cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 89 Documents clear
PERENCANAAN PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN BETON BERTULANG JALAN RAPAK MAHANG DI DESA SUNGAI KAPIH KECAMATAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA WARIS, HERMAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.272 KB)

Abstract

Perencanaan Jembatan Dengan Bentang 15 Meter Di Desa Sungai KapihKecamatan Sambutan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Tugas Akhir,Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Jembataninidibuat dengan konstruksi betonbertulang dengan bentang15M, gelegar–gelegarmemanjang dibuat dengankonstruksi betonbertulangyangmerupakan satu kesatuan dengan lantai kendaraan.Jembatan beton bertulang balok “T” Girder adalah salah satu dariberbagai jenis jembatan yang dapat digunakan untuk menghubungkan tepidaratan ke tepidaratan selanjutnya, namun kemampuan efektif jembatan betonbertulang balok “T” Girder hanyalah 10-26 meter (Bambang Supriadi 2007),sehingga keberadaan jembatan jenis ini banyak di jumpai pada bentangefektifnya. Oleh karna itu dalam merencanakan kontuksi jembatan betonbertulang balok “T” diperlukan penelitian yang komleks dan spesifik sehinggaakan di peroleh kebutuhan bentang jembatan efektif.DesaSungai Kapihmerupakan bagian dariKecamatanSambutanKotaSamarindainimemilikijembatan yangsudah tidak layak di lalui kendaraanperusahaan sumber daya alamdan kendaraan pengangkut hasil pertanian danperkebunanmasyarakat setempatkarena bahanstruktur jembatanhanyamenggunakan batang–batang pohon yang di susun dan di sejajarkan dan itupunsudah terlihat kering dan sebagian batang pohon sudah terlihat lapuk.
PERHITUNGAN BIAYA TUNDAAN LALU LINTAS DI JALAN KADRIE OENING SAMARINDA KULEH, MARSELINUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.812 KB)

Abstract

Masalah kemacetan  pada suatu ruas jalan adalah sesuatu yang sering terjadi pada daerah perkotaan.  Kemacetan  lalu lintas  mempunyai  akibat  yang  sangat  besar  apabila  dicermati  secara  lebih  mendalam.  Salah  satu  hal  yang  sangat dominan adalah adanya pemborosan bahan bakar. Penelitian  ini dilakukan  untuk mengetahui  seberapa  besar dampak  secara  ekonomi  kerugian  yang diakibatkan  oleh adanya kemacetan.  Kerugian yang dihitung hanya mencakup masalah pemborosan  dari nilai biaya operasi kendaraan  yang ada. Hasil  penelitian  memperlihatkan   bahwa  hubungan  antara  jumlah  arus  (smp/jam)  dengan  kecepatan  yang  terjadi (km/jam) adalah kecepatan berbanding terbalik dengan besarnya arus lalu lintas. Kerugian akibat kelambatan arus lalu lintas  yang terjadi  di jalan  Kadrie Oening adalah  sebesar  Rp 11.812,00/300m/kend. Kerugian  ini berupa  bertambahnya biaya operasional  kendaraan yang semestinya tidak perlu dikeluarkan apabila kecepatannya  bisa mencapai kecepatan desain perencanaan
PENINJAUAN DEBIT LIMPASAN SALURAN MACRO JALAN A.YANI KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Padli, Padli
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.744 KB)

