cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017" : 7 Documents clear
DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI PADI (STUDI KASUS KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA JAWA BARAT) Yayat Hidayat; Ahyar Ismail; Meti Ekayani
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p171-182

Abstract

Konversi lahan pertanian yang terjadi di Kecamatan Kertajati merupakan implikasi dari proses pembangunan yang dihasilkan oleh kebijakan pemerintah. Konversi lahan pertanian tersebut dapat menimbulkan dampak negatif berupa kerugian sosial dan ekonomi bagi rumah tangga petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengestimasi dampak sosial ekonomi rumah tangga petani dan 2) menganalisis alternatif kebijakan untuk meminimalkan dampak negatif bagi petani. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara kepada responden. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis hilangnya kesempatan kerja petani, analisis hilangnya produksi padi, analisis pendapatan, Loss of Earnings (LoE) dan metode TOPSIS dengan sofware sanna. Hasilnya adalah nilai kerugian ekonomi berupa hilangnya kesempatan kerja pertanian (Rp 12.205.397/ha/tahun), nilai ekonomi produksi padi yang hilang (Rp 59.175.911/ha/tahun), berkurangnya pendapatan usahatani padi (Rp 37.999.535,-/ha/tahun), dan berkurangnya penghasilan total rumah tangga petani (Rp 3.999.223/tahun). Urutan alternatif untuk mengurangi dampak negatif alih fungsi lahan pertanian terhadap rumah tangga petani dengan mempertimbangkan kriteria ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan prioritas pertama adalah tukar guling tanah. Opprtunity job menjadi prioritas kedua dan pelatihan prioritas ketiga.konversi lahan pertanian, ekonomi rumah tangga, petani padi
OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI UBI KAYU PADA LAHAN KERING DI JAWA TENGAH Dewi sahara; Agus Supriyo
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p91-100

Abstract

Optimization of The Use of Production Inputs on Cassava Farming on Dry Land in Central Java. The cassava farming in Central Java is not the main farming developed in dry land.   Utilization of dry land for cassava production requires adequate productin inputs.  This research aimed to know : 1) performance the use of production inputs, 2) factors that affect the production of cassava, and 3) optimization of the use of production inputs. The research was done in three areas of cassava development, namely Wonogiri, Pati and Purworejo district on April-December 2016.  Multiple regression linear was used to analysis the factors influencing production and was continued by optimization test.  The result showed that planting area and Phonska fertilizer have positive effect, while SP-36 fertilizer have negative effect on cassava production.  Therefore, to obtain the maximum production, the farmers reduce SP-36 fertilizer because it was not optimal and addition of Phonska fertilizer because it was less than optimal.optimization, production inputs, cassava Usahatani ubi kayu di Jawa Tengah merupakan usahatani sampingan yang dikembangkan di lahan kering.  Pemanfaatan lahan kering untuk usahatani ubi kayu memerlukan input produksi yang memadai.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) keragaan penggunaan input produksi, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ubi kayu, dan 3) optimasi penggunaan input produksi pada usahatani ubi kayu.  Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten yang merupakan wilayah pengembangan ubi kayu, yaitu di Kabupaten Wonogiri, Pati dan Purworejo pada bulan April-Desember 2016.  Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dengan menggunakan regresi linear berganda, dilanjutkan dengan uji optimasi penggunaan input produksi.  Hasil analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa luas tanam dan pupuk Phonska berpengaruh positip, sedangkan pupuk SP-36 berpengaruh negatif terhadap produksi ubi kayu.  Oleh karena itu untuk mendapatkan produksi yang maksimal petani perlu mengurangi jumlah pupuk SP-36 karena sudah berlebih dan menambah pupuk Phonska karena jumlahnya belum optimal.optimasi, input produksi, ubi kayu
EFEKTIVITAS JAMU HERBAL DALAM MEMPERBAIKI PERFORMA PERTUMBUHAN ITIK PEDAGING DAN ANALISIS EKONOMI Surya Yana Nana
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p101-110

