cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 91 Documents clear
SEKOLAH SEPAKBOLA DI SAMARINDA RAHMAN, ABDUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari. Pada abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Menurut Bapak Ony Yahya (Wakil Sekretaris Umum dan Staf Sekretariatan PSSI cabang Samarinda 2013), Samarinda sendiri merupakan kota yang memiliki peminat sepakbola cukup besar. Sekitar 78% penduduk menyukai olahraga ini. Sayangnya dengan tingginya minat pada olahraga ini tidak diimbangi dengan jumlah sekolah informal seperti SSB. Berdasarkan data yang  ada, terdapat 13 SSB yang terdaftar di PSSI yang tersebar di Samarinda.Sekolah Sepakbola Di Samarinda ini merupakan suatu wadah/ruang kegiatan baik di dalam maupun di luar ruangan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan seseorang dengan melakukan bimbingan dan pembinaan, khusunya dalam sepakbola. Fasilitas utama meliputi Study Area dan Training Area dengan fasilitas penunjang asrama, kantor, perpustakaan, lab komputer dan lain-lain.Demi mendapatkan ruang yang nyaman untuk berlatih dan belajar serta memiliki identitas di mana sekolah ini berdiri, maka diperlukan penyesuaian antara ruang dan sosial budaya. Oleh karena itu dipilih pendekatan bentuk dari bangunan itu sendiri dan sosial budaya sebagai identitas bangunan.
PERHITUNGAN CULVERT PADA RUAS JALAN BUKIT BIRU – MARGASARI KEC. LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA ISTIANTO, KIKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.215 KB)

Abstract

Kerusakan  jalan  lebih  sering  dihubungkan  dengan  beban  kendaraan  yangmelintas,  namun dalam fakta  di lapangan  kerusakan  jalan  dapat disebabkan  oleh banyak hal diantaranya adalah banjir dan genangan pada badan jalan.Secara umum badan jalan yang lebih sering mengalami banjir atau lebih sering tergenang akan mengakibatkan jalan tersebut rentan dan lebih cepat mengalami kerusakan dari umur rencananya dibandingkan jalan yang jarang atau tidak sering terendam banjir atau genangan air hujan.Konstruksi jalan seringkali dibangun tanpa dilengkapi dengan bangunan pelengkap jalan seperti saluran samping, pematah arus, gorong-gorong atau culvert dan sebagainya. Kondisi seperti ini seringkali ditunjang dengan kondisi medan jalan yang berada di daerah cekungan  atau lembah sehingga posisi pembuangan air hujan yang melimpas pada badan jalan tidak dapat dialirkan.Ruas jalan yang menghubungkan daerah Bukit Biru dengan Margasari yang berada di Kecamatan Loa Kulu merupakan ruas jalan yang melintasi daerah perbukitan dengan cekungan-cekungan atau lembah-lembah yang berpotensi menjadikan  badan  jalan  rentan  terendam  banjir  dan  genangan  pada  saat  hujan terjadi. Selain itu pada ruas ini juga terdapat beberapa anak sungai kecil yang pada saat kemarau tidak terlihat debitnya, namun pada saat musim hujan maka air akan melimpas dan menggenangi permukaan badan jalan bahkan pada beberapa titik di ruas ini akan mengalami banjir setempat.Pada penelitian ini dilakukan perhitungan tehadap sistem drainase, dengan menggunakan jenis box culvert dari konstruksi beton bertulang dan dari hasil perhitungan didapat kebutuhan dimensi box culvert 300 x 300 cm dengan panjang1200 cm. Dimensi tersebut mampu menyalurkan debit banir rancangan sebesar 2,288 m3/detik  untuk  umur  rencana  5  tahun.  Nilai  debit  rancangan  didapat  dari  hasil analisis frekuensi data curah hujan berdasarkan metode Gumbell dari data curah hujan rata-rata dengan jumlah tahun pengamatan sebanyak 10 tahun.Dari hasil perhitungan penulangan di dapat untuk penulangan pelat lantai atas dan bawah menggunakan diameter 19 mm dan untuk diameter penulangan samping dan sayap menggunakan diameter 16 mm. Selain itu, box culvert direncanakan terhadap beban kendaraan dengan muatan sumbu terberat sebesar 8 ton, sehingga tidak disarankan untuk beban lalu lintas yang lebih besar dari 8 ton untuk melintas di atasnya.
Analisa Penurunan Konsolidasi Pada Tanah Lempung Akibat Berat Timbunan Pada Proyek Lanjutan Iriasi Kota Bangun ERNA YUNITA, DWI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1637.888 KB)

