cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PERBEDAAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 6 BULAN YANG DIBERIKAN ASI DENGAN YANG DIBERIKAN MP-ASI DI KECAMATAN GUNUNGPATI Dwi Yuni Nugraheni, Wahyu; -, Heryanto; -, Rodhi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh bayi normal rata-rata kehilangan berat badan adalah 5-8% selama minggu pertama setelah lahir dimana prosentase kehilangan ini lebih besar pada bayi yang diberi ASI yaitu 7,4% dibanding yang tidak yaitu 4,9%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi usia 6 bulan yang diberi ASI dan yang diberi PASI di Kecamatan Gunungpati Semarang. Desain penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan studi komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Sampel penelitian adalah bayi berusia 6 bulan yang memiliki riwayat mendapat ASI maupun tidak pada usia 0-6 bulan, memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS), bayi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat prematur/BBLR, dengan jumlah sampel 43 bayi, 22 bayi yang diberi ASI dan 21 bayi yang tidak diberi ASI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan bayi pada usia 6 bulan terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi usia 6 bulan yang diberi ASI dengan berat badan bayi yang diberi PASI p=0,000 (p < 0,05).   Kata Kunci : Berat Badan, ASI, PASI
HUBUNGAN PENGETAHUAN HIV/AIDS DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIKAP TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS (STUDI PADA SISWA PUTRI SMA NEGERI 5 SEMARANG) Pavilianingtyas, Astuti; Nurullita, Ulfa; Rejeki, Sri
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren peningkatan kasus HIV/AIDS saat ini adalah pada perempuan, anak, dan remaja. 38% kasus pada perempuan dan 0,92% pada remaja terjadi di Jawa Tengah. Kota Semarang menduduki peringkat 1 sebagai kota dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pengetahuan HIV/AIDS dan pola asuh orang tua dengan sikap remaja putri terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 5 Semarang. Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. 87 siswa putri SMA Negeri 5 Semarang menjadi responden dalam penelitian ini dan data dikumpulkan melalui instrumen angket. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 52,9% responden berpengetahuan HIV/AIDS cukup, 98,9% responden memiliki orang tua dengan pola asuh autoritatif, dan 50,6% responden memiliki sikap mendukung terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS. Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan HIV/AIDS dengan sikap terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dengan p-value 0,374 dan tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan sikap terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS dengan p-value 0,494. Simpulan penelitian adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan HIV/AIDS remaja putri dan pola asuh orang tua dengan sikap remaja putri terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS. Kata kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan, Pola Asuh, Sikap, Remaja
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIIT RENDAH GARAM DAN KETERATURAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POLIKLINIK RSUD TUGUREJO SEMARANG Hadiyani Relawaati, Priyantini; Marettina, Nita; -, Musaadah
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok penyakit kardiovaskuler, khususnya hipertensi adalah penyakit yang paling banyak ditemui di Indonesia. Peningkatan kasus ini disebabkan antara lain karena rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kesehatan masih kurang. Pengaturan diit dan keteraturan pemeriksaan tekanan darah akan berhasil apabila pasien patuh. Dukungan keluarga juga dapat berpengaruh terhadap kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam dan keteraturan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Poliklinik RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional study, pada 45 responden dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menujukkan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diit rendah garam dengan  nilai p=0,017 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keteraturan kontrol tekanan dengan nilai p=0,697 (p>0,05). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pasien sebaiknya lebih mematuhi diit yang disarankan oleh petugas kesehatan dan mengontrol tekanan darahnya secara teratur untuk meningkatkan kesehatannya.   Kata Kunci:     Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diit Rendah Garam, Keteraturan Kontrol tekanan darah, Hipertensi
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Noviyanti, Amalia; Widodo, Sri; -, Shobirun
