cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 2 (2019): December" : 7 Documents clear
Ritual Tahunan Masyarakat Hindu Tolotang di Perrinyameng Kelurahan Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Nasruddin Nasruddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual tahunan Bugis Tolotang Towani, di Perrinyameng Kabupaten Sidenreng Rappang adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Tolotang, melaksanakan salah satu ibadah yang dilasanakan sekali dalam setahun pada bulan Januari selain sebagai amanah yang telah disampaikan untuk mensiarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, juga sebagai ajang silaturrahmi, karena pada kesempatan seperti inilah orang-orang Bugis Tolotang Towani berkumpul yang berasal dari berbagai daerah, ada yang datang dari luar propinsi Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan, Sumatra dan Jakarta datang untuk bersilaturrahmi. Tuhan dalam Masyarakat Bugis Tolotang Towani menyebutnya Dēwata Sēuwaē (Tuhan Yang Maha Esa) dan juga bergelar Patotoe (Yang Menentukan Nasib Manusia). Dēwata Sēuwaē adalah penguasa tertinggi yang melebihi kekuasaan manusia, menciptakan alam dan isinya, dan merupakan tujuan penyembahan terakhir. Eksistensi Tuhan masyarakat Bugis Tolotang  pertama kali diterima oleh seorang yang bernama La Panaungi. Persembahan kepada Dēwata Sēuwaē dilakukan dengan berbagai cara, antara lain adanya yang disebut Molalaleng yang berarti menjalankan kewajiban kepada Dēwata Sēuwaē, yang meliputi: (1) Mappaēnrē Inanrē, mempersembahkan nasi atau makanan lengkap dengan lauk pauk dan disertai dengan daun sirih ke rumah Uwa. (2) Tudang Sipulung, duduk secara mengumpul atau duduk bersama melakukan ritual keagamaan dan memohon keselamatan kepada Dewata Seuwae. (3) Sipulung, berkumpul sekali setahun untuk melaksanakan ritus tertentu di pekuburan nenek moyang. Biasanya dilakukan sesudah panen sawah tadah hujan.  Nilai budaya yang ada pada ritual tahunan ini adalah nilai kejujuran yaitu jujur pada Dewata Seuwae, jujur pada sesama dan jujur pada diri sendiri. nilai sirik na passe (Kehormatan), nilai persatuan dan gotong royong.Ritual tahunan Bugis Tolotang Towani, di Perrinyameng Kabupaten Sidenreng Rappang adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Tolotang, melaksanakan salah satu ibadah yang dilasanakan sekali dalam setahun pada bulan Januari selain sebagai amanah yang telah disampaikan untuk mensiarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, juga sebagai ajang silaturrahmi, karena pada kesempatan seperti inilah orang-orang Bugis Tolotang Towani berkumpul yang berasal dari berbagai daerah, ada yang datang dari luar propinsi Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan, Sumatra dan Jakarta datang untuk bersilaturrahmi. Tuhan dalam Masyarakat Bugis Tolotang Towani menyebutnya Dēwata Sēuwaē (Tuhan Yang Maha Esa) dan juga bergelar Patotoe (Yang Menentukan Nasib Manusia). Dēwata Sēuwaē adalah penguasa tertinggi yang melebihi kekuasaan manusia, menciptakan alam dan isinya, dan merupakan tujuan penyembahan terakhir. Eksistensi Tuhan masyarakat Bugis Tolotang  pertama kali diterima oleh seorang yang bernama La Panaungi. Persembahan kepada Dēwata Sēuwaē dilakukan dengan berbagai cara, antara lain adanya yang disebut Molalaleng yang berarti menjalankan kewajiban kepada Dēwata Sēuwaē, yang meliputi: (1) Mappaēnrē Inanrē, mempersembahkan nasi atau makanan lengkap dengan lauk pauk dan disertai dengan daun sirih ke rumah Uwa. (2) Tudang Sipulung, duduk secara mengumpul atau duduk bersama melakukan ritual keagamaan dan memohon keselamatan kepada Dewata Seuwae. (3) Sipulung, berkumpul sekali setahun untuk melaksanakan ritus tertentu di pekuburan nenek moyang. Biasanya dilakukan sesudah panen sawah tadah hujan.  Nilai budaya yang ada pada ritual tahunan ini adalah nilai kejujuran yaitu jujur pada Dewata Seuwae, jujur pada sesama dan jujur pada diri sendiri. nilai sirik na passe (Kehormatan), nilai persatuan dan gotong royong.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (STUDI DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA MAKASSAR) Muhammad Irvan Hafid
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted and aims to: 1) To find out the Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower in the Legal Area of the City of Manpower of Makassar City; 2) To find out and analyze what factors are hampering the legal protection of workers in the Certain Time Work Agreement for the Legal Area of the City of Manpower Makassar. This type of research is empirical legal research that is legal research that examines the implementation or implementation of positive legal provisions (legislation) factually in any particular legal event that occurs in society. The legal material used consists of primary legal data and secondary legal data. Legal data collection techniques are collected through literature studies and field studies. Then the techniques to analyze with qualitative analysis techniques by sorting and selecting, classifying, and linking the realities that occur in the field with the problems studied, so as to provide a clear picture of what is happening in the field so that it comes to a conclusion. The results showed that: 1) Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 Year 2003 Regarding Employment in the Legal Area of the City of Makassar Employment Service is still not optimal, it can be seen from the number of cases of layoffs due to temporary employment contract in the contents of the work agreement are not explained about the type of work and the time of work even though the status of the worker / laborer is PKWT; 2) The inhibiting factors in the legal protection of workers in certain time work agreements are the legal areas of the Makassar City employment department that are related to regulations, in addition there are also constraints related to the making / or form of a specific time work agreement (PKWT), finally the constraints supervision.
Dinasti Abbasiyah (Kemajuan dalam Bidang Ilmu Agama, Filsafat, Pendidikan dan Sains) Susmihara Susmihara
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Abbasiyah berdiri setelah keruntuhan Dinasti Umawiyah. Keruntuhan dinasti tersebut disebabkan banyaknya konflik internal dan eksternal dari Dinasti Umawiyah, sehingga Dinasti Abbasiyah muncul sebagai kekuatan baru dalam perpolitikan umat Islam. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah berumur sekitar lima ratus tahun (750-1258 M / 132-656 H). Pada periode awal kekuasaannya memiliki otoritas politik yang sangat kuat dan kemudian mampu melahirkan sebuah kemajuan peradaban yang disebut-sebut sebagai era keemasan (the Golden Age). Dalam bidang ilmu agama, muncullah beberapa ulama dalam bidang hukum atau fikih dengan berbagai mazhab. Dan dalam bidang hadis ditemukan usaha-usaha untuk penelusuran dan penghimpunan hadis. Begitupula ilmu lainnya, seperti ilmu tafsir yang sudah berdiri sendiri. Dalam bidang sains dan tekhnologi, khususnya pada ilmukedokteran atau pengobatan telah berkembang cukup pesat, yang ditandai dengan berdirinya sekolah kedokteran tingkat tinggi. Dalam bidang filsafat, dari kajian ilmu filsafat itulah sehingga melahirkan ilmuwan Islam popular atau para filosof dan pemikirannya, dan pada bidang pendidikan, ditandai dengan kurikulum utamanya dipusatkan pada al-Qur’an dan hadis, sertaberbagai lembaga pendidikan telah terbangun, mulai dari mesjid yang juga dijadikan tempat pengajaran/pendidikan selain tempat ibadah. Juga dibangunnya lembaga-lembaga dalam bidang tertentu seperti Bait al-Hikmah.
PENGEMBANGAN KESADARAN MULTIKULTURAL PADA PEMBELAJARAN DI JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Studi Content Analysis Mata Kuliah Islam dan Multikulturalisme) Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Sejarah dan Kebudayaan telah melakukan pengembangan pembelajaran multikultura. Salah satu indikator, dicantumkannya mata kuliah Islam dan Multikulturalisme dalam kurikulum. Pada mata kuliah ini dibahas tema-tema yang berbasis multikultural dalam konteks identifikasi global, yaitu: globalisasi, gerakan radikalisme, pluralisme, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hubungan agama dan negara. Pengembangan kesadaran multikultural mahasiswa diimplementasikan melalui tahap: pertama, multicultural knowing, yaitu upaya mentransformasikan pengetahuan konsep-konsep multikulturalisme. Kedua, multicultural feeling, yaitu upaya menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pemahaman prinsif-prinsif multikulturalisme, terutama prinsif keterbukaan dan moderasi. Ketiga, multicultural action, yaitu upaya karakterisasi sikap mahasiswa dalam bentuk living in harmony, yaitu dapat hidup bersama dalam kerukunan dan kedamaian dengan tetap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan dengan sikap toleransi. Nilai-nilai multikultural yang diharapkan sebagai upaya pengembangan kesadaran multikultural adalah: pertama, terwujudnya nilai-nilai keanekaragaman, baik keanekaragaman suku, bangsa, dan budaya maupun keanekaragaman agama dan aliran keagamaan. Kedua, terwujudnya nilai perasaudaraan dalam hidup bersama, baik hidup bersama karena seagama dan sebangsa, maupun karena sesama manusia. Ketiga, terwujudnya nilai kedamaian dan keselamatan.
Genealogi Islam di Turki dan Kaitannya dengan Perkembangan Bahasa Arab Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Turki is considered as superpower state because of its strong military and strategic region. Turki has  very strong army which was so called Jenisseri corps that always keep its territory. Beside militery, Turki is a state with large number of moslem population in the world. Therefore Islam is a very important element in Turki, because most people of Turki are moslems. After Turki Usmani Kingdom was distructed, it was then ruled by Mustafa Kemal Attaturk who made the West as his state reference. Turki was then changed to be secular. However, Turki has significant roles in spreading Islam due to its large region from Asia, Africa to Europe. It makes Turki become plural state with multi-etnics, race, cultures even religion.  Relating to Arabic Development, Turki didn’t pay much attention to it, even it was deleted in Turkish school. Turki prefered to be called Western community to Arabian community.
KEPEMIMPINAN USMAN BIN AFFAN (Kebijakan dan Tantangan) M Dahlan M
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usman bin Affan adalah salah satu tokoh terkemuka umat Islam yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan peradaban Islam. Pelaksanaan kepemerintahan khalifah Usman bin Affan menuai hasil yang sangat banyak diantaranya perluasan wilayah dengan menguasai Kabul, Gaznah, balk, dan Turkistan bagian timur, selanjutnya sebagian wilayah Hurasan, Asia kecil ke Tripoli dan Afrika Utara, dan paling utama adalah pengumpulan al Quran dalam bentuk mushaf yang masih terjaga sampai saat ini. Bentuk tantangan atau perlawanan yang dihadapi Usman bin Affan adalah tuduhan nepotisme diseparuh perjalanan kekhilafaannya dengan membagi harta zakat kepada keluarga lebih besar dari rakyatnya yang lain, mengangkat lima gubernur dari keluarga Utsman sendiri, tuduhan ketidakadilan atas kedzaliman yang dilakukan keluarganya sebagaimana yang dilakukan Abdullan bin Abi Sarah kepada rakyat Mesir yang menjadi titik balik pemberontakan hingga pembunuhan Usman bin Affan ra. 
FATHUL MAKKAH (Keteguhan Nabi Muhammad saw. Menjalankan Perjanjian) Salmah Intan
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab langsung fathul Makkah adalah pelanggaran yang dilakukan kaum Quraisy Makkah atas perjanjian Hudaibiyah. Mereka melanggar salah satu poin perjanjian tersebut yaitu gencatan senjata selama sepuluh tahun. Kabilah Bani Bakr merupakan sekutu Quraisy Makkah melakukan penyerangan ke Kabilah Khuza’ah yang merupakan sekutu kaum muslimin dan Kaum Quraisy Makkah terlibat dalam penyerangan tersebut. Kaum Quraisy membantu Kabilah Bani Bakr dengan senjata dan personel dalam menyerang Kabilah Khuza’ah. Penyerangan tersebut memaksa Kabilah Khuza’ah menyelamatkan diri ke tanah Haram dan penyerangan itu juga menimbulkan korban dari kabilah Khuza’ah. Atas dasar pelanggaran salah satu poin perjanjian Hudaibiyah tersebut, Nabi Muhammad saw. menghimpun pasukan yang berjumlah sepuluh ribu menuju Makkah sebagai respon atas hal tersebut dan Nabi Muhammad saw memasuki kota Makkah dengan kemenangan tanpa ada perlawanan berarti. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7