cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020)" : 57 Documents clear
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DALAM PEMILIHAN RUTE PERJALANAN (Lokasi Studi : Terminal Lempake - Terminal Sungai Kunjang YANTO, MUHAMMAD HARDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemilihan rute ada beberapa hal yang mengakibatkan sering terjadinya kemacetan lalu lintas yang terlihat jelas dalam bentuk antrian panjang, tundaan, dan juga polusi suara maupun udara. Masalah kemacetan pada lalu lintas jelas akan menimbulkan kerugian yang sangat besar pada angkutan umum, terutama dalam hal waktu penundaan yang terlalu lama membuat waktu tempuh perjalanan angkutan umum dari suatu tempat ke tempat yang lainnya menjadi sangat lambat, peningkatan pemakaian bahan bakar yang akan mempengaruhi naiknya biaya operasional kendaraan, dan juga ketidaknyamanan. Pemilihan rute Terminal Bus Lempake – Terminal Bus Sungai Kunjang masyarakat lebih memilih R1 dibandingan R2 karena sudah terbiasa dan dianggap rute terpendek, padahal belum tentu R1 tersebut optimal dari segi waktu tempuh. Sebagai contoh, terkadang rute yang pendek mempunyai tingkat kemacetan da n k er u sa k an j al a n yang lebih tinggi sehingga waktu tempuh lebih lama dibanding rute yang sedikit lebih panjang tetapi tingkat kemacetan lebih rendah. Dalam penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis BOK kendaraan pada pemilihan rute, berdasarkan hasil dari analisis perbedaan waktu tempuh pada R1 arah berangkat 24,15 menit dengan kecepatan 41,83 km/jam, sedangkan R1 arah balik 23,87 menit dengan kecepatan 42,31 km/jam, pada R2 arah berangkat 21,05 menit dengan kecepatan 42,53 km/jam, sedangkan R2 arah balik 22,68 menit dengan kecepatan 40,21 km/jam. Perbedaan biaya operasioanal kendaraan pada rute terminal lempake - terminal sungai kunjang berdasarkan hasil analisis R1 dengan panjang jalan 16,83 km pada arah berangkat Rp. 290.728 sedangkan R1 arah balik Rp. 288.566, dan R2 dengan panjang jalan 14,92 km pada arah berangkat Rp. 256.110 sedangkan R2 dengan panjang 15,19 pada arah balik Rp. 270.522
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DAN METODE AOKI DE ALENCAR PADA GEDUNG LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KLAS II SAMARINDA DI KOTA TENGGARONG HANAFI, MUHAMMAD RIZKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi tiang atau disebut juga pondasi dalam dipergunakan untuk konstrksi beban berat. Sebelum melaksanakan suatu pembangunan konstruksi pertama-tama dilaksanakan dan dikerjakan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah). Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan teknik sipi, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung daya dukung pondasi tiang pancang dari hasil sondir, dan membandingkan hasil daya dukung pondasi tiang pancang. Metodologi penelitian dilakukan dengan cara pengambilan data dari pihak proyek. Pada perhitungan daya dukung tiang pancang dilakukan dengan membandingkan metode Langsung dan metode Aoki De Alencar dengan menggunakan data sondir. Berdasarkan data sondir yang diperoleh dan dihitung dengan metode tersebut diperoleh hasil perhitungan untuk data sondir dengan menggunakan metode langsung titik S-1 Qult = 475,78 Kn, Qijin = 113,23 Kn, titik S-2 Qult = 769,98 Kn, Qijin = 208,79, titik S-3 Qult =448,20 Kn, Qijin = 133,98 Kn. Sedangkan dengan metode Aoki De Alencar titik S-1 Qult = 463,167 Kn, Qijin = 185,263 Kn, titik S-2 Qult = 458,895 Kn, Qijin = 183,558 Kn, titik S-3 Qult = 246,225 Kn, Qijin = 98,487 Kn. hasil perhitungan daya dukung pondasi terdapat perbedaan nilai, baik dilihat dari penggunaan metode perhitungan maupun lokasi titik yang ditinjau,dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa daya dukung pondasi yang paling baik digunakan adalah daya dukung tiang pancang dengan menggunakan metode Langsung.
