cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DURASI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Wahyuningrum, Irma
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa merupakan adanya gangguan pada fungsi mental, salah satunya adalah skizofrenia. Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten yang dapat mengakibatkan timbulnya pikiran, emosi, gerakan, perilaku psikotik sehingga mengalami kesulitan dalam memproses informasi serta memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan durasi kekambuhan pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional,yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel bebas tentang dukungan keluarga dan variabel terikat tentang durasi kekambuhan, jumlah sampel 80 responden dengan teknik purposive sampling. Terlihat dari hasil dukungan keluarga yang mendukung sebesar 48 (60%), dan durasi kekambuhan yang baik sebesar 44 (55%).  Hasil uji statistik chi square (p-value 0,047), kesimpulan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan durasi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Kata kunci           : Dukungan keluarga, durasi kekambuhan, dan Skizofrenia
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TARIK NAPAS DALAM TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Rista, Ivana Desilia
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2007 diperkirakan ada 19 juta gangguan jiwa di Indonesia. Satu juta di antaranya mengalami gangguan jiwa berat atau psikosis. Teknik tarik napas dalam termasuk teknik relaksasi latihan pernapasan yang sering digunakan dalam pengaturan klien klinis untuk membantu mengatur stress dan relaksasi untuk mencapai kesejahteraan, secara keseluruhan teknik tarik napas dalam juga dapat melemaskan otot untuk mengurangi ketegangan, mengurangi kecemasan dan mempunyai efek distraksi atau pengalihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang dengan variabel bebas terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam dan variabel terikat kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Desain penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 65 responden. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 48 (73.8), pendidikan terbanyak adalah SD 22 (33,8%), dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja adalah 23 (35,4%). Skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum perlakuan sebesar 5,7 dan skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan setelah perlakuan sebesar 2,87. Uji wilcoxon signed rank test di dapat p value 0,000 sehingga disimpulkan penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan.   Kata kunci       : perilaku kekerasan, terapi aktivitas kelompok, tarik napas dalam
PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN KOMPRES AIR BIASA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Permatasari, Karina Indah
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan keadaan ketika suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal (≥37°C). Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara produksi panas oleh tubuh dan pelepasan panas dari tubuh. Demam bukan suatu penyakit, tetapi tanda yang menyertai penyakit yang berbeda-beda. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas kompres air hangat atau kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam. Metode penelitian ini menggunakan One group pra-post test design. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 responden dengan 17 responden untuk setiap perlakuan. Berdasarkan analisis dari 17 responden yang diberikan kompres air hangat, rata-rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2°C. Sedangkan 17 responden yang diberikan kompres air biasa mengalami rata-rata penurunan suhu tubuh sebesar 0,86°C. Hasil uji Mann-Whitney Test pada perbedaan efektivitas kompres air hangat dan kompres air biasa menunjukkan nilai p=0,034 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektifitas kompres air hangat dan kompres air biasa terhadap penurunan pada anak dengan demam di RSUD Tugurejo Semarang.   Kata Kunci : Demam, Kompres Air Hangat, Kompres Air biasa
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KELUHAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST KEMOTERAPI KARENA KANKER DI UNIT SITOSTATIKA Zanah, Laila Mithakhul
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (World Health Organization) mengemukakan insiden kanker di seluruh dunia tahun 2000 adalah 10,3 juta jiwa dengan mortalitas 7,1 juta. Setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah menjadi 6,25 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap keluhan mual muntah pada pasien post kemoterapi kanker di unit Sitostatika Rumah Sakit Telogorejo Semarang pada tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest- posttest. Penelitian ini menggunakan 11 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan paired sample t- test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian ini, didapatkan data persentase responden sebelum pemberian perlakuan yang mangalami keluhan mual muntah berat sebesar 9.1%, sedang sebesar 90,9% dan  persentase responden sesudah pemberian perlakuan yang mangalami keluhan mual muntah ringan sebesar 54,5%, sedang sebesar 45.5%. Nilai p value sebesar 0,000 ( α< 0,005) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi musik klasik terhadap keluhan mual dan muntah pada pasien post kemoterapi di RS Telogorejo Semarang. Berdasarkan kesimpulan diatas maka terapi musik dapat dijadikan acuan untuk menurunkan keluahan mual muntah pada pasien post kemotrapi. Kata Kunci : Terapi musik klasik, mual muntah, kemoterapi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Trianni, Lilis