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya dengan berbagai penyebab. Pada tahun 2012, WHO mencatat sebanyak 1 miliar penduduk dunia mengalami hipertensi. Secara garis besar pengobatan nonfarmakologis untuk pasien hipertensi antara lain dengan pemberian relaksasi seperti otot progresif dan nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi nafas dalam terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini yaitu menggunakan quasy experiment dengan rancangan pretest-protest design, jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Pada usia responden hipertensi terbanyak adalah ≥ 50 tahun (43,3%), sedangkan karakteristik responden hipertensi berdasarkan jenis kelamin terdapat 17 (56,7%) pada perempuan, 13 (43,3%) pada laki-laki. Hasil uji statistik menggunakan Mann-whitney test menunjukkan hasil tidak ada perbedaan efektifitas teknik relaksasi otot progresif dan nafas dalam dengan tekanan darah. Terlihat dari probabilitas perbedaan efektifitas antara perlakuan terhadap tekanan darah sistolik sebesar 0,285 (p>0,05), dan nilai probabilitas perbedaan efektifitas kedua perlakuan terhadap tekanan darah diastolik yaitu sebesar 0,935 (p>0,05). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar relaksasi nafas dalam dapat dijadikan intervensi alternatif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.   Kata Kunci : Relaksasi otot progresif, relaksasi nafas dalam, tekanan darah
PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP ANTARA STROKE HEMORAGIK DAN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Herminawati, Anisa; Suryani, Maria; -, Sayono
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia stroke merupakan salah satu penyakit utama pada usia tua. Stroke merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan cacat berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, proses berpikir, daya ingat, dan bentuk – bentuk kecacatan yang lain sebagai akibat gangguan fungsi otak. Stroke dibagi menjadi dua yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap antara stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah sampel 60 pasien. Penelitian ini menggunakan uji T-Test. Data sekunder di dapat dari data rekam medik. Data kemudian diolah secara deskriptif dengan Microsoft Excel dan Program SPSS. Hasil perbedaan lama rawat inap antara stroke hemoragik dan stroke non hemoragik diperoleh lama rawat inap stroke hemoragik paling sedikit 4 hari dan paling banyak 15 hari sedangkan lama rawat inap stroke non hemoragik diperoleh paling sedikit 3 hari dan paling lama 9 hari, rata – rata stroke hemoragik 9.53 sedangkan stroke non hemoragik 6.03 dan Perbedaan stroke hemoragik dan stroke non hemoragik yaitu 3.500 hari. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 yang berarti (p > 0,05) maka dapat disimpulkan ada pebedaan lamanya lama rawat inap antara stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Hasil penelitian ini semoga menjadi dasar dalam mengembangkan penelitian keperawatan selanjutnya dan sebagai masukan penelitian ilmiah khususnya lama rawat inap pada pasien stroke hemoragik dan non hemoragik.   Kata Kunci : Lama rawat inap, stroke hemoragik, dan stroke non hemoragik.
EFEKTIFITAS PERAGA FOOD MODEL DAN FLIP CHART DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE II DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Pramukti, Anissa Loviana; Kristiyawati, Sri Puguh; Ch. Purnomo, S. Eko
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun sangat potensial untuk dapat dicegah dan dikendalikan melalui salah satu pilar pengelolaan berupa edukasi atau pendidikan kesehatan tentang perencanaan makan. Pendidikan kesehatan yang baik didukung oleh penggunaan media peraga yang tepat, contohnya dalam penelitian ini menggunakan peraga food model dan flip chart. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antara alat peraga food model dan flip chart dalam pendidikan kesehatan pasien diabetes mellitus type II di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, jumlah sampel yang diperoleh 60 responden dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan terdiri dari 12 item pertanyaan, media peraga food model, dan flip chart. Analisa data menggunakan uji Independent Sample t-test. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 2,314 lebih besar dari t tabel (> 2,000) dengan ρ value sebesar 0,024 (ρ < 0,05), yang berarti ada perbedaan efektifitas alat peraga food model dan flip chart. Hasil penelitian selisih nilai rata-rata (mean) dari masing-masing peraga food model = 2,83 sedangkan flip chart = 2,13 (2,83 > 2,13), mean food model lebih besar daripada flip chart. Sehingga disimpulkan bahwa peraga food model lebih efektif dibandingkan dengan flip chart dalam pendidikan kesehatan pada pasien DM type II di RSUD Tugurejo Semarang. Maka diharapkan dalam bidang pelayanan keperawatan dapat menggunakan media food model dalam pendidikan kesehatan.Kata kunci: food model, flip chart, pendidikan kesehatan, diabetes mellitus
DESKRIPSI TENTANG BULLYING PADA REMAJA DI SMP SETIABUDHI SEMARANG BERDASARKAN DUKUNGAN KELUARGA Sari, Anita; Adi N, Heryanto; Supriyono, Mamat
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang secara berulang kali yang menyalahgunakan ketidakseimbangan kekuatan dengan tujuan menyakiti korbannya secara mental atau fisik. keluarga merupakan subsistem komunitas sebagai sistem sosial yang bersifat unik dan dinamis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prilaku bullying pada remaja di SMP Setiabudhi semarang berdasarkan dukungan keluarga. Desain ini adalah cross sectional, jumlah populasi remaja di SMP Setiabudhi Semarang sebanyak 103 responden dengan takhnik random sampling. Penelitian ini menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney test. Dengan p value sebesar 0,001. Artinya bahwa ada perbedaan kejadian bullying pada remaja di SMP Setiabudhi Semarang berdasarkan ada atau tidaknya dukungan keluarga. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan pada tenaga kesehatan diberikan bekal yang cukup dan bersinambungan mengenai sebab-sebab terjadinya bullying sehingga masyarakat nantinya dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang penyebab terjadinya bullying pada anak. kata kunci bullying, dukungan keluarga, remaja