Abstract

Dari hasil beberapa penyelidikan tanah, sebagian besar jenis tanah yang ada di Kota Bangun, Kutai Kartanegara didomonasi tanah lempung/lanau. Dengan kondisi tanah yang seperti ini, banyak sekali permasalah yang terjadi pada saat suatu pembangunan berlangsung, baik pembangunan jalan, jembatan ataupun gedung. Istilah penurunan tanah digunakan untuk menunjukkan gerakan titik  tertentu dari suatu bangunan, jalan ataupun jembatan terhadap titik referensi yang tetap.Metode pra pembebanan selain bertujuan untuk membantu penurunan tanah juga berfungsi untuk meningkatkan daya dukung tanah. Sedangkan drainase vertikal bertujuan untuk membantu mempercepat keluarnya air dari dalam tanah.
PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN TANJUNG MANIS – NILAS KECAMATAN SANGKULIRANG BUDI SANTOSO, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.902 KB)

Abstract

Perencanaan Geometrik Jalan yang sesuai dengan standar sangat disarankan, agarpengendara kendaraan bermotor dapat dengan aman dan nyaman melintasi jalan tersebut sertaselamat sampai tujuan.Pedoman umumyang mendasar pada perencanaangeometrik jalanmeliputi : Jarak Pandang,Alinyemen horizontal (bentuklengkung horizontal) pada tikunganjalan dan Alinyemen Vertikal (lengkung vertikal) pada tanjakan dan penurunan jalan.Ruas jalanTanjung Manis-Nilasadalah jalan yang dibangunsebagai pendukunguntukkeperluan pengangkutan hasil perkebunankelapa sawitmilik warga sekitarke Pelabuhan,daerah disekitar ruas jalan mempunyai keadaan topografi bergelombang,berbukit-bukit danlembah,untuk itu dibutuhkanPerencanaan Geometrik yangsesuai dengan standart Bina Margadan SNI agar Jalan Tersebutterpenuhi untukAman, Nyaman danKeekonomisannya. Olehkarena itu perlu penanganan yang sangat serius agar pembangunan jalan tersebut berdampakpada peningkatan perekomian masyarakat dan Pengembangan Wilayah sekitar nya. 
Perencanaan Geometrik Jalan Dengan Metode Bina Marga dan AASHTO Pada Ruas Jalan Kantor Camat Rantau Pulung – KM 106 Kabupaten Kutai Timur ISHAK ISKANDAR, ISMIATI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar BelakangPembangunan  jalan  merupakan  salahsatu tujuan dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan dari kawasan terisolir menjadi kawasan terbuka dengan demikian akan semakin banyak pembangunan lainnya yang mendukung dengan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal ini mendukung sekali dengan terciptanya perekonomian yang lebih baik.Secara spesifik, Perencanaan Geometrik Jalan tersebut  antara lain  pada Alinyemen Horizontal meliputi : gaya sentrifugal, jari- jari tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, bentuk lengkung Horizontal, jarak pandangan dan pelebaran tikungan. sedangkan untuk Alinyemen Vertikal, meliputi : kelandaian Alinyemen Vertikal, Lengkung Vertikal Cembung dan Cekung.Kecendrungan tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang ada saat ini di jalan menuju Kantor Camat Rantau Pulung - Km 106    Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur tidak sesuai standar Perencanaan  Geometrik Jalan, oleh karena itu harus di rencanakan ulang.
ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGAKERJAPADA PEKERJAAN PEMANCANGAN TIANG PANCANG JULIANSYAH, AKHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.177 KB)

Abstract

Akhmad Juliansyah, 2013, Analysis of Labor Productivity At Work Piling (Road Construction Project Case Study approach Pile Slab Bridge Build Ing Martadipura City District), Thesis, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University August 17, 1954 Samarinda.Konrtruksi services, labor productivity is one of the factors determining the success of a development project. In measuring the level of labor productivity there are a variety of ways, one of which is to examine the level of LUR (Labour Utilitation Rate) of each worker, which examined the extent to which the effectiveness of workers in the work. The level of labor productivity is influenced by many factors, including the condition of the field and aids, worker skills, the factors of age or the age of workers, wages suitability, experience in work, coordination and planning.The purpose of this study was to determine the level of labor productivity and determine the effect of field conditions and aids, worker skills, the factors of age or the age of workers, wages suitability, experience in work, coordination and planning, the level of labor productivity. The research was conducted in the approach bridge construction project Slab Bridge Pile Martadipura Ing Sub City Build The study was conducted by observing the level of labor productivity of 30 and accompanied by questionnaires. Observation level of productivity (LUR) conducted over 3 days for each worker. From the results of data collection, data questionnaires done productivity and data processing with the help of the computer program SPSS (Statistical Package for Social Science) version 19.From the data analysis that has been done can be seen that the level of productivity (LUR) the average worker on the roof of the structure of employment in Construction project approach Pile Slab Bridge City District Build Ing Martadipura of 66.8%, meaning quite productive because more than 50%. Predetermined variables turned out to signify 0.092> 0.005 (sig required) then simulatan no effect on the level of productivity. In partial yamg significant influence is the experience of working with sig = 0.001 <0.005 and worker skills sig = 0.002 <0.005. Work experience has a dominant influence with a beta value of 0.579.
Perhitungan Struktur Atas Jembatan Beton Bertulang Balok T Desa Sebulu Ilir Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara JANUARDI, RICKY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.856 KB)

