cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 3 (2013)" : 9 Documents clear
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KOTA MAKASSAR Hamriah Hamriah
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6635

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana implementasi KTSP pada Madrasah Aliyah Negeri di Kota Makassar. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi KTSP pada Madrasah Alaiyah Negeri di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalag kualitatif dengan sampel dipilih secara purposive. Hal penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi KTSP pada MAN di Kota Makassar dapat dilihat dari 3 hal yaitu eksistensi KTSP pada MAN di kota Makassar apabila dilihat dari segi keberadaan dokumne KTSP baik dokumen I maupun II, semua MAN di Kota Makassar sudah memiliki dokumen KTSP, meskipun dokumen yang disusun tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman penyusunan KTSP dari BSNP. Keberadaan dokumen di madrasah masih mengadopsi contoh KTSP yang diperoleh dari hasil foto copy dengan sekedar mengubah bagian-bagian tertentu sehingga dokumen yang dimiliki masih pada batas pemenuhan kelengkapan administrasi madrasah.ABSTRACTThis research focuses on the existence of KTSP at State Islamic Senior High School (Madrasah Aliyah Negeri-MAN) in Makassar. The purpose of this research is to describe the implementation of KTSP at Madrasah Aliyah Negeri in Makassar. This is a qualitative research using purposive sampling method. The result shows that the level of KTSP implementation at MAN in Makassar may be described from three perspectives; by looking at the existence of KTSP at MAN in Makassar, both document I and II, it can be concluded that all of MANs in Makassar have KTSP documents, even though the documents are arranged and filled out without fully adopting and following the guidelines and procedures of KTSP from BSNP. The presence of the documents at MAN is basically adopting the examples of KTSP by merely changing certain parts. This shows that the existing documents of KTSP at MANs in Makassar are simply prepared to complete the administrative documents of MAN.  
FORMA MOBILITAS SOSIAL DALAM KAPITALISME PENDIDIKAN Fuad Ardlin
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6640

Abstract

Pendidikan merupakan lembaga kebudayaan di mana manusia belajar memahami diri dan masyarakatnya. Melalui ilmu pengetahuan dan proses pendidikan manusia mencapai taraf kesadaran diri. Saat ini, di era kapitalisme, pendidikan dan ilmu pengetahuan telah memaksa orang untuk hidup dalam perkembangan teknologi dan ilmu penge-tahuan. Kemudian, idea kapitalisme telah mempengaruhi tujuan ideal pendidikan dan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan tujuan akhir kapitalisme. Pendidikan adalah sarana mobilitas sosial, vertikal mau-pun horisontal. Dalam hal pendidikan, gerak sosial idealnya meng-arahkan masyarakat dari keadaan ketidaksadaran menuju kesadaran. Namun dalam kapitalisme pendidikan, komitmen tujuan lembaga pendidikan telah bergeser dan jauh menyimpang dari tujuan filosofisnya.ABSTRACTEducation is a cultural institution where human being learns how to understand him or her self. Through science and educational process people reach their self-consciousness. Nowadays, in the age of capitalism, education and science have forced people to live within the technological and science developments. Capitalism has forced education and science to realize their ultimate goal, which is to gain capital accumulation. Education can transform people into different social mobility, whether vertical or horizontal of social mobility. In this case, social mobility initially comes from unconsciousness to be consciousness. But then, it purpose commitment of education as institution have extended its resuscitation to human life becomes far swerve from its philosophical purposes.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA ANGKATAN 2009/2010 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Muzakkir Muzakkir
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6636

