cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan
ISSN : 23549629     EISSN : 25491334     DOI : -
Core Subject : Science,
KHIZANAH AL-HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sejak Januari 2013. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari – Juni dan Juli – Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan.
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Fenomena Cyberbullying pada Remaja Machsun Rifauddin
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 4 No 1 (2016): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v4i1a3

Abstract

The advent of information technology, internet and social media are able to change the behavior of human beings in socializing and communicating. Communication without control in social media cause in advent a variety of crimes for example cyberbullying. Teenagers are accounted for the highest percentage as perpetrators or victims of cyberbullying on social media especially facebook. This article describes the phenomenon of cyberbullying in adolescence in social media facebook with some cases that occur in Indonesia. This article also describes the impact of cyberbullying for teens and solutions of cyberbullying and introduce ethics in using social media
Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka Andi Ibrahim
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 1 No 1 (2013): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan bahan pustaka sangat diperlukan untuk menunjang fungsi perpustakaan dalam melaksanakan jasa perpustakaan dengan mengusahakan agar kondisi bahan pustaka terpelihara sebaik mungkin dan siap pakai. Pada umumnya media yang digunakan pada bahan pustaka adalah kertas, baik dalam bentuk buku, surat kabar, naskah, peta, gambar, dokumen dan bahan cetakan lainnya, selain itu ada juga perpustakaan yang memiliki koleksi foto dan negatif foto. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagi perpustakaan yang telah maju sudah melengkapi koleksinya dengan bentuk mikro (mikrofilm dan mikrofish), rekaman suara, film, penyimpan data elektronik, CD-ROM dan lain-lain. Semua koleksi tersebut pasti akan mengalami kerusakan.
Perkembangan Literatur Hadis pada Masa Awal Islam M. Jayadi
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 3 No 1 (2015): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v3i1a6

Abstract

Al-Qur’an menyebutkan beberapa kali kata kertas dan bangsa Arab telah mengenal kertas sebelum Islam, namun belum ditemukan fakta bahwa Al-Qur’an dan hadis ditulis pada masa Nabi di atas kertas.  Yang jelas bahwa kertas mulai berkembang penggunaaannya di dunia Islam setelah ‘Amr bin ‘Ash merebut Mesir pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin al-Khaththab. Pada waktu terbunuhnya Utsman bin ‘Affan disebutkan bahwa Fatimah binti Syuraik memasukkan Marwan bin al-Hakam ke dalam sebuah rumah yang berisi kertas. Pada zaman Khulafa’ al-Rasyidin, terutama pada zaman Abu Bakar al-Shiddiq dan ‘Umar bin al-Khaththab, periwayatan hadis sedikit.  Pada zaman ini periwayatan hadis dilakukan dengan cara yang ketat dan hati-hati.  Hal tersebut, diketahui dari cara mereka menerima hadis. Terkait dengan hadisnya, Nabi Muhammad saw., menetapkan beberapa kebijakan, di antaranya yaitu memerintahkan untuk menghafal dan menyampaikan hadisnya (termasuk Al-Qur`an), melarang menulis segala sesuatu yang berasal dari padanya kecuali Al-Qur`an, memerintahkan atau membolehkan menulis segala sesuatu yang berasal dari padanya termasuk hadisnya. Artikel ini merupakan kajian pustaka yang diperoleh dari berbagai macam sumber bacaan. مصنفات الاحاديث النبوية قد تطور تصنيفها وتدوينها عبر عصورها الطويلة.  فى صدر الاسلام قد تطورت فيما يلى فى القرن الاول الهجرى . تصنيف الاحاديث وتدوينها بدأ فى عهد الرسول صلى الله عليه وسلم ولو كان العرب يعرف القرطاس ولكنهم لم يستخدمه فى تصنيفها وتدوينها. هم صنفوها ودونوها فى اللوحات وجلد الحيوان و الحجر. من أمثال المصنفات  المدونة فى عهد الرسول  صحيفة أبى بكر الصديق وصحيفة على بن أبى طالب و صحيفة عبد الله بن عمرو بن العاص المعروف بالصحيفة الصادقة. وهناك كثير مما صنفوا ودونوا فى عهد الرسول. والصحف صنفت ودونت بعدها فى القرن الاول الهجرى كثيرا  صنفها ودونها التابعون منها : صحيفة سعيد بن جبير طالب ابن عباس صحيفة مجاهد بن جبير صحيفة ابن زبير.       فى القرن الثانى الهجرى.  ظهورالتفريق بين التدوين فى القرن الاول الهجرى والقرن الثانى الهجرى.  التدوين فى القرنى الاول الهجرى مجرد الجمع والتدوين فى القرن الثانى الهجرى هو الترتيب والتبويب والتمييز.  المصمفات المدونة فى هذا القرن قد جمعت الى جانب الاحاديث النبوية أقوال الصحابة وفتاوى التابعين. من المصنفات المشهورة فى هذا القرن موطأ الامام مالك بن أنس ومصنف شعبة بن حجاج  ومصنف سفيان بن عيينة ومصنف الليث بن سعاد ومصنف الحميد. كثيرا من الكتب المدون فى هذا القرن بطريقة المصنف والمسند التى جمع الاحاديث النبوية واقوال الصحابة وفتاوى التابعين. فى القرن الثالث الهجرى. تابع طريقة المصنف والمسند فى القرن الثانى الهجرى ولكن المصنفات المدون فى القرن الثالث تفريق بين الاحاديث النبوية و أقوال الصحابة وفتاوى التابعين. ولذالك ظهر الكتب الصحيحة والكتب المساند كصحيح  البخارى وصحيح مسلم وسنن الترميذى وسنن أبى داود وسنن ابن ماجه وسنن النسائى 
Peran Data dalam Manajemen Perpustakaan di Indonesia Anindya Gita P.
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 2 (2017): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v5i2a3

