cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011" : 16 Documents clear
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS MESIN PENYIANG (POWER WEEDER) PADI DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN ., Harnel; ., Buharman
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technical and Economic Study of Power Weeder Machine for Rice in Rainfed Field. Rice farming in rainfed field needed much labour, especially in terms of planting and weeding. Dependence of rainfall will cause labour for planting and weeding has become more limited because it must compete with other commodities. On the other hand, the increased availability of agricultural labour in rural areas is limited because it’s started to shift out of agriculture. Therefore, it’s needed a weeder machine to increase labour productivity and to benefit economically. Review of power weeder, held in Nagari Muaro Bodi, IV Nagari Sub district Sijunjung District which is location of Primatani of West Sumatra AIAT, whereas includes work capacity, slip percentage, efficiency, rotation’s speed, depth of equipment and tools of economic analysis. Power weeder cultivator obtained effective work capacity of 0.0377 ha/hour, theoretical work capacity of 0.0427 ha/hour, lost time during the weeding 15.72%, field efficiency of 88.37%, energy requirement of 0.223 HP, about 0.65% not weeded, and 0.37% of crop damage. Basic cost of weeding by power weeder amounted IDR 246,220,-/ha while the break event point is 10.1 ha/year. This cultivator can be developed in rainfed lowland, technically and economically.Dalam usahatani padi di lahan sawah tadah hujan cukup banyak membutuhkan tenaga kerja, terutama dalam hal penanaman dan penyiangan. Ketergantungan akan curah hujan menyebabkan tenaga kerja untuk tanam dan penyiangan padi semakin terbatas karena harus bersaing dengan komoditas lain. Di sisi lain, ketersedian tenaga kerja pertanian di pedesaan mulai terbatas karena bergeser ke luar sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alat penyiang padi sawah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan efisiensi biaya. Kajian teknis dan ekonomis dimaksudkan untuk menilai kinerja alat dan mesin tersebut dan kemampuan secara ekonomi untuk meperoleh keuntungan. Kajian dari mesin penyiang (power weeder), dilaksanakan di Nagari Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung yang merupakan lokasi Prima Tani Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat, yang meliputi kapasitas kerja, persentase slip, efisiensi, kecepatan putaran, kedalaman alat dan analisis ekonomi alat. Kinerja dari mesin penyiang power weeder diperoleh kapasitas kerja efektif sebesar 0,0377 ha/jam, kapasitas kerja teoritis 0,0427 ha/jam, kehilangan waktu selama penyiangan 15,72%, efisiensi lapang 88,37%, tenaga yang dibutuhkan 0,223 HP, persentase gulma yang tidak tersiang 0,65% dan persentase kerusakan tanaman 0,37 %. Biaya pokok penyiangan dengan menggunakan mesin penyiang power weeder adalah sebesar Rp.246.220/ha. Sedangkan titik impas (break event point) untuk mesin penyiang power weeder adalah 10,1 ha/th. Secara teknis dan ekonomis mesin penyiang ini dapat dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan.
KAJIAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN PADI SAWAH DI PINRANG SULAWESI SELATAN ., Arafah
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study on Utilization of Organic Fertilizer in Paddy Rice Field Plant in Pinrang South Sulawesi. Study concerned in exploiting of organic fertilizer at rice crop to know organic fertilizer affectivity and efficiency at lowland rice in Marannu Village, Mattirobulu District, Pinrang South Sulawesi. Study started in May to September 2005 had executed at irrigation rice field farm property of farmer with treatment formation: (1) Manure, (2) Straw compost and (3) Treatment of farmer. The study showed that the highest grain yield was obtained at higher straw compost treatment of 800 kg/ha (11.11%) compared with the pattern of the farmers, and 640 kg/ha (8.69%) compared with manure treatment. Level of benefits obtained in the treatment of hay is higher IDR 580,600,- (7.42%) compared with the treatment of farmers and IDR 1,582,480,- (23.19%) compared with manure treatment.Telah dilakukan kajian tentang pemanfaatan kompos pupuk organik pada tanaman padi sawah dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas pupuk organik pada tanaman padi sawah di Desa Marannu, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dimulai pada bulan Mei sampai dengan September 2005. Kajian dilaksanakan pada lahan sawah irigasi milik petani dengan susunan perlakuan: (1) pupuk kandang, (2) kompos jerami, dan (3) pola petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa hasil gabah tertinggi diperoleh pada perlakuan kompos jerami lebih tinggi 800 kg/ha (11,11%) dibanding dengan pola petani dan 640 kg/ha (8,69%) bila dibanding dengan perlakuan pupuk kandang. Tingkat keuntungan yang diperoleh pada perlakuan jerami lebih tinggi Rp.580.600 (7,42%) dibanding dengan perlakuan petani dan Rp.1.582.480 (23,19%) dibanding dengan perlakuan pupuk kandang.