Abstract

Permintaan daging itik di Kalimantan Selatan sebagian besar dipenuhidari daging itik betina apkir dan itik jantan yang digemukkan, namun pengadaannya belum memenuhi seluruh permintaan. Oleh karena itu, untuk mengimbangi tingginya permintaan daging itik tersebut, disarankan memelihara itik Serati hasil persilangan antara entok jantan (Cairina moschata) dengan itik Alabio betina (Anas platyrhynchoc Borneo), yang dilakukan dengan teknik insemiansi buatan (IB). Pengkajian bertujuan untuk mengetahui efektivitas dosis ekstrak herbal terhadap keragaan pertumbuhan dan nilai ekonomi itik Serati. Kegiatan ini dilaksanakan di kelompok Pemuda Tani Gantang GumbangDesa Banua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mulai April sampai dengan Desember 2014. Materi yang digunakan adalah anak itik Serati jantan-betina (unsexed) sebanyak 60 ekor berumur 2 minggu, hasil penetasan sendiri. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, masing-masing 5 ekor itik Serati per ulangan. Perlakuan berupa dosis larutan herbal, yang terdiri dari: LH0= (kontrol, tanpa larutan herbal); LH3=dosis larutan herbal 3 ml/ekor/hari; LH6= dosis larutan herbal 6 ml/ekor/hari, dan LH9=dosis larutan herbal 9 ml/ekor/hari, dengan cara dimasukkan ke dalam mulut. Hasil pengkajian menunjukkan bahwapenggunaan dosis larutan herbal 9 ml/ekor/hari, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada konsumsi pakan (4891 g/ekor), pertambahan bobot badan (1950g/ekor), bobot karkas (1400 g/ekor), persentase karkas (73,33%), dan kandungan lemak abdominal sebesar 15,15% dengan FCR (feed conversion ratio) yang tidaknyata (P>0,05) sebesar 3,99. Pemberian larutan herbal 9 ml/ekor/hari meningkatkan keuntungan dari pemeliharaan 100 ekor selama 12 minggu, sebesar Rp2.150.000dengan nisbah B/C (benefit/cost)sebesar 1,35.itik Serati, larutan herbal, produktivitas, nilai ekonomi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PETANI TERHADAP KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI BALI nFN - Suharyanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p111-124

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian terutama lahan sawah beririgasi di Provinsi Bali menunjukkan dinamika perubahan penggunaan lahan pertanian yang cukup intensif seiring dengan berkembangnya perekonomian wilayah. Terbitnya Undang-Undang No.41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), diharapkan dapat menahan laju konversi lahan sawah khususnya sawah dengan irigasi teknis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli - September 2015 melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner terhadap 90 petani yang terdistribusi masing-masing 30 petani di Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Badung. Untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga mempengaruhi persepsi/respon petani terhadap kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dilakukan melalui regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa  respon petani terhadap kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dipengaruhi oleh : budaya bertani, sikap terhadap perubahan, keyakinan kemampuan diri, tingkat keberanian berisiko, tingkat intelegensia, rasionalitas, kerjasama, peran dalam kelompok tani serta intensitas penyuluhan ataupun sosialisasi terkait perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan maka perlu mempertimbangkan perbedaan tingkat persepsi terhadap kebijakan tersebut dengan mengoptimakan peran anggota dalam kelompok tani maupun petani innovator disertai dengan sosialisasi intensif, partisipatif dan komitmen pemerintah dalam implementasinya.
EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH SWADAYA DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI PROVINSI JAWA BARAT Yoyon Haryanto; Sumardjo Sumardjo; Siti Amanah; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p141-154

Abstract

 The Role of progressive farmers for Farmer Empowerment in West Java. Farmer empowerment is increasingly marginalized by the reduced number of government extension workers in the village. It requires an alternative problem solving to narrow the poverty gap between cities and villages. Extension services providedly of progressive farmer are needed to help farmers. To find study analyze the role of progressive farmer in providing extension services and factor affecting the services contribute advantages to other farmers. A survey was conducted to gather data from 224 respondent who represent progressive farmers in four districts (Bogor, Karawang, Majalengka, and Sukabumi) West Java. Data processing using descriptive technique and regression analysis. The results show that the majority of progressive farmer have a high role as the facilitator of empowerment, motivator, technical assistant, environmental analyzer and marketing partner in farmer empowerment. It proves the effective role of progressive farmer in assisting farmers to obtain the information needed for their agribusiness activity. Farmers are able to cooperate with their community, able to choose innovations that appropriate to their specific location, or apply local innovations existed in their region. The role of progressive farmer  also has a positive effect on the effectiveness level of extension activities from farmers to farmers because they are able to facilitate and bridge the information for farmers from government research institutions and extension agencies. 
SISTEM USAHATANI CABAI MERAH PADA LAHAN PASIR DI YOGYAKARTA nFN sutardi; Cristina Astri Wirasti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p%p

