cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020)" : 57 Documents clear
MANAJEMEN LALU LINTAS UNTUK MENGATASI TUNDAAN LALU LINTAS PADA RUAS PERSIMPANGAN LAMBUNG MANGKURAT – KEBAKTIAN – SAMANHUDI DI KOTA SAMARINDA FATIMAH, SITI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Tundaan yang berada di kota samarinda khususnya jalan Lambung Mangkurat – Kebaktian - Samanhudi saat ini dikatan cukup padat, namun sudah mengakibatkan kemacetan, tundaan maupun antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa persimpangan jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk yang cukup padat jam pergi, jam istirahat kerja maupun jam pulang. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan menghitung kapsitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada jam puncak, yaitu dengan melakukan survey selama 1 minggu (pada jam 07.00 - 09.00, siang 12.00 - 14.00 dan sore hari 16.00 - 18.00) yang mana dari survey tersebut didapatkan data lalu lintas serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’1997 didapat derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada persimpangan tersebut, adalah sebagai berikut : 1. Derajat kejenuhan Lambung Mangkurat1 0,539, Kebaktian 0,571, Lambung Mangkurat2 0,288, Samanhudi 0,641. 2. Panjang antrian Lambung Mangkurat1 68m, Kebaktian 52m, Lambung Mangkurat2 60m, Samanhudi 68m. 3. Tundaan jalan Lambung Mangkurat1 19,9351 det/smp , jalan Samanhudi 20,0132 det.smp, jalan Lambung Mangkurat2 22,6812 det.smp, jalan Kebatian 21,9104 det.smp. tundaan simpang empat rata-rata adalah 19,7373 det.smp .
ANALISA DINDING PENAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TYPE GRAVITASI DI JALAN PURWOBINANGUN KOTA SAMARINDA JUNAEDI, JUNAEDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota samarinda merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki peranan penting bagi perkembangan perekonomian Provinsi Kalimantan Timur terutama pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, serta industri. Struktur tanah di Kalimantan sangat berpotensi mengalami bencana seperti longsor, mudah bergeser, bahkan cenderung runtuh. Titik rawan longsor berada di lokasi Samarinda Ulu dimana lokasi terdapat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta Kencana maka untuk menghindari terjadinya longsor, tanah bergeser atau runtuh pada area tersebut maka perlu di bangun dinding penahan tanah. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta Kencana berada di lokasi yang jauh dari pemukiman warga, karena posisnya berada di sekitar kawasan hutan. Letak bangunan berada di ketinggian ± 15 dari jalan utama. Perlunya pembangunan dinding penahan tanah pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas Tirta KencanaSamarinda, karena selain menghindari longsor, tanah bergeser atau runtuh juga karena Instalasi Pengolahan Air (IPA) tersebut merupakan sarana umum dan tempat proses pengolahan air dengan skala besar. Oleh karena itu pembangunan DPT merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan untuk melindungi infrastruktur dari kegagalan fungsinya. Proses kajian ini mengutamakan kekuatan stabilitas terhadap gaya geser dan gaya guling. Gayainilah yang nantinya digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah bangunan ini telah memenuhi standar belum memenuhi. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti dalam melakukan penelitiandengan judul “Analisis Rencana Stabilitas Dinding Penahan Tanah Pada Instalasi Pengelohan Air (Ipa) Bantuas Tirta Kencana Kota SamarindaProvinsi Kalimantan Timur”.
ANALISA PERCEPATAN DURASI DENGAN METODE “TIME COST TRADE OFF” PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN BUKIT SERIBU (LAPEN-RIGID) KOTA SAMARINDA DARMADI, ACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam memulai suatu pekerjaan. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu untuk penyelesaian proyek. Metode Crashing adalah salah satu metode yang digunakan untuk mempersingkat durasi kegiatan suatu proyek, dimana kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan Crashing adalah kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan pada penelitian ini penentuan kegiatan kritis diperoleh dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penerapan metode tersebut bertujuan untuk menentukan durasi optimum yang didapat dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Dari hasil analisis data dengan metode Time Cost Trade Off ini diperoleh durasi optimum untuk alternatif penambahan jam kerja (lembur) adalah 125 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 89,29% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 10,71% atau 15 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.958.810.455,30, sedangkan durasi optimum untuk alternatif penambahan jumlah tenaga kerja adalah 133 hari kalender dengan efisiensi waktu optimum sebesar 95% artinya terdapat penghematan waktu sebesar 5% atau 7 hari kalender dari durasi normalnya dan biaya meningkat dari Rp 8.910.000.000,00 menjadi Rp 8.923.259.889,77