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI USAHATANI MINAPADI-AZOLLA DENGAN PEMANFAATAN BIOMASS DI LAHAN SAWAH IRIGASI Setyorini, Dwi; Hardini, Dini; Arifin, Zaenal
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assessments on Technology Package of Paddy-Cum-Fish-Azolla Culture Using Biomass in Irrigation Land: To maintain or increase agricultural production of environmentally friendly technologies needed in efforts to manage natural resources effectively and efficiently in terms of ecology and economics. The aim of this study is to obtain a farming package of mina rice farm-azolla appropriate in irrigated land. Assessment carried out in Mojosari, in April to October 2000. Randomized block design with 4 replications was used as the experimental design. The treatment consisted of a package of technology of mina rice: A = mina rice technology package, B =mina rice-azolla technology package and C = mina rice-azolla with row planting. The assessment indicated that, mina rice should use azolla to add fertilizer N and to get harvesting higher from the tile. While the growth of nila fish will be faster if done using row planting “Legowo System”. Analysis showed that production of rice and fish is higher due to mina rice-azolla with row planting, however, the highest return is on mina rice-azolla using tile cultivation system which R/C is 1.68.Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi pertanian yang ramah lingkungan diperlukan teknologi dalam upaya pengelolaan sumberdaya alam secara efektif dari segi ekologi dan efisien dari segi ekonomi. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mendapatkan paket usahatani minapadi-azolla yang sesuai di lahan sawah irigasi. Pengkajian dilakukan di Mojosari, pada April sampai dengan Oktober 2000. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari paket teknologi minapadi: A=paket teknologi minapadi, B=paket teknologi minapadi-azolla, dan C=paket teknologi minapadi-azolla jajar legowo. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa usahatani minapadi di lokasi kajian sebaiknya menggunakan azolla untuk menambah pupuk N dan untuk mendapatkan hasil ubinan yang lebih tinggi. Sedangkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat bila usahatani minapadi dilakukan dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Analisis usahatani minapadi-azolla jajar legowo menghasilkan produksi padi dan ikan lebih tinggi, tetapi keuntungan tertinggi dihasilkan pada usahatani minapadi-azolla dengan sistem tanam tegel dengan R/C 1,68.
