cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 60 Documents clear
PERENCANAAN KONSTRUKSI SHEET PILE, PADA PERKUATAN TEBING SUNGAI KARANG MUMUS, JALAN, S. PARMAN KOTA SAMARINDA HARTONO, TRIE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structural calculations on retaining walls are calculated, according to accurate data in the field, laboratory data. with the goal of calculation is to reach a constant value that is at its maximum value because the main factor in handling these landslides is a technical standard and then associated with safety factors. So that the vulnerability of the landslide area, especially in the Karang Mumus River Cliff, Precisely on the Road, S.Parman can be solved by the reinforcement of the river cliffs using sheet piles, it is expected that the settlement using this method can overcome the problem of landslides in other areas not only Tebing Sungai Karang Mumus, Samarinda city only, but in other areas in Indonesia, especially in East Kalimantan. Observation in the field shows that knowledge in college is equipped with knowledge and insight in the field, especially in the field of field management to achieve successful projects.
ANALISA PERBANDINGAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE ANALISIS KOMPONEN SKBI 1987 DAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 (Studi Kasus : Pada Jalan Simpang TBA – Pusat Perkantoran Kabupaten Mahakam Ulu) KADIR, BAHARUDDIN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perkembangan perencanaan perkerasan jalan, khususnya perkerasan lentur semakin mempunyai berbagai macam metode perkerasan. Proyek perkerasan jalan saat ini masih banyak menggunakan tipe perkerasan lentur dengan berbagai metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tebal perkerasan dan biaya pekerjaan dari masing – masing metode untuk menentukan manakah yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam pekerjaan dilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa komponen SKBI 1987 dan metode manual desain perkerasan jalan 2017, dengan teknik pengumpulan data menggunakan data – data yang telah ada dan studi literatur. Data yang diperoleh diolah secara sistematis untuk menentukan tebal perkerasan serta perhitungan biaya pelaksanaan diperoleh dengan analisa harga satuan upah, material, dan peralatan. Sehingga didapat perbandingan tebal perkerasan dan biaya pekerjaan. Dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan dengan menggunakan metode analisa komponen SKBI 1987 didapat lapisan pondasi bawah (LPB) adalah 23 cm, lapis pondasi atas (LPA) adalah 20 cm, dan lapis permukaan (AC-BC dan AC-WC) adalah 7,5 cm dengan biaya anggaran sebesar Rp. 33.014.922.109,00. Dan untuk tebal perkerasan menggunakan metode manual desain perkerasan jalan 2017 didapat tebal lapisan pondasi atas (LPA) adalah 40 cm dan tebal lapis permukaan (AC-BC dan AC-WC) adalah 10 cm dengan biaya anggaran Rp. 22.018.501.194,00. Dari penelitian tersebut didapat metode manual desain perkerasan jalan 2017 yang lebih efektif dan efisien.
PERBANDINGAN METODE PELAKSANAAN BETON KONVENSIONAL DENGAN PRA CETAK TERHADAP BIAYA DAN WAKTU (STUDI KASUS : PEKERJAAN DRAINASE PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA SEKSI 4) CAINAWA, RAJA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conventional concrete in its manufacture is published in advance, all concrete work is manually designed by stringing reinforcement in buildings that are made. Precast concrete is produced from the production process where the manufacturing location is different from the location where structural elements will be used. And the location of drainage works research for Balikpapan - Samarinda toll road construction section 4. The results of the analysis of conventional concrete implementation methods require a fee of Rp. 408.202.900, - and requires implementation time of 40 days. The results of the analysis of precast concrete implementation methods require a fee of Rp. 461.453.700, - and requires implementation time for 35 days.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING PADA PASAR KEMUNING KOTA SAMARINDA ALI, KHAIDIR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Kemuning Samarinda diklasifikasikan sebagai jalan kelas III kategori C dengan ciri-ciri perjalanan sedang. Kondisi guna lahan yang terdapat pada ruas jalan Kemuning merupakan pusat perdagangan dan perbelanjaan seperti pasar dimana tidak adanya penyediaan lahan untuk parkir apalagi di ketahui keberadaan pasar biasanya membuat kemacetan, banyak terdapat kendaraan yang keluar masuk guna lahan, baik untuk parkir maupun menaik-turunkan barang. Banyak pejalan kaki dari kalangan konsumen dan pegawai yang berlalu lalang di sekitar koridor jalan. Selain itu, terdapat angkutan umum yang bergerak lambat untuk mencari atau menurunkan penumpang. Berbagai aktifitas lalu lintas tersebut merupakan hambatan samping yang mempengaruhi kinerja jalan di Jalan Kemuning Kota Samarinda. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Gajah Mada ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian ini dilakukan AnalisisA terhadap kinerja ruas jalan dengan adanya hambatan samping dan tidak adanya hambatan samping. Analisa Kinerja Ruas Jalan Kemuning ini dilakukan survei jam puncak selama 1 minggu dengan membagi 2 segmen, survei ini dilakukan pada jam 07.00 Pagi s/d 18.00 sore . Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, pada jalan Kemuning frekuensi hambatan samping terbesar terjadi di hari Jum’at di segmen 2, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2229.32 smp/jam, Derajat kejeuhan 0,25, kecepatan, 32 km/jam, Waktu tempuh 0,006 jam dan tingkat pelayanan berada pada tingkat B.Yang berarti zona harus stabil, pengemudi bebas dalam memilih kecepatannya. Adapun hasil perhitungan dengan tidak adanya hambatan samping pada jam puncak terjadi di hari kamis pada segmen 2 yaitu di dapat volume lalu lintas sebesar 2371.62 smp/jam, Derajat kejenuhan 0,24. Kecepatan, 32 km/jam, waktu tempuh 0,006 jam, jam dan tingkat pelayanan berada pada tigkat B. yang berarti zona arus stabil, pengemudi bebas dalam memilih kecepatannya.
ANALISA RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN IPIL MENUJU PETERNAKAN BABI KEL.MAKROMAN KEC.SAMBUTAN YUDIA PUTRI, NI KADEK DWIYANA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Berbagai penyebab utama kecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah hal-hal yang berhubungan dengan karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik, lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca, waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi, serta banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih,Ditambah dengan manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah, akibatnya para pekerja bekerja dengan metode pelaksanaan konstruksi yang berisiko tinggi. Sementara risiko tersebut kurang dihayati oleh para pelaku konstruksi, dengan sering kali mengabaikan penggunaan peralatan pelindung yang sebenarnya telah diatur dalam pedoman K3 konstruksi. Setiap proyek konstruksi memiliki sumber bahaya baik itu bersumber dari bahan/material, proses pelaksanaan pekerjaan dan lingkungan yang sulit untuk dihilangkan, namun masih bisa diantisipasi atau dialihkan dan dapat dikontrol. Risiko tidak dapat diabaikan begitu saja apalagi pada pekerjaan proyek-proyek besar yang berada pada lokasi padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam proyek konstruksi. Terutama pada pekerjaan pembekistingan, pembesian, pengecoran, pembongkaran dan finishing Penelitian ini menggunakan data kuisioner, Untuk menghitung risiko dalam penelitian ini,didalam hasil penelitian ini pekerjaan pembekistingan, pembesian, pengecoran,pembongkaran dan finishing memiliki tingkat risiko rata-rata yang masuk dalam tingkat risiko kategori level sedang.
“PENGARUH CONTRACT CHANGE ORDER PADA KONSULTAN SUPERVISI TERHADAP BIAYA DAN WAKTU” MA'RIFAH, RUSMA FATIMAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In various construction projects often change order or request change. Change order can occur during the construction project and cannot be avoided. The occurrence of change order on construction projects often have a negative impact that can affect project costs and time. This study aims to determine the effect of change order on supervision consultants on cost and time, because not only are executing contractors undergoing change order, supervisory consultants also often experience change order.This research begins with data retrieval related to the project in the supervision consultant. Furthermore, the data is analyzed and a legal basis study related to contract changes. The result is the effect of change order on the supervision consultant is the loss experienced by the supervision consultant both in terms of losses in terms of costs and losses in terms of time. Based on the analysis of the legal basis, through Presidential Regulation Number 16 of 2018 and Circular Letter of the Director General of Highways Number 02 / SE / Db / 2016 the state regulates the addition of a contract value of a maximum of 10% if a contract change occurs, and the data allocation can be taken from the ceiling the activity concerned.
ANALISA DEBIT BANJIR PADA DRAINASE JALAN HARM AYOEB KABUPATEN BERAU PRAYITNO, SAMUEL AGUNG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berau adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur yang termasuk wilayah dengan potensi alam yang sangat indah dan sering menarik perhatian dari turis serta pendatang dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi yang dimiliki daerah ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan terkait permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Berau ini. Salah satunya adalah masalah banjir yang terjadi. Dengan tingginya curah hujan juga menjadi dampak yang berpengaruh besar pada banjir yang terjadi pada kabupaten ini. Terutama pada kawasan jalan Harm Ayoeb. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Harm Ayoeb Kabupaten Berau ini perlu ditinjau kondisi exsisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode log person type III, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning. Dari hasil perhitungan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing yaitu lebar 2,40 m dan tinggi 2,40 m.
ANALISIS KERUSAKAN DAN STRATEGI PENANGANAN RUAS JALAN SULTAN SULAIMAN KOTA SAMARINDA WIBOWO, CANDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang sangat berperan penting dalam mengalirkan arus lalu lintas. Saat ada ruas jalan yang terjadi kerusakan, maka akan berdampak yang cukup besar pada arus lalu lintas. Kerusakan jalan dapat dianalisis untuk mengetahui penyebab terjadinya dan alternatif penyelesainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan jalan dan nilai kondisi perkerasan jalan sehingga dapat menentukan cara perbaikannya. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pavement Condition Index (PCI). berdasarkan nilai prioritas Direktorat Jenderal Bina Marga dan Manual Pemeliharaan Rutin Untuk Jalan Nasional dan Jalan Propinsi. Penelitian dilakukan dengan mencari data primer dengan mengukur luasan masing-masing kerusakan dengan menggunakan mistar . Data sekunder didapat dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Propinsi Kalimantan Timur Bidang Bina Marga. Berdasarkan hasil evaluasi kondisi perkerasan jalan Sultan Sulaiman (Sta.0+000 sampai dengan Sta.9+000), Pavement Condition Index (PCI) sebesar 52,57 untuk rata-rata secara keseluruhan berdasarkan rating nilai PCI antara 41 s/d 55 dalam kondisi (sedang) dan nilai yang diberikan oleh Bina Marga sebesar 10 berdasarkan nilai prioritas bina marga antara 7 s/d 10 maka dilakukan pemeliharaan rutin.
PERENCANAAN KONSTRUKSI SHEET PILE, PADA PERKUATAN TEBING SUNGAI KARANG MUMUS, JALAN, S. PARMAN KOTA SAMARINDA HARTONO, TRIE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structural calculations on retaining walls are calculated, according to accurate data in the field, laboratory data. with the goal of calculation is to reach a constant value that is at its maximum value because the main factor in handling these landslides is a technical standard and then associated with safety factors. So that the vulnerability of the landslide area, especially in the Karang Mumus River Cliff, Precisely on the Road, S.Parman can be solved by the reinforcement of the river cliffs using sheet piles, it is expected that the settlement using this method can overcome the problem of landslides in other areas not only Tebing Sungai Karang Mumus, Samarinda city only, but in other areas in Indonesia, especially in East Kalimantan. Observation in the field shows that knowledge in college is equipped with knowledge and insight in the field, especially in the field of field management to achieve successful projects.
ANALISIS TIME COST TRADE OFF PADA KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN RUANG PRAKTEK SISWA (RPS) SMK NEGERI 11 SAMARINDA SETIAWAN, ANDIKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek kontruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanannya agar dapat mencapai target rencana. Namun dalam pengambilan keputusan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan tentu harus memperhatikan faktor pembiayaan sehingga hasil yang diharapkan yaitu biaya minimum tanpa mengabaikan mutu sesuai standar yang diinginkan.Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan adalah hal yang seringkali terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, salah satu cara untuk mengantisipasinya dengan melakukan percepatan yaitu metode Time Cost Trade Off (TCTO), melalui alternatif penambahan jam kerja yang di uji coba mulai dari 1 jam sampai 4 jam batas maksimum.Setelah melakukan percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam sampai dengan 4 jam kerja lembur dipilihlah percepatan dengan penambahan jam lembur 1 jam. Kemudian dari percepatan 1 jam kerja lembur tersebut dicoba lagi percepatan hingga mendapatkan hasil 5 hari percepatan yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan tepat waktu sesuai rencana pelaksanaan. Dari 5 hari percepatan didapatkan nilai total cost sebesar Rp 850.061.105,06 yang mana memiliki nilai lebih besar dari pada 2 hari percepatan. Maka dipilihlah percepatan 5 hari untuk menghindari besarnya penambahan biaya akibat adanya percepatan sebesar Rp 3.563.685,42 Dengan ini waktu penyelesaian proyek selama 67 hari dapat dijadwalkan ulang (rescheduling).