Abstract

     Planner process a structure constitute a process a directed and detailed,repeated, and coherently according to funcition, layout, use of building to construted.. In the implementation in the field occurred several times repositioning, so based on the layout of the building will affect the condition of the building structure planning.     Location of concrete bridge development planning activities of kampung sebulu, located on pemuda street sebulu ulu. based on the data collected by the way sekunder of the data is required to support primary data obtained from studies literature, The collection of data and data collected directly in field.This thesis done in the design and analysis of structure Division. On the process of the slab obtained thick slab 200, thick asphalt 100, reinforcement negative reinforcement obtained bending D19-150 and reinforcement positive reinforcement obtained bending D19-150. Design T-girder, girder was high 1,200 m, girder width 0,600 m, used tensile reinforcement 36-D32,  reinforcement press 12 D32, reinforcement sengkang D13-100 and reinforcement decrease  6D13. At the height of diafragma, diafragma planner 0.800 m, and diafrgama width 0,400 m, used tensile reinforcement 4D13,  reinforcement press 2D13, reinforcement sengkang D13-100 and reinforcement decrease 2D13. Side walk using diameter of reinforcement is used D13 and reinforcement distance 10. on the protection of the pole planner, use reinforcement 2D12 and reinforcement geser minimum is D10-200. Thick plate injak 200, using diameter of reinforcement is used D13-100, reinforcement decrease 13D-100. That’s not the result of design, effecintly and effectively compared to the initial planning, in terms of cost and time..
JURNAL MANAJEMEN LALU LINTAS SIMPANG TAK BERSINYAL JEMBATAN 1 SAMARINDA ILIR ALFIAN, ADE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.688 KB)