KAJIAN ADOPSI PENERAPAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK KASCING DI DAERAH SENTRA PRODUKSI SAYURAN KABUPATEN TABANAN ., Suharyanto; Kariada, I Ketut
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adoption Analysis on The Application of Organic Casting Fertilizer at Area of Vegetables Production Centre in Tabanan District. Adoption of organic casting fertilizer technology applied at upland vegetables centre in Baturiti District of Tabanan Bali has been evaluated. The aim was to reduce the intensive use of chemical fertilizers where research on integration of crops and livestock farming systems was implemented since 2002 until 2005. Data was collected by survey in March to June 2004 whereas 35 farmer cooperators were involved. Types of data collected were characteristics of farmers, farmers intends to adoption, technology application, and crops production. This research was purposed to gain information on the adoption of organic casting technology and the impact of research activities on vegetables production.The data was analyzed using descriptive analysis in the form of quatitative and qualitative data by scoring techniques. Research result showed that average knowledge of farmers on innovation of organic casting fertilizer was very high (86.64%), and farmers attitude to technology innovation was classified agree with percentage score of 82.44%. Productivity of vegetables increases compared to manure application. For the sustainability adoption of organic casting fertilizer, therefore required: (1) increasing the ownership of cattle, (2) continued guidance by extension workers since preparation, harvest until products marketing, (3) existing guaranty, stable and good price due to organic products, (4) the existing of awareness and participation of farmers or farmers group, and (5) supporting from local Government.Kajian adopsi penerapan teknologi pupuk organik kascing di daerah sentra produksi sayuran ini merupakan evaluasi dari kegiatan pengkajian sistem usahatani integrasi ternak sapi potong pada usahatani sayuran di lahan kering dataran tinggi beriklim basah Kabupaten Tabanan tahun 2001-2003.Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pada bulan Maret-Juni 2004 terhadap 35 petani responden. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik petani, perilaku petani terhadap adopsi, penerapan teknologi, serta produktivitas tanaman. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh informasi: tingkat adopsi teknologi pupuk organik kascing dan dampak kegiatan pengkajian integrasi ternak sapi potong pada usahatani sayuran terhadap produktivitas sayuran. Data dianalisis secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif dengan teknik skoring. Hasil kajian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani tentang inovasi pupuk organik kascing termasuk dalam kategori sangat tinggi 86,64%, sedangkan sikap petani terhadap inovasi teknologi pupuk organik kascing termasuk dalam kategori setuju, dengan persentase pencapaian skor 82,44%. Produktivitas beberapa komoditas sayuran juga meningkat dibandingkan dengan pupuk kandang biasa. Agar adopsi teknologi pupuk organik kascing dapat berlanjut, maka diperlukan : (1) meningkatkan jumlah kepemilikan ternak sapi, (2) bimbingan oleh petugas terus-menerus, sejak persiapan, panen hingga pemasaran hasil, (3) adanya jaminan harga yang layak dan stabil mengingat produk yang dihasilkan petani dilokasi pengkajian sudah mengarah pada produk pertanian organik, (4) kesadaran dan partisipasi petani sendiri, serta (5) dukungan pemerintah daerah.
RISET AKSI PARTISIPATIF TEKNOLOGI PENGGUNAAN BIBIT KENTANG BERMUTU DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA Simatupang, Sortha
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Participatory action research by using high quality of potato seed was implemented by puposively in Partibi Lama, Sub District Merek, Karo District, North Sumatera in 2008. The objective is to facilitate of Partibi Lama’s farmers activities to do participatory action research by using high quality of potato seed to develop collaborative net working among groups and outsiders. It was used participatory approarch. It started with Farming System Analysis (FSA) in order to identify the main crop, farmer’s technology, and the constraints. Participatory action research for potato crop is one of the farmer priority. The base problem was low productivity cause of lack quality of potato seed. Farmer cooperator was selected by some criteria. Participatory action research based on colaborative the depth knowledge of researcher and farmer experience and economy capacity. Results of participatory action research indicated that yield was higher 8 t/ha than conventional seed and farmer got more benefit, Rp.40 million/ha. Participatory action research was successed to prove the benefit of the innovation. The impact there were three farmers group planned and done to produced potato seed by themselves. They made comparative study, training with used learning by doing method by using their own budget. Kegiatan riset aksi partispatif penggunaan bibit kentang bermutu dipilih secara sengaja di Desa Partibi Lama, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada tahun 2008. Tujuan kegiatan ialah untuk memfasilitasi masyarakat tani Desa Partibi Lama, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dalam melakukan riset aksi partisipatif penggunaan bibit kentang bermutu dalam mewujudkan jejaring kerjasama kelompok dengan pihak luar yang terkait. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif. Kegiatan Farming System Analysis (FSA) mengawali kegiatan ini, guna mengidentifikasi komoditas utama yang ditangani, keragaan teknologi dan permasalahan yang muncul. Riset aksi partispatif pada tanaman kentang muncul dengan pokok masalah produktivitas rendah, yang disebabkan sulit tersedianya bibit bermutu. Petani kooperator yang dipilih mempunyai kriteria sendiri. Pelaksanaan di lapang bertumpu pada penggabungan tingkat pengetahuan peneliti dan pengalaman serta kemampuan ekonomi petani. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produksi kentang G4 lebih tinggi 8 t/ha dari penggunaan bibit konvensional, dengan nilai tambah berkisar Rp.40 juta/ha. Riset aksi partisipatif berhasil membuktikan keunggulan dan manfaat inovasi. Akibatnya ialah tiga kelompok tani lainnya merencanakan dan melaksanakan usaha produksi bibit kentang bermutu dengan biaya sendiri. Studi banding, pelatihan dengan metoda learning by doing yang diminta petani dibiayai oleh petani sendiri.
