cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 1 (2022): June" : 6 Documents clear
Spirituality in Millenial Community Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.25749

Abstract

Milenial adalah sebuah komunitas atau masyarakat yang hidup di abad digital, yaitu sebuah era dimana peran-peran manusia perlahan namun pasti digantikan oleh peran-peran mesin. Gelombang modernitas di era informasi teknologi yang sangat terbuka mewarnai kehidupan komunitas milenial. Kemajuan teknologi dinikmati sedemikian rupa, namun di sisi lain dampak yang ditimbulkannya memberikan efek turbulence pada mentalitas masyarakat millennial. Jadilah mereka sebagai komunitas yang merasa terhempas dan sunyi dalam keramaian dan merasa teralienasi dalam glamuritas kehidupan modern. Tidak aneh anomali sosial sering mawarnai kehidupan. Ada anak membunuh orang tua, dan orang tua menghamili anaknya bahkan guru agama memperkosa santrinya. Semua ini merupakan akumulasi efek dari hadirnya abad digital yang dapat meruntuhkan mentalitas masyarakat millennial. Di sinilah pentingnya urban sufisme untuk menjadi media dan “rumah” bagi mereka yang merasa terhempas dalam badai dan sunami modernism Millennials are a community or society that lives in the digital age, which is an era where human roles are slowly but surely replaced by machine roles. The wave of modernity in the era of very open information technology colors the life of the millennial community. Technological progress is enjoyed in such a way, but on the other hand, the impact it causes has a turbulent effect on the mentality of the millennial community. Be them as a community that feels crushed and lonely in the crowd and feels alienated in the glamor of modern life. It is not strange that social anomalies often rise in life. There are children killing their parents, and parents impregnating their children and even religious teachers raping their students. All of this is an accumulation of effects from the presence of the digital age that can undermine the mentality of the millennial society. This is where the importance of urban Sufism to become a medium and a "home" for those who feel crushed in the storm and sunami of modernism.
Infaq dan Pengaturan Harta dalam Al-Qur`an (Analisis Tematik QS Al-Baqarah/2: 267 Muhammad Nur Abduh
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.27824

Abstract

Secara fitrawi, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari hubungannya dengan individu lain dalam masyarakat. Oleh karena itu, dubutuhkan suatu kersamaan yang tidak hanya sekadar menuntut hubungan take and give (mengambil dan menerima), melainkan lebih daripada itu, yakni memberi tanpa menunggu imbalan, inisiatif memberikan bantuan sssebelum diminta. Kebersamaan semacam inilah yang akan menumbuhkan kesadaran menyisihkan sebagian harta kekayaan kepada mereka yang membutuhkan, baik dalam bentuk zakat maupun sadaqah dan infaq Mengingat pentingnya kedudukan harta bagi manusia, maka tidak heran bahwa manusia amat bersungguh-sungguh menggunakan waktunya, tidak kenal lelah, berusaha memperoleh harta benda sebanyak-banyaknya. Namun pada sisi lain, Allah sebagai pemberi nikmat, menuntut untuk mempergunakannya dengan cara yang benar dengan menyisihkan atau membagi harta hasil usaha dan hasil bumi. Si kaya dituntut menyalurkan sebagian hartanya kepada si miskin atau yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tindakan tersebut dapat mempersempit kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin; mengantisispasi gejolak sosial; meminimalisir kemiskinan dan pengangguran. Sarana yang efektif untuk memulihkan kenyataan tersebut, salah satunya adalah infaq ملخص فطروي ، البشر مخلوقات اجتماعية لا يمكن فصلها عن العلاقات مع الأفراد الآخرين في المجتمع. لذلك فإنه يتطلب تضافرًا لا يتطلب فقط علاقة خذ واتخاذ ، بل أكثر من ذلك ، أي إعطاء دون انتظار المكافآت ، مبادرات لتقديم المساعدة قبل أن يطلب. إن هذا النوع من العمل الجماعي هو الذي من شأنه أن يعزز الوعي بتخصيص جزء من الثروة للمحتاجين ، سواء في شكل الزكاة أو الصدقة أو انفاك. بالنظر إلى أهمية موقع الملكية للبشر ، فليس من المستغرب أن يكون البشر جادون للغاية في استخدام وقتهم ، بلا هوادة ، في محاولة للحصول على أكبر قدر ممكن من الممتلكات. لكن من ناحية أخرى ، فإن الله ، باعتباره مانح السرور ، يطالب باستخدامه بالطريقة الصحيحة. الأغنياء مطالبون بتوزيع جزء من ثروتهم على الفقراء أو أولئك الذين يعيشون تحت خط الفقر. يمكن لمثل هذه الإجراءات تضييق الفجوة الاجتماعية بين الأغنياء والفقراء ؛ توقع الاضطرابات الاجتماعية ؛ تقليل الفقر والبطالة. وسيلة فعالة لاستعادة هذا الواقع ، أحدها
Al-Taraduf fi Surah al-Waqi'ah (Dirasah Tahliliyah Dilaliyah): (Dirasah Tahliliyah Dilaliyah) Marwah Limpo
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.28679

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul “al-Taradhuf fi surah al-Waqi’ah (Dirasah Tahliliyah Dilaliyah).” Penelitian ini menggunakan analisis semantik yang bertujuan untuk mencari dan menganalisa kata-kata di dalam surah al-Waqi’ah yang memiliki arti yang sama (sinonim). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kata yang bersinonim di dalam surah al-Waqi’ah dan juga bertujuan untuk mengetahui makna dari kata-kata yang bersinonim tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan semantik deskriptif. Adapun data primer yang digunakan yaitu kitab al-Qur’an. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mendengar, membaca, dan mengambil dari beberapa buku yang terkait dengan sinonim. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada 16 kata yang memiliki makna yang sama (sinonim) di dalam surah al-Waqi’ah. Penelitian ini bisa menjadi referensi bagi kita, terutama bagi para peneliti yang sedang mencari persamaan makna yang ada di dalam al-Qur’an. Kata-kata yang ada di dalam al-Qur’an memiliki persamaan makna, walaupun ada pebedaan dalam memhamai kalimat atau ayat-ayat dari kata-kata tersebut. Terdapat juga 21 kata sinonim di dalam surah al-Waqi’ah baik jenis kata itu berupa isim ataupun fi’il. Kata Kunci: Al-Taradhuf, Surah al-Waqi’ah, Dilalah. ملخّص أما موضوع هذا البحث فهو "الترادف في سورة الواقعة (دراسة تحليلية دلالية )" يتناول الترادف الوارد في سورة الواقعة. هذا البحث يمثل لونا من ألوان الدراسة الدلالية التى تهدف إلى تناول الكلمات التى لها ترادف المعنى من آيات في سورة الواقعة لتحليلها وشرحها. يهدف هذا البحث لمعرفة أنواع الكلمات التى لها ترادف المعنى في سورة الواقعة وأيضا لمعرفة المعاني المشتركة والمتباينة بين الكلمات المترادفة في سورة الواقعة. نوع البحث الذي طبقته الباحثة هو بحث مكتبي، وأما نوعه فهو بحث وصفي نوعي. حيث جمعت فيه الباحثة البيانات من خلال الاستماع أو القراءة والنقل من عدد من الكلمات التى لها ترادف المعنى من سورة الواقعة. ونتائج هذا البحث تشير إلى أنّ هناك ١٦ كلمة مترادفة في سورة الواقعة، وهذا البحث يزيدنا مرجعا ولاسيما تقويم الملاحظة (خاصة للباحثين عن المترادفات في القرآن الكريم)، فإن الكلمات الواردة في آيات القرآن الكريم لها ترادف المعنى ولو كانت مختلفة عن مفهوم الجملة أو الآيات من تلك الكلمات. وأيضا هناك 21 كلمة مترادفة في سورة الواقعة، وهي حيث النوع تكون من اسم ومن فعل. كلمة مرشدة: الترادف، سورة الواقعة، علم الدلالة
Konfrontasi Islam Ideologis Versi Abdul Qahhar Muzakkar dengan Komunis di Desa Tompo Bulu Abdulkahar; Syamzan Syukur; Hasaruddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.28900

Abstract

Abdul Qahhar Mudzakkar merupakan salah satu tokoh yang kini menjadi simbol perjuangan bagi sebagian masyarakat di Sulawesi Selatan. Perjuangannya dalam menyuarakan hak-hak para gerilyawan memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat local yang berjuang saat itu. Tidak hanya itu, Qahhar juga menjadi ikon perjuangan bagi para tokoh agama dalam memperjuangkan syariat Islam. Konflik di tubuh militer dianggap sebagai dasar pemberontakan Qahhar bersama para pasukannya. Padahal jika kita menelaah dari perspektif lain, perjuangan Qahhar tidaklah dilatarbelakangi oleh motif politik; melainkan motif agama. Hal tersebut dapat kita lihat dari berbagai macam rekonsiliasi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pemerintahan namun tak satupun yang berhasil. Ditambah lagi, surat-surat yang ditulis oleh Qahhar benar-benar menampakkan penolakannya terhadap komunis yang telah mendapat ruang khusus di negeri ini. Hal serupa dapat kita lihat di desa Tompo Bulu yang menjadi salah satu markas berkumpulnya para gerilyawan. Saat itu, ketika PKI datang untuk mencari dukungan, masyarakat lokal menolak dengan alasan PKI-nya. Artinya, masyarakat di pedalaman telah teredukasi sehingga mereka menolak apapun yang berbau PKI dalam kehidupannya.
Kedatangan Islam di Dana Mbojo, Bima (TINJAUAN HISTORIS): Islam, Mbojo, Tinjauan Historis, Bima saidin hamzah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.29228

Abstract

This study aims to reconstruct the history of the early entry of Islam in Dana Mbojo (Bima). The research uses historical methods. To reveal historical facts, the research was conducted at Dana Mbojo (Bima) West Nusa Tenggara using several approaches: historical, anthropological and sociological approaches. Data collection was obtained through interviews, observation and documentation. The study also used library research through primary and secondary data. Primary data was obtained from BO' Sangaji Kai, documents and other authentic relics, while secondary data was obtained from books, journals, articles, theses and theses. The data that has been obtained is processed and analyzed in depth. The results showed that: The early history of the entry of Islam in Dana Mbojo (Bima) occurred in three stages, namely: 1) The occurrence of the first contact with traders from Demak. 2) Overseas carried out by indigenous traders to Ternate and Tidore. 3) The arrival of empathetic envoys from the kingdom of Gowa to the port of Sape and Islamizing the local community. The role of scholars and sultans in building the existence of Islam in Bima so that there are great historical relics such as the historic Temba Romba, La Kai Mosque in Kamina and ancient langgar in Malay village. The implication of this research is that there are many shortcomings, due to the lack of data that the authors get. The book BO' Sangaji Kai only describes in general the history of Bima and uses Malay. To address this, the data obtained through lisah sources (oral history). Temba Romba and the Kamina mosque are historical evidences of the presence of Islam in Bima. Therefore, it is hoped that the government's role in maintaining and caring for historical sites is for the benefit of the general public. Because a large area is an area that respects its ancestral heritage.
Melacak Jejak Islamisasi di Sidenreng Rappang Abad 17: Islamisasi, Sidenreng Rappang, Abad 17 Ahmadyani SPI
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.29425

Abstract

Islamization in the kingdom of Sidenreng, took place in the 17th century AD, where the king of Sidenreng who first accepted Islam officially was Addatuang Sidenreng La Patiroi Matinroe ri Massepe in 1018 Hijriyah 1607 AD. After Islam came and was accepted in the Sidenreng kingdom during the Addatuang Sidenreng La Patiroi Matinroe ri Massepe era, Islam officially became the official religion of the kingdom. Islamization in the kingdom of Sidenreng implies that Islam is a religion of peace. Islam entered and was accepted by the people of the Sidenreng kingdom in a peaceful manner which was carried out by Datuk ri Bandang on the recommendation of Sultan Alauddin of Gowa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6