Abstract

AbstrakPesatnya perkembangan Kota Tenggarong sangat menarik minat penduduk daerah lain untuk bermigrasi, sehingga mengakibatkan perkembangan penduduk yang cukup pesat, dari data kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) kutai kartanegara menyebutkan jumlah penduduk kukar mencapai 681.064 orang per juni 2011 dimana dari 18 kecamatan, jumlah terbanyak berada di kecamatan tenggarong, yaitu Kota Tenggarong dengan data di 2001 sebesar 60.843 jiwa dan meningkat menjadi 105.858 jiwa di 2011. Hal ini menuntut perluasan lahan terbangun untuk perumahan dan fasilitas penunjang lainnya. Pesatnya perkembangan kota menyebabkan lahan yang semula berfungsi sebagai areal terbuka hijau sebagai daerah yang mampu meresapkan dan menampung sementara air hujan telah berubah menjadi daerah terbangun.Perkembangan kota yang semakin pesat ini membuat pengelolaan sarana dan prasarana sistem drainase yang telah dilakukan seolah-olah tertinggal dibandingkan dengan pembangunan perumahan, perdagangan, jasa dan industri perdagangan. Perubahan fungsi lahan tersebut secara teoritis akan semakin memperbesar koefisien pengaliran yang pada akhirnya akan memperbesar debit limpasan permukaan yang harus dialirkan melalui saluran drainase.Kondisi ini membawa berbagai masalah, salah satunya adalah genangan air/banjir yang dirasakan. Salah satu kawasan yang saat ini di bayang – bayangi banjir adalah di jalan A.Yani Kecamatan Tenggarong..Kesimpulan akhir, maka diperlukan evaluasi mengenai sistem drainase yang telah ada sebagai bentuk usaha mengatasi banjir dan juga sebagai bahan masukan bagi pihak Pemerintah dalam usaha mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kata kunci : peninjauan debit limpasan saluran macro jl. A yani tenggarong
RUMAH SUSUN HEMAT ENERGY HARIS PRASETYO, ACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.352 KB)

Abstract

Jumlah penduduk miskin di Kaltim dari tahun ketahun semakin menurun, pada tahun 2006 jumlah penduduk miskin Kaltim sebesar 11,41%, tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 11,04%, tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 8,53% dan tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 7,86%, tahun 2010 juga mengalami penurunan menjadi 7,66% dan pada tahun 2011 sesuai data bulan November 2011 mengalami penurunan menjadi 6,77%. (Samarinda, 13/12/11. Sumber data BPS Kaltim).Penyebab tingginya angka kemiskinan, lebih disebabkan pendatang yang tak dibekali keterampilan. Kemudian, banyaknya lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang tak tertampung di lapangan pekerjaan. Belum lagi banyaknya perusahaan sektor perkayuan yang mengalami pailit sehingga mem-PHK karyawannya dan mengakibatkan bertambahnya pengangguran. Pemkot terus berusaha mengentaskan kemiskinan yang dilakukan secara bertahap setiap tahunnya untuk (1.500 KK) yang terdata dalam keluarga miskin.Akibat dari pertumbuhan jumlah penduduk dan mobilitas kegiatan di daerah perkotaan menuntut pada pemanfaatan lahan yang efisien dengan segala jenis peruntukan tidak terkecuali perumahan. Oleh karena itu, membangun hunian bersusun dengan tidak meninggalkan kesan rumah dianggap sebagai alternatif dalam menjawab perumahan di kota-kota besar.Membangun rumah susun dengan mengembangkan konsep hemat energy, biar mengurangi pemborosan energy, dan juga dapat menghambat pemanasan dunia. Arsitektur hemat energy mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan tingkat kenyamanan yang jauh lebih baik, menggunakan sumber daya energy yang efisien, tidak menghasilkan zat-zat yang bersifat polutif dan kurang bermanfaat bagi sekitar. Caranya dengan menggunakan panel listrik matahari yang dapat menampung energy panas dari matahari yang dapat digunakan sebagai sumber daya energy alternatif. 
ANALISA KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN SAMBERA SANTAN JALAN POROS SAMARINDA BONTANG DI, MAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.587 KB)