FAKTOR PENENTU PRODUKTIVITAS KEDELAI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, PROVINSI JAMBI Jamal, Husni; ., Jumakir
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determinants for Soybean Productivity in Tidal Land of Tanjung Jabung, Timur District, Jambi Province. This study aims to identify the determinants of the soybean productivity grown on tidal land in a soybean production centre of Jambi Province. The data were collected through a survey on 60 respondents on Kelurahan Bandar Jaya and Desa Marga Mulya in the planting season of the year 2009. The data were analyzed using multiple regression models. The result showed that the variable application of technologies that have real significance (α = 0,05) to explain soybean productivity (Y) is the use of recommended seed variety (X1), the use of fertilizer (X3), and the use of manure (X4) with the regression equation Y = - 772 + 131 X1+ 110X3 + 77X4. This equation resulted in determination coefficient (R2) = 0,487. Social economic factors which have real significance (α = 0,05) in explaining the level of technology implementation (Y) is farmer’s knowledge (X1), plantation area of soybean (X3), availability of production materials (X4) and participation in the PTT activities of the year 2008 (D2) with the regression equation Y = 0,47 + 0,64X1 - 0,48X3 + 0,33X4 + 0,60D2.  This regression equation resulted in determination coefficient (R2) = 0,664. Concluded that the use of recommended seed varieties is the most dominant determinant factor in the effort to increase soybean productivity and increased farmers’ knowledge as a key factor in the application of cultivation technology of soybean in the research location. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu terhadap produktivitas kedelai yang ditanam di lahan pasang surut di salah satu sentra produksi kedelai Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui survey terhadap 60 petani responden di Kelurahan Bandar Jaya dan Desa Marga Mulya pada musim tanam tahun 2009. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah penerapan teknologi yang memiliki keberartian nyata (α= 0,05) untuk menjelaskan produktivitas kedelai (Y) adalah penggunaan varietas anjuran (X1), pemupukan (X3), dan penggunaan pupuk kandang (X4) dengan persamaan regresi Y = - 772 + 131 X1+ 110X3 + 77X4. Persamaan regresi dari ketiga peubah ini menghasilkan koefisien determinasi (R2) = 0,487. Faktor sosial ekonomi yang memiliki keberartian nyata (α= 0,05) dalam menjelaskan tingkat penerapan teknologi (Y) adalah tingkat pengetahuan petani (X1), luas areal pertanaman (X3), ketersediaan sarana produksi (X4), dan keikutsertaan dalam kegiatan PTT tahun 2008 (D2) dengan persamaan regresi Y= 0,47 + 0,64X1 - 0,48X3 + 0,33X4 + 0,60D2. Persamaan regresi dari keempat peubah ini menghasilkan koefisien determinasi (R2) = 0,664. Disimpulkan bahwa penggunaan varietas benih anjuran merupakan faktor penentu yang paling dominan dalam upaya peningkatan produktivitas kedelai serta peningkatan pengetahuan petani sebagai faktor penentu dalam penerapan teknologi budidaya kedelai di lokasi penelitian.