Abstract

Permasalahan yang menjadi titik tolak pembahsan dalam tulisan ini adalah: 1) bagaimana gambaran religiutas mahasiswa angkata 2009/2010 fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar?  2) bagaimana gambaran perilaku prososial mahasiswa angkatan 2009/2010 fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar? 3) apakah ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku prososial mahasiswa angkatan 2009/2010 fakultas tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar? penelitian ini adalah penelitian survei. Populasinya adalah seluruh mahasiswa angkatan 2009/2010 fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar berjumlah 432 orang. Mahasiswa tersebut tersebar pada 8 jurusan/prodi yang ada pada fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 194 orang. Sampling yang digunakan adalah proporsional cluster yakni pengambilan samel secara proporsional dari masing-masing jurusan/prodi. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara kebetulan (sampling insidental) dengan pertimbangan mahasiswa tidak selamanya bersamaan datang ke kampus pada saat penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sebagai instrumen utama, sedangkan pedoman wawancara dan panduan observasi sebagai instrumen pelengkap. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif untuk memperoleh gambaran persentase, nalai maksimum dan minimum, standar deviasi, nilai rata-rata, tabel frekuensi kemudian digambarkan dalam diagram. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis statistik infrensial dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas mahasiswa angkatan 2009/2010 fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dilihat dari aspek kognitif keberagamaan berada pada kategori sedang (38,66%) dan cenderung tinggi (28,87%), keterlibatan behavioral keberagamaan berada pada kategori tinggi bahkan sangat tinggi (54,44), keterlibatan konsekuensional atau aspek afektif keberagamaan 38,14 % atau berada paa kategori sedang cenderung tinggi. Adapun perilaku prososial mereka berada pada kategori sedang (40,72 %) cenderung tinggi (20,11 %).ABSTRACTSeveral questions need to answer in this article are: 1) how is the real picture of religiosity of students enrolled in 2009 at the Faculty of Tarbiyah and Teaching Science of UIN Alauddin Makassar? How is the description of pro-social behavior of the students enrolled in 2009 at this Faculty? Is there any relation between religiosity and pro-social behavior of students enrolled in 2009 at the Faculty of Tarbiyah and Teaching Science of UIN Alauddin Makassar? This research is basically a survey one. The research populations are all of 432 students enrolled in 2009 at the Faculty of Tarbiyah and Teaching Science of UIN Alauddin Makassar. All students under consideration are currently studying at eight different departments. 195 out of 432 students are selected as samples in this research. The sampling method applied is proportional cluster by which the samples are evenly and proportionally selected from each department. The method to select samples is incidental by considering that all students do not come and arrive at the university at the same time during the research period. The main research instrument is questionnaire, while interview and observation guides are treated as complementary instruments. This research applies descriptive analysis to gain percentage, maximum and minimum values, standard deviation, mean and frequency table, which is further presented in diagrams. To evaluate the hypothesis, this research applies inferential analysis using product moment. The research result shows that students’ religiosity enrolled in 2009 at the Faculty of Tarbiyah and Teaching Science of UIN Alauddin Makassar based on the cognitive aspect of their religiosity is at medium category (38.66%) and tends to increase (28.87%). The behavioral involvement of their religiosity is at high category and tends to get higher (54.44%). Their consequent involvement or affective aspect of their religiosity is at 38.14% or is categorized medium to high. Their pro-social behavior is categorized medium (40.72%) and tends to be high (20.11%).
LEMBAGA PEMAAFAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Umar al-Tamimi
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6641