Abstract

Perpustakaan senantiasa mendorong penggunanya untuk mencari dan menggunakan informasi yang terpercaya dan telah teruji. Oleh karena itu sudah seharusnya perpustakaan juga melakukan upaya pencarian informasi mengenai “dirinya” melalui riset untuk mendapatkan data. Upaya pencarian informasi ini di Indonesia umumnya masih sebatas data koleksi, data peminjaman, dan kunjungan pengguna. Ada banyak opini dan kekhawatiran yang bervariasi yang disampaikan oleh pustakawan dan staf dalam pengembangan perpustakaan. Data dapat menjadi pelengkap pemikiran disini, juga sebagai penengah berbagai pemikiran. Berdasarkan pemaparan tersebut maka peneliti tertarik untuk membahas bagaimana posisi data dalam manajemen perpustakaan. Keberadaan data sangat penting sebagai dasar dalam mengambil keputusan di perpustakaan. Begitu juga dalam manajemen perpustakaan, seorang kepala perpustakaan harus melakukan riset terlebih dahulu untuk memperoleh data yang digunakan untuk mengambil kebijakan.ABSTRACTThe library constantly encourages its users to search and use reliable and tested information. Therefore the library should also make efforts to search information about "itself" through research to obtain data. This information search effort in Indonesia is generally still limited to data collection, lending data, and user visits. There are many varied opinions and concerns delivered by librarians and staff in library development. Data can be a complement to thinking here, as well as mediating thoughts. Based on the exposure, the researcher is interested to discuss how the data position in library management. The existence of data is very important as the basis for making decisions in the library. Likewise in library management, a library head should research first in order to obtain the data used to take policy 
Visualisasi Bibliometrik Penelitian Kearifan Lokal dan Sumber Daya Laut Tupan Tupan; Rulina Rachmawati
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v5i1a1