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi di Jawa Tengah meningkat di tahun 2011 pada kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu sebanyak 634.860 kasus (72,13%). Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian akibat komplikasi  kardiovaskuler yang ditimbulkan seperti aterosklerosis, penyakit jantung, perdarahan otak, stroke, penyakit ginjal, dan lain sebagainya. Tekanan darah yang terkontrol sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya, dukungan dari keluarga dan, kepatuhan pasien untuk datang berobat. Tingkat pendidikan dasar seseorang tidak mempengaruhi kepatuhan penderita untuk datang berobat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Puskesmas Ngaliyan Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 70 responden, dengan tekhnik purposive  sampling. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square untuk hasil penelitian tingkat pendidikan menunjukkan bahwa  tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi. Terlihat dari hasil nilai p-value = 0,659 (> 0,05). Dan hasil penelitian dukungan keluarga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi. Terlihat dari hasil nilai p-value = 0,000 (< 0,05). Pada karakteristik responden hipertensi terdapat pada usia 45-54 tahun berjumlah 32 orang (45,7%),  perempuan berjumlah 53 orang (75,7%), dan sebagai ibu rumah tangga berjumlah 31 orang (44,3%). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah penderita yang berpendidikan tinggi sebaiknya lebih mematuhi untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur untuk meningkatkan kesehatannya. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat, Hipertensi
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSI NU DEMAK Akhmawardani, Luvi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi interpersonal yang dilakukan antara perawat dan petugas kesehatan lainnya dengan pasien yang berfokus pada kesembuhan pasien. Perawat dapat melaksanakan komunikasi terapeutik yang efektif, perawat harus memiliki kesadaran diri - sendiri, klarifikasi nilai, perasaan dan mampu bertanggung jawab. Perawat  yang menggunakan keterampilan komunikasi interpersonalnya untuk mengembangkan hubungan dengan pasien yang akan menghasilkan pemahaman tentang pasien sebagai manusia yang utuh dan akan meningkatkan kepuasan bagi pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan gambaran komunikasi terapeutik, gambaran kepuasan pasien, hubungan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSI NU Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah sampel pada penelitian ini adalah 90 pasien dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner.  Pengolahan dan analisa data menggunakan program SPSS for windows Release 17.0 dengan uji chi square. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa karakteristik usia pasien sebagian besar berusia ³ 35 tahun sebanyak 49 pasien (54,4 %), jenis kelamin hasilnya sama, sebanyak 45 pasien  (50,0 %), berpendidikan  menengah sebanyak  41 pasien (45,6 %), komunikasi terapeutik perawat yang dipersepsikan oleh pasien paling tinggi sebanyak 52 pasien (57,8%), kepuasan pasien paling baik sebanyak 49 pasien (54,4%). Hasil penelitian bivariat dari uji statistik Chi Square diperoleh tidak ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSI NU Demak (p=0,348 ≥  α=0,05 artinya tidak ada hubungan secara signifikan). Rekomendasi pada penelitian ini adalah agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit  sehingga memberikan kepuasan bagi pasien, khususnya cara melaksanakan tahap-tahap komunikasi terapeutik secara benar. Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, perawat, dan kepuasan pasien
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP INTENSITAS NYERI NEUROPATI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Putri, Merlina Cintyani
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang menempati urutan ke-4 terbesar di dunia dalam jumlah pasien DM setelah India, China, dan Amerika Serikat. Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI, 2006) menyebutkan bahwa neuropati diabetik disertai adanya nyeri merupakan komplikasi yang banyak dijumpai pada penderita DM tipe 2. Sehingga akan berpengaruh pada kualitas hidup penderita DM tersebut. Senam kaki diabetik bertujuan untuk memperlancar sirkulasi perifer dan mencegah kekakuan sehingga diharapkan nyeri dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap intensitas nyeri neuropati diabetik pada penderita DM tipe 2 di RSUD Ungaran. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan one group pre-post test selama 4 hari dengan perlakuan 1 kali sehari. Sampel yang diambil sebanyak 16 responden dengan mengukur intensitas nyeri neuropati diabetik menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale) sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji statistik Wilcoxon Match Pairs diperoleh nilai ρ value 0,001 (< 0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap intensitas nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ungaran Semarang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah senam kaki diabetik dapat diaplikasikan dalam praktik keperawatan sehingga pasien mampu melakukan secara mandiri.   Kata kunci : DM, senam kaki diabetik, nyeri neuropati diabetik
PERBEDAAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH DI BERIKAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL DI PANTI WERDA PENGAYOMAN PELKRIS KOTA SEMARANG Nafilasari, Mike Yevie
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan usia yang berisiko tinggi terhadap penyakit-penyakit degeneratif , seperti hipertensi. Pada tahun 2008 prevalensi hipertensi sebesar 3,30 % artinya setiap 100 orang terdapat 3 orang penderita hipertensi. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan melakukan terapi musik. Sedangkan terapi musik adalah untuk membantu mengekspresikan perasaan, membantu rehabilitas fisik, memberi pengaruh positif terhadap kondisi suasana hati dan emosi. Sedangakan efek fisiologis dapat mengakibatkan energi otot meningkat atau menurun. Timbulnya efek pada nadi menjadi teratur, tekanan darah stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik intrumental di Panti Werda Pengayoman “PELKRIS” Semarang. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pre-post test. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 2,30 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 12,2 mmHg dengan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi musik instrumental selama 7 hari berturut-turut. Rekomendasi dari hasil penelitian ini, diharapkan pelayanan keperawatan dapat mengaplikasikan terapi musik secara teratur pada lansia yang menderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah.Kata Kunci: Terapi Musik, Penurunan Tekanan Darah, Lansia.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WERDA PELKRIS PENGAYOMAN KOTA SEMARANG Muna, Nailil
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya sehingga meningkat pula risiko penyakit pada lansia seperti depresi. Prevalensi depresi pada lansia di dunia sekitar 8-15%. Gejala depresi pada lansia prevalensinya tinggi dan semakin meningkat seiring bertambahnya umur lansia, perubahan peran dan penurunan interaksi sosial serta kehilangan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik dengan kejadian depresi pada lansia di Panti Werda Pelkris Pengayoman Kota Semarang. Desain penelitian menggunakan correlation study dengan rancangan cross sectional dilakukan pada 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data dengan lembar kuesioner dan analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 27 orang atau sebesar 67.5% lansia termasuk lanjut usia tua (>75 tahun), 31 orang atau sebesar 77.5% lansia berjenis kelamin perempuan, dan 29 orang atau sebesar 72.5% lansia berpendidikan dasar (SD, SMP), serta sebanyak 24 orang atau sebesar 60.0% responden mengalami depresi. Disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian depresi (p=0.023, OR=6.429 C1=95% antara 1.495-27.647), ada perbedaan kejadian depresi antara lansia laki-laki dan lansia perempuan (p=0.034), dan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan kejadian depresi (p=0.003, OR=0.071 CI=95% antara 0.012-0.408). Disarankan untuk meningkatkan pelayanan terhadap lansia yang mengalami depresi di panti dan diharapkan agar lansia melakukan aktifitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya depresi.Kata Kunci: Kejadian depresi, lansia, karakteristik
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN KARIOGENIK DAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH KELAS 1-6 DI SDN 01 WATUAJI KELING JEPARA Anggraeni, Noor Ika
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Jajanan kariogenik adalah makanan yang dapat menyebabkan karies gigi. Sifat makanan kariogenik adalah banyak mengandung karbohidrat, lengket dan mudah hancur di dalam mulut. Faktoryang dapat menyebabkan karies gigi juga diantaranya karena kebiasaan menggosok gigi yang tidak sesuai prosedur. Waktu menggosok gigi yang benar adalah minimal dua kali sehari, yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi jajanan kariogenik dan menggosok gigi pada anak sekolah kelas 1-6 di SDN 01 Watuaji, Keling, Jepara tahun 2013. Penelitian ini menggnakan deskriptif korelatif denganpendekatan cross sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling pada 81 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi serta analisis data dilakukan dengan teknik analisis Chi Square. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswaterkena karies gigi, banyak siswa yang jarang mengkonsumsi jajanan kariogenik dan banyak juga siswa yang telah menggosok gigi ≥2 kali sehari. Variabel kebiasaan mengkonsumsi jajanan kariogenik mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian karies gigi (ρ= 0,0001), sedangkan kebiasaan menggosok gigi juga mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian karies gigi (ρ= 0,015). Mengurangi atau membatasi konsumsi jajanan kariogenik dan menggosok gigi sesuai prosedur merupakan upaya untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata kunci: karies gigi, jajanan kariogenik, menggosok gigi

Page 9 of 24 | Total Record : 237