Abstract

MARDI, “Analisa Keruakan Jalan Pada Ruas Jalan Sambera Santan Jalan Poros Samarinda Bontang”. Dibawah bimbingan Ibu. Ir. Yayuk Sri Sundari, MT. Selaku Pembimbing I dan Bapak Ari Sasmoko Adi, ST. MT. Selaku Pembimbing II            Jalan merupakan prasarana infrastruktur yang sangat penting, salah satunya untuk membuka atau pengembangan suatu wilayah. Dimana jalan juga sebagai sarana dan prasarana yang akan berdampak pada kemajuan dan peningkatan perekonomian suatu daerah.     Jalan merupakan bagian dari beberapa struktur lapis perkerasan dan lapis permukaan yang terdiri dari : tanah dasar (sub grede), lapis pondasi bawah (Sub Base Course), lapis pondasi atas (base course) dan lapis permukaan (surface course). Masing-masing perkerasan mempunyai komposisi yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan pemilik pekerjaan (Owner).     Kerusakan struktur perkerasan suatu jalan disebabkan oleh beberapa hal antara lain : adanya kurang pengawasan atau kontrol terhadap material yang dipakai dan saat proses pelaksanaan suatu item pekerjaan, hal ini bisa terjadi kerena dalam pengambilan contoh dalam  mutu suatu material atau jenis pekerjaan dilaksanakan secara acak yang sifatnya hanya mewakili dari suatu jenis material atau pekerjaan dari suatu luasan, volume pekerjaan. Kerusakan struktur perkerasan jalan juga disebabkan oleh kurang taatnya pemakai jalan terhadap klasifikasi atau kelas jalan yang di peruntukkannya. Kerusakan jalan bisa juga bisa terjadi akibat dari sistem drainase yang kurang baik.     Untuk menjaga keawetan atau ketahanan suatu struktur perkerasan jalan perlu adanya pemeliharaan jalan secara kontinyu dan cepat dalam penanganan bila terjadi kerusakan, hal ini agar tidak meluasnya suatu kerusakan jalan. Perlu adanya pengawasan terhadap pemakai jalan khususnya jenis kendaraan-kendaran besar (berat) yang akan melintas pada satu kelas jalan dan pengawasan terhadap pembangunan disepanjang  jalan khususnya yang berdampak pada sistem drainase yang ada.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA KENDARAAN PRIBADI DAN KENDARAAN UMUM STUDI KASUS : PERUMAHAN PELITA V SILVESTER RIA, EDWIN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.944 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk kota Samarinda, terutama pada Perumahan Pelita V Samarinda juga memberikan dampak terhadap volume lalu lintas,. Kemacetan yang sering terjadi pada jam, selain itu perilaku para pengemudi yang memarkir kendaraan mereka, persoalan lain muncul akibat para pedagang kaki lima yang menggelar daganganya di atas trotoar terutama pada malam hari dan  para pengendara sepeda motor juga memarkir kendaraan di atas trotoar yang mengakibatkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, selain itu banyaknya para pengguna kendaraan yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum dikarenakan tingkat pelayanan yang kurang, sehingga dalam hal ini mengakibatkan semakin mahalnya atau semakin tingginya biaya perjalanan dan waktu perjalananAnalisa yang dilakukan menggunakan metode Stated Preference untuk mengumpulkan informasi mengenai permintaan maupun perilaku perjalanan, penggunaan metode Stated Preference menghasilkan nilai waktu perjalanan yang tidak mendekati nilai waktu sesungguhnya dan mampu mengakomodasi preferensi tersebut dalam pengolahan data digunakan softwear SPSS denngan transformasi analisa regresi bergandaBerdasarkan hasil penentuan nilai waktu perjalanan penduduk kota samarinda Studi Kasus : Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda di dapat pada pengguan kendaraan bermotor pada setiap nilai perjalanan yang dilakukan apabila mengalami percepatan atau perlambatan selama satu jam adalah Rp. 6.770,90 Rupiah / jam, pada mobil pribadi adalah Rp. 10.294,31 Rupiah / jam, dan pada angkutan kota adalah Rp. 2.102,4 Rupiah / jam.
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN MATA AIR, DESA KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR JOSO, SUMADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.592 KB)