Abstract

ABSTRAK   Judul: Manajemen Lalu Lintas Simpang Tak Bersinyal Jembatan I Samarinda Ilir, Ade Alfian. Simpang   tak   bersinyal   di   Kota   Samarinda        khususnya   simpang Jembatan I dan simpang Jalan Lumba - Lumba saat ini berpotensi terjadi konflik lalu lintas. Hal ini disebabkan ruas jalan major merupakan jalan menuju pusat perekonomian, perkantoran pemerintah dan pemukiman.Berdasarkan   rumusan   masalah   dan   hasil   perhitungan   simpang   tak bersinyal pada simpang Jembatan I dan simpang Jalan Lumba - Lumba di Kota Samarinda dengan menggunakan formulir USIG-I dan USIG-II pada Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Kapasitas  (C)  kondisi  awal  (existing)  rata-rata  simpang  Jembatan  I sebesar  2211,48  smp/jam  dan  arus  lalu  lintas  (Q)  sebesar  1898,60  smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 0,86 > 0,85 dan kapasitas (C) kondisi jam puncak sebesar 2468,46 smp/jam, arus lalu lintas (Q) sebesar 1898,60 smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 1,05 > 0,85. Dari perhitungan ini mengakibatkan persimpangan sering mengalami konflik dan interlocking, dari hasil perhitungan kondisi  awal  (existing)  maka dilakukan  perbaikan.  Sedangkan,  Kapasitas  (C) kondisi awal (existing) rata-rata simpang Jalan Lumba - Lumba sebesar 2548,97 smp/jam dan arus lalu lintas (Q) sebesar 1424,94 smp/jam didapat derajat kejenuhan  (DS)  0,56  <  0,85  dan  kapasitas  (C)  kondisi  jam  puncak  sebesar2591,20 smp/jam, arus lalu lintas (Q) sebesar 1606,90 smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 0,62 < 0,85. Dari perhitungan ini persimpangan tidak mengalami permasalahan dan tidak dilanjutkan perhitungannya.Dengan melakukan pengalihan arus lalu lintas. Jl. Pangeran Suryansyah, untuk arah lurus ke arah Jalan Laksaman Yos Sudarso tidak boleh masuk dan dialihkan ke jalan lain. Pada kondisi rata-rata didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,80 < 0,85 dan pada jam puncak didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar0,94 > 0,85. Sehingga persimpangan ini perlu adanya evaluasi lebih lanjut untuk dilakukan  perbaikan  dikarenakan  derajat  kejenuhan  pada  jam  puncak  masih tinggi.Perbaikan selanjutnya dengan usulan pembuatan jembatan diantara Jembatan I dan Jembatan II, di mana kiranya jembatan dapat dibangun tepat di Jl. Kakap  menyebrang  menuju  arah  Jl.  Mulawarman.  Pengusulan  ini  dianalisa dengan mengambil 50% kend/jam dari survey LHR di Simpang Tak Bersinyal Jembatan I. Pada kondisi rata-rata didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,43 <0,85 dan pada jam puncak didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,53 > 0,85. Dari hasil yang didapat, pada kondisi rata-rata dan jam puncak nilai derajat kejenuhan (DS) terpenuhi.   Kata Kunci  :  manajemen lalu lintas simpang tak bersinyal, kapasitas, derajat kejenuhan.
PERENCANAAN ISLAMIC CENTRE DI TENGGARONG, KUTAI KARTANEGARA ASTUTI, ASTRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Centre adalah sebuah centre of activities, karena itu rancangan bangunan masjid  haruslah  mencerminkan keberadaannya, artinya rancangan sebuah bangunan masjid tidak saja mengejar  bentuk semata, akan tetapi harus memperhatikan bagaimana “Ruh Islamic Centre” nya  itu sendiri tercermin. Namun bukan pencarian bentuk menjadi sesuatu yang diutamakan atau lebih dikedepankan tetapi aspek fungsi masjid itu sendiri. Bangunan Islamic Centre sangat sederhana namun ada prosesi dari luar menuju ke dalam. Seperti yang dicontohkan Rasul ”Mesjid adalah urusan duniamu”. Sesuatu yang sederhana tidak perlu harus dipersulit.Berawal dari memahami Islamic Centre sebagai wadah kita berkomunikasi secara vertikal dengan sang pencipta dan secara horisontal dengan sesama manusia. Maka Islamic Centre akan menjadi ruang media berkomunikasi kepada sang pencipta serta kepada sesama manusia.Kata kunci : Islamic Centre, Design, arsitekturIslamic Centre is a center of activities, because the mosque building design should reflect the existence, meaning that the design of a mosque is not just chasing form alone, but must pay attention to how the "Spirit of Islamic Centre" was his own reflected. But the search form is not a priority or something more advanced, but aspects of the function of the mosque itself. Islamic Centre building is very simple but there is a procession from the outside to the inside. As exemplified Apostle "Mosque is your world affairs". Something as simple does not necessarily have to be complicated.Starting from understanding the Islamic Centre as a venue we communicate with the creator vertically and horizontally with fellow human beings. Then the Islamic Centre will be communicated to the media room as well as to fellow human creators.
STUDI ALTERNATIF FLAT SLAB PADA GEDUNG HOTEL GRAND SAWIT SAMARINDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PORTAL EKIVALEN YANA, SUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.356 KB)

Abstract

Flat slab merupakan system pelat dengan prinsip menggantikan fungsi balok sepanjang garis kolom dengan pelat lantai, sedangkan balok tepi boleh tetap diadakan. Flat slab mempunyai kekuatan geser cukup dengan adanya drop panel atau kepala kolom atau keduanya.Tujuan perencanaan ini adalah untuk mengetahui hasil dari sistem flat slab dengan metode portal ekivalen sekaligus perbandingan volume kebutuhan beton terhadap kondisi sebenarnya yaitu pelat dengan balok-balok biasa.Pada penulisan ini, flat slab direncanakan dengan menggunakan metode portal ekivalen. Metode ini merupakan pendekatan dari rangka sesungguhnya yaitu rangka portal tiga dimensi menjadi rangka portal dua dimensi pada bidang kolom.  Sistem pendekatan ini mengharuskan adanya hubungan antara kolom dengan lajur pelat yaitu pemindahan kekuatan lentur dari pelat ke ujung komponen yang bertemu dengan kolom.Hasil dari perencanaan flat slab ini adalah : dimensi pelat atau tebal pelat (12 cm) ; tebal drop panel untuk pelat lantai (3 cm); panjang drop panel dari sumbu kolom ke sisi luar drop panel (75 cm ) ; volume kebutuhan beton lebih ekonomis daripada pelat dengan balok biasa. Pada perencanaan flat slab ini, diperoleh kelebihan yaitu dari segi artistik nampak lebih bagus, dan mudah diatur sesuai kebutuhan pada penyelesaian akhirnya.

Page 3 of 10 | Total Record : 91