Abstract

Artikel ini mengungkapkan tentang pentingnya lembaga pemaafan untuk menyelesaikan tindak pidana dalam konteks hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan multidisipliner yaitu dengan menggunakan beberpa pendekatan seperti sosiologi, filosofis dan hukum. Terdapat anggapan selama ini bahwa dalam suatu perkara atau kasus hukum, terutama pada kasus-kasus pidana, pilihan penyelesaian perkara melalui peradilan menjadi pilihan utama, karena itulah satu-satunya penyelesaian perkara yang dianggap legal di negeri ini, sehingga proses dan keputusan yang dimunculkannya sangat bersifat formal justice (keadilan formal). Namun demikian, salah satu alternatif penyelesaian perkara yang dianggap lebih mudah sehingga tidak memerlukan waktu yang panjang untuk selesainya sebuah perkara yaitu dibuatnya lembaga pemaafan. Lembaga pemaafan dapat menangani segala jenis jarimah dalam Islam, maka dapat dikatakan bahwa ditetapkannya lembaga pemaafan dalam sistem hukum pidana nasional menjadi sangat urgen, bukan saja karena lembaga ini diakui dalam hukum Islam, tetapi juga karena keberadaan lembaga pemaafan ini akan mengurangi masalah yang dihadapi oleh pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan kasus-kasus pidana yang terjadi. Untuk mewujudkan lembaga pemaafan ini harus dimanifetisikan melalui upaya memasukkan ke dalam rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang saat ini masih terus digodok di lembaga legislatif. Dengan masuknya lembaga pemaafan ini ke dalam KUHP yang baru, masalah-masalah yang dihadapi oleh peradilan pidana saat ini akan semakin berkurang.ABSTRACTThis article explores the significant role of “pardon institution” to resolve criminal cases from the context of Islamic law. This research applies multi-disciplined approaches, such as sociological, philosophical and legal ones. It has been long assumed that for a legal case, particularly the criminal case, finding a resolution through courts is the primary choice because courts are the only legal option in this country. This in turn shows that the process and the decision taken are so formal justice. Nevertheless, one of the easiest ways to resolve the case and does not need a longer period is through a “pardon institution.” This sort of institution may handle all kinds of jarimah in Islam. It can be said that establishing a pardon institution in our national system of criminal laws is extremely urgent. Not only is this institution acknowledged within Islamic laws, but also its presence will decrease difficulties among the parties involved in resolving the existing criminal cases. To initiate such an institution, there should be tireless efforts to include it in the draft book of criminal laws (RKUHP), which is still discussed at the legislative institution. With the inclusion of a pardon institution in the new book of criminal laws, any difficult problems emerged and faced by the criminal courts will be getting less and less. 
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI KOTA PALOPO TAHUN 2011-2012 Hasbi Hasbi
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) melakukan pemetaan terhadap mutu pendidikan menurut Standar Nasional Pendidikan di Kota Palopo. (2) menjelaskan faktor-faktor pendukung dan penghambat mutu pendidikan madrasah, (3) mengimplementasikan peningkatan mutu pendidikan madrasah dan upaya mengatasi penghambat berdasarkan sistem pendidikan nasional di Kota Palopo. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan pendekatan historis, sosiologis dan holistik-integratif, kemudian data dikumpulkan di lapangan dengan metode: observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mutu pendidikan madrasah di Kota Palopo sudah memenuhi standar nasional pendidikan yaitu: standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, peneglolaan, pembiayaan, dan enilaian pendidikan. (2) faktor pendukung pada MTsN Palopo yaitu potensi calon peserta didik, kurikulum dan jumlah tenaga pendidik dan faktor penghambat yaitu, kurikulum, faktor profrsionalisme tenaga pendiik, sarana prasarana, dan kurangnya minat belajar peserta didik. Adapun pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palopo, faktor pendukungnya adalah kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana. Adapun faktor penghambatnya adalah input peserta didik yang rendah kualitasnya dan faktor  pengelolaan yang harusditingkatkan. (3) implentasi peningkatan mutu pendidikan madrasah dan upaya mengatasi hambatannya pada MTsN dan MAN Palopo telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan.ABSTRACTThis research is aimed: (1) Doing mapping towards the education quality based on education National standard qt Palopo (2) explaining the supporting factors and hampering factors towards the quality of Islamic education (3) describing the implentation of the islamic education quality improvement and effors to solve the hampering factors based on national education system. Research methods used in this research are library research and field research method by using history, sociology and integrative holistic approaches. Then, the data were collected through obeservation, inteview, docomentation and triangulation. The findings of the research are: (1) the quality of Islamic High School in Palopo have fulfilled the requirement of education national standard, namely; content standard, process, graduate standards, teachers and staff, infrasutrcture, management, funding, and evaluation. (2) supporting factors for MTsN Palopo were potential of students candidate, while the hampering factors were: curriculum, teachers infrastucture and the low of students motivation in learning. In MAN Palopo, the supporting factor was curriculum, teachers and infrastucture. While the hampering factors were low quality of students candidate (raw input), and the school management should be improved. (3) the implementation of Islamic education quality improvement and the efforts to solve the problem from the hampering factors based on the national education system in Palopo. 
INTERAKSI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIETNIS Asrul Muslim
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6642

Abstract

Kehidupan manusia selalu dihadapkan pada berbagai fenomena pluralitas. Pluralitas warna kulit, pluralitas etnik, pluralitas agama, dan pluralitas bahasa. Dengan pluralitas tersebut sering menjadi pemicu terjadinya konflik. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, diperlukan berbagai macam akomodasi yang dapat mempertemukan perbedaan-perbedaan tersebut sehingga terjadi kesepahaman dan pengakuan akan eksistensi terhadap suatu budaya. Bentuk  interaksi Manusia dengan manusia yang lain dapat bentuk Asosiatif maupun Disosiatif. Beberapa permasalahan yang dapat menghasilkan bentuk interaksi sosial yang sifatnya asosiatif adalah, etnosentrisme, misunderstanding in value, streotip, dan prasangka.ABSTRACTThe life of human beings is always and naturally experiencing several phenomena of plurality, which may include the plurality of races, ethnics, religions and languages. Such a plurality has frequently caused or ignited any social conflict. To bridge the gaps needs accommodative efforts to find any solutions for the differences in order to mutually understand and to fully acknowledge the existence of the others. The forms of human interaction may be either associative or dissociative. Several issues, which may create a sort of associative interaction, are ethnocentrism, misunderstanding in value, stereotyping, and prejudice.  
PENGARUH PENDIDIKAN HUMANISTIK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN INSYA’ MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB STAIN WATAMPONE Nusyirwan Nusyirwan
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6638