Abstract

ABSTRACT Chili Farming System on Sandy Soil in Yogyakarta.  Low productivity of chili in Yogyakarta was caused by low quality of seeds, unavailability of suitable technology package, lock of institutional support small scale of the farming system and the disease caused by Gemini virus. Potential of sandy soil area of ± 3,300 ha is located along the south coast of Kulon Progo Regency and Bantul Regency. The objective of this research analysis of feasiability package of varieties of red chili varieties Kencana and Helix specific location of sandy soil that to be developed.  The research was conducted at the farmer field in Bugel II village, Panjatan subdistrict, Kulon Progo district, Yogyakarta from March to August 2015.The Rondomize Complete Block Design experimental design was used in this trial.  The Treatment of technology, that were innovation technology of introduction by BPTP Yogyakarta and farmer's way is repeated 20 times with 6 sample plants from each replication. The area of the plot corresponds to the land area of the farmer 500 m2. Data analysis was performed on growth, production, t test, and farming and socioeconomic income with B/C, R/C, MBCR and descriptive statistic. The results showed that the technology package was adopted up to 80% by the cooperators and 50% by noncooperators.  Productivity of variety Kencana  by the cooperators was 4.0 t/ha, within come and R/C were Rp20,979,500 and 1.15, respectively, and MBCR 1.96 times the value-added.  Meanwhile, productivity of variety Helix by the cooperators reached 8.068 t/ha by the same cooperators, resulted in income up to Rp120,666,500 with R/C 2.26 and MBCR 5.89 times the value-added. The availability of superior chili varieties supported by techological introductio mekes in the sandy soil potential comodity to be developed. Therefore, guidance of implemention and intensive assistance need to be prepared.chili, farming system, technology adoption, sandy soil ABSTRAK Rendahnya produktivitas cabai merah di Yogyakarta antara lain disebabkan penggunaan benih yang tidak bermutu, tidak tersedianya paket teknologi spesifik lokasi, lemahnya dukungan kelembagaan, dan skala usahatani yang kecil serta penyakit virus gemini. Potensi lahan pasir cukup luas ±3.300 ha terdapat di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan paket teknologi usahatani cabai merah varietas Kencana dan Helix spesifik lokasi pada lahan pasir pantai layak untuk dikembangkan. Pengkajian dilaksanakan di Desa Bugel II, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2015.  Pengkajian menggunakan faktor tunggal dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (Rondomize Complete Block Design). Perlakuan berupa dua paket teknologi, yaitu teknologi inovasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta dan cara petani diulang 20 kali dengan luas plot sesuai dengan luas kepemilikan lahan petani 500 m2. Analisis data dilakukan terhadap keragaan pertumbuhan, produksi, dengan menggunakan uji t, dan pendapatan usahatani dan sosial ekonomi dengan pendekatan  B/C, R/C, MBCR dan statistik deskriptif.  Hasil pengkajian menunjukkan bahwa respon petani koperator terhadap paket teknologi usahatani cabai merah dengan teknologi introduksi sebesar >80% sedangkan petani non koperator hanya 50%.  Produksi cabai merah varietas Kencana dan Helix paket teknologi  introduksi untuk setiap hektar mencapai 3,621 t dengan keuntungan bersih Rp20.976.500 atau R/C 1,15 dan MBCR 1,96; sedang varietas Helix mencapai 8,068 t/ha dengan keuntungan Rp120.666.500/ha atau R/C 2,26 dan MBCR 5,89. Sementara dengan menggunakan teknologi yang dilakukan oleh petani, produksi cabai merah varietas Helix hanya 4,842 t/ha dan varietas Kencana 1,475 t/ha dengan keuntungan bersih Rp37.248.500 dan Rp.41.447.500. Dengan tersedianya varietas unggul cabai merah dan paket tekologi introduksi maka cabai merah dapat dikembangkan pada lahan pasir, dalam implementasinya diperlukan pendampingan secara intensif.cabai merah, sistem usahatani, adopsi teknologi, lahan pasir
KAPASITAS PETANI PADI SAWAH IRIGASI TEKNIS DALAM MENERAPKAN PRINSIP PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGAH Hera Herawati; Aida Vitayala Hubeis; Siti Amanah; Anna Fatchiya
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v20n2.2017.p155-170

Abstract

Kapasitas petani mengelola padi sawah ramah lingkungan di sistem sawah irigasi teknis, menurut karakteristik personal dan peluang pengembangannya, meliputi: kemampuan secara teknis inovasi teknologi, kemampuan menyusun rencana usahatani, kemampuan mengevaluasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan kemampuan bermitra sinergis. Kemampuan ini, merupakan wujud kapasitas tinggi yang dimiliki petani. Penelitian bertujuan: menganalisis hubungan antara karakteristik petani dengan tingkat kapasitasnya mengelola sawah ramah lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 174 petani. Analisis data dilakukan uji deskriptif, uji beda Mann Whitney dan uji Rank Spearman, menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong berbeda baik karakteristik maupun kemampuan mengelola usahataninya. Terdapat perbedaan yang nyata pada pendidikan non formal dan luas lahan. Tingkat kapasitas petani dalam pengelolaan padi sawah yang ramah lingkungan pada kategori rendah. Rendahnya kapasitas petani dipengaruhi oleh kemampuan perencanaan usahatani dan kemampuan bermitra sinergis. Hubungan keseluruhan kapasitas petani terhadap kemampuannya menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan sangat nyata dan mempengaruhi kapasitas petani adalah pendidikan non formal dan luas lahan. Penelitian ini membuktikan bahwa mereka yang memiliki akses terhadap penyuluhan dan pelatihan usahatani ramah lingkungan secara nyata dapat meningkatkan kapasitas petani, dan petani yang memiliki lahan luas merasakan keuntungan menggelola sawah yang ramah lingkungan dibanding dengan lahan sempit.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue