaire had reached the effectiveness ES = 0,681, it showed that TTW strategy was effective in increasing the student mathematical disposition compared to the expository learning. Keywords : Cooperative, Think-Talk-Write (TTW), expository, effectiveness, disposition of mathematical, and the abality of mathematical communication.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Pemecahan Masalah Matematik Siswa SMK Melalui Strategi Pembelajaran React (Studi Eksperimen Di SMK Negeri 52 Jakarta) Purwosusilo, Purwosusilo
Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2, 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai peningkatan kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematik siswa SMK melalui penerapan pembelajaran dengan strategi REACT. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebuah SMK Negeri di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dengan sampel terdiri dari dua kelas. Satu kelas ekperimen yaitu kelas yang memperoleh pembelajaran trigonometri dengan penerapan strategi REACT. Sedangkan kelas pembanding atau kelas kontrol yaitu kelas yang memperoleh pembelajaran trigonometri dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematik bentuk essay dan format observasi. Data berupa hasil tes yaitu hasil pretes dan postes dicari gain ternormalisasi (N-Gain kemudian dianalisis secara kuantitatif. Uji statistik yang digunakan adalah Uji-t untuk skor N-Gain kemampuan pemahaman matematik dan Uji Mann-Witney untuk skor N-Gain kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunkanan SPSS 16.0. Hasil uji analisis dengan uji-t diperoleh Asym.Sig.(1-tailed) = 0,000 dan dengan uji Mann-Witney diperoleh   Asym.Sig.(1-tailed) = 0,000. Untuk data berupa hasil observasi dianalisis secara kualitatif dan hasilnya menggambarkan bahwa pembelajaran dengan strategi REACT berjalan cukup baik dan cukup mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Ketika siswa mampu menemukan pengetahuannya dan mampu menyelesaikan persoalan yang diberikan, muncul rasa percaya diri untuk menemukan kembali pengetahuan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa dengan penerapan strategi REACT lebih tinggi daripada siswa dengan pembelajaran konvensional. (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dengan penerapan strategi REACT lebih tinggi daripada siswa dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pembelajaran dengan strategi REACT, Kemampuan Pemahaman Matematik, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik. ABSTRACT This research was an experimental study aimed at collecting information about increasing Mathematical comprehension and problem solving skills of vocational students through a REACT learning strategy. The population in this research was the X grade students of a Vocational School in Jakarta, and the sample consisted of two grades. The experimental class was a class that learned trigonometry using REACT strategy. While another class, called control class, was  a class treated trigonometri teaching by using conventional strategy. The instrument used to collect data was a comprehension and problem solving test, in essay type and observation sheet. The data of test results were the results of pretest and post test in the form of normalized gain (N-Gain then analyzed quantitatively). Statistical tests used were t-test for N-Gain score of Mathematical comprehension and Mann-Witney test for N-gain score of Mathematical problem solving, using SPSS 16.0. The analysis of test results obtained with the t-test Asym.Sig. (1-tailed) = 0.000 and the Mann-Witney obtained Asym.Sig. (1-tailed) = 0.000. The observation data was analyzed qualitatively and the result showed that learning with REACT strategy was run well and effectively built a condusive class for learning. When students were able to find or discover the knowledge, it would build their self confidence to find other knowledge through. The result showed that (1) increasing mathematics comprehension with REACT was higher/ better than the conventional learning. (2) increasing students’ mathematics problem solving skills with REACT was  higher/ better than students in conventional learning. Keywords : learning with REACT strategy, Mathematical Comprehension, Mathematical problem solving skill.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematik Siswa SMA Di Kota Tasikmalaya Sunaryo, Yoni
Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 1 No. 2, 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang lebih baik antara yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung, mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah dan mengetahui assosiasi antara sikap siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik  siswa setelah model pembelajaran berbasis masalah diberikan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Di Kota Tasikmalaya. Tempat penelitian dipilih dari sekolah level sedang yaitu SMA N 3 Tasikmalaya. Sampel penelitian yaitu kelas X1,X2,X3 dan X4. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi soal tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa serta angket skala sikap yang digunakan untuk mengetahui sikap siswa terhadap Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pada pembelajarannya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pada pembelajarannya menerapkan model pembelajaran langsung. Sikap siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah menunjukkan sikap positif. Assosiasi antara sikap siswa pada penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa menunjukkan assosiasi yang cukup kuat. Kata Kunci :  Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Berpikir Kritis Matematik, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik, Sikap Siswa, Assosiasi. ABSTRACT This research is aimed at (1) knowing the improvement of students’ mathematical critical and creative thinking ability  using problem based learning model and direct learning model; (2)  knowing  students’ attitudes toward the problem based learning model; and  (3)  knowing  relationship between students’ attitudes toward problem-based learning model and the improvement of abilities of students’ mathematical critical and creative thinking after the problem-based learning given. The population of the research were all of the senior high school students in Tasikmalaya. The researcher chose SMA N 3,  a senior high school in medium level, as the site of the research. The researcher took grades : X1, X2, X3 and X4 as the sample of the research. The instrument of the research was the test of students’ critical and creative thinking ability and attitudes scale questionnaire which was used to know the students’ attitudes toward The Problem-Based Learning Model. The researcher used a t-test for the data analyses. Based on the calculation, it was concluded that  the enhancement in abilities of students’ mathematical critical and creative thinking through problem based learning model implementation was better than those who were treated through direct learning model . The students’ attitudes toward the problem based learning model shows positive attitudes. The relationship between the students’ attitudes with the problem-based learning model implementation and  the improvement in abilities of students’ mathematical critical and creative thinking showed a significant relationship. Keywords : Problem-Based Learning Model, ability of  Mathematical Critical Thinking, ability of  Mathematical Creative Thinking, Students’ Attitudes, relationship.

Page 2 of 2 | Total Record : 15