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian mengenai salah satu pendekatan pendidikan yaitu pendekatan pendidikan humanistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendekatan pendidikan humanistik terhadap peningkatan kamanpuan insya’ mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Arab jurusan Tarbiyah STAIN Watampone. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian eksperimen yang terdiri atas kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan linguistik, pedagogis, humanistik, sosiologis, dan filosofis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberi perlakuan menggunakan pendidikan humanistik nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 130,56, sedangkan kelas kontrol adalah 130,44. Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata pretest dengan menggunakan uji statistik non-parametric dengan uji Mann Whitney pada SPSS 16, dapat disimpulkan bahwa kedua kelas memiliki kemanpuan yang sama dalam mengarang insya’. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan pendekatan pendidikan humanistik pada kelas eksperimen, maka nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 186,61, sedangkan kelas kontrol tanpa pendekatan humanistik nilai rata-rata 165,22. Adanya perbedaan nilai rata-rata antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen membuktikan bahwa adanya peningkatan secara signifikan kemanpuan insya’ mahasiswa kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pendidikan humanistik terhadap peningkatan kemanpuan insya’ kelas eksperimen.ABSTRACTThis article is a study on one of educational approaches that is humanistic educational approach. The purposes of this study are to analyze the influence of humanistic educational approach in improving the insya’ ability of the student of Arabic Language Education, Department of Tarbiyah, STAIN Watampone. This study is designed in the form of experiment research which involves a control class and an experimenttal class. The types of approach used are linguistic, pedagogical, humanistic, sociological and philosophical approach. The result of this study indicate that prior to being treated with a humanistic educational approach the everage value of the experimental class was 130,56, while the control class was 130,44. Based on the equation of two averages of pretest by using non-parametric statistical test and Mann-Whitney test in SPSS 16, it can be concluded that both classes have the same ability in writing (insya’i). After the classes were treated by using a humanistic educational approach, the everage value of the experimental class was 186.61, while the mean score of the control class without a humanistic approach was 165,22. The difference in the everage value of gain between experimental class and control class proves the existence of significat increase in insya’ ability experimental class student after treatment. This means that there ia siginificant influence of humanistic educational approach on the improvement of insya’  ability of the experimetal class.
PENDIDIKAN ISLAM MASA RASULULLAH SAW. Chaeruddin B
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.6639

Abstract

Sistem pendidikan Islam mengacu kepada nilai-nilai Islam. Fondasi pendidikan Islam terletak pada sikap atau pandangan terhadap hidup itu sendiri, dimana Islam menganggap hidup bukan suatu akhir dari segalanya tetapi alasan untuk mencapai tujuan-tujuan spritual setelah hidup. Pada zaman Rasulullah saw.,  pendidikan Islam dilaksanakan pada dua periode yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Periode Makkah sebagai fase awal pembinaan pendidikan Islam dan ber-pusat di Makkah, sedangkan periode Madinah sebagai fase lanjutan pembinaan pendidikan Islam dan sebagai pusat kegiatannya.ABSTRACTIslamic education system refers to the values of Islam. Islamic educational foundation located in attitude or outlook on life itself, which Islam considers life is not an end of all but ground to achieve spiritual goals after life. At the time of the Prophet, Islamic education implemented in two periods, Mecca period and Medina period. Mecca period as the initial construction phase of Islamic education and based in Makkah, and Madinah period as the center of Islamic learning and activities.
METODE PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM Rosmiaty Azis
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.7989

Abstract

Aspek-aspek yang perlu dalam pembentukan kepribadian Muslim adalah aspek kejasmanian, aspek kejiwan dan aspek kerohaniaan yang luhur dengan tenaga utamanya adalah budi pekerti yang baik. Aspek kejasmanian, yaitu aspek kepribadian muslim yang harus dibentuk melalui organ-organ anak dengan tenaga utamanya adalah otot agar anak mempunyai kemampuan jasmani dalam menempuh hidup ini. Aspek kejiawaan yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan sehingga anak-anak memiliki kemampuan dalam mengelola pembentukan kepribadian Muslim (memahami atau menghayati). Aspek kerohaniaan yang luhur yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan pada anak-anak sehingga dapat melakukan hubungan antara Tuhan dan sekaligus dapat melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dengan tenaga utama budi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9