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMAN 14 SEMARANG Sajati, Ardana Wahyu; Santoso, Eko Jemi; -, Targunawan
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian kasus seks bebas dikalangan remaja setiap tahunnya selalu meningkat, berdasarkan hasil survey US National Center for Health Statistics tahun 2010 menyebutkan, remaja di empat propinsi kembali melaporkan bahwa ada 2,9 % remaja yang telah seksual aktif. Persentase remaja yang telah mempraktikkan seks pra-nikah terdiri dari 3,4 % remaja putra dan 2,3 % remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang pornografi dengan perilaku seksual pada siswa di SMAN 14 Semarang. Desain penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan pada peneltian ini sebanyak 89 responden dengan teknik proporsional sampling. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang pornografi dengan perilaku seksual siswa di SMAN 14 Semarang. Terlihat dari nilai p value sebesar 0,000 (p< 0,05) untuk pengetahuan dengan perilaku, dan 0,000 (p<0,05) untuk sikap dengan perilaku. Pada karakteristik responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 45(50,6%), dan perempuan sebanyak 44(49,4%), sedangkan usia terbanyak pada usia 16 tahun 39(43,8%).Kata Kunci : pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KANKER SERVIKS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN TERJADINYA KANKER SERVIKS PADA SISWA PUTRI DI SMAN 14 SEMARANG Wahyunintyas, Christy Eko; Santoso, Eko Jemi; -, Targunawan
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bimbingan Konseling menyebutkan bahwa menggenai pendidikan kesehatan tentang kanker serviks di SMAN 14 Semarang, belum pernah ada penyuluhan dari petugas kesehatan seperti Puskesmas yang memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks ataupun seminar mengenai kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang berasal dan tumbuh pada serviks uterus disebabkan oleh virus HPV. Penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan menggunakan jenis penelitian pre test-post test design dengan sampel sebanyak 79 siswa putri. Dari penelitian diperoleh hasil sebagian besar pengetahuan siswa putri dalam pencegahan terjadinya kanker serviks setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks  termasuk dalam kategori baik sebanyak 52 (65,8%) responden. Sedangkan sebagian besar dengan sikap dalam pencegahan terjadinya kanker serviks pada siswa putri setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks  termasuk dalam kategori positif sebanyak 57 (72,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p value lebih kurang dari 0,05 yaitu 0,01 yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhahap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan terjadinya kanker serviks. Dari hasil penelitian ini diharapkan untuk guru BK bisa memasukan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks di mata pelajaran karena pada masa ini remaja sangat antusias untuk memperoleh informasi.   Kata kunci: Kanker Serviks, Remaja, Pendidikan Kesehatan
EFEKTIVITAS ACTIVE ASISTIVE RANGE OF MOTION TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK Ariyanti, Destya; -, Ismonah; -, Hendrajaya
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2010, tiap tahun kurang lebih 15 juta orang di seluruh dunia terserang stroke. Pada era globalisasi ini, yang diikuti dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern yang serba instan dan praktis. Hal tersebut mengakibatkan orang semakin malas untuk beraktivitas dan menjalankan pola hidup sehat, sehingga memberikan kecenderungan baru dalam pola penyakit di masyarakat, yaitu memicu timbulnya pergeseran pola penyakit dengan peningkatan penyakit tidak menular, seperti penyakit stroke. Stroke dibagi dua jenis, salah satunya adalah stroke non hemoragik, yang merupakan salah satu bagian dari penyakit stroke yang mengakibatkan kelemahan di salah satu sisi tubuh atau hemiparese. Intervensi yang diharapkan dapat mempertahankan mobilitas sendi maksimun adalah latihan active asistive range of motion, yaitu latihan gerak untuk kontraksi otot secara aktif dengan bantuan gaya dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas active asistive range of motion terhadap kekuatan otot ekstremitas pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment design dengan rancangan pre dan post test design yang dilakukan selama 5 hari dengan perlakuan 2 kali sehari.  Sampel yang diambil sebanyak 28 responden dengan mengukur kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji statistik Paired Sample T-Test diperoleh nilai ρ rata-rata pada hari ke-2 sore sebesar 2.17 (< 0.05), selanjutnya pada hari ke-3 pagi sebesar 2. 39 (< 0.05), hari ke-3 sore sebesar 2.78 (< 0.05), hari ke-4 pagi sebesar 3.17 (< 0.05), dan hari ke-5 sore sebesar 3.64 (< 0.05), sehingga dapat disimpulkan active asistive range of motion efektif terhadap kekuatan otot ekstremitas pada pasien stroke non hemoragik di RSUD Tugurejo Semarang. Rekomendasi hasil penelitian ini, agar menggunakan Active Asistive Range of Motion (A’AROM) sebagai intervensi keperawatan untuk pasien stroke non hemoragik. Kata Kunci: Stroke non Hemoragik, active asistive range of motion, kekuatan otot

Page 7 of 24 | Total Record : 237