KAJIAN ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL PADI GOGO PADA LAHAN KERING DATARAN RENDAH DI KABUPATEN GARUT Sujitno, Endjang; Fahmi, Taemi; Teddy, Sumarno
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of upland rice is one of the answers in increasing rice production, but the productivity of upland rice in Indonesia is still very low. One reason is the low use of improved varieties. But of the many varieties of upland rice varieties are not all suitable to be developed in a region. To find suitable varieties are developed in a region need to be a study of the introduction of varieties to obtain location-specific adaptive varieties. Assessments conducted in Jatiwangi Village Pakenjeng Sub District Garut District, during the rainy season 2007/2008. Assessment using a randomized block design with upland rice varieties as treatments, varieties used are Situ patenggang, Situ Bagendit, Limboto, Towuti, Stone Tegi and local varieties (Denok) as a comparison, each variety was repeated 4 times. To determine the feasibility of technology to analyze revenue and cost balance (B / C), while for measuring the level of technological excellence applied to farmers to use marginal benefit cost ratio analysis (MBCR). The results showed that the varieties Situ Bagendit generate the highest production (4.5 t/ha). The result of the financial analysis shows Situ Bagendit varieties provide the highest profits with a gross value of B/C 2.04, and the marginal value of B/C at 3.75. Based on the farmerspreferences Situ Patenggang and Situ Bagendit varieties liked enough compared with other varieties.Pengembangan padi gogo merupakan salah satu jawaban dalam meningkatkan produksi padi, tetapi produktivitas padi gogo di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya penggunaan varietas unggul. Namun dari sekian banyak varietas unggul padi gogo tidak semua varietas cocok untuk dikembangkan di suatu wilayah. Untuk mengetahui varietas yang cocok dikembangkan di suatu wilayah perlu suatu kajian introduksi varietas untuk memperoleh varietas adaptif spesifik lokasi. Pengkajian dilaksanakan di Desa Jatiwangi Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut, pada musim hujan 2007/2008. Pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok dengan varietas padi gogo sebagai perlakuan, varietas yang digunakan adalah Situ patenggang, Situ Bagendit, Limboto, Towuti, Batu Tegi dan varietas lokal (Denok) sebagai pembanding, masing-masing varietas diulang sebanyak 4 kali. Untuk menentukan tingkat kelayakan teknologi dilakukan analisis imbangan penerimaan dan biaya (B/C), sedangkan untuk mengukur tingkat keunggulan dari teknologi yang diterapkan petani digunakan analisis marginal benefit cost ratio (MBCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Situ Bagendit menghasilkan produksi paling tinggi (4,5 t/ha). Hasil analisis finansial menunjukkan varietas Situ Bagendit memberikan keuntungan paling tinggi dengan nilai gross B/C 2,04, serta nilai marginal B/C sebesar 3,75. Berdasarkan preferensi petani varietas Situ Patenggang dan Situ Bagendit cukup disenangi dibanding dengan varietas lain.
KAJIAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, SULAWESI UTARA Mantau, Zulkifli
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of Income Distribution of Corn Farmers in Bolaang Mongondow District, North Sulawesi. The objectives of the study were: 1). To study the income distribution pattern in Poigar, Bolaang, Bolaang Timur, Lolayan and Lolak Districts of Bolaang Mongondow regency, and 2). To obtain the Gini ratio database of household incomes in those five districts. The study was conducted at five districts of Bolaang Mongondow Rregency, Poigar, Bolaang, Bolaang Timur, Lolak and Lolayan District. The study used Gini Ratio analysis (Gini Coefficient) and Lorenz curve to measure the equality income (income distribution) among farmers and villages in district. It also used the financial analysis of maize farming to gain the net income and eligibility of the effort. The education level of respondent was 49% passing elementary school, influencing their farming to support the prosperity of farmer’s household. This correlated with income level and its distribution among farmers in the district. By the Gini Ratio Analysis it showed that Evenness lower income levels had occurred in three districts namely East Bolaang, Lolayan and Lolak with the value of the Gini Ratio between 0.4 – 0.5 (> 0.3). While in two other districts (Poigar and Bolaang) indicated the level of evenness was high enough, which income 0.252 and 0.266 (<0.3), respectively. Based on the financial analysis, it was found that net profit was Rp.1,692,554/ year with R/C was 1.23 (considerably feasible).Key words : Gini ratio, income distribution, financial analysis, maize farmingTujuan pengkajian ini adalah untuk: 1) Mengetahui pola distribusi pendapatan di Kecamatan Poigar, Bolaang, Bolaang Timur, Lolayan dan Lolak  Kab. Bolaang Mongondow, dan 2). Memperoleh basis data Indeks Gini pendapatan rumah tangga tani pada lima kecamatan tersebut. Pengkajian ini mengambil lokasi pada lima kecamatan di Kab. Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Kecamatan Poigar, Bolaang, Bolaang Timur, Lolak dan Lolayan. Untuk mengukur tingkat pemerataan pendapatan (distribusi pendapatan) antar individu dan antar desa per kecamatan, menggunakan analisis Gini Ratio (koefisien Gini) dan Kurva Lorenz. Selain itu dilakukan pula analisis finansial usahatani jagung untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung serta kelayakan usahataninya. Tingkat pendidikan responden yang sebagian besar hanya lulus SD (49%) mempengaruhi pemilihan alternatif usaha untuk menunjang tingkat kesejahteraan rumah tangga tani. Hal ini berhubungan erat dengan tingkat pendapatan dan distribusi pendapatan antar individu per kecamatan. Dari hasil perhitungan Gini Ratio diperoleh tingkat kemerataan pendapatan yang rendah terjadi di tiga kecamatan yaitu Bolaang Timur, Lolayan dan Lolak dengan nilai Gini Ratio antara 0,4–0,5 (> 0,3). Sedangkan pada dua kecamatan lainnya (Poigar dan Bolaang) diindikasikan tingkat kemerataan pendapatan yang cukup tinggi yaitu masing-masing 0,252 dan 0,266 (< 0,3). Dari hasil analisis finansial usahatani jagung diperoleh pendapatan bersih (net profit) per tahunnya sebesar Rp.1.692.554 dengan nilai R/C sebesar 1,23 (dikategorikan layak).
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS MESIN PENYIANG (POWER WEEDER) PADI DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Harnel .; Buharman .
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n1.2011.p%p

Abstract

Technical and Economic Study of Power Weeder Machine for Rice in Rainfed Field. Rice farming in rainfed field needed much labour, especially in terms of planting and weeding. Dependence of rainfall will cause labour for planting and weeding has become more limited because it must compete with other commodities. On the other hand, the increased availability of agricultural labour in rural areas is limited because it’s started to shift out of agriculture. Therefore, it’s needed a weeder machine to increase labour productivity and to benefit economically. Review of power weeder, held in Nagari Muaro Bodi, IV Nagari Sub district Sijunjung District which is location of Primatani of West Sumatra AIAT, whereas includes work capacity, slip percentage, efficiency, rotation’s speed, depth of equipment and tools of economic analysis. Power weeder cultivator obtained effective work capacity of 0.0377 ha/hour, theoretical work capacity of 0.0427 ha/hour, lost time during the weeding 15.72%, field efficiency of 88.37%, energy requirement of 0.223 HP, about 0.65% not weeded, and 0.37% of crop damage. Basic cost of weeding by power weeder amounted IDR 246,220,-/ha while the break event point is 10.1 ha/year. This cultivator can be developed in rainfed lowland, technically and economically.Dalam usahatani padi di lahan sawah tadah hujan cukup banyak membutuhkan tenaga kerja, terutama dalam hal penanaman dan penyiangan. Ketergantungan akan curah hujan menyebabkan tenaga kerja untuk tanam dan penyiangan padi semakin terbatas karena harus bersaing dengan komoditas lain. Di sisi lain, ketersedian tenaga kerja pertanian di pedesaan mulai terbatas karena bergeser ke luar sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alat penyiang padi sawah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan efisiensi biaya. Kajian teknis dan ekonomis dimaksudkan untuk menilai kinerja alat dan mesin tersebut dan kemampuan secara ekonomi untuk meperoleh keuntungan. Kajian dari mesin penyiang (power weeder), dilaksanakan di Nagari Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung yang merupakan lokasi Prima Tani Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat, yang meliputi kapasitas kerja, persentase slip, efisiensi, kecepatan putaran, kedalaman alat dan analisis ekonomi alat. Kinerja dari mesin penyiang power weeder diperoleh kapasitas kerja efektif sebesar 0,0377 ha/jam, kapasitas kerja teoritis 0,0427 ha/jam, kehilangan waktu selama penyiangan 15,72%, efisiensi lapang 88,37%, tenaga yang dibutuhkan 0,223 HP, persentase gulma yang tidak tersiang 0,65% dan persentase kerusakan tanaman 0,37 %. Biaya pokok penyiangan dengan menggunakan mesin penyiang power weeder adalah sebesar Rp.246.220/ha. Sedangkan titik impas (break event point) untuk mesin penyiang power weeder adalah 10,1 ha/th. Secara teknis dan ekonomis mesin penyiang ini dapat dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan.