Abstract

Pengembangan teknologi berdasarkan kearifan lokal lebih dapat diterima oleh masyarakat daripada teknologi yang didatangkan dari luar. Kekurangan dalam mengintegrasikan kekayaan lokal menyebabkan kegagalan dalam upaya pengelolaan sumberdaya pesisir. Beberapa daerah di Indonesia mempunyai adat istiadat yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga keberlangsungan kehidupan sumberdaya alam pesisir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kajian peta penelitian kearifan lokal dan sumberdaya laut dengan pendekatan bibliometrik.  Kajian bertujuan untuk (1)  Mengetahui jumah artikel hasil penelitian kearifan lokal kaiatannya dengan sumber daya laut dan  penghasilan tambahan, (2)  Membangun peta ilmu pengetahuan untuk melihat sejauh mana penelitian tentang kearifan  lokal  sudah dilakukan, dan (3)  Mengetahui peta kolaborasi antar. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahapan, yaitu: (1)Penentuan kata kunci awal dan metode penelusuran, (2) Seleksi literatur yang ditemukan untuk memastikan literatur tersebut sesuai dengan topik yang sudah ditetapkan, (3) Validasi kata kunci, dan (4) Analisis kata kunci yang digunakan, nama pengarang dan instansi pengarang menggunakan Bibexcel dan memvisualisasikan hasilnya menggunakan software VOSviewer. Hasil penelitian sumberdaya laut yang terkait dengan kearifan lokal dan penghasilan tambahan banyak dipublikasi pada database ISJD, Scopus dan ASFA Proquest. Dari peta bibliometrik menujukkan bahwa trend penelitian terbanyak  adalah masalah  cosatal management, marine resources, coastal communities, Lake singkarak, trade globalization dan fishery economic. Hasil kolaborasi penelitian menunjukkan bahwa  Rapi S. merupakan  peneliti sentral yang berkolaborasi dengan banyak peneliti.ABSTRACTTechnology development based on local wisdom was more  socially acceptable than the technology brought from outside. Deficiencies in integrating local wisdom lead to failure in coastal resources management. Some areas in Indonesia have customs that  always upholds the values of local wisdom in maintaining the sustainability of coastal life resources. To solve these problems, a study had been conducted to mapping local wisdom and marine resources researchs using bibliometric analysis. This study aims to (1) Knowing the number of research articles on local wisdom related to marine resources and additional income, (2) Building a knowledge map to see how far the research on local wisdom had been done, and (3) Knowing collaboration map on these research. This research was conducted in four stages, they were (1) Determination of initial keyword and searching methods, (2) Literature selection to ensure that the literature was suit to to the topics that had been defined, (3) Keywords validation, and (4)  Analysis of used  keywords, the author name and the author institution using Bibexcel and visualizing the results using VOSviewer  software. Most of the research about marine resources related to local wisdom and additional income were published on ISJD, Scopus and Proquest ASFA database. Bibliometric mapping showed that most of the research trend were cosatal problem management, marine resources, coastal communities, Lake Singkarak, trade globalization and economic fishery. The mapping results of collaborative research showed that Rapi S. was main researcher collaborate with many researchers.
Pengelolaan Arsip Elektronik Berbasis Teknologi Machsun Rifauddin
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 4 No 2 (2016): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v4i27

Abstract

Electronic archives have an important role in system of administration, it also as a valid instrument of evidence based on Undang-Undang No. 11 pasal 5 (1) 2008. Information technology progression requires the archive being processed electronically. The purpose of article to explain about what and how to manage archive electronic. This article was compiled based on the study of literature. The tools used to manage the electronic archives are hardware (computers, print scanner, and media storage) and software. Electronic archive different with print archive. Electronic archive has four cycles of creation and management of storage, distribution and use, maintenance, and disposition. Removal print archive into electronic archives can be done by way of scanning, conversion, Importing. Electronic archive storage can be done online, offline or nearline
Analisis Pemikiran Nina Ariyani Martini, Ida Farida, dan Toha Nursalam Nailul Husna
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 6 No 1 (2018): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v6i1a8