Abstract

Perencanaan Geometrik Jalan yang sesuai dengan standar sangat disarankan, agar pengendara kendaraan bermotor dapat dengan aman dan nyaman melintasi jalan tersebut serta selamat sampai tujuan. Persyaratan geometrik jalan tersebut antara lain, meliputi : Jarak Pandang. Alinyemen horizontal (lengkung horisontal) pada tikugan jalan dan Alinyemen Vertical (lengkung vertikal) pada tanjakan dan penurunan jalan. Kondisi jalan yang ada di Kalimantan Timur umumnya, khususnya di Kabupaten Kutai Timur sering ditemui kondisi tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang tidak sesuai dengan standar perencanaan geometrik jalan, termasuk pada ruas Jalan Mata air Desa Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.Perencanaan Geometrik Jalan pada ruas Jalan Gemar Mata air Desa Kaubun, Kabupaten Kutai Timur dilakukan dengan metode Bina Marga dan AASHTO, perhitungan hanya di ambil satu bentuk saja baik alinyemen horizontal, alinyemen vertical dan jarak pandang sesuai arahan pada seminar II, hasilnya adalah sebagai berikut:Jarak pandang, terdiri dari :Jarak pandang henti pada STA 0+000 s/d STA 0+150  = 112,95 m .Jarak pandang henti pada STA 0+150 s/d STA 0+250 = 114,40 mJarak pandang henti pada STA 0+250 s/d STA 0+400  = 114,71 mJarak Pandang Mendahului =  447,88 meter.Tikungan Horisontal :Busur lingkaran sederhana (Full Circle/FC) pada STA 1+850 :Dengan metode Bina Marga, diperoleh hasil sebagai berikut :V  =   70 Km/jam.   Lc  =   166,65 m.     D   =   100.             e      =   3,0%.R  =   955 m.          Ec =   3,65 m.         Tc =   83,55 m.     Ls    =   60 m.Dengan metode AASHTO, diperoleh hasil sebagai berikut :V  =   70 Km/jam.   Lc =   166,65 m.     D   =   100.            e      =   3,0%.R  =   955 m.          Ec =   3,65 m.         Tc =   83,55 m.     Ls    =   60 m.Hasil perhitungan menunjukkan dengan metode  Bina Marga dan Metode AASHTO, tidak terdapat perbedaan nilai e dan lainnya.Busur Lingkaran Spiral-Circle-Spiral (SCS) pada STA 0+950 :Dengan metode Bina Marga, diperoleh hasil sebagai berikut :V  =   70 Km/jam.   Lc  =   240,02 m.     D   =   300.             e      =   4,7%.R  =   573 m.          Es =   88,95 m.       Tc =   360,97 m.   Ls    =   60 m.p   =   0,263 m.       k   =   30 m.           Alinyemen Vertikal Cekung dan Cembung :Alinyemen Vertikal Cekung dari STA STA 0+350 s/d STA 0+150, elevasinya sebagai berikut :PLV (Peralihan Lengkung Vertikal) STA 0+350 elevasinya +156,6m.PPV (Pusat Perpotongan Vertikal) STA 0+260 elevasinya +150m.PTV (Peralihan Tangen Vertikal) STA 0+400 elevasinya +149,30m.
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DAN PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN POROS MARGAHAYU KECAMATAN LOA KULU ANGKA, AMBO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.588 KB)

Abstract

 Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Jenis perkerasan jalan, dapat berupa perkerasan lentur (flexible pavement), perkeraaan kaku (rigid pavement), dan perkerasan komposit, yang menggabungkan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir. Ruas jalan Poros Margahayu di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah ruas jalan Kecamatan yang banyak dilalui oleh kendaraan,bus perusahaan, angkutan kota serta mobil pribadi dan mobil angkutan umum lainnya. Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut. Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skripsi Sarjana (S1) Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil judul : “Perencanaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Poros Margahayu Kecamatan Loa Kulu”.
Perencanaan Resort pada Kawasan Wisata Tanah Merah Samboja Ahfadz, Ikhwanul
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samboja Resort merupakan sarana akomodasi penginapan dan sarana relaksasi dan rekreasi keluarga yang lokasinya berada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Menurut kriterianya kawasan Resort ini dapat dikategorikan sebagai Village Resort Hotel dikarenakan potensi nuansa alam kalimantan yang masih membentang luas sebagai daya tarik utamanya. Resort yang direncanakan Termasuk kategori resort hotel yang berjenis : i. Pleasure yaitu disediakan untuk tamu yang bertujuan untuk rekreasi dan relaksasi. ii. Resedential resort yaitu untuk tamu yang berlama-lama menginap. iii. Resort Bintang *** (Tiga) atau medium karena kisaran ruangannya berada minimal 30 kamar. Dalam tugas Akhir ini, Penulis secara komperhensif melakukan perencanaan kawasan wisata tanah merah samboja ini, dengan hasil sebagai berikut a. Kawasan Samboja Resort Ini berdiri diatas lahan ± 29.232 ha. Berisikan total 36 bangunan didalam resort menjadikan resort ini lengkap dan nyaman. Bangunan tersebut terdiri dari Lobby Penerima tamu, Kantor Pengelola Resort, Restaurant, Ruang Fitness, Ruang Pijat, Single Resort, Family Resort, Deluxe Resort, Pos jaga dan menara pandang. b. Sirkulasi Pedestrian Dibuat Linier dan Lengkung-Lengkung agar mencapai jenis sirkulasi yang jelas dan terarah. Sedangkan lengkungnya bertujuan agar sirkulasi tidak menjadi monoton dan mebosankan. Selain itu bangunan ini juga Ikhwanul Ahfadz 10.11.1001.7312.025 dilengkapi dengan jogging track dan lapangan tennis yang hanya dikomersilkan kepada pengunjung resort.    
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA KENDARAAN PRIBADI DAN KENDARAAN UMUM STUDI KASUS : PERUMAHAN PELITA V RIA, EDWIN SILVESTER
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.432 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk kota Samarinda, terutama pada Perumahan Pelita V Samarinda juga memberikan dampak terhadap volume lalu lintas,. Kemacetan yang sering terjadi pada jam, selain itu perilaku para pengemudi yang memarkir kendaraan mereka, persoalan lain muncul akibat para pedagang kaki lima yang menggelar daganganya di atas trotoar terutama pada malam hari dan  para pengendara sepeda motor juga memarkir kendaraan di atas trotoar yang mengakibatkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, selain itu banyaknya para pengguna kendaraan yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum dikarenakan tingkat pelayanan yang kurang, sehingga dalam hal ini mengakibatkan semakin mahalnya atau semakin tingginya biaya perjalanan dan waktu perjalananAnalisa yang dilakukan menggunakan metode Stated Preference untuk mengumpulkan informasi mengenai permintaan maupun perilaku perjalanan, penggunaan metode Stated Preference menghasilkan nilai waktu perjalanan yang tidak mendekati nilai waktu sesungguhnya dan mampu mengakomodasi preferensi tersebut dalam pengolahan data digunakan softwear SPSS denngan transformasi analisa regresi bergandaBerdasarkan hasil penentuan nilai waktu perjalanan penduduk kota samarinda Studi Kasus : Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda di dapat pada pengguan kendaraan bermotor pada setiap nilai perjalanan yang dilakukan apabila mengalami percepatan atau perlambatan selama satu jam adalah Rp. 6.770,90 Rupiah / jam, pada mobil pribadi adalah Rp. 10.294,31 Rupiah / jam, dan pada angkutan kota adalah Rp. 2.102,4 Rupiah / jam.