ANALISA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI (D.I) CIPTA GRAHA KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR FAWZI, M YANWAR RIZKY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan keberadaan Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Kutai Timur khusunya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya. Untuk mendukung harapan keberadaan daerah irigasi tersebut, harusnya didukung oleh sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Oleh karena itu, untuk memenuhi persyaratan tersebut Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha harus memiliki jaringan irigasi yang baik sehingga mampu membawa air yang bersumber dari Sungai Kaubun yang tamping oleh bangunan Bendung Cipta Graha dan disalurkan menuju ke petak-petak sawah. Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut ; (1) perhitungan debit andalan pada Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha, (2) perhitungan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluan irigasi (3) perhitungan dan penentuan dimensi saluran irigasi yang efisien untuk mengairi Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar debit andalan pada Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha yang terbesar terjadi pada bulan Februari sebesar 2,808 m3 /det dan dari hasil analisa didapatkan pola tanam untuk Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha yaitu pola tanam Padi - Palawija – Padi dikarenakan ketersediaan air irigasi dalam kategori mencukupi dengan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk padi I adalah 1,527 m3 /det, palawija sebesar 0,403 m3 /det dan untuk padi II sebesar 1,186 m3 /det, serta dimensi saluran irigasi pada Daerah Irigasi (D.I.) Cipta Graha terdapat 3 tipe desain dimensi dengan ukuran menyesuaikan dari debit rencana yang dibutuhkan oleh masing-masing petak sawah dan jalur rencana saluran irigasi Tipe pertama dengan ukuran lebar dasar saluran (b) adalah 0,445 m, lebar atas saluran adalah 1,350 m dan tinggi saluran sebesar 0,890 m. Tipe kedua dengan ukuran lebar dasar saluran (b) adalah 0,485 m, lebar atas saluran adalah 1,445 m dan tinggi saluran sebesar 0,020 m. Tipe ketiga dengan ukuran lebar dasar saluran (b) adalah 0,400 m, lebar atas saluran adalah 1,200 m dan tinggi saluran sebesar 0,840 m
ANALISA MANAJEMEN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALISYS PADA PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PONPES HIDAYATULLAH BONTANG WAHYUNI, WAHYUNI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancanaan pengendalian biaya merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, presentasi suatu proyek dapat juga dinilai dari segi biaya. Kemungkinan penyimpangan terhadap rencana dalam aspek biaya yang digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi harus diukur secara berkelanjutan. Penyimpangan biaya yang signifikan mengindikasi adanya penyimpangan pengelolaan proyek yang buruk. Oleh karena itu diperlukan adanya analisa biaya secara terpadu,sehingga diharapkan dapat dengan akurat memperlihatkan presentasi suatu pekerjaan pada saat pelaporan,serta membuat perkiraan berupa biaya yang diperlukan sampai proyek tersebut selesai. Kemudian dari hasil analisa tersebut dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan agar hasil pekerjaan mencapai sasaran. Konsep “Earned Value” merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek (the percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgetedcost), biaya actual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut actual cost serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebu tearned value. Dari ketiga dimensi tersebut,dengan konsep earned value dapat dihubungkan antara kinerja biaya dengan waktu yang berasal dari perhitungan varian dari biayadan waktu. Dalam pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalantepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam proyek kita dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis)
STUDI KARAKTERISTIK ARUS PEJALAN KAKI DI RUAS JALAN OTTO ISKANDARDINATA KOTA SAMARINDA SYAHRIZAL, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Karakteristik Alur Pejalan Kaki di Jalan Otto Iskandardinata di Kota Samarinda. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Akhirnya, lalu lintas pejalan kaki dinyatakan dengan cara yang mirip dengan kinerja lalu lintas kendaraan dengan kecepatan dan kepadatan yang saling berhubungan. Dalam penelitian ini berlangsung di Pejalan Kaki Otto Iskandardinata di Kota Samarinda. Dengan pertimbangan, Jalan Otto Iskandardinata adalah Area Pasar Sungai Dama adalah hubungan perdagangan aktif dan pusat kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, bagaimana hubungan antara kecepatan (speed), arus (flow), kepadatan (density), dan ruang (space) di wilayah tersebut. Selain itu, untuk mengetahui apakah Level Layanan (LOS) masih dapat mengakomodasi jumlah pejalan kaki di sana. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan metode analitik. Metode survei menggunakan teknik manual dalam observasi dan pengumpulan data di lapangan. Dari hasil survei di lapangan diperoleh data tentang jumlah pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Sedangkan metode analitik menggunakan metode Highway Capacity Manual (HCM) 1985 untuk mendapatkan tingkat layanan pejalan kaki. Berdasarkan jumlah arus (ruang) dan area ruang pejalan kaki (ruang) pejalan kaki pada interval 10 menit terbesar dan dicocokkan dengan bidang pada arus C dengan arus 11.3636 dan ruang 2.0243, sedangkan tingkat layanan Segmen C sesuai dengan tingkat layanan "C" Ini menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki di Otto Iskandardinata Kota Samarinda di segmen C harus ditata ulang sehingga jalur ini sesuai dengan tingkat layanan yang diperlukan
DESAIN STRUKTUR ATAS JEMBATAN TEPIAN LANGSAT TIPE THROUGH ARCH KABUPATEN KUTAI TIMUR PRATHAMA, REZZA RACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Jembatan Tepian Langsat sudah lama menjadi perbincangan oleh banyak kalangan. Wilayah yang disebut-sebut sebagai desa tertua di Kabupaten Kutai Timur, yakni Desa Tepian Langsat Ulu dan Tepian Langsat Ilir terpisah oleh Sungai Telayus hanya dihubungkan jembatan gantung selebar 1 meter. Dengan dibangunnya jembatan tersebut diharapakan dapat membuka isolasi Desa Tepian Langsat serta mengurangi jarak tempuh dan menghemat waktu perjalanan dari desa di Kecamatan Bengalon ini menuju ke Ibukota Sangatta. Pada tahap awal mendesain adalah perhitungan struktur atas pelengkung yang meliputi pipa dan tiang sandaran, trotoar, pelat lantai kendaraan, gelagar memanjang, gelagar melintang, sambungan gelagar memanjang terhadap gelafgar melintang, sambungan gelagar melintang tehadap balok induk dan sekaligus perhitungan sambungan geser (shear connector). Perhitungan konstruksi utama struktur pelengkung, dilakukan perhitungan terhadap beban-beban yang bekerja kemudian dianalisa mengunakan softwere analisa struktur. Setelah diketahui gaya-gaya dalam yang bekerja dilakukan perhitungan kntrol teganngan dan dan perhitungan sambungan. Bersamaan juga dilakukan perhitungan ikatan angin atas dan ikatan angin lantai kendaran (bawah). Dari hasil perhitungan didapat profil yang dipakai dalam desain struktur atas Jembatan Tepian Langsat tipe through arch Kabupaten Kutai Timur yaitu: gelagar memanjang WF 450x200x9x14, gelagar melintang WF 800x300x14x28, balok pelengkung Box 800x500x38x38, balok induk Box 800x500x38x38, ikatan angin atas Box 250x250x8x8 dan pipa 12”, ikatan angin bawah 2L 200x200x20, kabel penggantung Macalloy Bar System tipe M85, dan perletakan mengunakan Pot Bearing Unidirectional tipe PMG 15000.
ANALISA BANGKITAN PERJALANAN PADA PERUMAHAN KORPRI LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA MARDA, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Residential area causing changes in land use functions which later cause problems, community activities to engage in activities lead to trip generation that can burden the road network paths to activity centers. Problems that occur in the residential area of Loa Bakung Korpri have the following problem formulation: 1. How is the rise of the trip model at the Loa Bakung Korpri Housing. 2. How is the R2 Test Result on the generation at the Loa Bakung Korpri Housing. For data that corresponds to the problem under study, the researcher uses data collection techniques to disseminate 167 questionnaire sheets and by interviewing the family is done in order to get direct information about the questionnaire in the questionnaire and in the data processing the analyst using a SPSS software with double regression analysis. From the data on the Housing Loa Bakung Korpri population there are 3 RT 57, RT 67, RT 71 and the number of Residents is 286 Family Heads. The results of the data obtained from the questionnaire contained 4 Modeling of Movement Generations namely Monthly Income (X3), the purpose of the trip =0,189 (X4),the reason for vehicle users= 0,087 (X7), Gasoline Costs =0,737. Departure time to destination (X9) =0,120 So the dependent variable that is formed is Y (trip awakening). Of the 4 models, the regression equation Y = -0,379+ 0.189 (X3) + 0.087 (X4) + 0.737 (X7) + 0.120 (X9) 2 Shows the levels of the relationship of the dependent variable (Bound Variable) with the Independent variable (the independent variable) at the level of strong correlation The mathematical model of trip generation above states that out of the total of fourteen independent variables (X) there are four variables selected that have a high degree of correlation and has a significant relationship to the dependent variable (Y)
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PANGERAN SURYANATA KOTA SAMARINDA SAPUTRA, SUFARJI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya nilai hambtan samping pada suatu ruas jalan akan menyebabkan penurunan pada kinerja jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja lalulintas pada beberapa kondisi hambatan samping. Penelitian ini dilakukan meliputi survey volume lalulintas, dan hambatan samping. Penelitian dilakukan selama 6 hari dalam 4 segmen, pelaksanaan survey dilaksanakan waktu sibuk. Lokasi penelitian di ruas jalana Pangeran Suryanata Kota Samarinda dengan panjang tiap segmen yaitu segmen satu 0,865 km, segmen dua 0,4 km, segmen tiga 0,35 km, segmen empat 0,412 km, dengan total keseluruhan 2,027 km. Dari hasil survey didapat data yang selanjutnya akan dihitung menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan 1997 untuk jalan perkotaan. Dari data survey kemudian diolah menggunakan panduan MKJI 1997, terdapat di segmen satu bobot hambatan samping terbesar 546,9 (Tinggi), arus lalulintas 1425,65 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 30 km/jam,derajat kejenuhan 0,35 dan tingkat pelayanan jalan C. Segemen dua bobot hambatan samping terbesar 5421,1 (Tinggi), arus lalulintas 1437,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 30 km/jam, derajat kejenuhan 0,54 dan tingkat pelayanan jalan C. Segmen tiga bobot hambatan samping terbesar 226,6 (Rendah), arus lalulintas 1425,75 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 35 km/jam, derajat kejenuhan 0,50 dan tingkat pelayanan jalan C. Segmen empat arah satu bobot hambatan samping terbesar 160,4 (Rendah), arus lalulintas 1381,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 36 km/jam, derajat kejenuhan 0,95 dan tingkat pelayanan jalan E. segmen empat arah dua bobot hambatan samping terbesar 168,5 (Rendah), arus lalulintas 1381,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 35 km/jam, derajat kejenuhan 0,95 dan tingkat pelayanan jalan C.
ANALISA PERSEDIAAN BAHAN MATERIAL BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (STUDI KASUS: Pekerjaan Renovasi Gedung Aula Tahap I Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) JL. Cipto Mangunkusumo KM.2 Samarinda Seberang Kalimantan Timur) SETIAWAN, DEDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan material pada suatu proyek konstruksi merupakan faktor yang sangat penting, mengingat sebagian besar biaya yang dikeluarkan adalah untuk bahan material. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, masalah umum yang sering dihadapi adalah pemesanan material yang jumlahnya berlebihan atau pemesanan material yang terlalu sedikit. Agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efektif, Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pengendalian persediaan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik penyelesaian masalah persediaan material. Material yang ditinjau disini yaitu kayu meranti papan 2/20/400, besi beton ulir ø d.19 mm, semen ,pasir, dan kerikil, khususnya pada pekerjaan pondasi peor plat dan struktur lantai 1. Adapun tahap-tahap perhitungan metode EOQ yaitu untuk mengetahui jumlah material yang dipesan, kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum sehingga tidak terjadi pemborosan material maupun biaya. Setelah dilakukan perhitungan dengan metode EOQ maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan, dan total biaya yang harus dikeluarkan. Dari hasil perhitungan, jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kayu meranti papan 2 2/20/400 adalah 420 batang pada frekuensi pemesanan 9 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.851.172,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk besi beton ulir ø d.19 mm adalah 113 batang pada frekuensi pemesanan 10 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 2.075.876,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk semen adalah 199 zak pada frekuensi pemesanan 6 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.297.657,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk pasir adalah 23 m³ pada frekuensi pemesanan 3 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 674.988,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kerikil adalah 21 m³ pada frekuensi pemesanan 5 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 918.551,-.
ANALISA DIMENSI SALURAN DRAINASE JALAN KURNIA MAKMUR DI KOTA SAMARINDA HIDAYAH, RIZKY AMIENULLAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase jalan kurnia makmur kota samarinda merupakan saluran drainase utama pada jalan kurnia makmur. Drainase ini menampung pembuangan air dari tiap segmen yang berada dijalan kurnia makmur. Kondisi saluran drainase utama ini kurang mampu untuk menampung pembuangan air dari tiap segmen, sehingga perlu dilakuan perencanaan ulang terhadap dimensi saluran tersebut. Analisa drainase ini merupakan proses perencanaan ulang dimensi drainase pada kala ulang 2, 5, 10, 25 tahun. Analisa drainase ini dilakukan beberapa tahap yaitu analisa curah hujan pada daerah tersebut, analisa debit air pada drainase tersebut, kemudian menganalisa dimensi saluran terhadap debit air rencana pada kala ulang 2, 5, 10, 25 tahun. Hasil analisa drainase didapatkan dimensi drainase dengan lebar 1,5 m dan pada setiap kala ulang 2, 5, 10, 25 tahun tinggi drainase harus dilakukan peninggian 1 meter per setiap kalua ulang 2, 5, 10, 25 tahun dari hasil debit rencana.