Abstract

Pada tulisan ini penulis berusaha untuk memahami bagaimana pemikiran tokoh dalam bidang psikologi perpustakaan. Adapun pemikiran tokoh yang dikaji dalam hal ini adalah pemikiran dari Nina Ariyani Martini yang akan dibandingkan dengan pemikiran Toha Nursalam yang sama-sama menulis buku tentang psikologi perpustakaan. Nina Ariyani Martini dan Toha Nursalam merupakan tokoh yang mempunyai latar belakang pendidikan psikologi sehingga penulis ingin melihat letak persamaan dan perbedaan dari tulisannya mengenai psikologi perpustakaan. Aspek yang akan dilihat dalam tulisan ini yaitu penulis akan melihat persamaan dan perbedaan pemikiran dari segi pengertian psikologi, teori kepribadian dalam kegiatan perpustakaan, penerapan teori motivasi dalam kegiatan perpustakaan dan penerapan psikologi untuk layanan perpustakaan.ABSTRACTIn this paper the author tries to understand how the thinking of the character in the field of library psychology. The thinking of the character studied in this case is the thought of Nina Ariyani Martini who will be compared with the thought of Toha Nursalam who both wrote a book about the psychology of the library. Nina Ariyani Martini and Toha Nursalam are characters with background behind the psychology education so the author would like to see the location of similarities and differences from his writing about the psychology of the library. Aspects to be seen in this paper that the authors will see the similarities and differences of thought in terms of understanding of psychology, personality theory in the activities of the library, the application of motivation theory in the activities of libraries and the application of psychology for library services.
Kolaborasi Penulis dalam Berita Biologi Jurnal Ilmu-ilmu Hayati 2011-2016 Rochani Nani Rahayu
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 2 (2017): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v5i2a7

Abstract

Berita Biologi Jurnal Ilmu – ilmu Hayati merupakan salah satu terbitan berkala di Indonesia yang fokus pada bidang biologi. Terbit sejak 16 tahun lalu belum ada kajian yang mengupas tentang kolaborasi penulis dalam artikel yang dimuat di dalamnya. Oleh karena itu dilakukan penelitian deskriptif terhadap artikel yang dimuat dalam terbitan tersebut sejak 2011 – 2016, dengan tujuan untuk mengetahui 1) Jumlah artikel yang dimuat di dalamya, 2) Jumlah referensi yang digunakan dalam artikel  tersebut, 3) Jumlah dan jenis kelamin penulis serta 4) Kolaborasi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Artikel yang dimuat berjumlah 241 judul, 2) Jumlah referensi yang digunakan adalah 21,48 judul/artikel, 3) Jumlah penulis 611 orang terdiri atas laki – laki 319 orang (52,21%) dan perempuan 291 orang (47,79%); 4) Nilai tingkat kolaborasi penulis rata – rata sebesar 0,78  dan Ani Susilawati merupakan penulis produktif dengan jumlah artikel 5 judul berasal dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) Kementerin Pertanian. Disimpulkan bahwa dari 241 judul artikel, penulis laki – laki lebih dominan dibandingkan penulis perempuan, penulis berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan penulis individu, dan diketahui penulis paling produktif adalah perempuan berasal dari luar LIPI.ABSTRACTBerita Biologi Jurnal Ilmu–ilmu Hayati is the one of serial in biological field in Indonesia. Published since sixteen years ago no one studied about the author collaboration from this journal, therefore the descriptive method analysis conduct to this publication. The study aims to know: 1) A total of articles publish in this jurnals peride 2011-2016; 2) References used in these journal articles; 3) How many author and their sexs; 4) Author collaboration. Research results were; 1) A total of articles published in this journal were 241 titles; 2) References used by these articles were 21,48 title/article; 3) A total of 611 author consist of 319 men (52,21%) and 291 women ( 47,79%); 4) The means of degree of author collaboration was 0,78.  Ani Susilawati was the most  productive author with five articles and she came from  Center for Agricultural of Swamp Land. It was conluded that from a total of 241 articles, men more dominant in writing than  women, mostly articles wrote by collaboration than by individual. The most productive author was woman and she came not from LIPI.
Pengelolaan E-Conference dengan Aplikasi Open Conference System: Upaya Pengembangan Penerbitan Prosiding Online di Indonesia Wahid Nashihuddin; Dwi Ridho Aulianto
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v5i1a3

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui: (1) ketentuan umum penyelenggaraan konferensi dan penerbitan prosiding hasil konferensi; (2) jumlah prosiding ber-ISSN yang terbit di Indonesia; (3) upaya pengembangan penyelenggaraan e-conference dan penerbitan e-proceeding di Indonesia; dan (4) tahapan pengelolaan e-conference dengan OCS. Kajian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bersumber dari studi literatur dan praktik.  Hasil kajian ini, yaitu: (1) dalam pengelolaan prosiding, penyelenggara konferensi harus memperhatikan lingkup konferensi dan ketentuan penerbitan prosiding, baik untuk skala nasional maupun internasional; (2) jumlah penerbitan prosiding di Indonesia relatif masih rendah, terlihat pada jumlah terbitan prosiding ber-ISSN hanya sejumlah 997 prosiding dan dari jumlah tersebut hanya diketahui sekitar 63 prosiding yang sudah diterbitkan dalam versi online; (3) pemerintah dan penyelenggara konferensi perlu berupaya keras dan memiliki komitmen yang tinggi untuk menggalakan penyelenggaraan e-conference  dan penerbitan e-proceeding di Indonesia; dan (4) pengelolaan e-conference dengan OCS membutuhkan sumber daya organisasi yang memadai dan perencanaan yang matang agar menghasilkan publikasi yang berkualitas.ABSTRACTThis study aims to describe and determine: (1) the general provisions of the conference and the proceeding publication of conference resulting; (2) the number of proceedings had ISSN that published in Indonesia; (3) efforts to develop the conference holding and e-proceedings publication in Indonesia; and (4) the management steps of e-conference with OCS. This study was descriptive qualitative approach sourced from literature and practice. The results of this study: (1) in management of proceedings, the conference organizers have to see the conference scope and the provisions of proceedings publication, both for national and international scale; (2) the number of proceedings publishing in Indonesia was low relatively, there are seen in the publication number of ISSN proceedings only 997 proceedings and of that number known to about 63 proceedings only that have been published in the online version; (3) the government and the conference organizers have to work and have a commitment hardly to promote the e-conferencing holding and e-proceedings publishing in Indonesia; and (4) management of e-conference with OCS needs adequate organization resources and obvious planning in order to produce a qualified publication
Keterampilan Sosial Pustakawan dalam Memberikan Pelayanan Bermutu di Perpustakaan Machsun Rifauddin
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v5i1a9

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga pelayanan jasa informasi harus terus berkembang seiring dengan kebutuhan pemustaka yang semakin kompleks dan beragam. Perpustakaan sudah seharusnya dikelola oleh pustakawan yang memiliki keterampilan sosial khusus dalam memberikan pelayanan yang bermutu kepada pemustaka. Pelayanan yang bermutu menjadi tolak ukur kepuasan pemustaka. Artikel ini disusun berdasarkan kajian literatur yang diambil dari berbagai sumber rujukan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana menjadi pustakawan profesional yang terampil dalam memberikan pelayanan bermutu kepada pemustaka secara konseptual. Pelayanan bermutu dapat dilakukan dengan menyampaikan sifat positif, mengenali kebutuhan pelanggan, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan memastikan pemustaka kembali lagi atau merasa puas. Pustakawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan interpersonal yang ditunjukkan dengan berkomunikasi secara efektif kepada pemustaka.ABSTRACTLibrary information services as an institution should continue to evolve along with user needs of an increasingly complexs. The library was supposed to run by librarians who have specific social skills in providing quality service to user. Service quality became measure user satisfaction. This article based on the study of literature drawn from various reference sources. Purpose this article is to give an overview in general how to be professional librarians in providing quality service to user as conceptually. Quality service can do with be done with positive atitude , recognize customer needs, satisfy customer needs, and make sure user back again or feel satisfied. Librarians also are required to have interpersonal skills demonstrated by communicating effectively to the user. 

Page 10 of 32 | Total Record : 317