FAKTOR PENENTU PRODUKTIVITAS KEDELAI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, PROVINSI JAMBI Husni Jamal; Jumakir .
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n1.2011.p%p

Abstract

Determinants for Soybean Productivity in Tidal Land of Tanjung Jabung, Timur District, Jambi Province. This study aims to identify the determinants of the soybean productivity grown on tidal land in a soybean production centre of Jambi Province. The data were collected through a survey on 60 respondents on Kelurahan Bandar Jaya and Desa Marga Mulya in the planting season of the year 2009. The data were analyzed using multiple regression models. The result showed that the variable application of technologies that have real significance (α = 0,05) to explain soybean productivity (Y) is the use of recommended seed variety (X1), the use of fertilizer (X3), and the use of manure (X4) with the regression equation Y = - 772 + 131 X1+ 110X3 + 77X4. This equation resulted in determination coefficient (R2) = 0,487. Social economic factors which have real significance (α = 0,05) in explaining the level of technology implementation (Y) is farmer’s knowledge (X1), plantation area of soybean (X3), availability of production materials (X4) and participation in the PTT activities of the year 2008 (D2) with the regression equation Y = 0,47 + 0,64X1 - 0,48X3 + 0,33X4 + 0,60D2.  This regression equation resulted in determination coefficient (R2) = 0,664. Concluded that the use of recommended seed varieties is the most dominant determinant factor in the effort to increase soybean productivity and increased farmers’ knowledge as a key factor in the application of cultivation technology of soybean in the research location. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu terhadap produktivitas kedelai yang ditanam di lahan pasang surut di salah satu sentra produksi kedelai Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui survey terhadap 60 petani responden di Kelurahan Bandar Jaya dan Desa Marga Mulya pada musim tanam tahun 2009. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah penerapan teknologi yang memiliki keberartian nyata (α= 0,05) untuk menjelaskan produktivitas kedelai (Y) adalah penggunaan varietas anjuran (X1), pemupukan (X3), dan penggunaan pupuk kandang (X4) dengan persamaan regresi Y = - 772 + 131 X1+ 110X3 + 77X4. Persamaan regresi dari ketiga peubah ini menghasilkan koefisien determinasi (R2) = 0,487. Faktor sosial ekonomi yang memiliki keberartian nyata (α= 0,05) dalam menjelaskan tingkat penerapan teknologi (Y) adalah tingkat pengetahuan petani (X1), luas areal pertanaman (X3), ketersediaan sarana produksi (X4), dan keikutsertaan dalam kegiatan PTT tahun 2008 (D2) dengan persamaan regresi Y= 0,47 + 0,64X1 - 0,48X3 + 0,33X4 + 0,60D2. Persamaan regresi dari keempat peubah ini menghasilkan koefisien determinasi (R2) = 0,664. Disimpulkan bahwa penggunaan varietas benih anjuran merupakan faktor penentu yang paling dominan dalam upaya peningkatan produktivitas kedelai serta peningkatan pengetahuan petani sebagai faktor penentu dalam penerapan teknologi budidaya kedelai di lokasi penelitian.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue