cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 164 Documents clear
PERENCANAAN KOMPLEK PERIBADATAN KRISTEN PROTESTAN DI TANJUNG SELOR DENGAN PENDEKATAN SIMBOLIS DAMOS, FEDRIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4482.759 KB)

Abstract

Kebutuhan fasilitas kerohanian Kristen Protestan di tanjung selor adalah merupakan sesuatu yang sangat dibutuhankan. sekarang ini fasilitas-fasilitas yang ada  hanya terbangunnya sebuah gedung Gereja dan pastori, dan tidak adanya fasilitas-fasiltas lain yang bisa mendukung berbagai kegiatan-kegiatan kerohanian lainnya selain beribadah. yang terjadi saat ini adalah banyaknya Gereja-Gereja di Tanjung Selor hanya membangun gedung Gereja yang megah dan luas akan tetapi melupakan pembangunan sarana kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang kegiatan kerohanian lainnya. Dengan hadirnya Komplek Peribadatan Kristen Protestan ini diharapkan akan bisa menampung berbagai aktifitas-aktifitas kerohanian bagi masyarakat Tanjung selor. perlu melakukan langkah-langkah menghadirkan sarana yang bisa memadai kegiatan kerohanian terhadap umat Kristen di tanjung selor. Perencanaan Komplek Peribadatan Kristen Protestan GKII (GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA) sebagai Induk organisasi Gereja dipilih untuk menjadi pelaksana dan penggelola Perencanaan Komplek Peribadatan Kristen Protestan. Dalam Perancangan Komplek Peribadatan Kristen Protestan Di Tanjung Selor  ini dibatasi dengan tema dan sebagai acuan dalam merancang. Dalam perancangan Komplek Peribadatan Kristen Protestan Di Tanjung Selor  ini tema yang diangkat yaitu Arsitektur Simbolis, Penekanan Simbol-Simbol Kristiani dan kebudayaan dayak Kenyah. Konsep utama perancangan Komplek Peribadatan Kristen Protestan ini adalah diterapkannya simbol-simbol kristiani dan dayak Kenyah ke dalam bentuk fisik bangunan utama dan bangunan pendukung. Pendekatan simbolis  sebagai solusi desain dan diikuti dengan kebudayaan dayak Kenyah terhadap pola kegiatan dan perencanaan fisik bangunan yang bisa menyimbolkan kebersamaan antar umat dan bertujuan menciptakan rasa kesatuan antar Gereja di kalangan Kristen Protestan di Tanjung Selor.
ANALISA SEBARAN KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS LANDING DAN TAKE-OFF SEKITAR BANDAR UDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN BALIKPAPAN SYAH, ALAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1669.505 KB)

Abstract

Kebisingan merupakan bunyi atau suara yang tidak dikehendaki yang bersifat  mengganggu pendengaran dan dapat menurunkan daya dengar seseorang yang terpapar.Banyaknya pesawat yang landing dan take-off menyebabkan tingginya tingkat kebisingan di sekitar bandara. Tingkat kebisingan ini, selain dipengaruhi oleh frekuensi penerbangan yang tinggi juga dipengaruhi oleh jenis mesin jet yang digunakan oleh pesawat. Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan seseorang melalui gangguan psikologi  dan  gangguan  konsentrasi sehingga menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, informasi tingkat kebisingan dibutuhkan untuk menentukan sebaran kebisingan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Kontur kebisingan pada penelitian ini menggunakan data penerbangan 5 hari. Berdasarkan penelitian, total kawasan kebisingan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan adalah 0,039 km² dengan berjarak 2 km dari runway terdapat pemukiman warga. Dengan penanaman pohon peredam kebisingan  di sisi rumah warga dapat meminimalisir kebisingan.Penelitian ini mengambil obyek pada Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan yang berlokasi di Jl.Marsma R.Iswahyudi sepinggan raya kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dikelola  oleh PT. Angkasa Pura I Balikpapan. Dari hasil evaluasi dan analisis data diperoleh berupa Jadwal penerbangan,dan data kebisingan bandara. Berdasarkan perhitungan Analisa WECPNL tingkat kebisingan di lokasi bandara ( Aproon ), maka diketahui pengaruh kebisingan terhadap karyawan masih dalam Nilai Ambang Batas yang wajar yaitu 73.18 dB dan untuk kebisingan di daerah pemukiman, pengaruh kebisingan terhadap masyarakat cukup tinggi yaitu 91.26 dB..
“ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM IAIN SAMARINDA SEBERANG” TRIWINARNO, EKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.014 KB)

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, yaitu Bagaimana penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pembangunan kontruksi gedung auditorium IAIN samarinda seberang? tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut :Mengetahui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pembangunan kontruksi gedung auditorium IAIN samarinda seberang.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah pendekatan yang menentukan standar yang menyeluruh dan bersifat (spesifik), penentuan kebijakan pemerintah atas praktek-praktek perusahaan di tempattempat kerja dan pelaksanaan melalui surat pengadilan, denda dan hukum-hukum lain..Dari hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa sangat pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pembangunan kontruksi auditorium IAIN samarinda seberang . Saran penelitian ini adalah dalam pelaksanaan diperlukannya pelatihan Manajemen K3 agar semua pihak yang bertanggung jawab diperusahaan mempunyai kemampuan yang cukup dan mengetahui tentang manejemen K3.
ANALISA FAKTOR RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN MAHAKAM IV SAMARINDA MUKTI, FRENGKY FAJAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.756 KB)

Abstract

Risiko dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek. Risiko dapat dikatakan merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Permasalahannya, faktor variable risiko apa saja yang di hadapi kontraktor dan konsultan pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV dan faktor risiko apa saja yang paling berpengaruh proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV. Survei dilakukan dengan wawancara dan menyebar 30 kuisoner pada kontraktor dan konsultan pekerjaan pembangunan proyek jembatan IV Samarinda. Hasil survey di Analisa dengan metode guttman, metode skala likert dan metode matriks untuk menentukan faktor-faktor penilaian probabilitas dan penilaian dampak sehingga dapat di ketahui besaran risiko yang berpengaruh. Dari hasil identifikasi variabel risiko pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV Samarinda terdapat 40 faktor risiko dengan 10 kategori risiko yaitu pada kategori biaya, peralatan, manusia, bahan, metode, waktu, teknis, lingkungan, kondisi fisik di lapangan dan faktor eksternal. Hasil Analisa menunjukan bahwa faktor variable risiko yang paling berpengaruh pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV Samarinda adalah faktor Keterlambatan pengiriman alat
PERANCANGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PEKERJAAN PENANGANAN LONGSORAN JALAN BATU CERMIN KOTA SAMARINDA IDI, JUMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1908.71 KB)

Abstract

Landslide are one of the natural disasters that often occur in Indonesia. This is due to geological conditions and processes such as faults, earthquakes, and volcanic activity which continue to this day. Landslide that occurred on the batu cermin road segment due to rainwater infiltrating into the ground in open slope (without vegetation cover) cause the water content in the soil to increase The retaining wall is a structure is design and built to withstand lateral soil stress caused by backfill material.The stability of retaining wall is of obtained mainly from its weight and the weight of the soil at the toe and the heel of retaining wall. The method used in analyzing the stability of retaining wall in the type of counterfort & type buttress is by using Coulomb and Rankine methods, while the method used in analyzing the carrying capacity of the soil occurring using Terzaghi method. From the calculation results can be concluded that, the stability of the retaining wall in the type of counterfort & buttress type was safe against the stability of the rolling force and the stability of the bearing capacity of the soil, but the stability of the shear force was not sufficient so that the necessary foundation piles to strengthen the structure of the retaining wall .
KAJIAN STRUKTUR PRECAST PRESTRESS JEMBATAN BETAPUS - BELIMAU SEMPAJA SELATAN KECAMATAN SAMARINDA UTARA HAQ, AMIRUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.324 KB)

Abstract

Jembatan Precast Prestress merupakan jembatan yang terbuat dari perpaduan antara Beton dan Baja Prategang yang sudah mengalami tegangan internal dengan besar (akibat stressing) dan distribusi sedemikian rupa sehingga dapat mengimbangi sampai batas tertentu tegangan yang terjadi akibat beban eksternal.Desa Betapus Bayur termasuk kedalam salah satu kelurahan di kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kelurahan Sempaja Selatan berbatasan dengan wilayah Utara yaitu SempajaTimur, wilayah Selatan berbatasan dengan kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu, wilayah Barat berbatasan dengan kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu dan wilayah Timur berbatasan dengan Sungai Karang Mumus.Analisa perhitungan jembatan precast prestress menggunakan peraturan RSNI T-02-2005 tentang pembebanan pada jembatan. Tinjauan perhitungan meliputi perhitungan tiang sandaran, trotoar, pelat injak, lantai kendaraan, PCI girder, abutment, wing wall, dan pondasi tiang pancang.                                                                                                                                                         Dari proses analisa diperoleh kesimpulan bahwa kebutuhan penulangan masing-masing elemen struktur berbeda-beda, kebutuhan tulangan mulai dari diameter 10mm, 12mm, 13mm, 16mm, 19mm, dan 22mm. Baja prategang yang digunakan pada PCI  girder adalah 7 wire super standar ASTM A-4 16 grade 270. Untuk pondasi tiang pancang digunakan diameter 50cm, kedalaman 24 meter dan 22 meter dalam keadaan End Bearing, serta dibutuhkan masing-masing 24 buah titik pancang.
STUDI ANALISIS DAYA TAMPUNG DRAINASE JALAN KEDAUNG KECAMATAN TELUK BAYUR BERAU NORHAYATI, DWI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.506 KB)

Abstract

Saluran drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yg dirancang sebagai sistem saluran pembuang airguna memenuhi kebutuhhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota. Pristiwa banjir akan terjadi ketika suatu saluran tidak dapat menampung debit air yang masuk karena dimensi saluran terlalu kecil dari seharusnya yang dikarenakan padatnya penduduk dan makin berkembangnya kota, maka banyak juga debit air yang dihasilkan dan tidak mampu lagi ditam[ung oleh drainase yang ada. Dengan melakukan beberapa analisa seperti analisa curah hujan , analisa drainase existing dan analisa debit banjir nantinya akan mengetahui debit air hujan yang ada dan debit air hujan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan debit yang ada pada saluran ekisting .dengan melakukan analisa tersebut maka akan bisa mengetahui daerah yang tergenang dan bisa melakukan desain drainase yang sesuai pada daerah tersebut. Untuk perhitungan hidrolgi yaitu menghitung curah hujan rancangan dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Gumble dan metode Log Person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, 10 dan 25 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungan didapatkan dimensi existing saluran tidak mampu menampung debit yang ada. Maka pada tahun 2043 harus merencanakan dimesi yang baru agar dapat menampung debit banjir rancangan periode ulang 25 tahun.
STUDI PERBANDINGAN STRUKTUR GEDUNG DISPENDA KOTA SAMARINDA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012 RIZKIANI, REGI EKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.218 KB)

Abstract

Dengan diperbaruhinya SNI 03-1726-2002 menjadi SNI 03-1726-2012, maka untuk perhitungan pembebanan gempa pada suatu bangunan menjadi berbeda. Pada SNI 03-1726-2012, terdapat faktor respons gempa yang nilainya bergantung pada parameter percepatan gerak tanah yang kemudian dapat ditentukan nilai faktor respons gempa berdasarkan waktu getar alami. Pada penelitian ini masalah yang akan ditinjau adalah besar perbedaan gaya gempa yang terjadi antara SNI 1726-2002 dengan SNI 1726-2012, hasil perhitungan dari analisa dilihat nilai gaya geser dasar berdasarkan SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 . Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, perbandingan gaya geser dasar berdasarkan SNI 1726-2012 sebesar 25 % dari SNI 1726-2002 dan Evaluasi simpangan antar lantai (Δs) yang terjadi pada SNI 1726-2012 lebih besar dari pada 1726-2002.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO DI KOTA SAMARINDA YANA, RAMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.018 KB)

Abstract

Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di perkotaan, Seiring berkembangnya ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran penduduk akan mengakibatkan bertambahnya tingkat perjalanan Lalu lintas, yang terjadi akibat adanya kebutuhan akan transportasi dari masyarakat, dimana masyarakat akan selalu mencari jalan yang lebih cepat, aman dan lancar. Kenaikan jumlah penduduk dan banyaknya urbanisasi ke daerah perkotaan maka akan menimbulkan tingkat pergerakan dan kepadatan, sehingga kebutuhan akan transportasi pun meningkat pula. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana kinerja kendaraan yang melalui ruas jalan Cipto Mangunkusumo di kota Samarinda terhadap perkembangan arus yang terjadi dari waktu ke waktu. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Cipto Mangunkusumo menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), hal ini di uraikan berdasarkan Formulir UR1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan. Setelah dilakukan perhitungan data yang ada pada ruas jalan Cipto Mangunkusumo di kota samarinda, hasil penelitian menunjukan: Panjang segmen jalan 3 km, Kecepatan arus bebas 47,02 Km/jam, Kapasitas 3616,36 smp/jam, Arus lalu lintas 2121,65 smp/jam, Derajat kejenuhan 0,59, Kecepatan 39 Km/jam, Waktu tempuh 0,077 jam dan berdasarkan pada derajat kejenuhan maka tingkat pelayanan di katagorikan tingkat pelayanan C berada pada rasio 0,45-0,74. Dimana arus stabil pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
ANALISA WAKTU TERHADAP BIAYA AKIBAT PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA KATEDRAL KOTA SAMARINDA SETIAWAN, HERU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.301 KB)

Abstract

In the development of construction activities, losing something that happens very often in the field. Acceleration is needed to drill or minimize the jam. The acceleration efforts carried out certainly affect the increase in project costs. An analysis of the time and additional costs per acceleration is needed. There are many ways that can be done, one of which is to increase working hours overtime. With this number of working hours, you will get the right amount of this amount to find out the optimum time and amount of costs. Case studies were carried out at the Construction of the Samarinda Church Building with a total project cost of Rp. 7,991,295,673.00 with project projection time of 28 weeks or 168 working days. The alternative acceleration made at this time is to analyze working hours for 2 hours, 3 hours and 4 hours. Furthermore, an analysis of Microsoft Project 2016 was carried out which resulted in a path that would be an activity to be optimized and to analyze the relationship between time and costs that occurred after the Crashing Program. Maximum acceleration occurs during working hours for 4 hours which is 149 working days or 19 days faster than normal duration, while acceleration costs occur during working hours for 1 hour with an additional fee of Rp. 18,076,663.00 or the total increase of 0.226% of the total project costs.

Page 11 of 17 | Total Record : 164