PERBANDINGAN ESTIMASI ANGGARAN BIAYA ANTARA METODE SNI DAN BOW PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KESEHATAN RS.DIRGAHAYU SAMARINDA MICHAEL, LAMBI SAPANG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana anggaran biaya (RAB) adalah besarnya biaya yang diperkirakan dalam pekerjaan proyek yang disusun berdasarkan volume dari setiap item pekerjaan pada gambar atau bestek. Biaya awal digunakan untuk studi kelayakan, alternatif desain yang mungkin, dan pemilihan desain yang optimal untuk sebuah proyek. Hal yang penting dalam pemilihan metode estimasi biaya awal haruslah akurat, mudah, dan tidak mahal dalam penggunaannya. Metode SNI merupakan pembaharuan dari analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken) 1921, dengan kata lain bahwasanya analisa SNI merupakan analisa BOW yang diperbaharui. Metode penelitian dalam melakukan analisa Rencana Anggaran Biaya (RAB) yaitu dengan SNI dan BOW. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perbedaan analisa harga satuan pekerjaan ditinjau dari kompenen pekerjaan, proses pengerjaan, indeks dan biaya antara metode BOW dan metode SNI. Selain itu untuk mengetahui metode yang efisien untuk digunakan dalam penyusunan anggaran biaya yang ditinjau dari pemakaian, kemudahan, dan keuntungan dari segi waktu dan biaya. Dari hasil perhitungan pada pembahasan penelitian tentang Perbandingan Estimasi Anggaran Biaya Antara Metode SNI Dan BOW Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Kesehatan RS.Dirgahayu Samarinda, maka Metode SNI mempunyai hasil anggran biaya yang lebih ekonomis yaitu sebesar Rp. 2.895.475,500,00 dibandingkan dengan metode metode BOW yaitu sebesar Rp3.230.975.400,00 Dari kedua metode tersebut mendapatkan selisih yang sangat besar yaitu Rp335.499.900,00. Hal ini terjadi karena nilai koefisien untuk metode SNI lebih rendah dibandingkan dengan metode BOW.
EVALUASI MANEJEMEN MUTU KONSTRUKSI GEDUNG RKB LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR THAMBRIN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia konstruksi sekarang ini lebih kompetitif dari sebelumnya terutama di Indonesia. Oleh karena itu, banyak perusahaan termasuk perusahaan kontraktor berusaha memenangkan  persaingan di industri konstruksi dengan cara meningkatkan mutu produk/jasa, sehingga dapat memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang di harapkan oleh konsumen. Mengapa evaluasi mutu atau pengujian sangat penting terhadap sebuah material yang ingin digunakan dalam sebuah pembangunan sebuah konstruksi, dikarenakan sering terjadinya kegagalan konstruksi yang disebabkan oleh kurangnya evaluasi atau pengujian mutu yang telah direncanakan dengan keadaan yang ada di lapangan. Bagaimana penerapan dan pemeliharaan sistem  manajemen mutu dengan melakukan peningkatan berkesinambungan kinerja perusahaan secara efektif dan efesien. Pelaksana/pengawas harus membuat, mendokumentasikan, menerapkan, dan memelihara evaluasi mutu dan melakukan peningkatan berkelanjutan secara efektif sesuai dengan semua yang telah direncanakan. Mutu konstrkusi merupakan salah satu indikator kinerja evaluasi mutu yang telah di terapkan sesuai atau tidak dengan perencanaan, sehingga harus ditingkatkan dari waktu ke waktu sejalan evaluasi dan pengjuian mutu agar sesuai dengan apa yang diharapkan.
PERBANDINGAN DURASI WAKTU PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA PROYEK PEKERJAAN PEMBANGUNAN AULA LEMBAGA PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR MAYLAN, MAYLAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan jadwal pada proyek konstruksi merupakan salah satu masalah yang dapat merugikan berbagai pihak pada proyek. CPM sendiri adalah metode penjadwalan tradisional yang masih menggunakan waktu cadangan pada setiap aktivitas untuk melindungi aktivitas- aktivasnya. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode penjadwalan tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown kan lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan hasil dari penjadwalan yang ada dilapangan. Dibandingkan dari segi waktu, hasil penelitian ini didapatkan waktu untuk metode CPM adalah 193 hari lebih cepat dari penjadwalan dilapangan yaitu 210 hari maka didapatkan perbandingan waktu 17 hari pekerjaan.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN PADA JALAN PULAU IRIAN DAN JALAN MULAWARMAN KAWASAN SAMARINDA CENTRAL PLAZA ( SCP ) KOTA SAMARINDA YASIN, IMAM FATNUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda merupakan salah satu kota dengan tingkat arus lalu lintas yang tinggi, khususnya ruas jalan Pulau Irian dan jalan Mulawarman. samarinda bagian selatan, dan arus keluar masuk dari kota bagian selatan Kaltim. Analisa dan evaluasi perlu dilakukan agar tercipta efisiensi pada ruas jalan Pulau Irian dan jalan Mulawarman. Analisa yang dilakukan mengacu pada manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di Indonesia. Dalam hal ini dilakukan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Data lalu lintas dilakukan pada tanggal: Jalan Pulau Irian tanggal 25 Februari 2019 s/d 17 Maret 2019, jalan Mulawarman tanggal 18 Maret 2019 s/d 31 Maret 2019 pada jam sibuk.
STUDI PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN RIMBAWAN, JALAN ANGGUR, JALAN PRAMUKA, JALAN IR. SUTAMI, JALAN CENDANA DI KOTA SAMARINDA RATU, WINALDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Winaldi Ratu Studi Perencanaan Pemeliharaan Jalan Rimbawan, Jalan Anggur, Jalan Pramuka, Jalan Ir. Sutami, Jalan Cendana di Kota Samarinda dibawah bimbingan Musrifah Tohir, ST.,MT dan Robby Marzuki, ST.,MT Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Karena begitu pentingnya fungsi jalan, maka agar fungsi dari jalan itu sendiri dapat dimaksimalkan oleh penggunanya diperlukan kondisi jalan yang baik. Penelitian ruas Jalan Rimbawan, Jalan Anggur, Jalan Pramuka, Jalan Ir. Sutami, Jalan Cendana ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode AASTHO 93, yang diuraikan berdasarkan jenis-jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, data CBR tanah dan data LHR. Dalam penelitian ini dapat dihasilkan penggolongan tingkat kerusakan pada setiap jalan seperti pada ruas jalan Rimbawan dengan nilai PCI 50 ( Cukup ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 44 cm, Jalan Anggur dengan nilai PCI 46 ( Cukup ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 84 cm, Jalan Pramuka dengan nilai PCI 47 ( Cukup ) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 81 cm, Jalan Ir. Sutami dengan nilai PCI 0 ( Gagal ) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 70 cm dan pada Jalan Cendana dengan nilai PCI 12 ( Sangat Jelek ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 50 cm.
ANALISA KINERJA PERSIMPANGAN JALAN HARUN NAFSI DI KOTA SAMARINDA ROZY, NOVIT FAHRUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan jalan Harun Nafsi terletak di kawasan padat penduduk sehingga seringkali terjadi kemacetan yang panjang, dan dengan tidak adanya rambu lalu lintas secara tidak langsung berpengaruh terhadap arus lalu lintas serta kinerja ruas jalan tersebut. Dalam penelitian ini ingin dilihat bagaimana kinerja persimpangan jalan pada ruas jalan Harun Nafsi – jalan Sultan Hassanudin – jalan Hos Cokro Minoto – jalan Pattimura. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisa kinerja ruas jalan dan persimpangan tidak bersinyal adalah menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) khususnya untuk jalan perkotaan untuk kinerja ruas jalan. Survey dilakukan selama 5 (lima) hari dalam satu minggu yakni dari hari Senin sampai hari Jum’at. Dari hasil-hasil survey selama lima hari tersebut dan setelah dilakukan analisis maka diperoleh bahwa volume puncak sebesar 1636,4 smp/jam di jalan Harun Nafsi, 1160,56 smp/jam di jalan Sultan Hassnudin, 1615,00 smp/jam di jalan Hos Cokro Minoto dan 1194,7 smp/jam di jalan PAttimura dengan kecepatan rata – rata terendah hasil survey di tiga jalan tersebut sebesar 30 km/jam dan kecepatan rata – rata tertinggi hasil survey sebesar 39 km/jam serta nilai Derajat Kejenuhan tertinggi sebesar 0,67 maka dapat disimpulkan tingkat layanan berada pada level C.
ANALISA RISIKO PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR 5 (LIMA) LANTAI DPRD KOTA SAMARINDA DENGAN METODE SEVERITY INDEX ABDULLAH, ABDULLLAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko dominan yang dapat terjadi pada proyek konstruksi, serta dapat menangani atau mengantisipasi risiko tersebut. Penelitian ini berlokasi pada proyek Gedung kantor DPRD Kota Samarinda. Proyek gedung kantor merupakan proyek yang memiliki pekerjaan yang besar sehingga dapat menimbulkan banyak kepastian yang sulit diprediksi, sehingga diperlukan adanya analisis risiko. Untuk mengetahui risiko pada proyek ini dilakukan survey lapangan, kuesioner dan wawancara. Secara umum tahapan pada penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu identifikasi risiko, analisa risiko, dan respon risiko. Identifikasi dilakukan untuk mencari faktor-faktor risiko yang relevan pada proyek. Sedangkan analisa risiko ditujukan untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang signifikan ditinjau dari aspek waktu dan biaya. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah Severity Index. Respon risiko dilakukan terhadap variabel risiko yang signifikan pada aspek wakru dan biaya. Responden kuesioner adalah beberapa personel kontraktor dari PT. Sarana Karya Membangun. Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa ada 5 variabel risiko yang dominan yang mempengaruhi waktu dan biaya, yaitu cuaca yang tidak menentu (hujan), keterlambatan pengiriman material dari supplier, kenaikan harga material, kerusakan perlatan mesin dan perlengkapan proyek, keterlambatan pembayaran oleh owner.